NovelToon NovelToon
38.000 Langkah Ke Hatimu

38.000 Langkah Ke Hatimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Time Travel
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Yanto Hl

Aurora kira pertemuannya dengan Bima cuma kebetulan. Tapi semakin dekat, semakin dia sadar cowok itu menyembunyikan banyak hal — dia tahu hal-hal yang belum pernah diceritakan siapa pun, dan selalu bicara soal "38.000 langkah" yang belum selesai.

Saat Bima akhirnya berjanji akan datang menemuinya, justru kabar kecelakaan yang datang. Bima pergi, meninggalkan sebuah kotak misterius. Dari sana Aurora mulai menelusuri jejak Bima, dan menyadari bahwa pertemuan mereka sama sekali bukan kebetulan. Bima sudah berjalan jauh, melewati banyak hal berat, cuma untuk sampai ke hatinya.

Walau tak bisa bertemu lagi, cinta Bima sudah sampai tujuan di hati Aurora, selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanto Hl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 — Langkah yang Dibagikan

Beberapa bulan berlalu dan hal-hal kecil terus terjadi dengan indahnya. Bunga-bunga di bukit itu kini sudah mekar berwarna-warni. Setiap kali aku ke sana aku selalu melihat ada orang lain yang juga datang berkunjung. Ada yang duduk sendirian sambil menatap ke lembah dalam diam. Ada yang datang berdua sambil berjalan pelan di antara bunga-bunga itu. Kadang ada yang membawa bekal makanan dan duduk makan di sana sambil tertawa lepas. Tempat yang dulu sepi dan hanya aku dan Bima yang tahu, sekarang jadi tempat di mana orang-orang menemukan ketenangan mereka sendiri. Rasanya indah banget melihat itu. Seperti cerita yang awalnya cuma milik dua orang, sekarang tumbuh jadi milik siapa pun yang butuh tempat untuk bernapas lega sejenak dari hiruk-pikuk dunia.

Suatu hari aku dapat pesan dari seorang kakek yang tinggal di desa tidak jauh dari bukit itu. Dia bilang dia sering duduk di sana dan membaca tulisan-tulisanku yang dia temukan di internet. Dia bilang dia sudah berumur dan banyak orang yang dia sayang sudah duluan pergi. Dulu dia merasa tidak ada gunanya terus hidup sendirian. Tapi setiap kali dia duduk di antara bunga-bunga itu dan membaca tulisanku dia merasa seolah ada yang menepuk pundaknya pelan dan bilang bertahanlah sedikit lagi. Dunia masih butuh kamu di sini. Dia bilang sekarang dia jadi sering menyapa tetangga yang kesepian dan berbagi hasil kebunnya dengan anak-anak di sekitar desa. Hal-hal kecil yang sederhana tapi membuat hari orang lain jadi lebih baik sedikit saja.

Membaca pesan itu aku terharu sampai air mataku menetes pelan. Bima, lihat kan? Satu benih tumbuh jadi pohon, lalu satu pohon menyebarkan benihnya ke mana-mana. Nggak ada yang tahu berapa banyak pohon baru yang akan tumbuh dari sana. Nggak ada yang bisa menghitung seberapa jauh kebaikan bisa berjalan kalau kita membiarkannya mengalir bebas. Itulah keajaiban yang tidak pernah bisa direncanakan. Kamu cuma perlu menanam dengan tulus dan membiarkan alam yang mengurus sisanya.

Aku mulai rutin mengunjungi desa itu sesekali. Bukan untuk menulis cerita atau diwawancarai. Cuma untuk duduk dan mengobrol dengan mereka. Mendengarkan cerita hidup mereka yang sederhana tapi luar biasa kuat. Ada kakek yang merawat cucunya sendirian dengan sabar yang tak terbayangkan. Ada ibu yang bangun sebelum matahari terbit setiap hari supaya anak-anaknya bisa sekolah dengan layak. Ada anak-anak yang bermain dengan riang di jalan tanah sambil berbagi mainan yang sederhana. Semua itu mengingatkan aku bahwa kebahagiaan itu sederhana sekali dan tidak harus rumit. Seringkali kita yang membuatnya terasa jauh dan sulit untuk diraih.

