NovelToon NovelToon
RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

RATU (Terjebak Di Tubuh Anak Malang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Wanita perkasa / Putri asli/palsu
Popularitas:76.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Hana, seorang anak yang tertukar pada saat dilahirkan, akhirnya bisa kembali kepada keluarganya. Namun, ia tak pernah menyangka, perasaan bahagia, kehidupan manis dengan orang tua, semuanya hanya harapan palsu semata. Ia diambil hanya untuk reputasi orang tua. Diabaikan, ditindas, bahkan mati pun tidak dipedulikan.

Jiwanya tidak menerima kematian, ia menoreh takdir pada langit, meminjam jiwa yang kuat.

Jiwa seorang Ratu hebat dari kerajaan Amerta, terpanggil untuk membalaskan dendam Hana. Jiwa leluhur yang terusik oleh derita sang penerus. Pewaris kehormatan dari kerajaan agung Amerta.

Nasib semua orang pun berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Satu minggu sudah berlalu, Hana dan para penduduk desa Amanaly berbondong-bondong mendatangi jurang di mana Hana dibuang dan mati mengenaskan. Sejauh dua puluh kilo meter mereka berjalan kaki, menapaki pematang dan perkebunan.

Para orang tua, wanita, dan anak-anak, semuanya pergi membawa sesembahan untuk leluhur. Pembersihan dilakukan saat panen kedua dalam setiap tahunnya.

Di sepanjang jalan, tidak ada yang menarik perhatian Hana. Kecuali sebuah gerbang kuno di dekat hutan pinus. Gerbang yang diukir dengan kepala naga itu telah lapuk dan penuh lumut.

Ada apa di sana? Kenapa rasanya familiar sekali?

Hana bergumam di dalam hati, pandangannya tak lepas dari gerbang tersebut. Seolah-olah ada sesuatu yang menariknya untuk datang.

"Bi, yang di sana gerbang apa?" tanya Hana menunjukkan keberadaan gerbang tersebut.

Bi Sum mengikuti arah yang ditunjuk majikannya, ia menggeleng pelan.

"Tidak ada yang tahu ada apa di sana. Sejak bencana kelaparan terjadi, tempat itu tidak pernah lagi ada yang mengunjungi. Sepertinya itu peninggalan leluhur dari masa kerajaan dulu," jawab Bi Sum tak memberi kepuasan kepada Hana.

Peninggalan leluhur? Mungkinkah itu milikku?

Hana kembali bergumam, tempat itu harus ia kunjungi. Para penduduk berbaris di depan pintu gua, Hana menengadah. Tebing tinggi itu adalah tempat tubuh pemilik asli dijatuhkan. Sungguh biadab, siapapun pasti akan langsung mati jika dilempar dari atas sana. Bahkan, tak akan menjadi mayat utuh.

"Silahkan, Nona! Kuil leluhur di dalam sudah dibersihkan," ucap salah seorang penduduk yang keluar gua diikuti yang lainnya.

Hana mengangguk dan masuk seorang diri. Tempat asing yang belum ia kenal, tapi menjadi tempat kedatangannya ke dunia itu. Di dalam gua, terdapat patung dirinya yang masih menjadi ratu. Dipahat dengan sempurna, tanpa cela sedikit pun.

Hana mendekat, menatap sepasang mata patung yang memancarkan kedamaian dan kebijaksanaan. Gaun yang dikenakannya adalah gaun yang ia kenakan di hari kedatangannya ke dunia itu.

"Siapa yang membuat patungku di sini? Kenapa aku tidak ingat sama sekali?" Hana bergumam, semakin mendekat.

Di bawah kakinya di pasang sebuah prasasti yang diukir dengan ukiran bunga mawar yang rumit. Ukiran kesukaan sang ratu. Hana berjongkok, menyapu prasasti tersebut. Samar ia melihat sebuah tulisan yang sudah lapuk tergerus zaman.

Perlahan ia mengeja setiap huruf kuno itu, tulisan yang berlaku pada masa kerajaan Amerta.

DIBANGUN UNTUK MEMPERINGATI KEPERGIAN RATU YANG KE SEPULUH TAHUN. SEPULUH TAHUN KESENGSARAAN KAISAR ALARIC ATAS MENGHILANGNYA SANG RATU. BUKTI CINTA RAKYAT KEPADA IBU NEGARA. SEMOGA RATU AMERTA KEMBALI DENGAN SELAMAT.

Clak!

Air mata Hana jatuh tanpa terasa, tangannya masih menyapu tulisan itu. Ia rindu kepada rakyat Amerta, ia rindu kepada suaminya. Ia rindu istana dan sidang-sidang yang selalu dihadirinya. Ia rindu pelukan anak-anak kecil dari rakyatnya. Rindu semua tentang kerajaan Amerta.

