NovelToon NovelToon
Papan Takdir

Papan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Penyelamat / Action / Sistem
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: WARISAN YANG ABADI

Setelah beberapa dekade bekerja tanpa lelah sebagai penjaga alam dan membangun gerakan yang mengubah wajah seluruh negeri, Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei mulai memasuki masa tua yang penuh dengan hikmah dan pengalaman. Meskipun langkah mereka tidak lagi secepat dulu dan tubuh mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah bertahun-tahun berkeliaran, semangat mereka untuk menjaga alam tetap menyala terang.

Pada suatu pagi yang tenang, mereka berkumpul di kompleks pusat koordinasi yang kini telah menjadi ikon bagi gerakan penjaga alam di seluruh negara. Di sana, mereka akan menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan jaringan kepada generasi muda yang telah mereka latih dengan cermat selama bertahun-tahun. Acara penyerahan ini dihadiri oleh ribuan anggota jaringan dari berbagai wilayah, serta perwakilan dari pemerintah dan organisasi internasional yang datang untuk menghormati kontribusi mereka yang luar biasa.

“Kita telah menghabiskan sebagian besar hidup kita untuk bekerja dengan alam dan masyarakat,” kata Yin Chen dalam pidatonya penyerahan. “Sekarang saatnya bagi kita untuk menyerahkan tongkat estafet kepada generasi muda yang telah siap untuk membawa gerakan ini ke tingkat yang lebih tinggi.”

Para pemimpin muda yang akan menggantikan mereka adalah sekelompok orang yang telah melalui pendidikan dan pelatihan yang ketat—mereka berasal dari berbagai desa dan latar belakang, namun memiliki satu tujuan yang sama: melanjutkan perjuangan untuk menjaga keseimbangan alam dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

“Saya berjanji akan menjalankan tugas ini dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab,” ucap salah satu pemimpin muda yang telah belajar langsung dari Yin Chen selama bertahun-tahun. “Kita akan menjaga warisan yang telah Anda bangun dan terus mengembangkannya untuk kesejahteraan alam dan manusia.”

Setelah acara penyerahan selesai, Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei memutuskan untuk kembali ke tempat di mana segalanya dimulai—hutan bambu Mengyou. Mereka ingin menghabiskan sisa hari-hari mereka di tempat yang telah menjadi rumah bagi Yin Chen dan menjadi awal dari perjalanan luar biasa mereka sebagai penjaga alam.

Ketika mereka tiba di hutan Mengyou yang kini sudah pulih dengan indah, mereka melihat bahwa kawasan ini telah berubah menjadi salah satu kawasan pelestarian alam terbaik di negara tersebut. Pohon-pohon bambu yang tinggi dan rindang menghiasi setiap sudut, sungai yang jernih mengalir deras, dan berbagai jenis satwa liar hidup dengan bebas di habitat alaminya. Pusat pembelajaran kecil yang mereka bangun dulu kini telah berkembang menjadi kompleks pendidikan alam yang ramai dengan pengunjung dan siswa yang ingin belajar tentang alam.

“Sangat menyenangkan melihat bagaimana tempat ini telah berkembang,” kata Yin Yang dengan mata yang penuh dengan emosi. “Dulu hanya hutan yang sepi dan terlupakan, kini menjadi tempat yang memberikan kehidupan dan harapan bagi banyak orang.”

Mereka membangun sebuah rumah kecil yang sederhana namun nyaman di tepi sungai yang jernih—tempat di mana mereka bisa menghabiskan hari-hari mereka dengan merenung, menulis memoar tentang perjalanan mereka, dan terkadang memberikan bimbingan kepada generasi muda yang datang untuk belajar dari pengalaman mereka. Setiap pagi, mereka akan berjalan-jalan di sekitar hutan, memeriksa kondisi alam, dan merasakan energi yang mengalir dengan lancar seperti yang seharusnya.

“Sekarang saya bisa melihat bahwa semua usaha kita tidak sia-sia,” kata Lan Wei saat duduk di tepi sungai sambil melihat anak-anak muda yang sedang belajar tentang ekosistem sungai. “Mereka adalah bukti bahwa perubahan positif bisa terus berlanjut bahkan setelah kita tidak ada lagi.”

Selama tinggal di hutan Mengyou, mereka menulis buku yang berisi seluruh pengalaman dan pengetahuan yang mereka kumpulkan selama bertahun-tahun. Buku ini tidak hanya bercerita tentang perjalanan mereka sebagai penjaga alam, tetapi juga berisi panduan praktis tentang cara hidup selaras dengan alam, teknik konservasi yang efektif, dan pentingnya kerja sama antar masyarakat dan generasi.

“Kita ingin meninggalkan sesuatu yang bisa menjadi panduan bagi mereka yang akan datang setelah kita,” jelas Yin Chen saat menyelesaikan bab terakhir dari bukunya. “Pengetahuan ini bukan milik kita sendiri—ini adalah milik seluruh umat manusia dan harus dibagikan secara luas untuk kesejahteraan semua.”

