NovelToon NovelToon
Cinta Untuk CINDERELLA

Cinta Untuk CINDERELLA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:90.7k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.

Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.

Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..

Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya

"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurangan Hendra

"Anak kamu itu sekarang berani kurang ajar ya.. " Dewi mendekat kemudian memberikan secangkir kopi untuk suaminya.

"Mungkin aja Ella lagi capek Mas.. Jadi maklumi aja.." Sahut Dewi. Hendra menatap tak suka pada istrinya.

"Maklum gimana? Kamu itu tahu sendiri, Dia berani melawan aku tadi.. Harusnya dia itu tahu bersyukur! Kalo bukan karena aku dia tidak akan bisa hidup nyaman. Kalo bukan aku, Siapa?Anakmu itu tidak di pedulikan oleh ayahnya sendiri.." Dewi tidak menjawab, Wanita itu memang lebih menyayangi Lentera daripada Ella.

Setiap menatap wajah putri sulungnya, Dewi selalu ingat dengan wajah Amran. Pasalnya wajah mantan suaminya itu menurun kepada Ella. Dan yang membuat Dewi semakin kesal, Amran yang tak pernah tanggung jawab terhadap putrinya. Itu setahu Dewi, Tidak tahu saja kalau mantan suaminya itu selalu mengirimkan uang pada Ella selama ini.

"Ya, Mau gimana lagi Mas.. Ella kan masih tanggung jawab kita. Kalau dia sudah menikah dia bukan tanggung jawab kita lagi.." Hendra berdecak kesal. Pria itu mengotak atik benda pipihnya, Tak lama raut wajah hendra berubah.

"Ada apa mas?" Hendra tak menjawab dan segera beranjak dari duduknya kemudian pergi ke kamarnya.

"Mas Hendra mau kemana? " Tanya Dewi, Dia mengejar suaminya lalu melihat suaminya berpakaian dengan rapi.

"Aku mau keluar sebentar.." Kata pria itu.

"Mau kemana?" Hendra tersenyum..

"Mau melihat keadaan cafe bentar.." Tanpa rasa curiga, Dewi percaya saja pada suaminya.

Sebelum mereka pindah ke kota ini, Usaha toko milik Hendra pria itu jual. Dan sekarang pria itu punya usaha cafe yang di warisi oleh ibunya atau nenek Tami. Itulah pemasukan keluarga Hendra sekarang.

Kuliah Lentera pun Hendra serahkan pada Ella. Pria itu selalu mengungkit tentang kehidupan Ella yang pria itu berikan selama ini.

Masih beruntung Ella bekerja sebagai sekretaris. Meski sejujurnya Ella sudah tak betah bekerja disana.

"Ya udah Mas, Kamu hati-hati ya. " Hendra mengangguk, Pria itupun masuk mobil kemudian pergi ke tempat tujuannya.

Hendra pergi ATM, Tangannya meraih sebuah kartu yang dia sembunyikan selama ini. Sebuah kartu rahasia milik Dewi yang Hendra pegang. Namun pria itu berkata kalau kartu itu telah mati atau kadaluarsa karena tak pernah di pakai.

Seperti kata tadi, Kalau rasa cintanya yang begitu besar Dewi selalu percaya dengan apa saja yang di katakan oleh Hendra.

Dengan terburu-buru Hendra memasukan kartu ATM tersebut ke dalam mesin. Jari telunjuknya sangat lincah mengeklik pada layar mesin uang itu.

Kini Hendra melihat jumlah saldo. Mata pria itu seketika terbelalak karena tak ada uang yang masuk hari ini.

"Rp. 0? Bukankah sekarang waktu tanggalnya?" Hendra meraih benda pipihnya, Biasanya setiap tanggal dua puluh lima selalu ada uang masuk ke rekening tersebut. Tapi hari ini, Tak ada notifikasi masuk. Maka dari itu Hendra langsung mengecek ke mesin ATM secara langsung. Dan memang benar, Tak ada uang yang ayah Ella kirimkan. Biasanya saat pria itu mentransfer uang, Hendra langsung menarik tunai kemudian di pindahkan ke rekening miliknya agar tidak ada orang yang curiga.

