NovelToon NovelToon
DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Pendamping Sakti / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action / Epik Petualangan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beruang Terbang

PROLOG

-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN

-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI

-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-

Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.

Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.

Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.

Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Hua Yueyun

Perisai Qi Sejati milik pemuda itu berdiri kokoh bagaikan benteng baja, padat dan tak tergoyahkan, sanggup menahan rentetan tinju Shen Tianyang yang menghujam bagai guntur.

Namun Shen Tianyang sama sekali tidak gentar. Qi Sejati yang semula hijau jernih tiba-tiba tercampur rona merah menyala, seakan api purba bangkit dari kedalaman nadinya.

Baru saja ia menggunakan Qi Sejati Naga Hijau berunsur kayu, kini ia menambahkan Qi Sejati Burung Vermilion berunsur api. Penyatuan dan tumpang tindih dua Qi Sejati ilahi ini sama sekali bukan sekadar pelipatan kekuatan— ia adalah lompatan yang melampaui nalar.

Menyaksikan perubahan warna Qi Sejati itu, pupil Shen Furong menyempit tajam. Sangat jarang ada seorang kultivator yang mampu melepaskan dua jenis Qi Sejati secara bersamaan..!!

Perisai Qi Sejati emas yang menyelimuti pemuda itu mulai beriak halus. Getaran kecil itu menjadi bukti bahwa tinju Shen Tianyang telah mengguncang fondasi pertahanan yang selama ini ia banggakan.

Shen Tianyang mengaum. Dari kedua tinjunya meledak kobaran api menyengat, di dalamnya bergulung kilat dan petir. Gelombang aura yang liar dan ganas menyapu ke segala arah, menekan ruang hingga terasa sesak dan mencekam.

Tinju Shen Tianyang, berkelip petir dan api, kembali menghantam.

BOOOOOOOMMM..!!!

BOOOOOOOMMM...!!!

BOOOOOOMMMMM...!!!

Dalam sekejap, belasan tinju dilayangkan tanpa jeda, menghantam perisai emas itu dengan dentuman menggelegar. Tanah bergetar, paviliun berguncang, dan suara ledakan menggema ke segala penjuru.

Rentetan serangan tanpa henti dan raungan yang tak terputus membuat Shen Luzong, Shen Furong, serta para pemuda lainnya terperangah.

Pemuda itu sendiri tak pernah menyangka Qi Sejati Shen Tianyang begitu dalam dan menakutkan, hingga mampu memuntahkan serangan seboros dan seganas ini tanpa ragu.

Cahaya perisai emasnya meredup drastis. Tubuhnya terdorong mundur setapak demi setapak, sementara rasa sakit berdenyut di sekujur raganya. Kekuatan tinju yang buas itu menembus perisai, menghantam daging dan tulang, membuat penderitaan kian bertambah.

“TUMBANG...!!!”

Raung Shen Tianyang.

BUUUUUUUUUMMMM...!!!

CRAAAASHH...!!!

CRAAAAACCKK...!!!!

Tinju berbalut petir dan api itu melesat seperti meteor. Dalam sekejap, perisai Qi Sejati emas hancur berkeping. Pemuda itu terlempar, menabrak dinding, lalu jatuh ke jalanan.

Darah segar menyembur dari mulutnya sebelum kesadarannya lenyap.

Pandangan Shen Tianyang menyapu tiga pemuda lainnya. Kilat kebuasan berpendar di matanya saat ia berteriak dingin,..

"SIAPA LAGI YANG INGIN MAJU..?”

Ketiganya terdiam membisu. Wajah mereka pucat, ketenangan runtuh. Niat membunuh yang terpancar dari Shen Tianyang menyerupai aura seorang jenderal tua yang telah menempuh ribuan pertempuran.

“Kita pergi...!!"

Shen Furong akhirnya bersuara. Tak ada lagi yang bisa ia katakan. Kekuatan Shen Tianyang telah mengguncang hatinya; seni bela diri itu terlalu kuat, terlalu mengerikan.

“Tunggu,” ujar Shen Tianyang dengan nada tenang namun tegas. “Dia adalah murid dari sekte besar. Meski ini hanya adu tanding, aku melukainya tanpa sengaja. Luka ini harus diobati agar tidak menimbulkan dendam dari sekte besar.”

Ia mengeluarkan tungku alkimia, duduk bersila, lalu mengambil beberapa herbal spiritual dari kantong penyimpanannya.

Shen Tianyang… akan meramu pil..?

“Bukankah lebih mudah memberinya pil penyembuh saja? Mengapa harus seribet ini?” kata Shen Furong datar.

Shen Tianyang mencibir. "Coba sembuhkan dengan pil biasa. Luka itu disebabkan Qi Sejati api dan petir. Tanpa pil yang sesuai, lukanya akan sangat sulit pulih.”

Sambil berbicara, ia menyalurkan api ke dalam tungku alkimia. Setelah Shen Furong mengangkat pemuda itu kembali dari jalan dan memeriksa lukanya, barulah terlihat jelas betapa parah kondisinya—di dalam luka bersemayam petir dan api yang bukan sembarang unsur.

Setengah jam berlalu. Shen Furong dan para muridnya menunggu dalam keheningan. Mereka pun ingin menyaksikan sendiri kemampuan alkimia Shen Tianyang.

Ketika tutup tungku dibuka, harum obat menyebar ke udara. Dalam waktu hanya satu jam, sebuah pil penyembuh telah selesai diramu—kecepatan yang mencengangkan!

Shen Furong dan tiga pemuda itu terperanjat, mata mereka dipenuhi keterkejutan yang tak mampu disembunyikan.

“Ini adalah Pil Pemulihan Agung, Tingkat Fana Peringkat Menengah.”

