NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. PENASARAN

Cahaya pagi menyelinap perlahan melalui sela tirai tipis berwarna krem pucat, jatuh lembut di lantai kamar Duchess Ravens.

Liora sudah terjaga sejak lama.

Ia duduk diam di depan meja rias, mengenakan gaun rumah berwarna biru muda, sementara rambut kemerahan miliknya dibiarkan terurai. Di belakangnya, Sasa berdiri dengan sisir kayu di tangan, merapikan rambut sang Duchess dengan gerakan hati-hati.

Namun sejak tadi pipi Liora memerah.

Merah yang tidak wajar.

"Ny-Nyonya?" Sasa berhenti sesaat, mencondongkan tubuh sedikit agar bisa melihat wajah Liora dari pantulan cermin. "Apa kamarnya terlalu hangat? Wajah Anda merah sekali."

Liora tersentak.

"Ti-tidak. Suhu kamar ini baik-baik saja," jawab Liora cepat.

Padahal yang membuat dadanya terasa panas bukanlah udara pagi.

Melainkan ....

'Ayo kita ke ranjang sekarang.'

Ucapan itu kembali terngiang begitu jelas, seolah Alaric baru saja mengatakannya beberapa detik lalu. Suara rendah, tenang, tanpa nada menggoda Alaric, justru itulah yang membuat Liora hampir terlonjak dari tempat tidur semalam.

Liora masih ingat bagaimana tubuhnya menegang seketika semalam. Bagaimana pikirannya langsung melompat ke satu kesimpulan memalukan.

Malam pertama.

Malam yang seharusnya mereka jalani sejak hari pernikahan.

Malam yang tertunda.

Dan Liora, yang sepanjang hidupnya selalu menjadi bahan ejekan, selalu dipandang rendah karena tubuhnya, secara refleks berpikir bahwa akhirnya, Duke Alaric Ravens akan ....

Agh, hentikan Liora. Kau jadi gila memikirkannya, batin Liora.

Pipi gadis itu terasa semakin panas.

Sasa kembali menyisir rambut Liora, kali ini dengan senyum kecil yang sulit disembunyikan. Senyum itu anehnya, tidak hilang sejak tadi.

Liora mengamati pantulan Sasa di cermin.

Pelayan pribadinya itu terlihat ... terlalu ceria.

Sudut bibir Sasa terus terangkat, matanya berbinar seperti seseorang yang baru mendengar kabar baik, dan setiap kali ia merapikan rambut Liora, ia tampak menahan diri agar tidak bersenandung.

"Sasa?" panggil Liora akhirnya, suaranya datar namun penuh curiga.

"Ya, Nyonya?" jawab Sasa cepat, masih tersenyum.

"Kau ... kenapa sejak tadi tersenyum seperti itu?" tanya Liora curiga.

Gerakan tangan Sasa berhenti. Ia menatap Liora melalui cermin, lalu tanpa peringatan, senyumnya melebar jauh lebih cerah.

"Karena akhirnya!" seru Sasa tertahan, jelas berusaha menjaga suaranya agar tidak terlalu keras. "Akhirnya Duke dan Duchess kami menghabiskan malam bersama!"

Liora menutup mata lalu menghela napas panjang, seolah Liora tahu Sasa akan menjawab kalimat itu.

"Bukan seperti yang kau pikirkan," ucap Liora pelan, hampir terdengar lelah.

Sasa berkedip. "Eh?"

Liora membuka mata dan menatap pantulan dirinya sendiri. "Kau salah paham soal semalam."

Sasa langsung mendekat sedikit, rasa penasaran jelas terpancar. "Salah paham bagaimana, Nyonya?"

Liora menelan ludah.

"Ketika Duke mengatakan akan ke kamarku semalam," ucap Liora dengan suara nyaris tak terdengar, "aku pikir kami akan melakukan malam pertama."

Sasa membeku. Lalu matanya membesar.

"Dan?" desak Sasa penuh semangat.

"Dan ternyata," Liora melanjutkan cepat, "Duke hanya ingin memastikan aku benar-benar beristirahat. Ia memintaku tidur, mematikan lampu sendiri, bahkan memanggil tabib untuk memastikan aku tidak demam lagi."

Liora menghela napas, getir. Bersyukur karena mereka tidak melakukan ritual suami istri tapi rasanya aneh juga.

"Duke hanya ingin aku tidur dengan tenang," lanjut Liora.

Sasa terdiam beberapa detik. Lalu ia tersenyum lebih lembut dari sebelumnya.

"Tapi Duke tetap tidur di kamar ini, bukan?"

Liora terdiam. Itulah bagian terburuknya.

"Dia tidur di ranjang yang sama. Dengan jarak. Tidak menyentuhku sama sekali," jawab Liora.

