Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Topeng Sang Putri
Delapan belas tahun telah berlalu sejak lonceng Natal menyambut kelahiran si kembar. Jika Nathan Alistair tumbuh menjadi cerminan sempurna ayahnya, dingin, kalkulatif, dan berwibawa—maka Natalie Alistair adalah teka-teki paling berbahaya yang pernah dilahirkan oleh dinasti Alistair-Alexandra.
Di mata publik dan kedua orang tuanya, Natalie adalah "Mutiara yang Teduh". Ia selalu mengenakan gaun berwarna pastel, berbicara dengan nada lembut yang nyaris berbisik, dan selalu menunduk sopan. Namun, di balik topeng lugu itu, mengalir darah pemberontak yang jauh lebih liar dari pada masa muda Sang ibu.
Siang itu di Alistair University, Natalie duduk di perpustakaan dengan sebuah buku klasik di tangannya. Rambut panjangnya yang sewarna cokelat madu menutupi sebagian wajahnya. Dari jauh, ia tampak seperti lukisan yang rapuh.
"Hei, lihat si Gadis Kaca itu," bisik beberapa mahasiswa senior yang lewat. "Dia sangat pendiam, apa dia bahkan bisa bicara?"
Natalie tidak bereaksi. Namun, di bawah meja, jemarinya sedang mengetik instruksi cepat pada sebuah perangkat enkripsi. Ia baru saja meretas sistem keamanan sirkuit balap liar di pinggiran kota.
Begitu jam kuliah usai, Natalie berjalan dengan langkah anggun menuju mobil limusin yang menjemputnya. Namun, limusin itu tidak membawanya pulang. Di sebuah gudang pribadi yang tersembunyi, Natalie berganti pakaian. Gaun sutranya digantikan oleh celana kulit hitam, jaket racer, dan helm full-face berwarna gelap.
Natalie menaiki motor sport kustomnya, Ducati yang telah dimodifikasi mesinnya. Saat mesin menderu, topeng keluguannya luruh. Matanya berkilat dengan keberanian yang barbar.
Malam itu, di sebuah lintasan aspal yang tersembunyi di balik perbukitan, Natalie, yang dikenal di dunia bawah sebagai "Viper" berdiri di garis start. Lawannya adalah putra dari seorang mafia kelas kakap yang sombong.
"Kau yakin ingin kalah dari seorang wanita, Leo?" suara Natalie terdengar berat di balik helmnya.
Balapan dimulai dengan ledakan kecepatan. Natalie memacu motornya dengan gila, melakukan manuver-manuver berbahaya di tikungan tajam yang bahkan pembalap pria pun takut melakukannya. Ia tidak mengenal rasa takut, ia mencintai adrenalin yang meledak di nadinya. Ia menang dengan selisih waktu yang telak, meninggalkan lawannya yang tercengang.
Saat Natalie sedang melepas helmnya di area yang sepi, sebuah tepuk tangan pelan terdengar dari bayang-bayang.
"Permainan yang bagus, Natalie. Ayah dan Ibu pasti akan sangat terkejut melihat putri kesayangan mereka baru saja memenangkan taruhan balap liar senilai satu juta dolar."
Natalie membeku. Ia berbalik dan menemukan Nathan, kakaknya, berdiri bersandar di sebuah mobil sport perak. Nathan menatapnya dengan senyum miring—senyum khas Alistair yang tahu semua rahasia.
"Nathan... apa yang kau lakukan di sini?" Natalie kembali ke mode suaranya yang tenang, namun matanya menatap tajam.
"Berhenti berpura-pura, Adik Kecil. Topengmu tidak mempan padaku," Nathan mendekat, mengambil helm dari tangan Natalie. "Aku sudah tahu tentang hobi barbar mu ini sejak kau berumur lima belas tahun. Kau pikir siapa yang menghapus rekaman CCTV setiap kali kau menyelinap keluar malam?"
Natalie mendengus, aura "lugu"-nya hilang sepenuhnya. Ia menyandarkan punggungnya di motor, menyilangkan tangan di depan dada dengan pose menantang. "Lalu kenapa kau baru muncul sekarang? Mau melaporkanku?"
"Tidak. Aku justru butuh bantuanmu," bisik Nathan. "Ada serangan siber pada perusahaan keluarga kita yang berasal dari sindikat di luar negeri. Mereka sangat licin. Dan aku tahu kau adalah peretas yang paling ditakuti di dunia bawah, bukan?"
Malam itu, setelah kembali ke kediaman mereka, Natalie tidak langsung tidur. Adrenalin dari balapan tadi masih tersisa. Ia menyelinap ke ruang kerjanya yang tersembunyi. Namun, ia terkejut saat menemukan seseorang di sana. Bukan Nathan, melainkan pengawal pribadinya yang baru, Julian, seorang mantan agen pasukan khusus yang dikenal dingin dan tak tersentuh.
Julian berdiri di sana, memegang jaket balap Natalie yang tertinggal.
"Nona Natalie, saya pikir Anda sudah tidur dengan tenang seperti 'putri' pada umumnya," ucap Julian dengan suara rendah yang menggetarkan.
Natalie melangkah maju, keberaniannya yang liar mengambil alih. Ia tidak takut pada Julian. Ia justru merasa tertarik pada ketegasan pria itu. Natalie menarik kerah baju Julian, memaksanya menunduk.
"Kau dibayar untuk melindungiku, Julian, bukan untuk memata-matai hidup pribadiku," bisik Natalie tepat di bibir Julian.
Keheningan malam itu pecah saat Natalie, dengan sifat bar-barnya, mencium Julian dengan penuh tuntutan—sebuah ciuman yang panas dan liar, jauh dari kesan gadis pendiam yang dikenal publik. Julian, yang awalnya mencoba bertahan, akhirnya menyerah pada tarikan magnet sang putri yang berbahaya. Di dalam ruangan itu, Natalie akan selalu menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya dihadapan julian, seorang wanita yang memiliki kecerdasan ibunya, kekuasaan ayahnya, dan keberanian liar yang tidak bisa dikendalikan oleh siapa pun.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading😍