"Biasanya dia selalu mengirimkan uang dengan jumlah yang banyak.. Tapi kenapa sekarang tidak? " Hendra kembali mengecek sekali lagi, Ia ingin memastikan apakah benar uang itu tidak ada.

"Sial!!" Hendra menggusar rambutnya kasar. Selama dua puluh tahun baru kali ini Amran tidak mentransfer uang.

Ya, Seperti itulah yang selama ini Hendra lakukan. Pria itu diam-diam membuat curang. Curang terhadap Dewi Dan yang paling terutama curang terhadap putri tirinya, Ella.

Selama dua puluh tahun lamanya, Amran tidak pernah telat mengirimkan uang nafkah untuk Putrinya. Sayangnya pria yang notabene nya adalah ayah kandung Ella itu tak pernah datang untuk menemui Putrinya.

Dulu pernah Amran datang ke alamat rumahnya yang lama. Akan tetapi bukan putrinya yang di temui nya melainkan orang lain. Karena pada saat itu Dewi sudah pindah ke kota ini. Entah kemana pria itu sekarang, Yang pasti sampai saat ini Ella tetap menunggu kedatangan ayahnya.

Namun setelah itu, Amran hilang kabar. Tak ada satu orang pun yang tahu keberadaan pria itu. Hal itu tentu saja membuat Hendra senang bukan main. Bahkan Hendra berharap pria itu telah ma-ti. Kalau sampai pria itu datang, Bisa-bisanya rahasia yang ia simpan selama dua puluh tahun lamanya akan terbongkar.

Tapi kalau pria itu tiada, Siapa yang akan mengirimkan uang lagi..

Bahkan jika di hitung uang yang di kirimkan oleh Amran bisa mencapai Milyaran. Pasalnya uang bulanan milik Ella bukan jumlah yang sedikit. Dan setelah uang tersebut di ambil oleh Hendra dan di pindahkan ke rekening miliknya, Dengan tanpa perasaan Hendra menggunakannya untuk biaya Lentera. Untuk biaya sekolah elit nya, Bahkan memenuhi gaya hedon gadis itu, Tak lupa selalu membeli barang yang Lentera inginkan.

"Akan lebih baik kalau aku pergi ke kantornya saja. Siapa tahu ada kesalahan dari pihak bank. Sepertinya aku harus cepat, Jangan sampai ada yang tahu.. Rahasia yang selama ini aku simpan harus tetap tersimpan rapat." Hendra pun segera keluar dari sana kemudian menuju ke kantor resmi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Bapak punya apk nya?

"Punya..

"Bapak sudah mengeceknya di apli-kasi pak?

"E, Saya sudah mengeceknya. Tapi saya kira takut Apk nya yang eror makanya saya datang kesini untuk cek secara langsung.." Ucap Hendra beralasan. Padahal sebenarnya tujuan dia datang kesini untuk memastikan lebih dalam lagi apakah benar Amran bulan ini tidak mengirimkan uang untuk Ella.

"Baik pak, Bapak silahkan duduk dulu untuk menunggu. Saya akan mengecek apakah nama dengan nomor rekening tersebut mentransfer uang atau tidak bulan ini.." Hendra mengangguk, Dia duduk menunggu antrean yang kebetulan tidak terlalu ramai.

Setelah cukup menunggu, Nama Hendra pun di panggil. Pria itu langsung berdiri.

"Bagaimana?

"Untuk bulan ini memang tidak ada mengiriman dari nomor rekening yang beratas namakan Amran Syahid pak.. Mungkin bapak bisa hubungi yang bersangkutan untuk kembali memastikan.." Jelas petugas kantor resmi keuangan tersebut. Mendengar penjelasan pegawai tersebut Akhirnya Hendra pamit untuk pergi.

Tanpa pria itu sadari, Seorang wanita seusia Ella menatap kepergian Hendra hingga pria paruh baya itu hilang di balik mobilnya yang melaju..

"Itu kan Ayah Ella? Ngapain dia kesini.." Gumamnya, Teman satu kelas Ella itupun mendekat ke arah temannya yang tadi.

"Sstt...

"Hmm..

"Bapak tadi? Ngapain?" Bisiknya..

Temannya itu pun mulai menjelaskan apa yang di lakukan Hendra dan tujuannya. Jelas saja wanita yang bernama Wulan itu terkejut.

"Ngecek?

