-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PROLOG
“Kamu kenapa sih suka sama karakter antagonis, nyebelin tahu mereka !!”
Gadis di sebelahnya menaikkan alisnya, “Gak semua, antagonis itu nyebelin. Kalau kita lihat dari sisi lain mereka, aslinya mereka itu kasihan. Cuma ya, penulisnya aja yang pilih kasih ke mereka.”
Mia berdecih kesal, mendengarkan perkataan temannya, Sherly yang menyatakan kesukaannya pada karakter antagonis pada novel. Padahal Mia adalah perempuan anti antagonis, dan sangat membenci tokoh yang menjadi pengganggu karakter utama di dalam novel.
“Terus kalau antagonisnya, pelakor ?! Masih kamu belain ??”
Sherly menoleh dengan tatapan datar, “Kalau itu mah, gak usah di dunia novel. Di dunia nyata aja, kalau aku ketemu, aku pukulin sampai masuk rumah sakit.” Ujarnya sembari memutar matanya malas, sejak kapan dia menyukai karakter antagonis seperti pelakor yang serakah ?!
“Aku juga lihat-lihat karakternya, kalau terlalu serakah dan bodoh, ya aku gak suka !! Aku sukanya tuh antagonis yang cerdik, licik, dan terpenting laki-laki !! Aku perempuan, gak mungkin suka antagonis perempuan.” Lanjut Sherly sebelum temannya berfikiran buruk padanya, sementara Mia terkekeh pelan.
“Ohh.. Sukanya antagonis laki yang ganteng, keren gitu ??” Ujar Mia mulai mengerti arah pikiran Sherly.
Sherly menganggukkan kepalanya, “Apalagi nih, kadang penulisnya ngasih visual antagonis yang ganteng, aduhh~ gak rela banget kalau akhirnya harus m*t* !!” Ujar Sherly dengan berdrama di bagian akhirnya, Mia terkekeh pelan.
“Kek mafia-mafia gitu ??”
“Tepat sekali !! Mafia di dunia nyata aja, bentukannya kek om-om gendut c*b*l !! Tapi di dunia visual, mereka tuh bentuk sempurna dari lelaki.” Lanjut Sherly, tapi suaranya sedikit pelan saat menyebutkan istilah om-om gendut c*b*l.
Mia semakin tertawa geli mendengarkan penjelasan temannya itu.
“Eh, udah mendung, yuk pulang !!” Mia menunjuk ke bagian atas langit, awan hitam mulai memenuhi langit, membuat Sherly kesal.
Dirinya merasa malas untuk bergerak, apalagi kursi taman yang dia duduki terasa sangat nyaman, dan angin semilir yang membuatnya merasa mengantuk. Tapi apa daya, alam sudah memperingatkan kedua gadis muda itu untuk pulang kembali ke rumah mereka.
Sherly dan Mia, kemudian membereskan beberapa buku novel di atas meja, kemudian kedua gadis muda itu berpamitan satu sama lain, karena rumah mereka berbeda arah.
“Aku pulang dulu Sherly, besok ketemu lagi.”
“Okee, jangan lupa bawain buku novel ya, besok.”
“Siap !!”
Kedua gadis itu kemudian mulai berjalan ke arah yang berbeda, sesuai dengan lokasi rumah mereka.
Sherly menghela nafasnya beberapa kali, merasa malas untuk kembali ke rumah. Baginya di rumah ataupun tidak, rasanya sama aja. Sherly sudah tinggal sebatang kara, setelah kedua orang tuanya tiada, dan dirinya tidak memiliki siapapun, kecuali dirinya sendiri.
Jadilah Sherly memilih menghabiskan waktunya dengan membaca novel-novel. Di usia yang menginjak 21 tahun, Sherly merasa bosan dengan kehidupannya di kampus, ataupun di rumah.
Baginya semua terasa sangat hambar.
Sherly melangkahkan kakinya, melihat beberapa mobil berlalu lalang, membuat Sherly mempertanyakan takdir kehidupannya, apakah dirinya harus terus menerus merasakan kesepian ?? Bahkan Sherly sudah terbiasa dengan sepi, seakan itu menjadi teman baginya.
Lampu menunjukkan warna hijau bagi pejalan kaki, Sherly melangkah di atas zebra cross, dengan beberapa pejalan kaki lainnya, pikirannya yang kacau entah kenapa, membuatnya tidak fokus ke arah sekitar, hingga..
Awas !!!!
Sherly menoleh ke arah kanan dan melihat sebuah mobil sudah berada depan matanya. Mobil itu kehilangan kendali dan akhirnya..
Bruk !!!
Crittt !!
Suara tubuh terhempas, membuat suasana di sana kacau. Sherly tidak bisa menghindari mobil itu, dirinya baru sadar saat mobilnya sudah dekat dan menabraknya. Tubuhnya lemah kehabisan banyak darah, semua yang ada di sana berteriak, ada yang memanggil ambulan.
Tanpa menyadari jika tubuh Sherly sudah semakin memucat, dan nyawanya kini tidak lagi berada di tubuh itu..
Sherly sudah meninggal..
🌟🌟🌟🌟
Ini cerita pertama Author tentang transmigrasi.
Nyoba dulu, siapa tahu bagus, hehehehe..
Btw alurnya seperti biasa ya, konfliknya sedikit banget, bahkan gak terlalu rumit kok.
Okee salam buat kalian semua..
..