NovelToon NovelToon
Petualangan Kedua Ku Di Zaman Kuno

Petualangan Kedua Ku Di Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Si Mujur / Bertani / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi Harefa

Original, bukan terjemahan.

Dia, perempuan mafia yang terkenal di dunia modern, di kematian pertamanya dia masuk kedalam janda perawan dan menjadi seorang ibu tiri yang di cintai anak tirinya.
Dia membasmi klan mafia dan kematianya juga membawa ikut kepunahan klan mafia.

Tapi, jiwanya malah kembali kemasa zaman kuno, dia masuk keraga seorang wanita muda sebagai teman belajar sang Putri Mahkota.
Dia anak perempuan kepala koki istana, yang suka di bully oleh teman- teman Putri Mahkota.

Dia baru saja tenggelam, dan seorang mafia memasuki raganya. yang membuat dia hidup kembali.

Seorang pemegang senjata ingin di lecehkan, mimpi..!

Ini petualangan reinkarnasi keduanya. jadi dia sangat faham watak anak- anak manja ini.
Mari kita bermain-main tuan... Gumamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

"Kalau begitu, mulai hari ini kau akan di panggil Bao Zi. Apa kau suka dengan nama itu?" Su Alin memberi nama untuk macan tutul itu.

Bao Zi yang berarti macan tutul dalam bahasa Tiongkok kuno. Jadi sangat cocok untuk hewan bertotol itu.

"Bao Zi... Wah, aku suka dengan nama itu. Terimakasih nona, anda telah memberikan nama untukku. Tapi... Kita jadi berkontrak, kan?" Dengan matanya yang membulat, dia tidak lupa akan niat awalnya.

"Ya, baiklah... Karena kau memaksa, aku akan berkontrak denganmu." Ucap Su Alin dengan wajah yang dia buat seperti keterpaksaan. Walau di dalam hatinya dia senang. Karena niat untuk melawan para manusia yang ada di dalam istana akan lebih mudah. Karena dia mendapat bantuan dari hewan spiritual.

"Bagus kalau begitu. Mari kita lakukan.."

"Bagaimana caranya?" Su Alin bingung, bagaimana berkontrak dengan hewan ini.

"Hmm, kita berkontrak biasa atau kontrak darah?" Macan itu juga sedikit bingung.

"Heh? Apa bedanya?"

"Um, kalau kontrak biasa. Jika anda meninggalkan, maka hewan yang di kontrak tidak ikut meninggal. Melainkan akan berhibernasi sampai menemukan tuan berikutnya. Sedangkan kontrak darah. Jika tuannya mati, maka hewan kontraknya juga ikut mati." Bao Zi menjelaskan perihal kontrak dengan hewan spiritual.

"Kalau begitu, kontrak biasa saja." Ucap Su Alin. Karena dia tidak ingin egois. Jika dia mati, maka hewan kontraknya masih bisa hidup dan memiliki tuan yang baru.

"Um...." Tapi Bao Zi malah diam dan sepertinya sedang berfikir.

"Kenapa?"

"Um, sebenarnya.. Aku tidak ingin memiliki tuan yang lain."

"Jika kamu tidak ingin, kamu bisa hidup bebas, kan?" Dia tidak ingin hewan kontraknya mati bersamanya. Karena kehidupan itu sangat berharga.

"Um... Baiklah, kalau nona masih memberikan ku kehidupan berikutnya."

Akhirnya mereka melakukan ritual kontrak. Hanya dengan menggambar lambang yang telah di instruksikan oleh Bao Zi. Su Alin dan macan tutul itu melakukan kontrak.

Cahaya putih kekuningan keluar dari lambang yang telah di gambar Su Alin. Tubuh kedua mahluk itu terangkat satu tombak ke atas. Beberapa menit kemudian turun kembali. Dan cahaya itu pun menghilang.

"Nona, saat ini kita telah terhubung. Dan anda telah sah menjadi tuan hamba." Ucap Bao Zi sambil menekuk satu kaki bagian depan kanan. Yang membuat tubuhnya membungkuk memberi hormat.

"Sudah, sudah.. tidak perlu formal seperti itu. Sekarang kita harus menemukan beruang itu terlebih dahulu. Karena jika kita terlambat, dia bisa mati." Su Alin tidak ingin membuang waktu. Karena akan semakin berbahaya bagi beruang itu.

Su Alin memasukkan harimau itu kedalam ruang dimensi. Dan dia berpesan kepada peri kecil yang ada di dalam.

"Tolong perhatikan harimau itu. Jika dia sadar, beritahu langsung. Aku khawatir dia akan membuat rusuh di dalam itu nantinya." Dia hanya bergumam kepada Pury. Tetapi perkataan di dalam hati itu bisa di dengar oleh Bao Zi.

'Berart nona memiliki hewan lain di dalam ruang dimensinya.' Pikir Bao Zi, yang mengikuti lari Su Alin menaiki gunung itu.

Saat ini mereka sudah ada di balik gunung. Su Alin memperhatikan sekeliling, karena dia sama sekali tidak melihat goa tersebut. Sebab pepohonan yang menjulang tinggi menutupi pandangan matanya.

"Di mana letak goa itu Bao Zi?" Tanya Su Alin.

"Ikuti saya nona." Jawab Bao Zi, yang kini berjalan mendahului Su Alin.

Su Alin mengikuti dari belakangnya. Tetapi Bao Zi tidak berlari, melainkan hanya berjalan. Itu menandakan bahwa lokasinya tidak jauh dari tempat mereka saat ini.

Tidak berapa lama, terlihat sebuah goa yang di depannya ditumbuhi pohon besar. Hanya sedikit lubang terlihat di balik rindangnya dedaunan. Hawa dingin menyeruak dari dalam goa itu, membuat seseorang akan bergidik jika melewatinya.

