Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
"Miranda, kita harus segera pulang secepat nya. keadaan kantor benar - benar kacau!" Bayu berkata pada Miranda.
"Loh mas kok pulang sih? Kita kan tujuan nya ke sini buat liburan. Kok malah pulang sih?" Miranda protes pada keputusan Bayu.
"Liburan nya bisa lain kali Miranda, sekarang ada hal yang lebih penting yang harus kita urus!" Ujar Bayu pada Miranda.
"Apa yang lebih penting dari semua ini mas? Ngapain juga ngurusin istri dekil mu itu!" Omel Miranda lagi.
"Miranda terserah jika kau tetap mau di sini, aku mau pulang sekarang juga! Silahkan urus sendiri diri mu jika kau tetap mau berada di sini!" Sekali lagi Bayu menegaskan pada Miranda.
Miranda tampak sangat kesal, bulan madu yang sudah di rencanakan jauh - jauh hari kini harus hancur begitu saja. Semua tidak seindah yang di bayang kan, semua nya berbanding terbalik dengan fakta yang ada.
"Aku tidak punya waktu lagi Miranda, cepat bersiap kita akan segera berangkat!" Perintah Bayu lagi.
Mau tidak mau Miranda pun menuruti semua perintah Bayu, dia tidak mau di tinggal kan sendiri di sini. Apalagi hanya Bayu lah yang selama ini menjamin semua kebutuhan nya, dia tidak ingin menjadi gelandangan sendirian di kota Denpasar ini.
Karena keterbatasan biaya, mereka pun harus pulang kembali ke Jakarta dengan menggunakan jalur darat. Mereka terpaksa menurun kan ego mereka dengan pulang menggunakan bis antar kota.
"Mas, kenapa kita pulang dengna bis sih? Kita pake pesawat saja!" Miranda kembali protes dengan apa yang di lakukan oleh Bayu.
"Kau punya uang nya untuk membeli tiket pesawat?" Tanya Bayu sambil menatap mata Miranda dengan tajam.
"Niat nya mau liburan, tapi malah jadi gelandangan seperti ini!" Omel Miranda sambil menghentak - hentak kan kaki nya.
Mereka terpaksa pulang dengan menggunakan bis, karena keterbatasan biaya. Mereka tidak pernah menyangka bahwa bulan madu mereka akan seperti ini, sangat mengenas kan.
Sementara itu di tempat lain, Vira sedang menunggu kedatangan sang suami bersama madu nya. Ada banyak kejutan yang sudah Vira siap kan untuk menyambut mereka, kejutan yang tidak akan pernah mereka lupakan sepanjang hidup nya.
Berbeda dengan bu Tuti dan Raya, mereka juga harap - harap cemas memikirkan apa yang akan menimpa mereka jika orang tua Vira tahu. Sejak awal Vira menikah dengan Bayu pak Gunawan dan bu Dita sudah tidak setuju dengan Bayu, tapi karena putri nya terus memaksa akhir nya dia merestui mereka.
Pak Gunawan tidak ingin putri nya hidup kekurangan dan dia pun menyerah kan perusahan nya pada Vira untuk di kelola, semua dia lakukan demi kebaikan anak nya.
Kini Bayu sudah mengkhianati Vira dengan membawa seorang gundik ke dalam rumah tangga mereka dan juga ke dalam usaha keluarga nya, mereka tidak akan diam saja saat mengetahui semua nya.
"Bu, bagai mana jika orang tua nya Vira tahu?" Tanya Raya pada ibu nya.
"Kita tidak boleh membiarkan orang tua nya Vira tahu, Bayu harus segera pulang dab mengatasi semua nya. Ibu yakin kakak mu pasti bisa mengatasi nya!" Bu Tuti berkata dengan yakin.
"Sekarang saja mbak Vira sudah kembali ke kantor nya, bagai mana kedepan nya bu?" Tanya Raya yang tampak ketar - ketir dengan nasib mereka.
"Tidak ada yang perlu di cemas kan, Bayu pasti bisa mengatasi nya!" Bu Tuti tampak berusaha menutupi kegugupan nya di depan anak nya.
