Dalam dunia bisnis yang kejam, Alara Davina—seorang desainer berbakat—terjebak dalam pernikahan kontrak dengan Nathan Erlangga, CEO dingin yang menyimpan luka masa lalu. Yang Alara tidak tahu, wanita yang selama ini ia anggap sahabat—Kiara Anjani—adalah cinta pertama Nathan yang kembali untuk merebut segalanya.
Ketika pengkhianatan datang dari orang terdekat, air mata menjadi teman, dan hati yang rapuh harus memilih. Bertahan dalam cinta yang menyakitkan, atau pergi dengan luka yang tak pernah sembuh.
*Cinta sejati bukan tentang siapa yang datang pertama, tapi siapa yang bertahan hingga akhir.*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Mahira, Terungkap!
Keysa gak pernah tidur lebih dari empat jam seminggu terakhir. Setiap malem dia duduk di depan laptop, menggali informasi tentang Mahira, hacking sana sini, nyogok orang orang yang pernah kenal Mahira, ngumpulin puzzle yang berantakan.
Dan malem ini, puzzle itu akhirnya lengkap.
Jam dua pagi Keisya duduk di apartemennya dengan mata melotot ke layar laptop.
Keysa mengambil ponselnya dengan tangan gemetar, nelpon Layvin meski udah tengah malem.
...📞...
"Hallo?"
Suara Layvin serak, kayaknya dia lagi tidur.
^^^"Layvin, maaf ganggu, tapi kamu harus liat ini sekarang, ini urgent banget." ^^^
Layvin langsung bangun, suaranya jadi alert.
"Apa? kamu nemu sesuatu?"
^^^"Lebih dari sesuatu, aku nemu semua tentang Mahira, tentang kenapa dia ninggalin Nathan lima tahun lalu, dan ini mengerikan Layvin."^^^
"Kirim ke email aku sekarang, aku kesana setengah jam lagi."
Lima belas menit kemudian Layvin udah sampe di apartemen Keysa, rambutnya berantakan, masih pake kaos tidur sama celana training, tapi matanya fokus banget.
Mereka duduk di depan laptop Keysa.
"Oke, jadi ini yang aku nemu..." Keysa buka file pertama. "Lima tahun lalu, Mahira emang ninggalin Nathan, tapi alasannya bukan karena keluarganya pindah ke luar negeri."
"Terus kenapa?" Layvin mendekat ke layar.
Keisya buka foto, foto Mahira lagi peluk pelukan sama pria paruh baya di sebuah hotel mewah, foto nya diambil dari jauh tapi jelas banget itu Mahira.
"Ini diambil dua minggu sebelum Mahira ninggalin Nathan, pria ini namanya Hartono Kusuma, pengusaha property, umur lima puluh dua tahun waktu itu, udah nikah, punya tiga anak."
Layvin menatap foto itu dengan rahang mengeras. "Mahira selingkuh?"
"Bukan cuma selingkuh." Keysa membuka file lain, rekening bank Mahira dari lima tahun lalu. "Liat ini, transfer masuk dari rekening Hartono ke rekening Mahira, total nya lima ratus juta dalam tiga bulan."
"Dia simpanan pria itu?"
"Iya, dan ini belum semua." Keysa membuka chat chat lama yang dia recover dari cloud Mahira. "Ini chat antara Mahira dan Hartono, baca ini."
Layvin baca chat itu.
Hartono: "Sayang, aku udah transfer uang buat kamu, beli apa aja yang kamu mau."
^^^Mahira: "Terima kasih Papa, aku sayang Papa."^^^
Hartono: "Kapan kita bisa ketemu lagi? aku kangen kamu."
^^^Mahira: "Seminggu lagi Papa, Nathan lagi sibuk jadi aku lebih bebas."^^^
Layvin ngerasa mau muntah baca chat itu "Dia main dibelakang Nathan."
"Dan Nathan ga tau apa apa waktu itu, Mahira jago banget akting jadi pacar yang sempurna." Keysa scroll ke bawah. "Tapi suatu hari, ada yang liat mereka, rekan bisnis Nathan, namanya Pak Widodo, dia liat Mahira sama Hartono di restoran, berpelukan mesra."