Aku juga mulai mengajak teman-teman pembaca untuk ikut menanam bunga di tempat-tempat yang membutuhkan. Nggak harus di bukit yang jauh. Di halaman rumah tetangga yang kosong dan berdebu. Di pinggir jalan yang gersang. Di halaman panti asuhan atau panti jompo. Di mana pun yang terasa butuh sedikit warna dan kehidupan. Aku tulis ajakan itu dengan sederhana saja. Kalau kamu merindukan seseorang, tanamlah sesuatu untuk mengenang mereka. Biarkan hidup yang baru tumbuh dari rasa kehilanganmu. Biarkan keindahan baru tumbuh dari tempat yang dulu terasa hancur. Kamu tidak perlu menunggu sampai kamu kuat sepenuhnya untuk melakukan kebaikan. Lakukan kebaikan itu bersamaan dengan proses penyembuhanmu. Kebaikan itu yang akan membantumu sembuh, bukan sebaliknya.

Tanggapan di luar dugaan. Banyak orang yang ikut serta. Mereka mengirim foto bunga yang mereka tanam dengan cerita singkat di bawahnya. Bunga ini untuk ayahku yang pergi tahun lalu. Bunga ini untuk sahabatku yang tidak sempat melihat laut bersamaku. Bunga ini untuk diriku yang dulu pernah menyerah pada keadaan. Setiap foto yang kulihat hatiku terasa hangat dan terharu. Bima, lihat kan? Kamu berjalan 38.000 langkah sendirian dulu. Sekarang ada ribuan langkah lain yang berjalan bersamamu tanpa mereka tahu siapa kamu. Kamu hidup di setiap bunga yang tumbuh dan di setiap hati yang tersentuh. Itu keabadian yang paling indah kan?

Dimas selalu menemani aku kalau aku pergi ke desa atau ke bukit itu. Dia tidak pernah mendesak atau menuntut apa pun. Dia cuma ada di sana, membantu membawa benih dan alat berkebun, atau sekadar duduk diam menemani aku saat aku butuh waktu untuk sendiri. Dia mengerti bahwa ruang di hatiku untuk Bima bukan musuh dari hubungan kita. Dia bagian dari siapa aku sekarang. Dan dia mencintai aku dengan semua bagian masa laluku juga. Itulah kedewasaan yang dulu aku pikir tidak akan pernah aku temui. Bahwa kamu tidak perlu memilih antara kenangan dan masa depan. Kamu bisa membawa keduanya berjalan bersamamu dengan seimbang.

Malam itu aku duduk di meja kerjaku sambil menulis catatan panjang di buku harianku. Cahaya lampu meja yang lembut menyinari halaman kertas yang putih bersih. Di sebelah bukuku ada gambar buatan anak kecil yang dulu datang ke bukit itu, dan foto bunga-bunga yang dikirim oleh orang-orang dari berbagai tempat. Semuanya terasa seperti kepingan teka-teki yang perlahan menyatu membentuk pemandangan yang utuh dan indah.

"Hidup ini seperti perjalanan yang tidak pernah benar-benar berakhir kan? Satu jalan selesai, jalan lain terbuka. Satu pertemuan berakhir, pertemuan lain menunggu di depan sana. Kita tidak pernah benar-benar berjalan sendirian. Jejak orang-orang yang kita cintai selalu ada di belakang kita, menuntun langkah kita saat kita ragu. Kebaikan yang mereka tinggalkan menjadi cahaya yang menerangi jalan yang belum pernah kita lewati. Terima kasih Bima sudah memulai perjalanan ini bersamaku. Terima kasih sudah mempercayakan ceritamu kepadaku. Sekarang aku terus berjalan membawa ceritamu bersamaku, dan membagikannya kepada siapa pun yang membutuhkannya. Langkahmu tidak berhenti di tempat itu. Langkahmu terus berjalan di setiap hati yang tersentuh oleh kebaikanmu. Dan di setiap langkah yang kuambil, aku tahu kamu berjalan di sampingku, bukan sebagai bayangan masa lalu, tapi sebagai kekuatan yang selalu mendorongku untuk melangkah lebih jauh dengan hati yang tulus."

Aku menutup buku harianku perlahan dan meletakkannya di tumpukan buku-buku di meja. Aku menyentuh liontin di dadaku, lalu tersenyum tenang. Besok adalah hari baru lagi. Mungkin ada hujan, mungkin cerah. Mungkin ada hal yang menyenangkan, mungkin ada yang berat. Tapi aku siap. Karena aku tahu langkah-langkah kecil yang tulus selalu akan sampai ke tempat yang tepat, tepat seperti langkah yang pernah kamu tempuh hanya untuk sampai ke hatiku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!