NovelToon NovelToon
Kau Rebut Kekasihku, Ku Nikahi Ayahmu

Kau Rebut Kekasihku, Ku Nikahi Ayahmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Anak Genius / Pengantin Pengganti
Popularitas:648.7k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Nikahi aku Om!"

Di hari yang seharusnya menjadi gerbang kebebasannya, Auryn Athaya Wiguna justru ditinggalkan di pelaminan. Calon suaminya kabur bersama seorang gadis remaja, meninggalkan noda malu yang tak terhapuskan bagi keluarga Wiguna. Namun, saat dunia seolah runtuh, Auryn melihat sebuah peluang di tengah kerumunan tamu, Keandra Mahessa, ayah dari gadis yang menghancurkan pernikahannya.

"Putrimu membawa kabur calon suamiku. Jadi, Om harus bertanggung jawab!"

Tanpa bantahan, pria matang berusia 38 tahun itu mengiyakan. Dengan mahar seadanya dan tatapan yang sulit dibaca, Keandra menarik Auryn ke dalam ikatan suci yang tak terduga. Bagi Auryn, pernikahan ini adalah senjata. Jika Leandra Mahessa merebut kekasihnya, maka ia akan merebut posisi tertinggi di hidup Lea, menjadi ibu tirinya.

"Kamu merebut kekasihku, maka akan kubuat hidupmu seperti neraka, Lea." Namun, Auryn tak menyadari bahwa menikahi Keandra berarti masuk ke dalam sangkar emas milik pria yang jauh lebih berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Welcome Home ... Lea

Auryn tidak langsung pulang ke rumah setelah urusan di kampus selesai. Rasa kesal akibat diusir Keandra dari kelas masih membekas, dan cara terbaik bagi Auryn untuk meredakan emosi adalah dengan menghabiskan uang. Ia memacu taksi online-nya menuju pusat perbelanjaan paling mewah di kota ini. Kartu hitam yang diberikan Keandra tadi pagi seolah berteriak minta digesek.

Langkah kakinya membawa Auryn masuk ke toko skincare ternama. Ia mengambil berbagai macam serum, masker, hingga pelembap tanpa melihat label harga. Ia menikmati kebebasan ini. Dulu, orang tuanya selalu membatasi pengeluarannya dengan ketat, selalu membanding-bandingkan dirinya dengan saudaranya yang lain.

"Enggak ada lagi yang bakal teleponin dan teriak ... 'Auryn pulang! Kamu boros banget, enggak kayak kakakmu, enggak kayak adekmu!' Bosen dengernya," gumam Auryn sambil melempar sebuah krim mata mahal ke dalam keranjang.

Di rumah Wiguna, Auryn selalu menjadi domba hitam. Abangnya dipuji karena pintar mengelola aset, adiknya dipuja karena prestasi akademiknya. Sementara Auryn? Ia hanya dianggap beban yang hobinya bersenang-senang. Padahal, Auryn hanya ingin menikmati hidup dengan caranya sendiri.

Setelah puas dengan urusan kecantikan, ia beralih ke butik pakaian. Ia memilih beberapa setelan yang lebih dewasa namun tetap menunjukkan sisi mudanya yang provokatif. Ia ingin terlihat berkelas, bukan karena ingin dipuji, tapi karena ia tahu bahwa di rumah Mahessa nanti, penampilannya adalah senjatanya.

"Make-up sudah, baju baru sudah, makan enak sudah ... apalagi ya?" gumamnya saat mengantri di kasir.

Pandangannya tak sengaja menangkap area pakaian dalam di sudut butik. Mata Auryn berbinar. Ia melangkah mendekat dan melihat deretan lingerie yang tertata rapi. Jemarinya menyentuh bahan sutra dan renda yang lembut.

"Iiiih, bagus banget saringan minyak ini," gumamnya dengan mata bulat yang berbinar nakal. Ia mengambil satu set lingerie transparan berwarna hitam dengan aksen bulu-bulu halus. "Ih, gemes deh ada motif macannya, ini juga ada bando telinga kucingnya."

Tiba-tiba, sebuah ide gila melintas di kepalanya. Senyum sinis terbit di bibirnya. "Kalau aku kerjain si Om kaku itu pakai ini, kira-kira dia bakal jantungan atau malah langsung khilaf ya?" batinnya nakal.

"Ada yang bisa saya bantu, Dek?" tanya seorang pelayan toko dengan nada ragu, memandang wajah Auryn yang memang masih terlihat sangat muda, hampir seperti anak SMA yang tersesat.

"Saya ambil yang ini, Kak," ucap Auryn menyerahkan pilihan pakaian dalam paling berani itu.

Pelayan itu menerimanya dengan dahi berkerut, menatap Auryn dari atas ke bawah seolah sedang menghakimi moralitasnya. Auryn yang sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu hanya memutar bola matanya.

"Sudah nikah, Kak. Saya bukan wanita malam. Astaga, orang-orang zaman sekarang otaknya suka turun ke lubaaang hidung kalau lihat yang bening dikit," cetus Auryn tajam, membuat pelayan itu tersentak malu dan segera pergi ke kasir.

Saat menunggu pembungkus, ponsel Auryn bergetar. Nama "Om Jaamet" muncul di layar. Bukannya menjawab, Auryn justru mematikan teleponnya dengan senyum puas.

"Haha! Rasakan! Kamu pikir setelah mengabaikan pesanku seharian, aku akan langsung angkat teleponmu? Tidak akan, Orang Tua!" desisnya puas.

.

.

.

.