"Iya.. Siapa orang biasa mentransfer uang itu?" Tanya Wulan dengan rasa penasarannya. Pasalnya baru kali ini Wulan melihat ayah tiri temannya itu datang ke kantor ini.

Temannya yang tadi langsung menunjukkan nama dan nomor rekeningnya. Wulan membaca nama sang pengirim yang biasa masuk ke rekening yang kemungkinan di pegang oleh Hendra.

"Amran Syahid? Kayak gak asing itu nama ya.. Tapi siapa?

"Udah dulu ya Lan.. Aku mau istirahat dulu.." Wulan mengangguk, Dia merasa tak asing dengan pria yang bernama Amran itu.

"Amran? Siapa ya??" Sejenak Wulan terdiam mengingat nama itu hingga??

"Ya Allah.. Itukan nama Ayah kandung Ella..??" Wulan harus menghubungi Ella nanti, Sepertinya ini memang tidak ada yang beres..

TBC

1
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ah.. lentera g sadar2 jg dari kesalahan ny
Risma Hye Chan
smgat up nya smga up yang bnyak🤭
Risma Hye Chan
sudah aku vote yaa kak
Mama Bila😘❤️: Makasih kk🍁🥰
total 1 replies
Ri_♡
Lentera.....lentera kena karmakan lu,mkanya nggk usah nuduh2 Ella murahan kalau kenyataannya lu yg murahan😂😂😂😂syukurin😂😂😆😆😆
Sumar Sutinah
kamu lentera, kmu yg salah dih nyalahin Ella dasar gebleg, otaknya dah miring
Lusi Hariyani
lentera itu sdh gila org situ yg slh mlh nyalahin orglain bnr2 stres....nenek2 jg emak2 jd ya gitu klo ngomel sepanjang rel kereta api
Dila Dilabeladila
bagussssssss👍👍👍👍👍
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang nenek Cahya betul koq 😁😁😁
Evi alvian
Yach aku gak jadi ngomel..nenek Cahya udah terwakilkan🤭😁
Les Tary
mana keangkuhanmu Bina🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
rasain kalian abis di maki2 sm nrnek cahya, hajar aj nek sekaluan tuh sm si bina yg benci bgt sm ella
Dew666
🍎🍭
Masha 235
hallo.....Bu Dewi!!!lupa,amnesiakh?!atau kurang ngaca....kalo malu ank kesayangan hamil diluar nikah....ap kbrmu yg dulu....selingkuh,&hamil ank selingkuhan ...
Putrii Marfuah
udah Salah kenapa gak sadar diri malah nyalahin orang lain. introspeksilah
Masha 235
bner yg dibilang nnk Cahya,lntera nama cantik,kelakuannya kebalik(kebalikn nmanya)😄😄
sri susanti
rasain kamu lentera,, puas rasa hatiku
Nayi Siti
good nenek,
Ariany Sudjana
ini lagi lentera, kamu yang jadi pelacur murahan, kamu yang hamil, ga tahu siapa lakinya, tapi kamu salahkan Ella. hey kamu masih waras? semua itu kesalahan kamu, jangan semua ditimpakan ke Ella, kan kamu yang jadi pelacur 🤭🤭 beda dengan Ella, Ella bisa menjaga martabatnya, dan punya suami juga konglomerat. sudah kamu masuk RSJ saja, biar otak kamu kembali normal
Masha 235: kn dia sama kyak araka KK,otak udang,kotornya ada dikepla,😄😄
total 1 replies
Nice1808
biasa nenek2 klo ngomel kyk kereta api🤣semua isi perut kluar semua tp bener yg di bilang nek cahya, nikahi tuh lentera yg di blg araka cinta ma tera, jaga ank yg ada di kandungan tera🤣🤣mana nmungkin berani kluarlah dr KK dan hak waris nek cahya
Ariany Sudjana
Dewi Dewi, makan tuh cinta, kamu membela Hendra sampai segitunya, dan kamu percaya semua perkataannya, kalau Amran ga pernah kirim uang, ternyata uang yang dikirim banyak, dan ga pernah sampai ke Ella, malah dipakai buat si jalang itu foya-foya
Masha 235: krna dah disumpelin kata manis&rayuanya Hendra kk,jadi taik rasa coklat....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!