NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cimai

Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.

Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.

Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.

Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.

Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?

Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Mudik Tiga Hari

Satu minggu kemudian

Pada hari Sabtu pagi, Kenzie sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. Kebetulan hari Senin tanggal merah, sehingga liburnya kali ini cukup panjang, yakni 3 hari karena hari Sabtu pabrik tidak beroperasi.

"Lumayanlah tiga hari bisa bersama ibu," ujar Kenzie seraya bercermin.

Bagaimanapun luka yang masih tersimpan, Kenzie tetap menyayangi ibunya dan akan selalu merindukannya ketika sedang berjauhan.

Sebelum meninggalkan kontrakan, Kenzie memastikan tidak meninggalkan barang-barang kotor. Perabotan ataupun pakaian harus dalam keadaan bersih. Teras kontrakan juga harus bersih, sekalipun saat kembali sudah pasti menjadi kotor lagi, terutama kotoran burung dan cicak yang menjadikan teras seperti toilet umum mereka.

"Kompor m4ti, colokan cabut semua, hmmmm apalagi ya?"

Kenzie memeriksa semuanya agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Mau pulang sekarang Ken?" tanya tetangga kontrakan Kenzie.

"Iya Om, mumpung masih pagi, belum panas. Eh, tapi, agak mendung juga sih." jawab Kenzie seraya menatap langit.

"Hati-hati ya, kalau capek istirahat." balasnya.

"Siap Om!" balas Kenzie yang sudah mengenakan helm.

Kemarin, Kenzie membawa motornya ke bengkel lagi untuk memeriksa keseluruhan kondisi mesin agar kondisi semakin sehat untuk perjalanan lebih jauh.

Karena tidak masak, Kenzie mampir membeli nasi uduk untuk mengisi perutnya pagi ini. Ia sengaja tidak masak karena malas.

"Mau kemana, Neng?" tanya penjual nasi uduk itu agar terkesan ramah.

"Mudik Bu mumpung libur, hehe." jawab Kenzie.

"Memang dimana rumahnya?"

"Dekat aja kok Bu, cuma kabupaten sebelah." jawab Kenzie.

"Kok nggak naik kendaraan umum aja lho, Neng. Saya suka ngeri kalau lihat anak perempuan bawa motor sendiri, mana jauh." balasnya dengan raut wajah yang benar-benar khawatir.

"Sudah biasa kok Bu, minta do'anya ya Bu, supaya lancar biar nanti balik ke nasi uduknya Ibu lagi." balas Kenzie dengan mulutnya yang penuh.

Ibu itu langsung tertawa kecil mendengarnya.

"Aamiin, pokoknya hati-hati ajalah ya, Neng." balasnya.

Kenzie mengangguk, karena masih mengunyah.

Setelah kenyang, Kenzie melanjutkan perjalanannya. Ia tidak ingin menunda-nunda karena takut tiba-tiba hujan turun.

"Jangan hujan dulu dong ..," pinta Kenzie dalam hati.

Kenzie selalu melaju dengan kecepatan sedang, ia tidak ingin terburu-buru, karena masih ingin hidup lebih lama.

Belum lama pergi dari penjual nasi uduk itu, awan semakin gelap. Kenzie menjadi tidak fokus dalam mengemudikan motornya.

"Ya Allah ... hujannya bentar aja ya," pinta Kenzie yang akhirnya memilih untuk berhenti di sebuah teras toko yang tutup.

Bukan kali pertamanya Kenzie mengalami cuaca seperti ini, jadi sudah tidak takut. Ia duduk seraya memangku jas hujan yang masih ragu untuk dipakai atau menunggu hujan reda.

"Jalan kota, tapi, lubang seperti itu masih dibiarkan saja." gumam Kenzie menatap jalan didepannya.

Lubang itu cukup berbahaya bagi Kenzie, karena berada di tengah jalan. Untuk pengemudi yang belum paham dan ugal-ugalan bisa menjadi korbannya. Apalagi ketika hujan seperti ini, airnya akan rata dengan jalan raya dan bisa menipu pengguna jalan.

Setelah menunggu sekitar 30 menitan, Kenzie memilih untuk nekat menerobos hujan karena ditunggu-tunggu pun tak kunjung reda. Namun, sudah tidak sederas tadi, sehingga membuat Kenzie berani melanjutkan perjalanan.

"Bismillah aja, selagi nggak ada petir dan nggak angin kencang," gumam Kenzie optimis.

Kenzie sudah mengenakan jas hujannya dan juga helm, siap untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda.

"EH SI4LAN!!" seru Kenzie menunjuk-nunjuk mobil yang baru saja melintas.

Baru saja turun ke jalan raya dan menunggu kendaraan lain melintas. Tiba-tiba mobil paling belakang melaju kencang, air dari lubang itu pun langsung mengenai Kenzie.

Pemilik mobil itu sempat mengurangi kecepatannya, tetapi tidak berhenti dan langsung tancap gas.

"EH, BENERAN KURANG AJ4R! BUKANNYA TURUN MINTA MAAF!" omel Kenzie dengan sangat kesal. Ia mengepalkan tangannya pada mobil itu sembari mengacungkan ibu jari terbalik.

Untung saja air itu tidak terlalu keruh sehingga tidak begitu terlihat dan ditambah lagi terkena guyuran hujan, kotoran di jas hujannya menjadi hilang. Dan, Kenzie sudah menurunkan kaca helmnya sehingga tidak terkena wajah.