Buku mereka segera menjadi buku terlaris dan dibaca oleh jutaan orang di seluruh negara dan bahkan di luar negeri. Banyak sekolah dan universitas menggunakannya sebagai bahan ajar dalam mata pelajaran lingkungan, sementara masyarakat umum membacanya untuk memahami lebih dalam tentang hubungan antara manusia dan alam.

Beberapa tahun kemudian, ketika usia mereka semakin lanjut, mereka mulai menerima penghargaan dari berbagai lembaga dan organisasi untuk kontribusi mereka yang luar biasa bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Mereka menerima penghargaan kehormatan dari pemerintah negara, penghargaan internasional untuk pelestarian lingkungan, dan berbagai gelar kehormatan dari universitas ternama.

Namun bagi mereka, penghargaan terbesar bukanlah piala atau sertifikat yang mereka terima—melainkan melihat bahwa gerakan yang mereka bangun terus berkembang dan membawa manfaat bagi jutaan orang serta alam sekitar mereka. Setiap desa yang menjadi lebih baik, setiap hutan yang pulih, setiap sungai yang jernih kembali adalah penghargaan yang lebih berharga daripada apa pun yang bisa diberikan oleh manusia.

Pada hari yang tenang dan damai, Yin Chen mengambil kalung yang telah menemani dia selama seluruh perjalanan hidupnya—kalung dengan simbol kuno yang mewakili keseimbangan alam. Dia memegangnya erat sambil melihat ke arah hutan yang indah di depannya. “Semua hal kembali ke asalnya,” katanya dengan suara lembut kepada Yin Yang dan Lan Wei yang berada di sisinya. “Kita telah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, dan sekarang kita bisa menyerahkan semuanya kepada alam dan generasi mendatang.”

Yin Yang mengangguk dengan senyum lembut. “Kita telah hidup dengan tujuan yang jelas dan meninggalkan warisan yang akan terus hidup,” katanya. “Itu adalah hal terbesar yang bisa kita berikan kepada dunia.”

Lan Wei tersenyum sambil melihat matahari yang mulai tenggelam di balik bukit, memberikan warna keemasan pada langit yang penuh dengan bintang-bintang yang mulai muncul. “Alam akan selalu ada,” katanya. “Dan selama ada orang yang peduli untuk menjaganya, dunia akan selalu memiliki harapan.”

Beberapa bulan kemudian, ketika musim hujan mulai tiba dan alam sedang dalam proses menyegarkan diri, Yin Chen meninggal dengan damai di tempat tidurnya sambil memegang kalungnya yang berharga. Dia meninggalkan dunia dengan rasa damai dan puas, mengetahui bahwa dia telah melakukan segalanya yang bisa dia lakukan untuk menjaga alam dan membawa perubahan positif bagi kehidupan di bumi ini.

Yin Yang dan Lan Wei terus tinggal di hutan Mengyou selama beberapa tahun kemudian, terus memberikan bimbingan dan inspirasi bagi generasi muda sebelum akhirnya mereka juga bergabung dengan alam yang telah mereka cintai dan jaga selama sepanjang hidup mereka.

Mereka dimakamkan di sebuah tempat yang indah di tepi sungai di hutan Mengyou—tempat di mana mereka bisa terus mengawasi alam yang mereka cintai dan menjadi bagian dari siklus kehidupan yang tak berkesudahan. Di dekat makam mereka, masyarakat membangun sebuah monumen dengan simbol-simbol kuno yang mewakili keseimbangan alam, serta prasasti yang berbunyi:

*"Di sinilah tinggal tiga penjaga alam yang mengubah dunia dengan cinta, kerja keras, dan keyakinan bahwa manusia dan alam bisa hidup bersama dalam harmoni yang sempurna. Warisan mereka akan terus hidup dalam setiap pohon yang tumbuh, setiap sungai yang mengalir, dan setiap hati yang peduli dengan alam."*

Setiap tahun, ribuan orang datang ke tempat tersebut untuk menghormati mereka dan mengambil inspirasi dari perjalanan hidup mereka. Anak-anak muda datang untuk belajar tentang nilai-nilai yang mereka anut, sementara penjaga alam dari seluruh dunia datang untuk berdoa dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan yang mereka mulai.

Gerakan penjaga keseimbangan alam yang mereka bangun terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, menjadi bukti bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan tekad yang kuat dan cinta yang tulus terhadap alam. Setiap hari, di setiap sudut dunia, orang-orang bekerja bersama untuk menjaga alam dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua makhluk hidup—semua ini adalah hasil dari perjalanan luar biasa tiga orang yang pernah memutuskan bahwa mereka akan melakukan sesuatu untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Dan di hutan Mengyou yang tenang dan damai, angin masih bertiup lembut melalui dedaunan bambu, sungai masih mengalir deras dan jernih, dan matahari masih muncul setiap pagi dengan sinar yang penuh dengan harapan—semua adalah bukti bahwa warisan mereka akan terus hidup selamanya, sebagai bagian dari alam yang mereka cintai dan jaga dengan segenap hati mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!