NovelToon NovelToon
My Best Match

My Best Match

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eva Yulian

SEASON 1

Bagaimana rasanya ketika tiba tiba kamu di jodohkan dengan seorang lelaki yang ternyata adalah Saudara sepupu Mantan kekasihMu?

Mungkin tidak masalah mereka bersaudara,tapi yang menjadi masalah adalah,kamu belum benar benar bisa melupakannya.

-

SEASON 2

Kebersamaan yang berlangsung lama, dalam atap yang sama. Nyatanya menumbuhkan cinta bagi adik kakak yang tidak memiliki hubungan darah

Daren dengan Syan

Meski usia mereka terpaut empat tahun, nyatanya Daren tidak memperdulikan hal itu, ia jatuh cinta pada kakaknya. Syan.

Dan berusaha keras untuk mendapatkan cinta sang Kakak meski ada pria lain yang dijadikan gadis itu sebagai pilihannya. Bukan Daren, tetapi pria pilihan orang tuanya yang berhasil membuat Syan berpaling dari Daren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Sebenarnya

*

*

Suara musik DJ masih menggema mendominasi seluruh ruangan, dengan orang orang gila yang sibuk berjoged ria di lantai dansa

Sedangkan dua pria itu, mereka masih terlibat perbincangan serius. Tiba tiba saja aura Juan mendadak mengubah isi ruangan VIP yang sedang mereka singgahi menjadi berbau negatif

Wajahnya memang memancarkan kekesalan saat Abram malah tertawa ringan mendengar pertanyaannya barusan

"Tawamu sungguh buruk Abram. Berhentilah tertawa!" Sungut Juan dengan kasar

"Baiklah" Sahut Abram, yang kemudian menahan tawanya kemudian benar benar berhenti tertawa

"Juan, jangan katakan padaku jika kau belum meniduri Carra sampai sekarang!"

Juan diam, setengah malu mendapat cibiran seperti itu dari Abram. Ahh menyesal dia menanyakan hal ini pada saudara sepupunya itu

"Aku bahkan lebih beruntung darimu" Sahut cuek Abram

Dan itu mampu menyulut emosi yang berada di dada Juan

"Setan!" Umpat Juan lalu dengan secepat kilat menarik kerah kemeja Abram dan mendaratkan satu pukulan tepat mengenai rahang kokoh Abram

"Apa maksudmu?" Tanya Juan. Dia belum bisa menerima kenyataan seandainya saja benar jika Carra pernah ditiduri oleh Abram

Abram masih terlihat santai, pukulan dari Juan yang sedikit melukai bibirnya bukanlah apa apa, justru ia malah tersenyum dengan menyentuh ujung bibirnya yang berdarah

*

*

Juan dengan langkah gontai memasuki mansion dan mulai menaiki tangga menuju kamarnya.

Sesekali ia meringis menahan nyeri di ujung bibirnya

Tetapi panggilan dari belakang menghentikan langkahnya untuk naik

"Dady"

Juan menoleh, ia mendapati Syan yang tengah menatapnya. Lantas, Juan berbalik dan menghampirinya

"Dady, kau" Sahut khawatir Syan sambil mengelus darah kering di sudut bibir Juan

"Dady tidak papa" Sahut Juan dengan senyum menghangatkan

Kini ia menatap tajam pada Rose yang berdiri di belakang Syan, mengapa ia membiarkan Syan masih terjaga selarut ini?

Tapi Rose tidak berani berbicara, bahkan menatap mata majikannya pun yang mengintimidasi itu ia tidak sanggup. Syan yang melihatnya lantas menatap dua orang dewasa itu secara bergantian

"Dady. Rose tidak bersalah" Sahutnya, membela sang pengasuh saat bisa membaca ekspresi dari Dadyn-ya

"Aku sudah tidur, tapi aku terbangun karena lapar" Sambungnya

"Dady" Panggil Syan lagi

Lantas Juan menurunkan pandangannya. Sekarang, ia menatap putri kecilnya

"Mengapa kau tidak tidur lagi?" Tanya Juan dengan lembut, lalu menggendong Syan dan duduk di sofa dekat tangga

"Aku akan kembali ke kamar, tapi aku melihatmu. Yasudah aku memilih untuk menanyakan satu hal padamu" Sahut Syan panjang lebar

Juan mengerutkan dahi, bingung dengan apa yang akan di katakan oleh putrinya

"Kau yakin tidak papa Dad, ini pasti sakit" Sahut Syan dengan ekspresi seakan akan dia sedang kesakitan

"Ini bukanlah apa apa Syan. Lebih baik cepat katakan apa yang ingin kau katakan pada Dad" Suruh Juan

"Baiklah" Syan menyahut pasrah

"Lalu, kau akan mengatakan apa hmm?" Tanya Juan, tidak sabar

"Aku akan bertanya, dan kau harus menjawabnya dengan jujur" Sahut Syan

Juan mengangguk

"Janji?"