"AWAS AJA KALAU SAMPAI KETEMU LAGI! KU TANDAI PLAT MOBILMU!" gerutu Kenzie.

"MOBIL DOANG YANG KEREN, ORANGNYA KAGAK!" imbuhnya masih sangat kesal.

Kenzie langsung menarik napas dalam-dalam, membaca do'a sejenak lalu melanjutkan perjalanan yang kembali harus tertunda.

Kenzie ingin mengejar mobil itu, tetapi ia sedang tidak ingin membuang-buang waktunya.

Lima belas menit kemudian, di daerah ini tidak hujan. Kenzie langsung menepi untuk melepas jas hujannya.

"Pagi ini ada aja dramanya, semoga bukan pertanda buruk," gumam Kenzie sambil menyimpan jas hujan ke dalam motornya.

Sebelum kembali melanjutkan perjalanan, Kenzie mengisi perutnya dengan roti dan air mineral yang ia bawa untuk mengganjal cacing-cacing agar semakin bertenaga.

"Bu, aku sudah sampai sini, do'akan lancar ya, tadi kejebak hujan." ujar Kenzie melalui pesan suara yang ia kirimkan ke ibunya.

Tanpa menunggu balasan, Kenzie langsung tancap gas.

Kenzie memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Kanza. Kanza juga tidak bersama ibunya karena ikut dengan suaminya di perantauan. Antara Kanza dan Kenzie, keduanya hanya berselisih tiga tahun.

Saat ayahnya pergi, usia Kenzie belum genap satu tahun. Untuk itu, ia belum memahami seperti apa ayahnya, sementara sang kakak sudah cukup mengingatnya meskipun saat itu masih usia batita.

Senyumnya semakin sumringah ketika sudah memasuki wilayahnya. Kenzie langsung bergegas masuk ke rumah setelah mengucap salam dengan suara yang keras.

"Assalamu'alaikum! Ibuu!" seru Kenzie.

"Wa'alaikumussalam!" jawab ibunya dari belakang.

Kenzie langsung masuk dan mencari ibunya, saat yang bersamaan wanita itu keluar dengan tergopoh-gopoh untuk menyambut putri bungsunya.

"Kucel sekali anak Ibu?" sambut wanita bernama Larasati itu.

"Hmm, ada aja Bu dramanya, kehujanan, kecipratan air dari lubang yang dilewati mobil," jawab Kenzie mengadu.

"Emm, kasihan sekali anak gadis Ibu," ujar Laras, sang ibu.

Dengan wajah sedih, Kenzie bergelayut manja pada ibunya.

"Sudah-sudah, yang penting semua baik-baik aja 'kan?" ujar Laras.

"Kamu istirahat, biar capeknya hilang. Ibu masak enak," lanjutnya.

"Tapi, aku masih kesal Bu, aku langsung ingat plat nomor mobilnya. Aku yakin suatu saat pasti ketemu lagi, awas aja pokoknya!"

Kenzie kembali memeluk ibunya karena merasa bersalah.

"Maaf ya Bu, hehe."

"Baru sampai bukannya kangen-kangenan, malah langsung emosi." lanjutnya.

Laras memahami emosi anak muda yang masih menggebu-gebu. Ia hanya menggeleng dan mencium pipi putri bungsunya itu.

"Mandi dulu, abis itu langsung makan," ujar Laras.

"Siap Ibu ..," jawab Kenzie.

Meskipun belum jam makan siang, tetapi perjalanan hari ini membuat isi perutnya cepat habis. Kenzie memilih untuk mandi dengan singkat karena tidak sabar untuk menyantap makanan yang diolah oleh ibunya.

1
Marini Suhendar
thor...bikin cepet pada ketauan dech pacarna pada selingkuh..biar cepet pada bucin tuh anak 2😄
Susi Ermayana
jujur uda sampek gregetan sana si kenzo kemaren yang hampir keblabasan sama si ulet bulu..
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Sweet Girl
Udah kayak Mol aja, Panah penunjuk nya.🤭
Sweet Girl
Emang bukan jari kakinya yang sakit Tor...??
Cimai (IG : cimai_author): Bukan Kak, karena lututnya yang kesandung sudut meja 😁
total 1 replies
Sweet Girl
Yakin Pak Zaky... Kenzo putra satu satunya lhooo.
Sweet Girl
Baik benget tu si Lidanya Buaya.
Sweet Girl
Belum Lebaran Zie...🤣
Cimai (IG : cimai_author): Lebih cepat lebih baik, Kak 😄
total 1 replies
Sweet Girl
Udah basahin Kakak lagi tu Zie...
Sweet Girl
Belum waktunya mati, Zie...
Sweet Girl
Mungkin udah punya gebetan baru Ken...
Sweet Girl
Udah kayak Silet tajamnya 🤭
Sweet Girl
Untung masih ada stock sabarnya.
Sweet Girl
Hhaaah!? ini udah Lebaran lagi lhoooo🤪
Cimai (IG : cimai_author): Tidak terasa 😭
total 1 replies
Sweet Girl
Bwahahaha, Ndak ada yang punya Bang... buang aja da...
Cimai (IG : cimai_author): Jangan dong😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Awas benci Sama Cinta Setipis Tisu Lho😄
Cimai (IG : cimai_author): Biasanya sih gitu 😄
total 1 replies
Cimai (IG : cimai_author)
Mohon maaf untuk novel sebelumnya yang sudah menghilang (Dinikahi Bos Tampan) 🙏
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!