NovelToon NovelToon
Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author:

Anjeli Pranita, putri cantik pak Burhan yang biasa di sapa Anjeli. Gadis cantik dengan julukan kembang desa rela putus sekolah semenjak insiden yang membuat Keseharian ayahnya hanya bisa duduk di kursi roda yang usang pemberian tetangganya. Anjeli adalah gadis yang pintar di bidang akademik, murah senyum dan ceria. Namun, kepergian ibunya bersama laki-laki lain dengan alasan sudah capek hidup miskin dan ditambah kondisi ayahnya, menghilangkan senyum dan keceriaan di wajahnya akibat luka yang ditoreh ibunya untuk mereka. Anjeli si gadis sederhana harus menjadi kuat dan tahan banting di umurnya yang masih 16 tahun. Suatu hari, Anjeli yang menjadi tulang punggung untuk keluarga sedang mengais rezeki sebagai kuli panggul di pasar menggantikan pekerjaan bapaknya sebelum kecelakaan. Pagi itu tanpa sengaja Anjeli bertemu seorang nenek yang sedang kelaparan, ia yang memang memiliki hati yang baik memberikan bekal untuk makannya kepada sang nenek itu. Dari pertolongan itu Anjeli diberikan sebuah cincin usang oleh sang nenek sebagai bentuk kebaikan Anjeli. Cincin apakah yang diberikan oleh sang nenek itu kepada Anjeli????? Apakah ada keajaiban untuk Anjeli dan keluarganya??? Yukkkkk….,ikuti cerita Anjeli….

Awal

Lampu minyak yang tamatan menari-nari di dinding papan rumah mereka yang mulai lapuk. Anjeli Pranita, gadis cantik yang dulu dijuluki kembang desa karena kecantikannya dan juga prestasinya, kini sedang berjongkok di depan tungku. Tangannya yang mulai kasar karena jelaga, namun matanya tetap fokus pada nasi liwet setengah matang yang sedang ia masak.

Disudut ruangan. Sebuah kursi roda usang berderit pelan. Pak Burhan, ayahnya. Sedang berusaha untuk mendorong kursi roda kayu itu dengan tangan yang gemetaran.

“Anjeli…ayah minta maaf, Nak”suara pak Burhan sesak, penuh penyesalan yang tak kunjung usai melihat anak gadisnya. Usai sejak kecelakaan dua tahun lalu dan melummpuhkan kakinya, anak gadisnya harus dipaksa kuat dan menjadi tulang punggung mereka.

Anjeli menoleh, memaksakan sebuah senyum tipis sisa-sisa keceriaan yang dulu selalu menghiasi wajahnya. “Ayah bicara apa sih? Anjeli senang bisa merawat Ayah dan Mengurus Aris,Yah. Ayah jangan terlalu banyak berpikir. Ayah dan Aris adalah kekuatan Anjeli. Udah ya, Yah. Jangan minta maaf terus dama Anjeli. Udah jadi kewajiban Anjeli Erawati ayah sampe sembuh…Aamiin. Mana Aris Yah, sebentar lagi nasinya matang ini. Kita makan sama-sama. Ya”.

Namun, dibalik senyum itu luka di hatinya Anjeli masi menganga. Ia teringat di sore yang kelabu saat ibunya pergi membawa koper besar, memacu motor bersama seorang pria asing tanpa menoleh sedikitpun ke mereka. Kalimat yang diucapkan sang ibu masi terngiang-ngiang di telinganya. “ Aku capek hidup miskin, Burhan! Aku tidak mau ikut mati membusuk di rumah reot ini!”

Sungguh, kalimat itu benar-benar melukai hati Anjeli waktu itu. Pak Burhan, Ayahnya. Hanya bisa diam mengepalkan tangannya tanpa membantah ucapan sang istri. Kendati demikian kemarahan tertahan dan membiarkan sang istri pergi bersama pria lain.

Sejak hari itu, Anjeli yang baru berusia 16 belas tahun memutuskan untuk berhenti sekolah. Ia menguburkan cita-citanya yang ingin menjadi dokter, mengganti pena menjadi beban berat di pundaknya demi Ayahnya dan sang Adik yang masih kecil. Ya, Aris saat itu masi berumur 8 tahun dan belum mengerti apa-apa hanya bisa menangis melihat Ibuknya pergi meninggalkan mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya, sebelum matahari benar-benar bangun dari peraduannya. Anjeli sudah berada di pasar induk. Dengan kaos lusu tang menutupi kecantikannya, ia berdiri diantara kerumunan pria kekar.

“Anjeli!! Ada muatan sayuran dari truk hijau itu, kau sanggup?!” Teriak sang mandor yang bernama Jaja.

“Anjeli sanggup, Mang!” Jawabnya tegas

Satu per satu karung besar dan berat yang berisi kubis dan kentang ia panggul di pundak yang kecil itu. Keringat bercucuran deras membasahi dari dan punggungnya. Meski tulang-tulangnya terasa berderit, bayangan wajah sang adik, Aris. Yang membutuhkan biaya buku untuk sekolahnya. Dan wajah sang Ayah yang butuh obat untuk sakitnya, menjadi bahan bakar utama untuk kekuatannya.

“Aku kuat, ya. Aku harus kuat. Tidak boleh lemah. Ini demi Ayah dan demi ayah dan demi Aris. Aku tidak boleh menyerah. Ayo semangat Anjeli!!!” Gumamnya menyemangati dirinya sendiri.

_______🌹

Terimah kasih sudah membaca cerita ini

terus pantau cerita Anjeli yang begitu bertekad ingin membahagiakan ayah dan adiknya di tengah-tengah luka dari Ibuknya yang benar” belum mengering….

Lanjut yaaa!!!!

jangan lupa like dan komen teman-teman!!!!

1
Wanita Aries
bagus thor gk bosen bacanya
Wanita Aries
emak dzolim ninggalkan hutang ke anjeli
Wanita Aries
kasian anjeli masa jd kuli panggul
@Mita🥰
wkwkwk pak Handoko gigit jari🤣🤣🤣
Wanita Aries
mampir thorr
@Mita🥰
wah kasihan ya rumah Anjeli baru di bangun
Andira Rahmawati
lanjutttt makin seruuu💪💪💪
Lala Kusumah
semangat Anjeli, kamu pasti bisa 💪💪💪
Lala Kusumah
good job Anjeli 💪💪💪👍👍👍😍😍
@Mita🥰
semangat Anjeli
@Mita🥰
semoga sukses selalu thor
@Mita🥰
lanjut thor
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
mantaaap 👍👍👍
@Mita🥰
ini ruang ajaib nya bukan di cincin itu ya thor kok lewat pintu
@Mita🥰
bagus ceritanya
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
sukses selalu untuk Anjeli ya 🙏🙏🙏
Aretha Shanum
lanjut, suka ceritanya
Putri Hasan
suka ceritanya /Smile/
semangat updatenya 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!