NovelToon NovelToon
Sephia

Sephia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

"Gila ... ini sungguh gila, bagaimana bisa jantung ini selalu berdebar kencang hanya karena tatapan matanya, senyumnya bahkan sentuhan yang tanpa sengaja itu."
~Sephia~

"Rasa ini salah, tapi gue suka ... dia selalu membuat jantung ini berdebar-debar ... damn! kenapa datang di waktu yang salah sih."
~Danar~

Pertemuan itu, membuat mereka ada dalam posisi yang sangat sulit. Terlebih lelaki itu sudah mempunyai seorang kekasih. Sementara hatinya memilih gadis lain.

Entah waktu yang salah ... atau takdir yang mempermainkan mereka. Apakah akan berakhir dengan indah atau sama-sama saling melepaskan ... meski CINTA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan terlalu jauh

Wajah Sephia berseri ketika memasuki ruangan kerjanya, disana sudah ada Ni Luh yang sedang menikmati sarapan paginya. Nasi goreng spesial kata Ni Luh dan dia sudah membawakan satu tempat makan lagi untuk Sephia. Sahabat sekaligus sudah Sephia anggap sebagai keluarga, Ni Luh sungguh baik padanya selama ini.

"Ada yang seneng kayaknya," ujar Ni Luh menyodorkan satu tempat makan pada Sephia.

"Makasih Mbok ...." Sephia tersenyum malu-malu.

"Senyum terus," ujar Ni Luh.

"Apaan sih Mbok ... kan masih pagi jadi senyum biar berkah," kata Sephia lagi.

"Hari Minggu pagi aku ke kost Phia, tapi kamu gak ada, kemana?"

"Hah? Mbok Luh ke kost?"

"Iya, kata tetangga kamu ... siapa itu yang DJ itu, kamu gak pulang dari Jumat sore."

Sephia tersenyum lagi. "Dia di tanya malah senyum," Ni Luh penasaran.

"Kalo aku cerita, Mbok Ni Luh janji ya gak kasih tau siapa-siapa."

"Emang selama ini semua cerita kamu ada yang aku kasih tau ke orang-orang," Ni Luh kesal.

"Iya ... iya, tapi janji ya." Dan Sephia menceritakan semuanya, terkadang Ni Luh terhanyut akan cerita Sephia, ikut senyum dan tertawa.

"Pesan aku satu Phia," ujar Ni Luh.

"Apa Mbok?"

"Jangan sampai terlalu jauh ... ingat posisi kamu di sini, kita cuma karyawan dan keluarga kita dari orang biasa saja, walopun mungkin Pak Danar dan keluarganya nanti tidak mempermasalahkan, tapi orang di luar mana tau, ya kan ... pesanku itu aja, aku takut sesuatu terjadi sama kamu, tapi selama kamu enjoy maka nikmatilah." Ni Luh mencubit gemas pipi sahabatnya itu.

Sephia memikirkan perkataan Ni Luh, memang ada benarnya. Lalu kembali menyuapkan satu sendok terakhir nasi goreng ke mulutnya. Tak sengaja matanya menangkap sosok kekasihnya melintas melewati ruangannya, terlihat tampan seperti biasa, Sephia tersenyum.

...----------------...

Sore hari baru saja Sephia sampai di kamar kostnya, sudah mendengar pertengkaran antara Nita dan Rudi. Pasangan pengantin yang baru saja menikah hampir satu tahun itu memang sering bertengkar. Selama Sephia tinggal di sana, Sephia seringkali mendengar mereka ribut entah masalah apa saja, tapi nanti tiba-tiba tak berapa lama bukan tangisan lagi yang di dengar oleh Sephia, melainkan dan desahan kedua manusia itu.

Pernah suatu malam saat Sephia akan pergi tidur, tiba-tiba dia mendengar Nita menangis saat Rudi membentaknya, belum lagi suara entah piring atau gelas atau kaleng yang di banting. Setelahnya hening semakin malam suara tetangganya itu berubah seperti layaknya pasangan suami istri yang sedang memadu kasih. Ada-ada saja pikir Sephia, hingga saat itu Sephia harus menutup kedua telinganya agar tak lagi mendengar erangan serta desahan mereka.

