Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28 Hasil rapat pemegang saham
Aku pamit pada Oma, akan pergi mengantarkan Zidan sekolah, dan bilang mau ke rumah Bayu sekalian, Bayu baru beli dagangan mobil empat unit dan sekarang lagi di rawat agar kelihatan menarik dan kinclong.
Sampai di rumah Bayu ku lihat mobil dagangan kami sedang di benarkan dan di cek, di pasang kaca film nanti setelah itu di salon biar kelihatan glowing.
" Mbak kamu kursus dan latihan mengemudi mobil gitu, biar nggak cape naik sepeda motor" kata Bayu memberi ide.
" Iya Bay, aku biar nggak cepek kalau mulai kerja di butik" jawabku
" Mbak nanti kan sering kesini, ngecek bisnis kita agar mbak nggak kepanasan" kata Bayu
Aku pun bercerita kepada Bayu kalau sekarang ini adalah rapat pemegang saham dan Miss Valen jual saham kami di perusahaan yang di kelola mas Pram, dan perusahaan akan di akuisisi oleh bang Willy.
" Bagus lah mbak biar mas Pram kapok orang red flag seperti dia nggak usah di kasihani " pendapat Bayu
" Siap Bay aku akan kerja keras untuk masa depan Zidan" kata ku
" Masuk mbak udah lama disini?, maaf Laura rewel jadi aku di belakang keloni dia, sekarang dia sudah tidur" kata Mita
" Lumayan lama ini nunggu Bayu kerja " jawabku
Setelah melihat daganganku, aku masuk di rumah dan berbincang santai dengan Mita sambil minum teh hangat, dan Mita bilang aku suruh beli tanah di sebelah untuk menampung dagangan ku kalau tidak lagi cukup di sini.
" kita lihat saja perkembangan bisnis kita Mit" jawabku
" Aku akan kursus mengemudi dulu setelah Aku kembali dari luar negeri, mau di ajak Miss Valen keliling eropa, mengunjungi butik yang juga, menjual hasil desain ku, ya sekalian healing paska perceraian, agar tidak jadi janda terpuruk dan sedih.
Aku pamit pulang, karena waktu nya Zidan pulang sekolah, dan aku menjemput Zidan di sekolahnya, kemudian dia minta beli makan, ayam goreng di McDonald,
" Kamu sudah lapar sayang?" tanya ku
" Iya Bun tadi cuma sarapan sepotong sandwich, sekarang kita ke McD ya Bun" pinta anak lelakiku.
"Ok kita makan di sana sepuasnya ya" kata ku, anakku sangat bahagia, dia bercerita, kalau ngaji di antar mbak Mona dia sering di jenguk ayah nya di mushola dan di belikan jajanan dan mbak Moma dapat bagian,
Kami Sampai di mall dan Zidan sudah nggak sabar, kami segera pesan nasi ayam goreng dua porsi dan tambah perkedel kentang, juga es cream, aku bersyukur uangku banyak sehingga bisa membeli apa yang di inginkan anakku.
Selesai makan Zidan ngajak bermain dulu di play ground dan aku turuti apa maunya dia. Aku menunggu anakku sambil duduk di tempat istirahat.
Selesai main ku ajak dia sholat dhuhur dulu, alhamdulilah anakku sekarang selalu sholat tanpa di minta sejak dia kenal ustadz Haris.
Kami langsung pulang setelah sholat tapi Zidan minta dibelikan dim sum, nanti di makan sama mbak Mona.
Sekitar jam tiga kami sampai di apartemen Oma dan di sini sudah ada Miss Valen mereka sedang berbincang untung aku beli dimsum banyak jadi bisa aku suguhkan sekalian buat teman minum teh.
" Eh ganteng sudah datang sekolah dari mana nak" tanya Miss Valen.
" Tadi main dulu di mall sama bunda Tante cantik" Jawab Zidan.
" Rin uang kamu banyak nih apa di transfer di rekening mu atau buat beli sahan atau kamu investasikan di butik cabang yang akan aku buka di sini" tanya Miss Valen.