Tetapi setelah Su Alin dan Bao Zi melewati pohon tersebut. Maka akan terlihat pintu gua yang cukup besar. Dan diperkirakan tingginya 5 kali dari tinggi manusia dewasa.

Sehingga, beruang yang besar sekalipun dengan leluasa akan bisa memasuki goa tersebut.

"Bao Zi, ada berapa ekor beruang tinggal di dalam gua ini? Apakah tidak berbahaya jika kita memasuki tanpa izin?" Su Alin berfikir harus bertingkah laku yang sopan. Sekalipun sedang berada di hutan antah berantah.

"Kita lihat saja Nona, jikalau kita sopan mungkin mereka tidak akan mengganggu kita." Jawab Bao Zi, dengan maksud terima nasib saja.

"..." Su Alin tidak tahu harus berkata apa lagi. Berarti mereka berdua sama-sama buta tentang isi dalam goa ini.

Macan tutul ini, walaupun dia tinggal di hutan yang sama. Tetapi mereka akan saling menghindar jikalau bertemu. Karena mereka beranggapan bahwa saling bertikai juga tidak ada guna.

Dan perkelahian antara beruang dan harimau, belum ada kabar yang menyebar. Mengapa kedua binatang itu berkelahi dengan sangat brutal.

Ketika Su Alin memasuki goa itu, dia belum menemukan satu ekor pun beruang. Tetapi, setelah mereka sudah memasuki Gowa yang diperkirakan sudah ada 500 meter dari pintu goa. Dari jauh mulai terdengar suara-suara yang membuat Su Alin terdiam tidak bergerak.

"Itu suara beruang yang cukup banyak." Tanpa sadar dia berucap pelan.

'Apakah beruang itu telah meninggal?' Pikirnya.

"Bao Zi, sebaiknya kamu masuk ke dalam ruang dimensi dahulu." Pinta Su Alin. Dia tidak ingin, jika salah satu beruang itu melihat Bao Zi, mereka akan menggila. Karena mengganggap Bao Zi adalah musuh mereka.

"Mengapa nona? Saya di sini untuk membantu anda. Jika mereka bertindak gegabah, saya bisa menghalau mereka." Tugas hewan kontrak adalah untuk melindungi tuannya.

"Tidak perlu Bao Zi, aku ingin melakukan negosiasi secara damai." Ucap Su Alin, agar Bao Zi mau mengikuti perkataannya.

"Tapi, mereka hewan liar nona. Dan belum tentu mereka akan mau berkomunikasi dengan anda secara damai." Bao Zi harus memperingatkan nona-nya agar tidak gegabah.

"Kita lihat saja dulu. Jika beruang itu masih hidup. Aku yakin mereka akan mau bernegosiasi denganku. Jadi, kamu tidak perlu khawatir." Su Alin tidak membiarkan Bao Zi berbicara lagi. Dia langsung saja memasukkannya ke dalam ruang dimensi.

Ketika tersadar dia sudah berada di lokasi yang berbeda. Bao Zi ingin berontak, tapi dia sama sekali tidak bisa kembali ke dunia nyata.

Yang awalnya di hutan yang sedikit gelap, karena matahari tertutup pepohonan yang rimbun. Kini dia di taman yang terang, membuat dia merasa silau sesaat.

Sementara itu Su Alin semakin masuk ke dalam goa. Udara dingin dan pengap menusuk kulitnya yang hampir tembus ke tulang.

Bau kotoran hewan tercium di mana-mana. Di tambah dengan lembab, dan lumut yang bercampur dengan kotoran kelelawar membuat orang akan menolak masuk terlalu dalam.

"Siapa kau?" Tiba-tiba suara bariton terdengar menggema di dalam goa itu. Membuat Su Alin terkejut.

1
Iyus Iyus
bagussssssss
Aluna zapirgon
kenapa gak di buat kata2 lebih kyak gini misal "permaisuri bersama putra mahkota telah datang " dari pada di buat kata2 menghampiri singgasana
Erlina Ibrik
Randy*
Erlina Ibrik
pengikatnya apa?
apa ada semen dizaman ini?
Nana Nana
cepat amat dahh tamatny😄
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Agustine
sukaaaaa
ekha tingkerbell
alin terlalu lembek
Maya Ratnasari
Muay Thai kali ya maksudnya
Hilmiya Kasinji
ijin baca kka
Tamima II
👍👍👍👍👍💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Tamima II
mantap thor🥰🥰🥰🥰🥰
Tamima II
alur cerita nya cung.. 🥰🥰🥰🥰🥰
cheng phong
di gantung ini cerita
cheng phong
aku yakin pangeran baili adalah suami dari li sun sebelum meninggal yg kedua kalinya
cheng phong
gimana sih thor tadi kata su alin akan pulang tiap akhir pekan berarti tiap minggu sedang perjalanan ke akademi 1 bulan🤣🤣🤣begitu juga babi babi yg gemuk di bawa su alin pulang emang ngak ada otaknya itu ayahnya utk bertanya bagaimana anaknya yg seorang perempuan bisa memanggul babi yg banyak.
Si'evra_S
Gue beri bintang 4 ya Thor, karna menurut gue masih belom puas sih dengan hanya menikah doank.
tapi ya sudahlah yg pntg tamat 😀
Si'evra_S
setidaknya tamat ya kan Wee...
terimakasih buat authornya 💪👍
Mariatul
semangat terus Thor 💪💪💪👍👍👍
Mariatul
yahhhhh
udh tamat, padahal udh terbawa hanyut sama ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!