Keysa buka email lama. "Ini email dari Pak Widodo ke Nathan, tapi email nya ga pernah sampe karena di intercept sama seseorang."
"Siapa?"
"Mahira punya akses ke email Nathan waktu itu, dia yang delete email ini sebelum Nathan baca."
Layvin menggenggam meja keras. "Jadi Nathan ga pernah tau Mahira selingkuh?"
"Ga pernah, dan setelah Mahira tau ada yang liat dia, dia panik, dia langsung bikin rencana kabur, dia kirim surat perpisahan ke Nathan yang isi nya menyedihkan banget, bikin Nathan nyalahin diri sendiri."
Keysa membuka scan surat itu, tulisan tangan Mahira yang rapi.
"Nathan sayang,
Maafkan aku harus pergi seperti ini. Keluargaku memaksaku pindah ke luar negeri, aku sudah coba tolak tapi mereka tidak mau mendengar. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu, tapi aku tidak bisa melawan keluargaku.
Tolong jangan cari aku, tolong move on, tolong bahagia tanpa aku.
Maafkan aku telah menyakitimu.
Mahira"
"Semua bohong," Layvin berbisik. "Semuanya bohong dari awal."
"Iya, keluarga nya emang pindah, tapi Mahira ga ikut, dia milih tetep di Indonesia jadi simpanan Hartono, transfer uang terus masuk sampe setahun kemudian."
"Terus kenapa dia putus sama Hartono?"
Keysa buka artikel lama dari koran online. "Hartono ketangkap istrinya, istrinya ngamuk, bikin scandal besar, Hartono dipaksa putus sama semua selingkuhan termasuk Mahira, Mahira ga dapet uang lagi, terus dia coba cari target baru."
Keysa buka foto foto lain, Mahira sama pria pria beda beda, semua nya pria kaya, semua nya udah tua.
"Dalam lima tahun ini Mahira udah ganti lima pria, semua nya di kadalin sampe kering terus ditinggalin, terakhir dia kehabisan target di Indonesia, makanya dia balik, dan tau Nathan masih single, masih kaya, masih bisa di exploit."
Layvin bersandar di kursi, otaknya kerja keras nyerna semua informasi ini.
"Jadi, selama lima tahun ini Nathan nyalahin diri sendiri, ngerasa dia yang ga cukup baik buat Mahira, padahal Mahira yang selingkuh, yang bohong, yang manipulasi."
"Exactly, dan sekarang Mahira balik dengan topeng yang sama, acting jadi wanita yang masih cinta Nathan, padahal dia cuma mau duit dan status."
Layvin menatap semua bukti di layar. Foto-foto, email, chat, rekening bank, semuanya nunjukin Mahira itu monster.
"Kita harus kasih tau Nathan." Layvin berdiri.
"Tunggu," Keysa nahan. "Kamu pikir Nathan bakal percaya? dia masih cinta buta sama Mahira, dia baru aja tidur sama Mahira semalam, kalau kita kasih tau sekarang dia bakal bilang kita ngada ngada, bilang kita edit-edit foto."
"Tapi kita punya bukti!"
"Bukti yang bisa di counter Layvin, Mahira bisa bilang foto foto ini palsu, chatnya di hack, rekening bank nya bisa dia klaim buat bisnis, semua bisa dia puter." Keysa menggeleng. "Kita butuh bukti yang lebih kuat, bukti yang ga bisa dia bantah."
Layvin frustasi, tangannya ngusap wajah kasar. "Terus kita harus gimana? diem aja ngeliat Mahira main main sama Nathan? ngeliat dia mau bunuh bayi Nyonya Naura?"
"Bukan diem, tapi kita harus lebih strategis." Keisya buka file terakhir. "Aku udah punya rencana, kita bikin Mahira ngaku sendiri, kita rekam pengakuan dia, baru kita tunjukin ke Nathan."
"Gimana caranya?"
"Kita butuh seseorang yang Mahira percaya, seseorang yang bisa bikin dia lengah dan ngomong jujur." Keysa menatap Layvin. "Dan aku tau siapa orangnya."
"Siapa?"
Keysa senyum tipis. "Hartono Kusuma, mantan sugar daddy Mahira, pria yang Mahira kadalin lima tahun lalu."
Layvin mengkerut dahi. "Kenapa dia mau bantu kita?"