Suara ketukan di pintu pun terdengar saat Sephia baru selesai memakai bajunya. Sephia hanya menggunakan dress berbahan kaos dengan model satu tali di lengan nya. Meraih cardigannya, cepat ia membukakan pintu.

Danar membawa 1 dus donat dan dua cup kopi salah satu brand ternama.

"Kok kesini?"

"Aku bawain ini buat kamu sama aku, tadinya mau ngajakin kamu keluar tapi kayaknya lebih asik di sini," ujar Danar melangkah masuk lalu meletakkan bingkisan yang ia bawa dan pergi ke kamar mandi.

Danar terlihat segar setelah membersihkan dirinya, lengan kemeja yang ia gulung sampai siku, lalu duduk bersebelahan dengan Sephia di karpet dan menikmati sore menjelang malam mereka.

"Phia ... kecilin coba volume tivi nya," ujar Danar saat ia mendengar keributan di kamar sebelah. "Itu nangis ya? kenapa?"

"Gak tau ... udah biasa, biarin aja."

"Eh tapi kayaknya ceweknya di bentak?"

"Danar ... biarin aja, pura-pura gak denger, daritadi juga begitu tadi sempat selesai tapi kayaknya ini mulai lagi."

"Udah biasa?" tanya Danar dan Sephia mengangguk. "Kamu gak terganggu?" Sephia menggeleng.

"Urusan mereka ... nanti juga baik lagi, biasanya gitu."

"Darimana kamu tau?"

"Makanya diem jangan berisik ... pura-pura aja gak denger." Sephia lalu menggigit donatnya.

"Kamu gak ada niatan pindah dari sini?" Danar berharap Sephia mau pindah ke salah satu apartemen miliknya atau setidaknya mengontrak sebuah rumah.

"Kemana?"

"Apartemen atau ngontrak rumah gitu?"

"Terlalu besar, aku cuma tinggal sendiri ... pemborosan," ujarnya.

"Tinggal sama aku?"

"Seneng kamu nya," kekeh Sephia.

"Serius loh," ujar Danar menggeser duduknya lebih dekat pada Sephia.

"Gak mau ...."

"Kenapa?"

"Karena aku nyaman di sini," kata Sephia dan sayup-sayup terdengarlah suara yang tidak Sephia inginkan.

"Sstt ... Phi, kamu denger gak?" tanya Danar membungkam Sephia agar tak berbicara dulu.

"Apaan?" Sephia pura-pura tak mendengar. "Aku gak denger apa-apa," ujar Sephia menurunkan tangan Danar dari bibirnya.

"Diem ... tuh, kok kayak ----" Sephia buru-buru menutup kedua telinga Danar, agar tak mendengar desahan dan erangan dari kamar sebelah.

"Kamu gak denger apa-apa," kata Sephia di depan tubuh Danar masih menutup kedua telinganya.

"Astaga ...."Danar tertawa, sekarang gantian Sephia yang membungkam bibir Danar dengan tangannya.

"Jangan gede-gede ketawanya, ntar di denger gak enak."

"Tapi mereka enak-enak aja, kita yang denger yang gak enak Phi," kata Danar masih tertawa.

"Kamu sering ya dengerin yang begini?" tanya Danar curiga. "Jujur," ujarnya menarik ujung rambut Sephia.

Wajah gadis itu merona, malu jika ia katakan semenjak dia tinggal di Bali sudah sering sekali dia mendengar suara itu dari tetangga kamarnya.

"Kita jalan keluar aja yuk," ajak Sephia mengalihkan pembicaraan dan juga suara-suara di sebelah sana.

"Gak mau," kata Danar menatap Sephia. "Sudah sering kan?" Dan Sephia mengangguk. "Betah lagi." Danar menepuk keningnya.

"Ya kan gak tiap hari, yang anehnya kalo udah selesai bertengkar pasti gitu."

"Aduh ...." Danar menepuk lagi keningnya. "Kamu udah hafal ternyata." Sephia hanya cekikikan. "Aku tanya saat lagi denger itu kamu rasanya gimana?"

"Ya gak gimana-gimana lah ... dasar!"

"Maksud aku, kamu dengerin terus?"

"Ya gak, Danar ih ...."

