NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:992
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

luna selesai berkultivasi

Pintu ruang meditasi bawah tanah itu meledak hancur, bukan karena ledakan kasar, melainkan karena tekanan energi murni yang meluap dari tubuh Luna Zhang. Ia melangkah keluar dengan keanggunan seorang dewi; rambutnya kini berkilau dengan semburat ungu perak, dan setiap tapak kakinya meninggalkan jejak bunga teratai cahaya yang perlahan memudar.

Luna telah menyelesaikan kultivasi tertutupnya. Ia bukan lagi wanita yang membutuhkan perlindungan; ia adalah pemegang kekuatan Teratai Suci Sembilan Langit.

Luna berjalan melewati lorong-lorong fasilitas rahasia itu. Para pelayan bayangan dan prajurit Kerajaan Song yang berpapasan dengannya secara otomatis berlutut, merasa tertekan oleh aura kewibawaan yang terpancar darinya.

Ia mencari satu kehadiran Chen Song. Melalui ikatan batin yang kini telah diperkuat oleh energi kultivasi, ia bisa merasakan gejolak amarah, kesedihan, dan kelelahan yang luar biasa dari suaminya.

Luna menemukan Chen Song di atap gedung penjara sementara, tempat di mana ia bisa memandang seluruh kota Gou Tun yang kini sunyi. Chen Song duduk di tepi langkan, pakaiannya masih bercak darah kering, menatap langit malam dengan mata kirinya yang sesekali masih berkilat merah gelap.

Luna mendekat tanpa suara, namun Chen Song tahu itu dia.

Chen Song (Tanpa menoleh) "Kau sudah bangun, Luna. Kau tampak... jauh lebih bersinar sekarang. Dunia ini sudah tidak pantas lagi untukmu."

Luna berdiri di belakangnya dan perlahan meletakkan tangannya di bahu Chen Song. Seketika, uap hitam pekat (hawa iblis) yang menyelimuti tubuh Chen Song bereaksi liar, namun Luna tidak menarik tangannya. Ia mengalirkan energi sejuk dari Teratai Suci untuk menenangkan jiwa suaminya yang terkoyak.

Luna "Chen Song, lihat aku. Perang ini sudah selesai. Keluarga Zhang sudah jatuh, William sudah hancur. Jangan biarkan kegelapan ini memakan sisa kemanusiaanmu."

Chen Song berbalik, menatap Luna dengan tatapan yang kompleks. Ada rasa haus darah yang belum padam, namun di kedalaman matanya, terlihat kerinduan yang amat sangat.

Ketenangan mereka terganggu saat Lylia Song muncul di atap tersebut dengan wajah yang sangat serius. Ia membawa sebuah pesan yang baru saja dicegat oleh agen rahasianya.

Lylia Song "Maaf mengganggu reuni kalian, tapi Grandmaster Mo dari Sekte Bayangan Darah tidak datang sendirian. Ia telah bersekutu dengan Klan Penguasa Ibu Kota. Mereka menganggap kebangkitan kalian sebagai ancaman bagi stabilitas negara. Pasukan mereka sedang bergerak menuju Gou Tun City."

Luna mengeratkan pegangannya pada tangan Chen Song. Matanya yang ungu berkilat tajam.

Luna "Dulu mereka membuang suamiku, dan mereka membiarkan keluargaku menindasku. Jika mereka ingin perang, maka kali ini mereka tidak akan menghadapi seorang sampah, melainkan sepasang naga dan dewi."

Chen Song memberikan isyarat dingin dengan jari telunjuknya. Pintu besi berat di sel bagian depan berderit terbuka, mengeluarkan suara logam yang memekakkan telinga.

Tun zhang dan istrinya minghua (ibu Luna) merangkak keluar dengan tubuh gemetar. Kondisi mereka sangat kontras, minghua yang biasanya sombong dengan setelan pakaian mahal kini tampak kuyu dan kotor. Begitu melihat Luna yang berdiri dengan cahaya ungu di sekujur tubuhnya, tun zhang langsung bersujud di kaki anaknya.

Tun zhang "Luna... anakku... ampuni ayah! Aku hanya terpedaya oleh William dan Carren! Tolong bawa kami keluar dari neraka ini!"

Luna menatap ayahnya tanpa emosi. Ia tidak merasa iba, namun ia juga tidak ingin menjadi monster seperti mereka. Ia memberi isyarat kepada pengawal berbaju hitam untuk membawa orang tuanya ke sebuah kediaman terpisah—bukan istana, melainkan rumah sederhana yang akan dijaga ketat 24 jam. Mereka bebas, namun dalam pengawasan abadi.

Di sel seberang, Carren dan Monica mencengkeram jeruji besi. Wajah mereka yang terbiasa dengan perawatan kecantikan mahal kini tampak kusam dan penuh ketakutan.

Carren "Luna! Kau tidak bisa melakukan ini! Aku ini kakak ayahmu Lepaskan aku, kau pelacur sialan!"

Monica "Chen Song, kau sampah! Kau akan kualat memperlakukan bibi mu seperti ini!"

Chen Song melangkah mendekati sel mereka. Aura hitam keluar dari tubuhnya, membuat suhu di dalam sel turun hingga titik beku. Suara jeritan mereka langsung terhenti saat mata merah Chen Song menatap tepat ke pupil mata mereka.

Chen Song "Ibu mertua? Kakak? Di dunia ini, kalian hanyalah debu yang lupa tempatnya. Kalian akan tetap di sini, di kegelapan ini, menyaksikan melalui layar bagaimana Luna menjadi penguasa yang tidak akan pernah bisa kalian capai."

Chen Song menghentakkan kakinya ke lantai penjara. Sebuah segel energi hitam melingkari sel Carren dan Monica. Segel ini memastikan bahwa mereka tidak akan bisa mati karena kelaparan atau usia tua dengan cepat mereka akan terjebak dalam siklus penyesalan yang panjang di bawah tanah.

Setelah urusan keluarga selesai, Chen Song berbalik menghadap Luna. Kemarahannya sedikit mereda saat melihat ketenangan di wajah istrinya.

"Ibu dan ayahmu sudah aman di tempat yang jauh dari pengaruh William," kata Chen Song pelan. "Sekarang, kita harus bersiap. Lylia mengatakan bahwa Grandmaster Mo sudah melewati batas kota."

Luna mengangguk. Ia menggenggam tangan Chen Song, dan energi ungu sucinya mulai mengalir masuk ke dalam tubuh Chen Song, menekan sisa-sisa hawa iblis yang liar. "Kita tidak akan membiarkan mereka masuk ke kota ini, Song. Kita akan mencegat mereka di Lembah Kematian."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!