Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.
Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.
Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.
Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,
Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.
Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.
Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.
Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran di kala senja
Senja hampir datang, dua ratus prajurit kota Martapura telah sampai , seratusan prajurit yang memang telah bersiap di pelabuhan juga telah bergabung.
Untuk menghindari kerugian di pelabuhan karena pertempuran ini, pangeran giri membawa pasukannya ke pantai.
Matahari senja yang memantul membuat Bayang bayang pasukan ini memanjang, hitam hingga menutupi separuh pantai pelabuhan.
Di kejauhan, terlihat kapal sekte nirwana.
Di atas kapal, dasym yang menerima laporan anak buah nya berteriak
" sialan dangkalan...orang orang tak tau diri..!!"
sandar kan kapal...kita merapat..!!"
" tidak bisa merapat tuan, galangan telah di hancurkan..kolam dermaga telah di pasang perangkap kapal..!"
" setan....!! " kalau begitu bawa kapal hingga paling dekat pantai...karam juga tak apa apa...
" siap tuan..! "
" gafar...kamu bawa orang...buka jalan..beri mereka pelajaran...habisi pimpinan nya! "
" siap tuan...!'" kalian..kalian ..ikut aku...'
" drajit...kamu siapkan bahan upacara, sisa nya segera bersiap..!!"
" siap tuan .. ayooo..!!"
Setelah orang orang pergi dasym menggerutu, hal ini melenceng jauh dari rencana yang sudah dia susun.
Dasym benar benar tidak menyangka, Martapura berani menyerang duluan,.
Pada awalnya dia masih berpikiran akan mudah mendarat, sebab kunci kemenangan mereka hanya jika berhasil mendarat.
Sebagai sekte penyihir, kekuatan mereka berasal dari sihir, dan itu perlu melakukan upacara persembahan terlebih dahulu.
Setidaknya butuh waktu satu pembakaran dupa untuk melakukan ritual..dan itu harus di daratan...di kapal tidak mungkin bisa melakukan upacara itu..!!
Sekarang pihak Martapura tidak memberi mereka waktu, bagaimana dasym tidak gusar
" setan ....mereka tidak memberikan kesempatan... sialan...sialan ...!!"
" Kenapa nama.sekte nirwana tidak membuat mereka gentar ya...benar benar sialan..!! "
Kapal sekte nirwana bergerak, perlahan mendekati garis pantai .
Di pantai Pangeran giri dan putri Nawang berada paling depan,
Tiga Senopati juga telah bersiap ,tiga ratus prajurit memandang nanar ke arah kapal mereka semua telah siap ,tinggal menunggu perintah saja.
Walau belum berhadapan dengan musuh, aroma perang sudah terasa, aroma perang naik membumbung tinggi di langit senja.
" kanda... ..mereka datang..!!
" iya Dinda... Senopati.... bersiap lah..!!"
" siap pangeran...!! "
"Prajurit....!!! "
tiga Senopati berteriak lantang, disambut gemuruh suara ratusan prajurit menjawab..
" siap.....hia ...hia..hia...!!!"
Nawang menunjuk ke depan, dia melihat dua sampan meluncur cepat .
" kanda... sebaiknya kita duluan saja yang menghadapi mereka..!"
" baik Dinda .. ayo..kita bersiap.."
Dua sampan memang meluncur cepat, di tiap sampan juga terlihat ada sepuluh orang yang berdiri , paling depan dan paling belakang ada orang yang bertugas mendayung sampan
Dayung ngan mereka menggunakan tenaga dalam, sampan meluncur cepat di atas permukaan laut, apalagi sekarang jarak antara kapal dan garis pantai juga sudah tidak terlalu jauh
Sampan sampai dengan cepat, gilanya , sampan tidak berhenti, dia naik ke daratan dan meluncur di atas permukaan pasir seperti terbang
" hmpp ... bagus..sangat bagus ..mereka yang memulai duluan..aku tidak akan sungkan...ayo Dinda..!"
pangeran giri memasang kuda kuda , dua tangan nya langsung bersinar !
pangeran giri telah siap dengan tinju bledek nya.
Putri Nawang berdiri santai, dia mengeluarkan pedang perak nya, sinar mentari senja mengenai badan pedang memantulkan cahaya yang menyilaukan mata
Sampan memang tidak berhenti, orang orang di atas nya memang sengaja, perintah yang mereka terima adalah membuka jalan dan habisi pentol lan prajurit Martapura.
Sekte nirwana langsung membuka serangan.
" hyattt.... hancurkan...!!"
Suami istri itu berteriak, berbarengan mereka berkelabat sangat cepat, bagai bayangan.setan di keremangan senja.