"Dady janji"

"Baiklah. Jadi, diantara aku dengan Momy siapa yang paling kau sayangi?" Tanya Syan dengan wajah cemberut. Mengingat perkataan Carra jika katanya Juan jauh lebih menyayangi dirinya daripada Syan

Juan yang mendapat pertanyaan itu mengernyit, heran. Mengapa Syan tiba tiba saja menanyakan hal itu?

"Mengapa tiba tiba kau menanyakan ini Syan?" Tanya Juan dengan heran

"Aku bertaruh dengan Momy. Katanya, kau sangat menyayanginya karena dia sering menemani mu tidur" Sahut Syan dengan cemberut

Juan terdiam, rasanya ia benar benar sudah menyakiti Carra. Bahkan Carra mengatakan begitu pada Syan, mengatakan jika Juan sangat menyayanginya

Juan tidak dapat membayangkan, betapa terlukanya perasaan Carra dengan sikapnya beberapa hari ini sang istri

"Katakan itu tidaklah benar Dad" Pinta Syan dengan manja

Juan tersenyum menatap putrinya yang menggantukan secercah harapan padanya

"Dady, katakan kau lebih menyayangiku!" Lagi lagi Syan memaksa

"Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu besok, kau harus mengatakannya di depan Momy" Sahut Syan, kemudian turun dari pangkuan Juan dan pergi menghampiri Rose yang masih setia berdiri di depan tangga

Kemudian berlalu ke kamarnya setelah mengucapkan selamat tidur pada Juan

Sedangkan Juan, ia memijit pelan pelipisnya. Ia benar benar bukan suami yang baik untuk Carra

*

Juan membuka pintu kamarnya tanpa suara, takut takut mengganggu istrinya yang sudah terlelap

Dalam cahaya yang masuk lewat celah jendelanya, Juan bisa melihat dengan jelas kecantikan wajah Carra yang tenang dengan tidurnya, nafasnya terdengar berhembus amat teratur. Juan membelai wajah Carra, menyibakan anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya

"Maafkan aku Carra, maafkan aku" Lirihnya dengan tangan yang masih menempel di wajah Carra

FLASHBACK ON

"Tenangkan dirimu Juan!" Suruh Abram dengan santainya sambil menepis tangan Juan yang dengan erat mencengkram kerah kemejanya

Bahkan amat jelas lecek itu terlihat begitu Juan melepaskan tangannya

Juan masih menatapnya dengan tatapan mematikan, nafasnya terdengar amat memburu

"Ekhemm, dengar! Carra itu wanita yang suci" Sahut Abram kemudian yang lebih terdengar seperti teka teki di telinga Juan

"Katakan dengan jelas!" Perintahnya

Abram tersenyum sebelum kembali bersuara

"Aku tidak pernah tidur dengannya. Dia wanita baik yang berpendidikan tinggi. Yang tidak bisa dengan mudah menyerahkan kesuciannya begitu saja sekalipun pada orang yang di cintainya" Tutur Abram

"Dua tahun aku berhubungan dengannya tapi di antara kami belum pernah ada tindakan diluar batas. Carra selalu memposisikan dirinya di posisi terbaik. Menjunjung tinggi harkat martabat dan harga dirinya sebagai seorang wanita"

"Dia bukan tipikal wanita yang mudah di rayu, itulah mengapa aku sangat menghormatinya" Sahut panjang lebar Abram yang mampu memukul, bahkan menampar harga diri seorang Juan

Suami sah dari Carra. Bagaimana ia menganggap rendah istrinya sendiri yang mati matian menjunjung tinggi kehormatannya. Bagaimana mungkin Juan tidak menghargai dan mempercayainya

Bahkan ia mengeluarkan kata kata kotor yang tidak pantas untuk di dengar oleh Carra. Bagaimana mungkin Juan malah meragukan istrinya sendiri?