Danar merengkuh pinggang gadis itu, cardigan yang Sephia pakai tak sengaja turun dari pundaknya. Mata Danar mengarah pada pundak mulus kekasihnya, lalu perlahan ia kecup.

"Terus kamu ngapain, waktu denger itu? ya ampun ... kok bisa kedengaran sampe sini ya?"

"Aku tutup telinga kayak gini," ujar Sephia berada di hadapan Danar.

"Kalo aku gak mau," ujar Danar menurunkan kembali tangan Sephia dari telinganya.

"Berarti tidur, itu solusi yang paling baik," ujar Sephia tersenyum.

"Kalo aku ada pasangan di depan aku, ya aku gak bakal tutup telinga, tapi ----" Lelaki itu memang memainkan perannya terlalu sempurna.

Danar mencium Sephia dengan gerakan cepat, menuntut Sephia untuk membalas ciumannya seperti biasa, gigitan-gigitan kecil itu mampu membuat tubuh Sephia menegang. Bahkan cardigan yang ia pakai pun sudah turun sempurna sampai ke sikunya.

Danar menjelajahi bukan hanya bibir Sephia kali ini, tapi juga turun ke leher jenjang gadis itu. Tangannya sudah berada diantara leher dan dada, Danar merebahkan Sephia di pinggiran tempat tidur. Mata Sephia mulai menatap sayu, gadis itu terbuai dengan segala sentuhan Danar, seakan meminta izin Danar memulai memijat serta meremat salah satu dada Sephia.

Danar kembali memberikan ciuman pada Sephia kali ini benar-benar menuntut lebih, tangannya sudah menari-nari di atas perut gadis itu. Bahkan dress yang Sephia pakai pun tersingkap ke atas pahanya. Mereka benar-benar terhanyut akan suara samar di sebelah kamar sana.

"Phia," lirih Danar.

Lelaki itu kembali meremat dada Sephia, Sephia semakin menegang. Sephia kembali mencium Danar, kali ini Sephia merasa tak ada salahnya ia yang memulai duluan, sementara tangan Danar sudah berada di sela paha Sephia.

"Aku tidur di sini ya," ujar Danar mengatur nafasnya masih dengan tangan yang membelai lembut paha putih Sephia yang terlihat.

Sephia hanya mengangguk, lalu membenarkan posisinya untuk naik ke tempat tidur. Danar bangkit mematikan cahaya lampu dan kembali terbenam dalam pelukan gadis itu.

***hhhhmmmm hhmmmmm

enjoy reading 😘 jangan lupa jempol diarahkan pada tempatnya agar dunia aman terkendali 😂***

1
Enisensi Klara
udah lewat batas teritorial mah tuh Danar wkwkwk 🤣😂
Enisensi Klara
Udah sering aneh 2 danar nya pak
Enisensi Klara
Udah di iya iya terus masa mau pisah
Enisensi Klara
Baca ulang aku 😂😂
Enisensi Klara
Ya kali minta ijin bawa anak gadis orang bawa ke Bali tapi blm di nikahin piye Tah danar 😳😳
Enisensi Klara
Dan Kalla ku bayangjn kyk Maxim 😂
Enisensi Klara
Demi shepia aku baca ulang lagi utk sekian kalinya 😂
Enisensi Klara
Aku baca ulang lagi ini utk sekian kali nya 😇😇kangen sama KK chida 😇
Rianty Permata
Luar biasa
Deistya Nur
keren semangat terus ka 👍💪
Dewa Rana
Thor, baju satu Tali itu di bahu, bukan di lengan
Chida: mungkin melorot talinya jadi sampe ke lengan ...
total 1 replies
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Chida: makasih koreksinya 🙏
total 1 replies
Dewa Rana
kayaknya danar udah punya pacar atau tunangan
Dewa Rana
visual sephia cakep 👍
Dewa Rana
basement Thor bukan basemant
Dewa Rana
baca ulang Thor
Quinn Cahyatishine
Luar biasa
piwpie
JANGAAAAAAANNNNNN kasih Phiaaaaaaaaaa
piwpie
gimana sih phia... kesannya kek munafik gak sih. kok gak kayak karakter phia di awal.
piwpie
habis sama istri kakaknya sekarang sama sahabatnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!