" blegar......!! "
" aghhhh.... sialan...!!! "
Satu sampan hancur berkeping keping di hantam tinju bledek pangeran giri
Memaksa orang orang di atas nya jumpalitan dengan panik di udara.
Nawang juga berkelabat,tubuh nya ringan membumbung tinggi melewati sampan.
" hiattt ...!!"
" setan betina...cari mati ..!! "
Nasib sial di alami penghuni sampan yang diterjang Nawang
Pedang Nawang berkelebat bukan untuk menghancur kan sampan, pedang Nawang berkelabat langsung menyambar leher para penumpang sampan.
Dua pendayung jadi korban,mereka tidak dapat menghindar ketika pedang Nawang menyambar,
Leher mereka memancur kan darah segar, nyawa mereka lepas di makan pedang perak Nawang.
Sampan kehilangan kendali,jatuh dengan keras di atas pasir...
" kejam sekali..kau nona..!! "
sepuluh orang yang berhasil lolos dari pedang Nawang mendarat sempurna di pasir,
mereka memandang Nawang dengan wajah penuh kebencian.
Nawang tidak menanggapi, dia kembali menyerang dengan jurus terbang gagak Rimang nya
Perkelahian sepuluh lawan satu pecah, Apa daya yang mereka hadapi seorang Nawang , bidadari cantik yang tegas dengan jam terbang bertarung yang panjang.
Perbedaan kekuatan langsung terlihat, tiga orang hanya bertahan lima jurus,
Sisanya hanya melawan sia sia
Tidak perlu waktu lama sebelum semua nya tumbang di tebas pedang Nawang.
Mereka mati dengan mata melotot, sungguh mereka tidak menyangka gadis cantik ini berdarah dingin.
Nawang kembali berkelebat, pedang perak nya masih haus darah..!!
Dia mencari korban lain nya.
Putri Nawang memang begitu, dia sangat tegas, tidak pernah memberi ampun pada musuh musuhnya...
Jangankan musuh, terhadap orang yang dia tidak suka saja putri Nawang sangat tegas.
Pendekar mesum , Wira Sena pernah merasakan sifat Nawang, hingga sampai terpaksa menurunkan tangan keras terhadap putri Nawang ini.
Di pihak pangeran giri pun sama, tinju bledek nya tak terbendung,
Lima belas orang mengantar nyawa sia sia, semua mati konyol di tangan sepasang suami istri ini.
Lima orang sisanya berhasil selamat melarikan diri berkat adanya bantuan yang datang.
Ketika pertempuran pertama pecah, kapal yang bergerak tidak bisa maju lagi, walau kedalaman air laut masih kira kira sebatas dada orang dewasa, bagian bawah kapal ternyata telah menyentuh pasir
Jarak ini masih membuat susah orang orang sekte nirwana, tapi mereka memaksakan diri.
Pintu bawah kapal.terbuka , Dari sana keluar orang orang sekte nirwana.
Pasukan Martapura menunggu mereka, hingga sampai pantai,
Setelah itu, pasukan Martapura segera bergegas menghadang mereka.
Lima ratus melawan tiga ratus..!!
Pertempuran menjelang matahari terbenam pun pecah...
Dalam sekejap, air laut dan pasir pantai berubah warna,
Darah tumpah, berceceran dimana mana, tubuh tanpa nyawa mulai bertumbangan.
Jumlah pasukan martapura memang kalah, tapi disini ada sepasang suami istri hebat.
Gebrakan mereka membuat pertempuran serasa ringan.
Mereka berdua menjelma menjadi harimau yang di lepas dalam kandang yang penuh kambing gemuk,
Sepasang suami istri ini tidak ubah nya malaikat pencabut nyawa.
Jumlah banyak tidak berarti apa.apa.bagi sepasang suami istri ini.
Ke ganasan pangeran giri dan nawang memaksa orang sekte nirwana menelan pil pahit.
Dari atas kapal, dasyim menggeram bagai harimau lapar...
Sedangkan yang belum turun dari kapal merasakan tengkuk mereka yang sekarang terasa dingin..
" kalian tunggu apa lagi...cepat hajar pangeran keparat itu, yang wanita biar aku !"
" iya ketua...siap..!! "
Lima orang melompat,
" bajingan...aku lawan mu..!! "
.lima orang ini adalah tokoh sekte nirwana yang tadi datang bersama dasym
, Dengan lima kali gerakan mereka mendarat di pasir.
kelima nya langsung berlari menerjang pangeran giri.
Pangeran giri tertawa, dia tidak menunggu langsung berlari menyambut lima orang ini.
" hahaha.... kebetulan kalian datang...ayoo mari sini temui ayah mu..! "
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....