Sementara itu di tempat lain, sepasang suami istri tampak sedang berdiskusi. Mereka adalah pak Gunawan dan bu Dita, orang tua nya Vira. Mereka sudah tahu tentang pengkhianatan yang di lakukan oleh menantu nya, tapi mereka tetap berpura - pura tidak tahu. Mereka ingin menunggu Vira sendiri yang memberi tahu mereka.
"Pa, apakah kita akan diam saja seperti ini?" Tanya bu Dita pada suami nya.
Tidak bisa di pungkiri, sebagai seorang ibu jelas dia mengkhawatirkan anak dan juga cucu nya. Tapi pak Gunawan melarang nya untuk memberi tahu Vira.
"Biar kan saja dulu Ma, aku yakin bahwa Vira pasti akan mampu menghadapi Bayu dan keluarga nya. Kita pantau saja dari jauh, Vira pasti bisa memberi pelajaran pada para benalu itu!" Pak Gunawan tampak sangat yakin dengan kemampuan putri nya.
"Mama takut pada, mereka akan melukai Vira dan anak - anak!" Bu Dita tetap belum bisa menghilang kan kecemasan nya.
"Papa jamin mereka tidak akan berani melukai anak - anak, Papa pastikan mereka akan berhadapan langsung dengan Papa jika mereka berani melukai anak - anak!" Pak Gunawan tampak menenangkan istri nya.
"Pa, hari ini Mama mau ke rumah nya Vira. Mama ingin bertemu dengna Vira dan juga anak - anak!" Bu Dita pamit pada suami nya.
"Untuk saat ini jangan dulu ma, biar kan saja. Jangan sampai Vira curiga bahwa kita sudah mengetahui apa yang terjadi pada nya, Papa ingin Vira bertindak tegas terhadap Bayu dan keluarga nya!" Pak Gunawan mencegah bu Dita untuk bertemu dengan mereka.
"Tapi pa,,,,!
"Ma, Papa tidak akan membiarkan mereka terus di manfaat kan oleh Bayu dan keluarga nya. Tapi untuk saat ini biar kan Vira sendiri yang menghadapi mereka, Papa tahu bahwa Vira pasti bisa. Kita akan datang untuk membantu nya, jika memang waktu nya sudah tiba!" Pak Gunawan memberikan pengertian pada istri nya.
Berbeda dengan ibu nya yang begitu mencemas kan diri nya, Vira sudah tidak sabar lagi untuk menyambut kedatangan sang suami beserta madu nya di kantor ini. Vira sudah menyiap kan semua nya, kejutan untuk mereka baru saja di mulai.
Tiba - tiba ponsel Vira berdering, Vira melihat orang yang menelepon nya adalah orang yang tidak di kenal nya. Tapi karena penasaran, Vira akhir nya menjawab panggilan itu.
"Hallo Vira kamu di mana sekarang?" Terdengar suara Bayu di seberang sana.
"Di kantor, ada apa mas?" Jawab Vira santai.
"Vira, kenapa kau kembali ke kantor? Seharusnya kau tetap di rumah mengurus anak - anak, pekerjaan kantor biar menjadi urusan ku!" Terdengar suara Bayu di seberang sana.
"Kenapa kalau aku kembali ke kantor mas? Apa kau lupa siapa pemilik kantor ini?" Pertanyaan beruntun dari Vira seketika membuat nya terdiam.
"Bukan begitu maksud mas Vira, anak - anak butuh lau, jadi biar kan aku yang bekerja!" Bayu berusaha memberikan alasan yang logis untuk Vira.
"Aku bisa mengurus semua nya dengan baik mas, baik anak - anak maupun kantor ini. Lagian anak - anak sudah besar, aku bosan jika aku terus di rumah saja!" Vira memberikan alasan pada Bayu.
"Maaf mas aku sedang sibuk!" Vira pun memutuskan panggilan telepon dengan Bayu secara sepihak sebelum Bayu berbicara lebih banyak lagi.
Setelah itu Vira juga memblokir nomor nya Miranda, agar mereka tidak bisa menghubungi diri nya lagi.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