" Emang berapa sih Miss, heboh banget yang di titip ke Oma saja masih banyak" jawabku
" Sekarang kamu nggak usah titip ke Oma terus kelola sendiri biar kamu semakin kaya" kata Oma
Ku intip Harga saham yang di jual oleh Miss Valen dan itu setengah nya milikku tapi masih hitungan harga dan lot, aku nggak ngerti dan fikiran ku nggak sampai di sana.
" Miss itu cukupkan kalau buat jalan ke eropa sama Zidan" tanya ku
" Hadeh sisa lah Rin, ini banyak sekali nanti kamu bisa minta notaris hitung berapa yang akan kamu investasikan ke butik dan kamu tabung buat beli saham, dan berapa yang akan kamu kembangkan ke showroom mobil si Bayu" jawab Miss Valen.
" Kalau buat ibadah umroh aku sama Zidan masih bisa" tanya ku
" ya cukuplah sekolah di rekening mu berapa, kamu mau apa nggak jadi nasabah BCA prioritas" tanya miss valen.
" Aku nggak berfikiran ke arah sana miss yang penting bisa buat masa depanku sama Zidan dan pendidikan Zidan semoga aku bisa kasih yang terbaik buat dia" jawabku
Aku nggak mau nantinya orang bilang ke aku kalau aku orang kaya baru, atau OKB jadi aku ingin tetap membumi.
" Oh ya Rin sekarang perusahan sudah di akuisisi sama bang Willy, hutang Pram sangat banyak, rumah kalian harus di jual buat bayar hutang ke perusahaan, mobil ternyata sudah di jual dan saham Pram akan di beli bang Willy sekalian, buat bayar tanggungan Pram, kalau tidak mau bayar ya dia di penjara" kata Miss Valen
" Tapi bang Willy masih baik, dia di suruh bikin desain nanti kalau cocok akan di beli, dia sepertinya nggak terima tapi hutangnya sangat banyak mungkin buat biaya istri sirinya dan keluarga nya" jelas Miss Valen.
" Biar saja Miss aku nggak mau tahu, toh aku nggak nuntut apa apa dari dia, biar dia menanggung sendiri apa yang dia perbuat dan menyakiti aku dan anaknya" jawabku
" Betul, sekarang Doni aku suruh mencari kontrakan di salah satu mall untuk buka butik cabang di sini dan bang Willy akan mengembangkan perusahaan yang baru diakuisisi dan Menganti nama dengan Danuarta Corp " jelas mas Valen.
Aku bersyukur ternyata aku bisa dan banyak menghasilkan uang dan sebagaian akan aku belikan saham saja bisa buat masa depan Zidan.
" Kapan kamu siap kita ke pak bima aku daftarkan kamu jadi nasabah prioritas dan perhiasan yang kamu titipkan di sana nanti di pajang di butik kita buat sample, jadi kalau ada yang pesan desain seperti itu, bisa langsung kita kerjakan" kata Miss Valen.
" Setelah kita kembali dari luar negeri dan setelah pernikahan nya Miss saja nanti kita atur " jawabku
" Ya sudah kalau gitu waktunya jadi banyak, nanti Doni yang mengerjakan administrasi nya, kalau kamu bagian desain saja" kata Miss Valen.
" Oma kita makan apa malam ini, kita pesan saja, biar Erin yang traktir" kata ku
" Ya sudah pesan saja, Oma terserah kalian" kata Oma
" Ok, sekarang Erin tang traktir, besok aku ya" jawab mis Valen.
Aku pesan pizza sama burger saja dan sekarang kami menunggu, pesanan datang dan aku menyiapkan koper yang akan kami bawa untuk bepergian untuk punya Zidan ukuran lebih kecil kalau untuk ku yang lebih besar.
Kami sholat magrib dulu kalau makan malam bersama sambil bercerita dan berkhayal apa yang akan kami kerjakan di sana.
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