"Ternyata di sana aku sudah menghilang selama sepuluh tahun. Padahal, jelas-jelas aku baru melewati tiga puluh hari di dunia ini. Yang Mulia, bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja? Apa kau tahu aku di mana?" lirih Hana dengan air mata yang terus berjatuhan.

"Aku adalah leluhur desa ini. Mungkin desa ini memiliki ikatan denganku di masa lalu, tapi aku tidak pernah tahu keberadaan gua ini," gumam Hana lagi seraya bangkit dan berjalan semakin dalam.

Tak ada apapun lagi di sana, hanya dinding batu yang dingin yang dihias kain merah dan lampu-lampu lilin. Ia kembali keluar, di mana semua penduduk sedang menunggunya.

"Kalian kembali saja, aku akan tinggal di sini beberapa hari lagi," katanya kepada para penduduk.

"Baik, Nona. Anda tenang saja, di sini tidak ada binatang buas. Kami akan bergantian datang membawakan makanan untuk Anda," ucap salah satu warga dengan ramah.

"Tidak perlu. Di sini sudah ada banyak makanan. Cukup untukku makan selama beberapa hari ke depan," jawab Hana membuat semua penduduk kebingungan.

Tak ada makanan di sana, kecuali yang mereka suguhkan untuk patung leluhur mereka di dalam gua.

"Nona, ponsel ini milik Anda. Simpanlah, ponsel ini terhubung dengan orang-orang kita di kota. Jika Anda membutuhkan sesuatu, jangan ragu untuk melakukan panggilan ke villa. Kami akan segera datang membantu," ucap Bi Sum menyerahkan ponsel kepada Hana.

"Terima kasih banyak, Bi. Kalian, silahkan pergi!" katanya seraya kembali ke dalam gua untuk mencari petunjuk tentang tempat tersebut.

"Pasti ada sesuatu yang bisa menjadi petunjuk untukku di gua ini. Tempat ini asing, tapi aku merasakan cinta yang besar di sini," katanya di hadapan kain merah yang menutupi dinding gua.

Ia menarik kain tersebut dan melemparnya jauh. Benar-benar hanya dinding biasa, tak ada apapun di sana. Namun, Hana tersenyum, teringat pada suaminya yang penuh dengan misteri.

Ia meraba dinding dengan mata terpejam.

"Pejamkan matamu dan raba dinding ini. Rasakan dengan hatimu maka kau akan menemukan rahasia yang tersimpan di sini."

Dalam keadaan itu, kalimat kaisar mengiang di telinganya. Ia pernah mengunjungi suatu tebing batu, di mana tak ada apapun di sana. Hanya bebatuan yang membentuk dinding besar menjulang.

Deg!

Hana menemukan sesuatu di sana, sebuah tali yang tak akan terlihat oleh kasat mata. Hanya dengan perasaan cinta yang tulus, rahasia itu bisa ditemukan.

Hana membuka mata, menatap tempat yang ia raba. Lalu, menarik tali itu keluar. Dinding batu tersebut bergerak perlahan, menciptakan getaran kecil di dalam gua. Hana menunggu dengan sabar, dengan jantung berdebar. Apakah akan sama seperti yang Kaisar tunjukkan kepadanya?

Dinding tersebut terbelah, mata Hana terbelalak dengan sesuatu di dalamnya.

"I-ini ...."

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣 selir bertemu ratu
Ziah Salsabilah
lnjutttttt
kaylla salsabella
kira" siapa ya
vj'z tri
tes tes tes cek cek cek 123 hallo /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
kaylla salsabella
seru🤣🤣🤣
Tiara Bella
Hana luar biasa KK kknya malah gk bisa apa².
Reka Cantika
Lanjutkan
kaylla salsabella
kira" siapa ya
Maria Lina
kok 1 melulu thor biasakn 2 thor
kaylla salsabella: mungkin anak nya author belum sembuh kak
total 1 replies
Reka Cantika
semoga lekas sembuh ya Thor
Eka Haslinda
semoga dede segera sembuh.. aaammiinnn
kaylla salsabella
semoga cepet sembuh dedeknya
tutiana
gws buat dedenya Thor
vj'z tri
semoga cepet sembuh ya Thor 🤲🤲🤲🤲amin
Yogi Prakoso
gak papa Thor semoga lekas sembuh dede nya
Tiara Bella
gpp Thor moga cepet sembuh bt ddnya yg lg sakit....
kaylla salsabella
sepertinya suruhan selir
kaylla salsabella
iya liana kemana
kaylla salsabella
syukur in tunggu giliran mu shopi🤣🤣🤣
Tiara Bella
liana pasti' diculik sm selir itu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!