NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Pengkhianat di Dalam Organisasi

Malam semakin larut di perbukitan. Di dalam studio seni rahasia bawah tanah mansion, atmosfer hangat antara Aria dan Dante mendadak terinterupsi saat alarm darurat bersuara nyaring bergetar pelan di pergelangan tangan Dante.

Dante melepaskan dekapannya secara perlahan. Mata abu-abunya kembali menajam, mengunci pintu keluar studio. Pria itu menarik senjatanya dari balik pinggang, lalu melangkah melindungi Aria di belakang tubuhnya.

"Tetap di belakangku, Aria," bisik Dante dengan suara bariton yang dingin.

Ketika pintu besi studio terbuka, bukannya Marco—tangan kanan yang paling dipercayainya—yang muncul, melainkan Riko, komandan divisi keamanan wilayah timur Black Viper, bersama lima prajurit bersenjata lengkap. Senjata-senjata otomatis di tangan mereka terarah tepat ke dada Dante dan Aria.

Dante tidak terkejut, raut wajahnya tetap tenang dan terkontrol. "Riko... jadi kau pengkhianat di dalam dewan yang mendanai penembak jitu di restoran Senopati?"

Riko terkekeh dingin, matanya berkilat penuh keserakahan. "Kau sudah menjadi lemah sejak wanita ini hadir dalam hidupmu, Dante! Kau membatalkan penyitaan kargo Mahardika Group, membuat kita kehilangan keuntungan triliunan rupiah hanya demi seorang wanita!"

"Perjanjian adalah perjanjian, Riko," desis Dante tajam. "Dan siapakah kau yang berani mempertanyakan keputusan Ratu Black Viper?"

"Ratu?" Riko meludah ke lantai dengan penuh kebencian. "Wanita ini hanyalah beban! Malam ini, faksi kami bekerja sama dengan pihak luar untuk mengambil alih kepemimpinan Black Viper. Dan kalian berdua tidak akan keluar dari gedung ini hidup-hidup!"

Sebelum Riko sempat menekan pelatuknya, Dante bergerak cepat melempar pisau lempar dari balik lengan kemejanya. Pisau itu menancap telak di leher Riko, membuat pria itu tumbang seketika. Tembakan balasan meletus di dalam lorong bawah tanah!

BANG! BANG! BANG!

"Aria, lari!" teriak Dante seraya membalas tembakan dan menarik Aria ke arah tangga darurat menuju menara atas mansion.

Di dalam kebingungan dan kehalusan asap mesiu, dua anak buah pengkhianat berhasil memotong jalur mereka. Dante yang melindungi tubuh Aria terkena pukulan keras di bahunya yang terluka, membuat senjatanya terlempar jatuh ke jurang tangga. Dalam hitungan detik, anak buah Riko berhasil menyergap dan mengunci tubuh Aria, menyandera wanita itu dengan moncong senjata menempel rapat di pelipisnya.

"Jangan bergerak, Dante, atau kusembelih wanita ini!" teriak salah satu pengkhianat seraya menyeret Aria yang berontak menuju lantai teratas gedung terbengkalai di area luar kompleks mansion.

Dante yang terkepung di tangga meringis menahan rasa sakit, matanya berkilat merah oleh amarah yang membakar saat melihat Aria kembali berada di dalam bahaya maut.

Di puncak lantai teratas gedung terbengkalai, angin malam berhembus kencang. Aria berdiri terikat di tepi lantai tanpa pagar pengaman, langsung berhadapan dengan jurang kegelapan ratusan meter di bawahnya.

"Lepaskan aku!" jerit Aria, berusaha membebaskan cengkeraman tali di pergelangan tangannya.

"Tutup mulutmu!" bentak pengkhianat itu seraya mengarahkan senjata ke pintu akses lantai atap. "Dante Vance akan mati malam ini, dan kau akan menyusulnya ke dasar jurang ini!"

Tiba-tiba, pintu besi lantai atap hancur didobrak dari luar!

Namun, sosok yang pertama kali melompat keluar dari balik asap pintu bukanlah Dante Vance... melainkan seorang pria berjas taktis hitam dengan bahu berbalut perban darah dan mata cokelat gelap yang berkilat bagaikan Iblis pencabut nyawa.

Adrian Mahardika.

"Lepaskan tangannya dari wanita itu sekarang juga..." desis Adrian dengan suara rendah yang amat dingin dan mematikan.

Di belakang Adrian, Dante Vance muncul dengan senjata terkokang di tangannya, bersiap membantai siapa pun yang menghalangi jalan mereka. Dua musuh bebuyutan itu kini berdiri berdampingan di puncak gedung, menyatukan kekuatan demi satu tujuan: menyelamatkan nyawa wanita yang mereka cintai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!