Abram memperhatikan perubahan raut wajah Juan, ia mengernyitkan dahi

"Juan, kau"

"Jangan katakan jika kau melukai Carra dengan kata katamu!" Sahut Abram dengan tatapan berapi api

Abram amat kenal dengan Juan, ia memang tidak pernah berbuat kasar pada wanita secara fisik. Maka Abram yakin, jika Carra menangis waktu itu adalah karena ulah ucapanny. Ucapan maut Juan

"Aku," Juan terbata

"Aku mengatakan jika dia wanita murahan!" Jujur Juan yang membuat Abram murka mendengarnya

Bahkan Abram tidak memberikan kesempatan pada Juan untuk mengambil nafas. Dengan gerakan cepat ia memukul bagian sama yang dilakukan Juan tadi padanya

Juan yang tidak mempersiapkan diri lantas tersungkur ke belakang setelah menerima pukulan tiba tiba dari Abram

Baru ia akan meraba rahangnya yang terasa perih, pukulan kedua dari Abram kembali mendarat diwajahnya. Ditempat yang sama

"Yang pertama, untuk ucapan bodohmu pada Carra! Dan yang kedua, anggap itu balasan dariku" Sahut Abram dengan nafas yang terengah engah

Juan tidak marah!

Justru ia memang pantas di salahkan, bahkan dipukuli jika perlu

Lalu Abram mengulurkan tangannya untuk membantu Juan berdiri. Juan menggapai tangan itu

Ia berdiri dan merasa sakit yang lumayan di sudut bibirnya

"Lumayan" Sahutnya kemudian

"Temui Carra dan minta maaf lah padanya jika kau tidak ingin aku merebutnya kembali!" Sahut Abram

Juan memeluknya

Pelukan persaudaraan, tanda perdamaian

"Jangan biarkan aku membunuhmu jika saja kau berani melakukannya!" Ancak Juan setengah berbisik yang membuat Abram tertawa rendah

"Aku akan segera menemui istriku" Sahut Juan setelah melepaskan pelukannya

"Pergilah" Suruh Abram

Tanpa berkata lagi, Juan meninggalkan tempat itu yang sedikit kacau karena perang saudaranya dengan Abram

Yasudah! Biar kan Abram yang mengurusnya

FLASHBACK END

Juan masih membelai wajah cantik Carra. Hatinya memang harus merasakan rasa bersalah yang cukup parah karena melukai perasaan istrinya

Ia sudah salah paham dan berburuk sangka pada Carra

Jauh diluar dugaannya jika Carra adalah wanita yang luar biasa

Juan berjanji pada dirinya sendiri, ia akan meminta maaf pada Carra, akan menjadi lebih dewasa dan mencoba menjadi suami yang jauh lebih baik untuk Carra

Menjadi ayah yang baik untuk Syan dan anak anaknya dengan Carra nanti

Juan berjanji akan mempertahankan rumah tangganya

Cup!

Kecupan selamat malam ia berikan pada Carra yang berdamai dengan tidurnya

1
Kim Reyaa
part pertama loh Thor ini ...udah nyesek aja crtnya
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
riby_chan
Typo
Just RR
tinggal di LA namanya ratnah, knp gk d indonesia aja thir
riby_chan
Sering thorr.. Suka gryccia with andreas
Nova Septiarini
lah bodyguard pada cuti emg? drmh dijagain bodyguard, pas pergi masa dewekan 🙈
Nofriyanti Vivi
lbh suka bram sm carra...emang egois ke2 ortunya carra,pdhl abram tulus mncintai anaknya,,hmm
Nofriyanti Vivi
tega thor knpa g sm bram sja,knpa hrs juan yg notabeneny yg mmpnyai ank yg g stts g jls.
Nofriyanti Vivi
alah agk ilfil msa blm nikah udh punya anak..mnding sm abram.
Nova Septiarini
sabar ini ujian Juan😅
Iiq Rahmawaty
yeeee tamattttt👏👏😇😇👍👍
Iiq Rahmawaty
kamu jahat thor.. baby twins nya dibikin mninggal😫😫😫
Iiq Rahmawaty
abram ataupun juan ayo cpet tolong carra
Iiq Rahmawaty
yee carra hamil baby twins💜💜
Iiq Rahmawaty
culik lg aja si jenny dan buang ke aprika..hahah
gtu aja ko repot si juan..kau kn org berkuasa
Iiq Rahmawaty
beruntungnya kau syan..di adopsi sma kluarga juan yg baik hati dan penuh keceriaan🥰🥰
Iiq Rahmawaty
kn juan bilang hampir saja dia tdr dngan jeni " hampir " brarti mreka blm sempet tdr bareng kn??? ya smoga saja..
krna dsni kyanya si jeni yg cinta mati sma juan tp juan ga prnh gubris
Iiq Rahmawaty
kn si jenny itu bukannya tmn ranjangnya juan..ya walaupun hnya sbatas ranjang
Iiq Rahmawaty
jgn buat juan berkhianat dri carra ya thor
Iiq Rahmawaty
yasudhlah abram mungkin si della jodohmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!