"Karena dia masih dendam, istrinya ceraikan dia gara-gara scandal Mahira, dia kehilangan setengah harta nya, kehilangan anak anaknya, semua gara gara Mahira." Keisya buka contact. "Aku udah kontak dia, dia mau bantuin asal kita janjikan dia bisa bales dendam ke Mahira."
"Tapi gimana caranya?"
"Kita atur pertemuan antara Hartono dan Mahira, kita bilang Hartono mau ngasih Mahira uang banyak lagi kalau Mahira mau balik sama dia, Mahira pasti tertarik karena dia materialistis, pas mereka ketemu kita pasang alat perekam, kita dapetin pengakuan Mahira tentang semua kebohongannya."
Layvin mikir keras. "Ini risky."
"Aku tau, tapi ini satu satunya cara, kalau ga kita bakal kehabisan waktu, Mahira makin deket sama Nathan, dan Nyonya Naura makin bahaya."
Layvin menatap foto Naura yang Keisya pasang di desktop, foto yang Layvin kasih ke Keisya minggu lalu.
Naura lagi senyum di foto itu, senyum yang sekarang udah jarang Layvin liat.
"Oke." Layvin akhirnya setuju. "Kita lakuin, tapi kita harus hati hati, ga boleh ada yang tau, terutama Nathan dan Mahira."
"Deal." Keisya ngulurkan tangan.
Mereka berjabat tangan, sebuah pakta untuk ngebongkar kedok Mahira.
***
Tiga hari kemudian Hartono setuju ketemu. Mereka janjian di kafe yang sama tempat Keisya pertama kali ketemu Dian dulu.
Hartono dateng dengan jas rapi, rambut udah lebih banyak putihnya, wajah terlihat lebih tua dan lelah dari foto lima tahun lalu.
"Terima kasih sudah mau menemui kami Pak." Keysa bersalaman dengan Hartono.
"Saya mau bantuin bukan karena saya baik, tapi karena saya benci Mahira, dia hancurin hidup saya." Hartono duduk dengan ekspresi pahit.
"Kami ngerti Pak, dan kami akan pastikan Mahira dapet balasan yang setimpal." Layvin bilang tegas.
"Jadi apa rencana kalian?"
Keisya jelasin plan nya, Hartono dengerin dengan seksama, sesekali mengangguk.
"Oke, saya akan lakuin, saya akan hubungin Mahira, bilang saya mau ketemu, saya akan bawa alat perekam yang kalian kasih, dan saya akan bikin dia ngaku semua."
"Terima kasih Pak, ini akan sangat membantu." Layvin berdiri. "Kami akan standby ga jauh dari lokasi pertemuan, kalau ada apa apa kami langsung dateng."
Mereka berpisah dengan rencana yang udah mateng. Layvin dan Keysa balik ke mobil dengan perasaan campur aduk.
"Kamu yakin ini bakal berhasil?" Layvin bertanya sambil nyetir.
"Aku ga tau Layvin, tapi ini satu satunya cara yang kita punya." Keysa menatap jalanan "Kalau ini gagal, kita kehabisan opsi."
"Ga boleh gagal." Layvin nggenggem setir keras. "Nyonya Naura dan bayi nya tergantung sama ini."
Keisya menatap Layvin. "Kamu bener bener cinta sama dia ya?"
Layvin ga jawab, tapi diamnya udah jadi jawaban.
Keisya tersenyum sedih "Cinta yang susah Layvin."
"Aku tau." Layvin berbisik. "Tapi aku ga bisa berhenti, mau sesusah apapun, aku tetep cinta dia."
Dan di mansion, Naura ga tau ada orang-orang yang lagi berjuang buat selamatin dia. Ga tau ada yang peduli dan cinta sama dia. Naura cuma tau dia hanya berdua dengan bayi di perutnya.
ada laki2 lain yg perhatian dn menjaga,kenapa gk sm laki2 itu
lagian nathan jg selingkuh lbh baik naura pergi menjauh dari nathan.
daripd sakit hati tiap hari.
suami yg blm lepas dr masa lalunya gk akn percaya sm omongan istri sah nya.
buat apa tetap cinta dn bertahan.
pergi,cari kebahagiaanmu bersama anakmu sj