Liora mengingat semalam.

Bagaimana Alaric berbaring dengan punggung menghadap Liora, menjaga jarak yang sopan, bahkan menarik selimut agar tidak menyentuh tubuh Liora. Bagaimana Alaric berkata, dengan nada datar namun tegas, bahwa ia tidak ingin para pelayan kembali melihatnya keluar dari kamar Liora.

'Aku tidak mau orang-orang berpikir aku mengabaikan istriku.'

Ucapan itu terdengar sederhana.

Namun dampaknya Liora tidak tidur semalaman.

Jantungnya berdegup terlalu keras. Pikirannya terlalu penuh. Setiap gerakan kecil Alaric, tarikan napas, perubahan posisi, membuatnya terjaga.

Sasa tersenyum puas.

"Aku benar, 'kan, Nyonya? Duke memang menyukai Nyonya. Jangan dengarkan rumor bodoh itu," kata Sasa senang.

Liora terdiam.

Rumor.

Tentang Duke Alaric yang jijik pada tubuhnya.

Tentang Duke yang dipaksa menikah.

Tentang Duke yang dingin dan tidak punya hati.

Namun semalam Liora mendengar langsung dari mulut Alaric bahwa pria itu bahkan tidak pernah menilai Liora dari tubuhnya.

Bahwa semua yang Liora pikirkan selama ini hanyalah salah paham.

Dan itu membuat dadanya terasa sesak oleh perasaan yang tidak ia mengerti.

Ketukan terdengar di pintu kamar.

Tok. Tok.

Obrolan kecil mereka terputus.

Sasa menoleh ke arah pintu. "Saya lihat siapa itu, Nyonya."

Pelayan muda itu berjalan cepat, membuka pintu sedikit, lalu mencondongkan kepala ke luar.

Beberapa detik kemudian, ia kembali menutup pintu dan menatap Liora.

"Nyonya, Gideon datang. Beliau ingin berbicara dengan Anda," lapor Sasa.

Liora mengernyit. "Gideon? Suruh dia masuk."

Sasa membuka pintu kembali, dan Gideon melangkah masuk dengan sikap hormat. Tangan kanannya mengepal di depan dada, memberi salam singkat.

"Nyonya Duchess. Maaf mengganggu pagi Anda," sapa Gideon.

"Tidak apa. Ada apa?" tanya Liora.

Gideon tampak ... sedikit gelisah.

Ia ragu sejenak sebelum berkata, "Apakah Nyonya bisa ikut saya ke tempat Tabib Aldren?"

Liora mengerjap. "Ke tempat tabib? Untuk apa?"

Gideon menarik napas pelan dan menjawab, "Tabib Aldren mengatakan ingin mengonfirmasikan sesuatu tentang tubuh Nyonya."

Liora menegang.

"Bukan bermaksud menghina," lanjut Gideon cepat, jelas khawatir ucapannya terdengar tidak sopan, "tapi Tabib Aldren melihat ada kejanggalan saat memeriksa Nyonya kemarin."

Keingintahuan Liora langsung terusik.

"Kejanggalan?" ulang Liora pelan.

"Begitulah yang dikatakan oleh Tabib Aldren," kata Gideon.

Liora terdiam beberapa detik, lalu mengangguk. "Baik. Antar aku ke sana."

Gideon tampak lega. "Terima kasih, Nyonya."

Beberapa saat kemudian, Liora berjalan menyusuri lorong batu kastil, diapit oleh Gideon di depan dan Sasa di sampingnya. Mereka menuju bangunan di sisi timur kastil, bangunan yang selama ini jarang ia datangi.

Bangunan kesehatan.

Tempat para tabib, apotek, dan penyimpanan ramuan berada.

"Gideon," panggil Liora saat mereka berjalan. "Apakah kau tahu apa yang dimaksud Tabib Aldren?"

Gideon menggeleng. "Beliau belum memberi tahu saya, Nyonya. Katanya ingin memastikan lebih dulu melalui pemeriksaan menyeluruh."

Gideon menambahkan dengan nada meyakinkan, "Tapi jangan khawatir. Tabib Aldren adalah tabib jenius. Bahkan istana mengakuinya."

Liora terkejut. "Istana tahu, tapi tidak mengangkatnya sebagai tabib istana?"

"Tabib Aldren sendiri yang menolak," jawab Gideon dengan senyum di wajah.

"Kenapa?" tanya Liora penasaran.

"Karena Beliau merasa berhutang pada Duke."

Liora menoleh. "Berhutang?"

Gideon mengangguk. "Tabib Aldren berasal dari rakyat biasa. Bertemu Duke saat perang. Ketika Duke mengetahui bakatnya, Duke mensponsori pendidikannya. Dan ternyata, Tabib Aldren benar-benar jenius di bidangnya."

