Caca, gadis kecil ceria, berteman dengan Rafi tanpa tahu bahwa dia adalah putra kepala mafia Bara Pratama. Meskipun dunia mafia penuh bahaya dan banyak orang melarangnya, persahabatan mereka tumbuh kuat hingga menjadi cinta. Bersama, mereka berjuang mengubah organisasi mafia menjadi usaha hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, menghadapi musuh dan masa lalu kelam untuk membangun masa depan bahagia bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERAWATAN DARI KELUARGA RAFI
Setelah Caca jatuh pingsan dan dokter menyatakan dia mengalami demam tinggi akibat kelelahan dan paparan udara dingin, Pak Bara langsung memutuskan untuk membawa Caca tinggal sementara di rumahnya agar bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik.
“Rumahnya kamu sedikit jauh dari pusat kampung dan tidak terlalu mudah untuk dirawat,” ujar Pak Bara saat dia dan Rafi membawa Caca ke mobil. “Di rumahku ada banyak orang yang bisa membantu merawatnya, dan kita bisa lebih mudah memanggil dokter jika diperlukan.”
Ibu Caca yang sudah merasa khawatir melihat kondisi anaknya langsung menyetujuinya. “Terima kasih banyak, Pak Bara. Aku sangat berterima kasih atas semua bantuan kalian.”
Di rumah Rafi, Caca ditempatkan di kamar tidur tamu yang sudah disiapkan dengan sangat nyaman – seprai bersih yang hangat, selimut lembut, dan bunga segar di atas meja yang membuat kamar terasa segar dan menyenangkan.
Mama Lila langsung merapikan tempat tidur dan menyiapkan kompres dingin untuk menurunkan suhu badan Caca.
“Tenang saja ya, Caca,” ujar Mama Lila dengan suara lembut saat memasang kompres di dahinya. “Kamu akan cepat pulih di sini. Kita akan merawatmu dengan sebaik-baiknya.”
Rafi tidak mau meninggalkan sisi Caca sama sekali. Dia bahkan meminta izin kepada gurunya untuk tidak masuk sekolah selama beberapa hari agar bisa menemani Caca.
Guru yang sudah tahu tentang kondisi Caca langsung menyetujuinya dan bahkan memberikan tugas sekolah untuk Caca agar dia tidak ketinggalan pelajaran.
Setiap pagi, Rafi akan bangun lebih awal untuk membantu Mama Lila menyiapkan makanan untuk Caca.
Mereka membuat bubur ayam yang sangat lembut, sup jagung manis, dan jus buah segar yang kaya akan vitamin.
Rafi juga selalu membacakan buku cerita atau tugas sekolahnya untuk Caca agar dia tetap bisa belajar meskipun tidak bisa masuk sekolah.
“Sekarang kita belajar pelajaran matematika ya,” ujar Rafi sambil meletakkan buku di atas meja sisi ranjang. “Guru bilang ini pelajaran penting untuk ujian minggu depan. Aku akan jelaskan dengan perlahan agar jelaskan dengan perlahan agar kamu bisa mengerti.”
Pak Bara juga memberikan perhatian khusus pada Caca. Setelah selesai bekerja setiap hari, dia akan datang ke kamar Caca dan bercerita tentang kegiatan di kampung atau cerita lucu dari masa mudanya. Kadang dia juga membawa mainan baru atau alat tulis cantik untuk Caca.
“Ketika Rafi masih kecil dan sakit, aku selalu bercerita tentang petualangan di hutan untuk menghibur dia,” cerita Pak Bara dengan senyum hangat. “Sekarang aku ingin melakukan hal yang sama untukmu, Caca. Semoga cerita-cerita itu bisa membuatmu merasa lebih baik.”
Selain itu, anggota keluarga mafia yang sudah berubah juga sering datang menjenguk Caca. Mereka membawa makanan khas kampung, ramuan herbal yang dipercaya bisa menyembuhkan demam, dan bahkan beberapa dari mereka yang pandai menyanyi akan bernyanyi untuk menghibur Caca.
“Kamu adalah orang yang sangat berarti bagi kita semua, Caca,” ujar Pak Joko salah satu anggota yang sudah berubah. “Kamu telah membantu banyak orang di kampung, termasuk aku dan keluargaku. Sekarang giliran kita untuk membantu kamu pulih dengan cepat.”
Pada hari ketiga tinggal di rumah Rafi, suhu badan Caca akhirnya mulai turun. Dia bisa sedikit duduk dan bahkan berjalan ke teras belakang untuk menikmati udara segar.
Rafi segera membantu dia duduk di kursi yang nyaman dan membawa secangkir teh hangat yang dibuat oleh Mama Lila.
“Terima kasih banyak untuk semua yang telah kalian lakukan untukku,” ujar Caca dengan suara yang sudah mulai kuat kembali. “Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau tidak ada kalian semua.”
“Kamu adalah bagian dari keluarga kita sekarang, Caca,” jawab Mama Lila yang datang menyertainya. “Keluarga selalu saling merawat satu sama lain, tidak peduli apa yang terjadi.”
Rafi kemudian mengambil sebuah kotak kecil dari belakang punggungnya. Di dalamnya ada sebuah gelang dengan liontin bentuk bintang kecil yang sama dengan gelang yang dikenakan Rafi. “Ini untukmu,” ujar Rafi dengan sedikit malu. “Aku mau kamu selalu mengenakannya sebagai tanda bahwa kamu tidak akan pernah sendirian – kita akan selalu bersama, baik saat sehat maupun sakit.”
Caca mengenakan gelang itu dengan hati-hati dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan. Meskipun tubuhnya masih perlu waktu untuk pulih sepenuhnya, dia merasa bahwa hati dan jiwanya sudah sangat kuat karena cinta dan perawatan yang diberikan oleh keluarga Rafi.
Malam itu, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama.