NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:597.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. PENASARAN

Cahaya pagi menyelinap perlahan melalui sela tirai tipis berwarna krem pucat, jatuh lembut di lantai kamar Duchess Ravens.

Liora sudah terjaga sejak lama.

Ia duduk diam di depan meja rias, mengenakan gaun rumah berwarna biru muda, sementara rambut kemerahan miliknya dibiarkan terurai. Di belakangnya, Sasa berdiri dengan sisir kayu di tangan, merapikan rambut sang Duchess dengan gerakan hati-hati.

Namun sejak tadi ...

Pipi Liora memerah.

Merah yang tidak wajar.

"Ny-Nyonya?" Sasa berhenti sesaat, mencondongkan tubuh sedikit agar bisa melihat wajah Liora dari pantulan cermin. "Apa kamarnya terlalu hangat? Wajah Anda merah sekali."

Liora tersentak kecil.

"Ti-tidak," jawabnya cepat. "Suhu kamar ini baik-baik saja."

Padahal yang membuat dadanya terasa panas bukanlah udara pagi.

Melainkan ....

'Ayo kita ke ranjang sekarang.'

Ucapan itu kembali terngiang begitu jelas, seolah Alaric baru saja mengatakannya beberapa detik lalu. Suaranya rendah, tenang, tanpa nada menggoda, justru itulah yang membuat Liora hampir terlonjak dari tempat tidur semalam.

Liora masih ingat bagaimana tubuhnya menegang seketika semalam. Bagaimana pikirannya langsung melompat ke satu kesimpulan memalukan.

Malam pertama.

Malam yang seharusnya mereka jalani sejak hari pernikahan.

Malam yang tertunda.

Dan Liora, yang sepanjang hidupnya selalu menjadi bahan ejekan, selalu dipandang rendah karena tubuhnya, secara refleks berpikir bahwa akhirnya, Duke Alaric Ravens akan ....

Agh, hentikan Liora. Kau jadi gila memikirkannya, batin Liora.

Pipi gadis itu terasa semakin panas.

Sasa kembali menyisir rambut Liora, kali ini dengan senyum kecil yang sulit disembunyikan. Senyum itu anehnya, tidak hilang sejak tadi.

Liora mengamati pantulan Sasa di cermin.

Pelayan pribadinya itu terlihat ... terlalu ceria.

Sudut bibir Sasa terus terangkat, matanya berbinar seperti seseorang yang baru mendengar kabar baik, dan setiap kali ia merapikan rambut Liora, ia tampak menahan diri agar tidak bersenandung.

"Sasa," panggil Liora akhirnya, suaranya datar namun penuh curiga.

"Ya, Nyonya?" jawab Sasa cepat, masih tersenyum.

"Kau ... kenapa sejak tadi tersenyum seperti itu?" tanya Liora curiga.

Gerakan tangan Sasa berhenti. Ia menatap Liora melalui cermin, lalu tanpa peringatan, senyumnya melebar jauh lebih cerah.

"Karena akhirnya!" seru Sasa tertahan, jelas berusaha menjaga suaranya agar tidak terlalu keras. "Akhirnya Duke dan Duchess kami menghabiskan malam bersama!"

Liora menutup mata.

Lalu menghela napas panjang.

Sangat panjang.

"Bukan seperti yang kau pikirkan," ucap Liora pelan, hampir terdengar lelah.

Sasa berkedip. "Eh?"

Liora membuka mata dan menatap pantulan dirinya sendiri. "Kau salah paham soal semalam."

Sasa langsung mendekat sedikit, rasa penasaran jelas terpancar. "Salah paham bagaimana, Nyonya?"

Liora menelan ludah.

"Ketika Duke mengatakan akan ke kamarku semalam," ucap Liora dengan suara nyaris tak terdengar, "aku pikir kami akan melakukan malam pertama."

Sasa membeku. Lalu matanya membesar.

"Dan?" desak Sasa penuh semangat.

"Dan ternyata," Liora melanjutkan cepat, "Duke hanya ingin memastikan aku benar-benar beristirahat. Ia memintaku tidur, mematikan lampu sendiri, bahkan memanggil tabib untuk memastikan aku tidak demam lagi."

Liora menghela napas kecil, getir. Bersyukur karena mereka tidak melakukan ritual suami istri tapi rasanya aneh juga.

"Duke hanya ingin aku tidur dengan tenang," lanjut Liora.

Sasa terdiam beberapa detik. Lalu ia tersenyum lebih lembut dari sebelumnya.

"Tapi Duke tetap tidur di kamar ini, bukan?"

Liora terdiam. Itulah bagian terburuknya.

"Dia tidur di ranjang yang sama," jawab Liora akhirnya. "Dengan jarak. Tidak menyentuhku sama sekali."

Liora mengingat semalam.

Bagaimana Alaric berbaring dengan punggung menghadapnya, menjaga jarak yang sopan, bahkan menarik selimut agar tidak menyentuh tubuh Liora. Bagaimana Alaric berkata, dengan nada datar namun tegas, bahwa ia tidak ingin para pelayan kembali melihatnya keluar dari kamar Liora.

'Aku tidak mau orang-orang berpikir aku mengabaikan istriku.'

Ucapan itu terdengar sederhana.

Namun dampaknya Liora tidak tidur semalaman.

Jantungnya berdegup terlalu keras. Pikirannya terlalu penuh. Setiap gerakan kecil Alaric, tarikan napas, perubahan posisi, membuatnya terjaga.

Sasa tersenyum puas.

"Aku benar, ‘kan, Nyonya?" katanya lembut. "Duke memang menyukai Nyonya. Jangan dengarkan rumor bodoh itu."

Liora terdiam.

Rumor.

Tentang Duke Alaric yang jijik pada tubuhnya.

Tentang Duke yang dipaksa menikah.

Tentang Duke yang dingin dan tidak punya hati.

Namun semalam ...

Ia mendengar langsung dari mulut Alaric bahwa pria itu bahkan tidak pernah menilai Liora dari tubuhnya.

Bahwa semua yang Liora pikirkan selama ini hanyalah salah paham.

Dan itu membuat dadanya terasa sesak oleh perasaan yang tidak ia mengerti.

Ketukan terdengar di pintu kamar.

Tok. Tok.

Obrolan kecil mereka terputus.

Sasa menoleh ke arah pintu. "Saya lihat siapa itu, Nyonya."

Pelayan muda itu berjalan cepat, membuka pintu sedikit, lalu mencondongkan kepala ke luar.

Beberapa detik kemudian, ia kembali menutup pintu dan menatap Liora.

"Nyonya," katanya sopan, "Gideon datang. Beliau ingin berbicara dengan Anda."

Liora mengernyit. "Gideon? Suruh dia masuk."

Sasa membuka pintu kembali, dan Gideon melangkah masuk dengan sikap hormat. Tangan kanannya mengepal di depan dada, memberi salam singkat.

"Nyonya Duchess," ucapnya. "Maaf mengganggu pagi Anda."

"Tidak apa," jawab Liora. "Ada apa?"

Gideon tampak ... sedikit gelisah.

Ia ragu sejenak sebelum berkata, "Apakah Nyonya bisa ikut saya ke tempat Tabib Aldren?"

Liora mengerjap. "Ke tempat tabib? Untuk apa?"

Gideon menarik napas pelan.

"Tabib Aldren mengatakan ingin mengonfirmasikan sesuatu tentang tubuh Nyonya."

Liora menegang.

"Bukan bermaksud menghina," lanjut Gideon cepat, jelas khawatir ucapannya terdengar tidak sopan, "tapi Tabib Aldren melihat ada kejanggalan saat memeriksa Nyonya kemarin."

Keingintahuan Liora langsung terusik.

"Kejanggalan?" ulang Liora pelan.

"Begitulah yang dikatakan oleh Tabib Aldren," kata Gideon.

Liora terdiam beberapa detik, lalu mengangguk kecil. "Baik. Antar aku ke sana."

Gideon tampak lega. "Terima kasih, Nyonya."

Beberapa saat kemudian, Liora berjalan menyusuri lorong batu kastil, diapit oleh Gideon di depan dan Sasa di sampingnya. Mereka menuju bangunan di sisi timur kastil, bangunan yang selama ini jarang ia datangi.

Bangunan kesehatan.

Tempat para tabib, apotek, dan penyimpanan ramuan berada.

"Gideon," panggil Liora saat mereka berjalan. "Apakah kau tahu apa yang dimaksud Tabib Aldren?"

Gideon menggeleng. "Beliau belum memberi tahu saya, Nyonya. Katanya ingin memastikan lebih dulu melalui pemeriksaan menyeluruh."

Gideon menambahkan dengan nada meyakinkan, "Tapi jangan khawatir. Tabib Aldren adalah tabib jenius. Bahkan istana mengakuinya."

Liora terkejut. "Istana tahu, tapi tidak mengangkatnya sebagai tabib istana?"

Gideon tersenyum kecil. "Tabib Aldren sendiri yang menolak."

"Kenapa?" tanya Liora penasaran.

"Karena Beliau merasa berhutang pada Duke."

Liora menoleh. "Berhutang?"

Gideon mengangguk.

"Tabib Aldren berasal dari rakyat biasa. Bertemu Duke saat perang. Ketika Duke mengetahui bakatnya, Duke mensponsori pendidikannya. Dan ternyata, Tabib Aldren benar-benar jenius di bidangnya."

Liora tersenyum tipis. "Jadi karena itu."

"Beliau merasa bisa bersinar karena Duke," lanjut Gideon. "Dan memilih setia."

Liora mengangguk pelan.

"Rupanya Duke dikelilingi orang-orang yang setia," gumam Liora.

Gideon tersenyum hangat. "Karena Duke memang orang yang baik, Nyonya. Walau banyak orang menjelek-jelekkannya."

Liora tahu itu.

Ia tahu sejak semalam.

Tidak semua bangsawan bisa datang sendiri, meminta maaf, dan meluruskan kesalahpahaman tanpa perantara.

Namun ...

Ketika mereka akhirnya tiba di ruang pemeriksaan Tabib Aldren, Liora tidak pernah menyangka bahwa ia akan mendengar ucapan yang membuat dadanya bergetar oleh amarah.

Tabib Aldren menatap tubuhnya dengan ekspresi serius, lalu berkata sesuatu yang mengagetkannya.

Ucapan itu.

Tentang tubuh Liora

Tentang kegemukannya.

Tentang sesuatu yang menurut Aldren 'tidak normal'.

Dan saat itu amarah Liora membuncah.

1
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
Nor Azlin
cerita tentang papa mama nya sudah tamat dengan ending nya yang penuh suka duka & bahagia yah aku sangat puas hati lah thor sukses buat mu yah sampai ketemu di lanjutan nya yah 😂😂
Archiemorarty: Makasih udah baca ceritanya kak, happy reading di sequel selanjutnya 🥰
total 1 replies
Alfia Amira
butuh kretek kyk nya si liola nih 😁😁
trueNetizen
suka sekali dengan cerita ini
Alfia Amira
panas lah kalo matahari nya dua kali lipat 🤭🤭🤭
Nor Azlin
thor penasaran ni kok ibu nya si Arron tidak ada bersama mereka yah ...apa dia sudah meninggal atau dia memang tidak dapat ikut yah🤔🤔🤔lanjutkan thor
Archiemorarty: Emaknya Aaron ada kok, nanti bakal ketemu di sequel 🤭
total 1 replies
Dian
lanjutt
Lusianina
akhirnya yg ditunggu2 OMG SO EXCITED!!!!😱😱😱
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya twins lahir ke dunia ini bertemu sama kakak Rowan nya sama anggota keluarga yang lain ... welcome baby twins semoga kalian berdua setangguh daddy mommy kalian yah jadilah anak2 yang berbakti pada kedua orang tua kalian begitu juga sama negara ... lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣betul sekali tu yang ngidam itu bukan Liora kan tapi si Alaric nya tu 😂😂😂kasihan sekali si Gideon nya tu sebut aja anak dalam perut Liora pasti Gideon pasti melunak kan hanya demi bayi si Liora aja tu 😆😆😆semoga senyuman juga keceriaan pada keluarga mereka berpanjangan yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah pasti lah kakak kandung nya mereka tiga bersaudara kan thor ...nah kerana mereka bersaudara lah hukuman nya Liora di kasih liburan ke utara tempat kelahiran mereka Alias kampung halaman mereka bukan...seperti nya Liora sangat di sayangi dalam keluarga Alaric yah ...semoga Alaric bisa memburu Monster yang lain nya agar kehidupan keluarga kecil nya bisa hidup damai yah 😂😂😂selamat berburu Duke...lanjutkan thor
Archiemorarty: Gimana gx disayang, dia udah ngelametin Alaric, keluarganya, satu kerajaan. pasti disayang dia 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
suami idaman hanya memuja satu wanita yaitu istri nya...🥰😍😍
Archiemorarty: Benar sekali 🤭
total 1 replies
Ani Susanti
cembokur
Nor Azlin
sudah aku katakan yah mereka akan mendapat anak selepas perang habis 😂😂🤣🤣tebakan aku benar deh ...semoga bahagia selalu yah Alaric Liora nya & tidak sabar mau ketemu sama Pangeran kecil sama Puteri kecil yah ...lanjutkan rhor
Archiemorarty: Siap siap ketemu para pembuat onar cadel ya 🤭
total 1 replies
Nor Azlin
nah itu yang membuat ceritanya si author menjadi seru & menantang untuk di baca yah😂😂😂bayangkan aja membaca nya dengan dada berdebar-debar juga emosi yang ketakutan kayak kita nonton filem lah di tv gitu 😂😂😂menyenangkan sekali lho aku suka thor tidak bosan jadi nya aku terhibur banget deh...semoga selepas pulang dari medan perang ini khabar gembira menyusul Alaric sama Liora nya bahawa Alaric junior sama Liora junior udah ada di dalam perut nya Liora yah ...aku rasa kan iya deh si Liora hamil kerana wajah sama pipi nya udah gembul kembali tu 😂😂😂 lanjutkan thor
Archiemorarty: Hahaha... tenang tenang...para bocil bakal hadir nanti 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
berbuat apa Marquess sampai di tendang Liora...
Cicih Sophiana
mungkin Lilola kurus krn gak ada yg ngasih makan Duke... kasian😪
Cicih Sophiana
semoga Alaric pulang dengan sehat...
Cicih Sophiana
Alaric pasti selamat krn kan semangat untuk Lilola nya tercinta...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕
wkwwkkwk... klu udh Kaisar yg manggil hrs patuh yaa hahahaha
Terselamatkan krn ada Gideon 🤭🤭🤭😀
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕: hahaha oh iyaa 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!