Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa
"Hah!" Rama menoleh ke arah belakang. Sesaat jantungnya hendak berhenti, dan ia mematung sejenak. "K-Kiara?" ucapnya dengan terbata.
Jika yang menyapa dirinya adalah Kiara, lalu siapa yang berada didalam kamar mandi? Aroma melati yang ia endus masih melekat diindera penciumannya. Mendadak ia merasakan bulu kuduknya meremang.
"Kamu sembarangan, Bang. Masuk ke rumah orang dengan nyelonong saja." umpat Kiara, lalu membawa sekantong kresek berisi seporsi bakso yang baru saja dibelinya.
Ia keluar rumah karena merasa la0ar, maklum saja, melayani Tarnan membuat energinya terkuras, bahkan ia memesan porsi jumbo untuk baksonya ditambah lagi dengan satu cup es teler yang lemak manis.
Rama masih terdiam, lalu dengan gerakan perlahan memutar tubuhnya, mencari siapa wanita cantik yang memiliki tubuh sangat bohay dan cukup menggoda.
Tap
Saat ia menghadap kamar mandi, kondisi sunyi, dan juga sepi. Hanya saja ia melihat jika lantainya masih basah, dan tanpa menunggu lama, ia mendorong pintu hingga terbuka lebar.
Braaaak
Kiara tersentak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Rama. Ia menghentikan suapan baksonya, hampir saja membuatnya tersedak.
"Kamu cari siapa, Bang?" tanyanya dengan sedikit kesal, sebab merasa Rama sedang mencari seseorang.
Rama tak menjawab, ia masuk beberapa langkah, mengedarkan pandangannya, mencari sosok yang sangat diyakininya adalah seorang gadis cantik. Sanggul bagaikan seorang penari ronggeng, dan tubuh padat berisi.
Ia membuka pintu memeriksa dibagain belakang, mencari tahu apakah bersembunyi dibaliknya, tetapi tidak terlihat, semua tampak lengang.
Hanya saja, ia menemukan sekuntum bunga melati tergeletak diatas lantai kamar mandi yang masih basah.
Rama memungutnya, lalu memperhatikannya dengan seksama, dan mencoba mengendusnya, sangat begitu harum.
Saat tak menemukan orang yang dicari, ia beranjak keluar, sebab tak ada sesiapapun. Semua kosong, dan hanya meninggalkan aroma dan kembang melati yang sangat kuat.
Rama menyapu tengkuknya, ia merasakan punggungnya menebal. Perlahan desiran angin yang berhawa sangat dingin menyapu wajahnya, dan aroma melati itu masih begitu sangat kuat.
Darah Rama berdesir, membuat hasratnya menggebu dan menggila.
Ia merasakan aroma melati itu bagaikan sebuah terapi yang membangkitkan gairahnya, membuatnya ingin berlama dirumah ini, tetapi ada hal yang janggal, seolah ia seperti sedang diawasi.
"Kiara? Apakah ada orang lain yang tinggal dirumah ini?" tanyanya, sembari berjalan menghampiri sang gadis yang masih makan dimeja makan.
"Gak ada, cuma aku sendiri, emangnya kenapa?" tanyanya balik.
"Entahlah, aku seperti melihat seorang wanita cantik sedang mandi, dan tubuhnya sangat indah, sama sepertimu." Rama menggambarkan apa yang baru saja dilihatnya.
Deeeegh
Kiara terdiam sejenak, dan menatap pria yang pernah menyakitinya itu. Ia tidak ingin ada yang tau jika dirinya bersekutu dengan Nyai Punden Ronggeng, sebab ini akan membuatnya jadi bahan gunjingan.
"Kamu salah lihat, kali." tepis Kiara, dan ia berharap jika Rama tak membahasnya lebih jauh.
"Tapi aku menemukan ini." Rama memperlihatkan kembang melati tersebut kepada Kiara.
Gadis itu membolakan kedua matanya, lalu bergegas merampas kembang tersebut. Sebenarnya ia juga bingung mengapa kembang itu ada dilantai kamar mandinya.
"Oh, ini punyaku. Aku suka dengan aromanya, maka aku taburkan dikamar mandi." Kiara berbohong, dan untuk membuat pria itu berhenti bertanya, ia memakannya dan menelannya.
Akan tetapi, keanehan terjadi, Kiara merasakan tubuhnya bagaikan terbakar, hasratnya terus membara, dan gelisah.
"Kiara, kamu semakin cantik, dan aku tidak tahan untuk hal ini. Aku sudah membawa uang yang kamu minta. Maka terimalah uang ini." Rama mengeluarkan uang yang dibungkusnya dengan kantong kresek berwarna hitam, dan menyerahkannya pada gadis tersebut.
Kiara menatap uang yang diberikan oleh Rama, lalu menoleh ke arah pemuda itu. "Hah!" Kiara tersentak kaget. Sebab melihat sosok Meneer dibelakang Rama yang seolah sedang menodongkan senjata api kearah kepala pria tersebut.
Kiara mengerjapkan kedua matanya, lalu melihat kembali ke arah Rama, tak ada Meneer disana, dan ia bernafas lega.
Rama bergerak menghampirinya, lalu menggenggam jemari tangan sang gadis. "Aku tak bisa hidup tanpamu, aku mencintaimu," ucapnya dengan lirih, lalu mengecup punggung telapak tangan Kiara.
Gadis itu merasakan aliran darahnya berdesir sangat kencang, dan membuatnya gelisah.
"Aku habiskan makanku dulu, tunggulah didalam kamar," ucapnya dengan dengan senyum tipis.
Rama yang sudah cinta mati, memilih untuk menuruti apa yang dikatakan oleh sang gadis.
"Jangan terlalu lama, aku sudah tidak sanggup untuk menahannya." Rama melepaskan pegangannya, lalu pergi menuju kamar sang gadis. Sedangkan Kiara sendiri melanjutkan makannya.
Rama duduk ditepian ranjang, dan tanpa sadar ia melepaskan pakaiannya sendiri, dan ia mengamati rudalnya yang tanpa sadar sudah berdiri tegak.
"Kiara, jangan lama makan baksonya, aku sudah gak kuat." gumamnya dengan gelisah.
Hingga ia mendengar suara langkah kaki yang datang menuju ke arah kamar.
Pintu terbuka, dan terlihat Kiara berdiri diambang pintu. "Kamu sudah gak tahan, ya, Bang?" ucapnya dengan senyum tipis. Aroma melati kembali menguar, dan membuat Rama tak berkutik.
"Kemarilah, jangan siksa aku dengan hasrat yang sudah menggebu." tatapan Rama terlihat nanar, geloranya sudah berada diubun-ubun.
"Tenang, Sayang, aku akan membuatmu terlena," sosok itu menghampiri Rama, lalu melepaskan pakaiannya dengan cepat, dan meraih rudal milik sang pria dan menyesapnya.
Rama terkesima dengan kecantikan dan kemolekan yang dimiliki oleh Kiara, ia menduga jika selama menghilang, Kuara melakukan operasi wajah untuk mempercantik penampilannya.
Rama memejamkan kedua matanya, rasa nikmat yang ia rasakan saat ini tak dapat ia ungkapkan dengan apapun, hingga ia merasakan sesuatu yang lain, dimana Kiara seperti begitu sangat bersemangat, dan tanpa sadar Rama mendapatkan puncaknya, sedangkan Kiara meminum habis laharnya.
Pria itu terdiam, dan ketika Kiara menaiki tubuhnya, ia hanya pasrah, meskipun ia merasa jika tenaganya seperti terkuras.
Hingga ia kembali mengalami puncaknya, dan kali ini, tubuhnya cukup lemah, dan ia terkapar dengan sisa tenaga yang hampir habis.
"Terimakasih, Kiara, kamu memang sangat luar biasa." pujinya dengan senyum sumringah. Sedangkan Kiara tak menjawab, memilih untuk keluar dari kamar.
Sesaat Rama teringat akan janji dengan seseorang untuk membawa Reva bertemu dengan pelanggan baru.
Ia bergegas mengenakan pakaiannya, dan pergi meninggalkan rumah Kiara, ia tahu jika gadis itu pasti ke kamar mandi, dan ia tak punya waktu untuk berpamitan, sebab takut uang dua juta dari pelanggan akan melayang begitu saja.
Rama mengendarai motor bututnya, dan mengendarainya dengan kencang.
Kiara yang baru saja selesai dari toilet, sebab sakit perut setelah menyantap bakso super pedasnya, menatap bingung ke arah Rama yang sudah melaju meninggalkan rumahnya.
"Heeem, dia pergi sebelum mendapatkan jatahnya," gumamnya dengan lirih dan tak peduli.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