Shen Tianyang menyerahkan sebuah pil berwarna merah muda kepada Shen Furong. Tindakannya bukan sekadar kebaikan sesaat—ia bermaksud memutus benih kebencian dari kalangan tua keluarga, sekaligus menggoyahkan prasangka Shen Furong terhadap dirinya.

Tingkat Fana Peringkat Menengah!

Dan pil itu diramu hanya dalam waktu sedikit lebih dari setengah jam!

Begitu pil itu berada di tangannya, Shen Furong segera memastikan keasliannya. Pada saat itu juga, ia tak punya pilihan selain mengakui satu hal.... Shen Tianyang adalah sosok dengan potensi tanpa batas.

“Apakah kau berniat terjun ke bisnis penjualan pil?” suara Shen Furong dingin dan tajam.

“Di sini sudah ada Taman Herbal Danxiang, dan ada pula Keluarga Yao. Dua alkemis sepertimu tak akan mampu bertahan...!!"

"Gagasan ini terlalu naif. Aku akan membuat Keluarga Shen menghentikanmu—ini hanya pemborosan sumber daya! Dan jika kau masih tahu diri, sebaiknya segera pergi meminta maaf kepada Keluarga Yao..!!”

Kata-kata itu dijatuhkan bagaikan vonis. Shen Furong berbalik dan pergi bersama para pemuda itu tanpa menoleh lagi.

Setelah mereka pergi, Shen Luzong menghela napas panjang. “Orang itu selalu mementingkan diri sendiri. Karena itulah ia meninggalkan Keluarga Shen sejak lama. Aku tak menyangka setelah menerima kebaikan Keluarga Yao, ia justru berbalik menindas anggota keluarganya sendiri. Seandainya kakekmu masih ada, orang itu pasti sudah dihukum berat.”

Sambil menyapu lantai, Shen Tianyang bertanya tenang, “Paman Leluhur, apakah semua murid sekte besar sekuat itu?”

Shen Luzong menggeleng. “Mereka hanya murid luar. Jika yang kau hadapi murid dalam atau murid sejati, kau takkan punya peluang sedikit pun. Bahkan Shen Furong sendiri kemungkinan hanyalah murid luar dengan peringkat cukup tinggi.”

Shen Tianyang terdiam. Menurut perhitungannya, kekuatan Shen Furong setidaknya berada di tingkat kesembilan Ranah Bela Diri Fana, namun itu pun masih sebatas murid luar.

Betapa mengerikannya murid dalam dan murid sejati?

“Aku harus mencari beberapa alkemis,” ucap Shen Tianyang, sebuah rencana mulai terbentuk di benaknya.

“Kebanyakan alkemis di Ibu Kota Kekaisaran sudah bergabung dalam aliansi,” Shen Luzong menghela napas.

“Mencari mereka sangatlah sulit. Alkemis itu langka—diperebutkan oleh berbagai kekuatan, atau dibina langsung oleh keluarga besar.”

Mata Shen Tianyang berkilat. “Kalau begitu, aku akan pergi ke Taman Herbal Danxiang dan berbicara dengan wanita itu mengenai suatu urusan.”

Ia meletakkan sapu dan bergegas keluar toko, menuju Taman Herbal Danxiang terbesar yang terletak di pusat Ibu Kota Kekaisaran—markas utama seluruh Taman Herbal Danxiang di kota itu.

Markas tersebut merupakan sebuah kawasan luas bagaikan kediaman bangsawan.

Setelah Shen Tianyang menyebutkan identitasnya, ia segera disambut dengan hangat.

Seorang pelayan perempuan membimbingnya melewati paviliun dan halaman yang berlapis-lapis, hingga mereka tiba di sebuah taman penuh bunga warna-warni yang bermekaran indah. Di tengah taman itu berdiri sebuah rumah berukuran sedang.

Di antara lautan bunga, aroma harum memenuhi udara, menyegarkan jiwa dan raga. Pada saat itulah, dari dalam rumah terdengar suara lembut nan memikat,...

“Tuan Muda Shen, silakan masuk. Aku tahu kau pasti akan datang.”

Suara itu manis dan bergetar, tawa kecilnya menggoda imajinasi. Shen Tianyang menenangkan hatinya, lalu melangkah maju dengan langkah mantap.

Ia memasuki sebuah aula kecil yang elegan dan semerbak wangi. Di sana duduk seorang wanita anggun dan memesona, tengah menyeduh teh kelopak bunga dengan gerakan halus. Dialah Hua Yueyun.

Terakhir kali mereka bertemu, wajahnya tertutup cadar. Kini, kecantikannya jauh melampaui bayangan Shen Tianyang.

Ia mengenakan gaun kasa putih tipis; lengan-lengannya tampak bak teratai giok, kaki jenjangnya berkilau samar di balik kain.

Yang paling mematikan adalah lekuk pinggang ramping dan belahan dada yang tersirat jelas di balik busana tembus pandang itu—sebuah pesona yang sengaja diperlihatkan tanpa rasa sungkan.

Ini adalah godaan yang terang-terangan. Seandainya Shen Tianyang tak memiliki kendali diri yang kuat, ia mungkin telah kehilangan sikap sejak tadi.

Yang membuatnya heran bukanlah kecantikan itu sendiri, melainkan satu pertanyaan yang terus mengiang di benaknya— mengapa wanita sekelas Hua Yueyun memperlakukannya dengan cara seperti ini?

Bersambung Ke Bab 34

Komentar, like dan vote para sahabat merupakan amunisi author

1
Ananrac
🔥🔥🔥🔥
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjutttyy
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjut thor
Beruang Terbang: siiyyyaappp Komendan laksanakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!