Liora tersenyum tipis. "Jadi karena itu."

"Beliau merasa bisa bersinar karena Duke. Dan memilih setia," ucap Gideon.

Liora mengangguk pelan.

"Rupanya Duke dikelilingi orang-orang yang setia," gumam Liora.

Gideon tersenyum hangat. "Karena Duke memang orang yang baik, Nyonya. Walau banyak orang menjelek-jelekkannya."

Liora tahu itu.

Ia tahu sejak semalam.

Tidak semua bangsawan bisa datang sendiri, meminta maaf, dan meluruskan kesalahpahaman tanpa perantara.

Namun ...

Ketika mereka akhirnya tiba di ruang pemeriksaan Tabib Aldren, Liora tidak pernah menyangka bahwa ia akan mendengar ucapan yang membuat dadanya bergetar oleh amarah.

Tabib Aldren menatap tubuh Liora dengan ekspresi serius, lalu berkata sesuatu yang mengagetkan sang gadis.

Ucapan itu.

Tentang tubuh Liora

Tentang kegemukannya.

Tentang sesuatu yang menurut Aldren 'tidak normal'.

Dan saat itu amarah Liora membuncah.

1
Iyus Iyus
seruuuuuu
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰🙏🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
manira zhang
biasanya laki" suka istrinya ramping, lha ini duke Alaric malah heran istrinya ramping😆
Archiemorarty: Hahaha... othor gitu 😎
total 3 replies
manira zhang
wowww bravo Gideon 👏
manira zhang
sangattttt bagus, setelah sekian purnama nyari cerita yg pass, krn sering ketemu cerita yg bertele" dan bikin hipertensi, bahasa kdang berantakan jg, makasih othor, lop sekebon korma 🫰
manira zhang: masama othor🫰
total 2 replies
manira zhang
suka bgt sama laki" type duke Alarik gini, selalu membela istrinya tanpa syarat, Liora sangat beruntung, benar" karma baik setelah semua penyiksaan di kediaman sendiri
Al Fatih
Ceritanya bagus...,,alurnya menarik dan tidak membosankan. Begitu ad konflik...,, penyelesaian nya segera,, tidak d putar2. Dan yang paling keren itu,, karakter tokohnya pas bngt. Interaksi keduanya soft bngt,, ga lebay berlebihan.
Suka bngt sama Duke Alaric dan Duchess Liora.
Penggambaran karakter dan tiap peristiwa,, membuat qta seakan akan ad d situ.
Makasih banyak Kaka othor utk karyanya.
Archiemorarty: Terima kasih kembali udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
Al Fatih
AQ juga nangis...,, tangisan bahagia...,, seperti ikut merasakan proses melahirkan lagi...,, rasanya yaa seperti itu...,, ayah alaric hebat...,, tapi mama Liora lebih hebat lagi
Al Fatih
AQ ikut merasakan,, apa yang d rasakan oleh duke....,, terkejut,, terpesona.... perasaan itu luar biasa....,, suka bngt dengan karakter pasangan duke and duchess
yeni kusmiyati
woowww
Anonim
Cerita yg wow sekali. Big thumbs up for you, author. Ditunggu karya berkelasmu yg lainnya ya ☺️☺️☺️☺️
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak, semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
Nunaaa Naa
💕💕💕
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Aaahhh kasihan Elaraa, gurunya kok gitu juga sih.
Blum tau aja kalian kehebatan Elara
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Yeaay tamat akhirnya
Cerita yang seruuu, kerenn 🥰🥰

next lanjut baca sekuel ttg elara 🤗
Samson Tobuali
bagusss cerita nya menarik,sampai terakhir pun menarik.ngga monoton selalu ada aja yang bikin jantung copot,sedih nya dapet,deg deg an nya dapet,komedinya juga dapet.dan jangan lupa bintang utamanya liora sama alaric wahhh mantapp banget.pkoknya rekomendasi bangett ceritanya the best
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak semoga menghibur waktu senggangnya ya 🥰
total 1 replies
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wow Elaraa kau pnya kekuatan tersembunyi pasti nanti kamu akan jadi ksatria yg hebat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kemana istri nya Arram
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Whaaa Aaron sudah nikah juga teenyataa
jodohnya Lala nih kayaknya Auron
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Part yang sangat bikin menghatu biru meneteskan bnyak air mata kebahagiaaan 😍😍🥰
Dreamland Township
Bukankah kaisar saudara duke? trus knp para bangsawan menyebut "saudara duke (yg perempuan)" bkn saudara kaisar?
Dreamland Township: I mean ibu Rowan bkn saudara kaisar?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!