Malam hari menyelimuti kediaman Mahessa dengan kesunyian yang elegan. Keandra baru saja pulang, wajahnya tampak sangat letih setelah seharian mengajar dan mengurus bisnis. Hal pertama yang ia cari bukanlah makan malam, melainkan keberadaan istri kecilnya yang sempat mengabaikan teleponnya berulang kali.

Ia menemukan Auryn di kamar Jeandra. Pemandangan itu sempat membuat Keandra terpaku di ambang pintu. Auryn, dengan kesabaran yang tak pernah ia sangka, tengah mengajari Jeandra menulis abjad di sebuah buku gambar besar.

"Iya, tarik garisnya ke bawah ... pintar!" seru Auryn memberikan semangat.

"Kalau Andla pintal, Andra dapat apa?" tanya Jeandra dengan mata bulat yang penuh harap.

Auryn tersenyum manis, mengacak rambut putra tiri kecilnya itu. "Dapat ... k3cupan dari Mommy! Muah!" Auryn mengecup gemas pipi Jeandra, membuat bocah itu tertawa geli.

"Ekhem!"

Deheman keras Keandra merusak momen hangat tersebut. Auryn mendongak, tatapan manisnya seketika berubah menjadi sinis dan dingin begitu melihat suaminya berdiri di sana.

"Batuk, Om? Minum Baygon gih, biar cepat sembuh," ucapnya ketus sebelum kembali fokus pada Jeandra.

Keandra menghela napas panjang, menahan diri agar tidak meledak di depan putranya. "Aku mau bicara sama kamu. Sekarang."

Auryn memutar bola matanya malas, jarinya masih menunjuk huruf 'B' di buku Jeandra. "Bicara di sini saja, aku malas jalan. Kaki aku capek habis keliling mall pakai uang Om."

Keandra memijat pelipisnya. Ia tahu, bicara baik-baik tidak akan mempan. Semakin ia mencoba bersikap sabar, Auryn justru semakin melunjak. Tanpa peringatan, Keandra melangkah maju, membungkuk, dan langsung mengangkat tubuh Auryn dalam gendongannya.

"Eh, eh! Om mau apa?! Turunkan! Turunkan aku, Om Jamet!" teriak Auryn meronta-ronta. Jeandra hanya bisa melongo melihat Mommy barunya dibawa pergi seperti karung beras oleh ayahnya.

Suasana rumah yang tadinya tenang mendadak bising oleh teriakan Auryn saat Keandra membawanya menuruni tangga menuju ruang tengah. Namun, langkah Keandra mendadak berhenti di anak tangga terakhir. Tubuhnya menegang.

"Daddy?"

Suara seorang perempuan muda yang terdengar tajam dan penuh luka menggema di ruangan itu. Keandra perlahan berbalik, matanya membulat kaget melihat sosok remaja perempuan yang berdiri di hadapannya dengan wajah pucat dan tangan yang mencengkeram erat tali tasnya.

Itu Lea Aprilia Mahessa. Gadis yang menjadi pemicu segala kekacauan ini.

Lea menatap sang ayah dengan pandangan tidak percaya, lalu tatapannya beralih pada Auryn yang masih berada di gendongan Keandra. Matanya berkilat penuh kebencian dan keterkejutan yang luar biasa.

"Kenapa wanita itu ada di sini?! Kenapa Daddy menggendong dia?!" sentak Lea dengan nada suara yang meninggi, hampir histeris.

Auryn, yang tadinya meronta, kini mendadak diam. Ia justru sengaja menyandarkan kepalanya di bahu Keandra, memberikan kenyamanan yang provokatif. Ia menarik sudut bibirnya, menatap Lea dengan tatapan predator yang sudah menemukan mangsanya.

"Welcome home, Lea," ucap Auryn dengan nada suara yang paling manis, namun terdengar sangat beracun.

Dalam hatinya, Auryn membisikkan janji yang gelap, "Selamat datang di neraka yang kuciptakan khusus untukmu, Gadis Manis. Mari kita lihat, seberapa lama kamu sanggup bertahan melihat musuhmu menjadi penguasa di hidup ayahmu."

____________________________

1
Mey Abimanyu
lagi nunggu moment ternyata leak hamil trus di tinggal sama digta , trus cuma ua yg peduli sama di leak² Ponorogo 🤣😆😆
olyv
diihhh lele
olyv
sokooor lea
olyv
😂😂😂😂
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪
Maharani Rani
lanjutttt
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪
Cicih Sophiana
om klo mau bilang ke rumah Auryn bilang dong. .
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪💪
Dwi Winarni Wina
keander didik lea dengan jangan memanjakan terus, biar lea bisa menghormati/menghargai orang lebih tua...jangan sampai lea hamidun pergaulan bebas...

boleh memanjakan lea tapi jangan berlebihan....
Humaira
pecahkan aja sekalian, biar hilang pening nya Kean... 😂😂😂😂😂😏😏
❤️Rizka Aulia ❤️
suka alur ceritanya yg bagus ,aku tunggu up datenya lagi kak Author
❤️Rizka Aulia ❤️
aku terakhir merasakan kasih sayang seorang papa waktu aku kelas 1 -2 SMP (2002) karna setelah itu aku gak merasakanmya lagi karna mama dan papaku berpisah .
Shee_👚
g usah di pegangin aja itu kepala, jedotin aja itu kelapa biar pecah sekalian, terus end kan lebih bagus🤭
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
sleepyhead
yup somehow, bisa dibilang benar tor, tp kembali lg itu jg tergantung pada individu dan situasi.
Biasanya anak yg kekurangan perhatian dari ayah maybe lebih rentan mencari validasi dari pria lain ya, tapi itu jg jarang selalu terjadi.
Faktor lain keki lingkungan, or pengalaman hidup, and then kepribadian juga mempengaruhi siih yor menurut gua yaak heheheh 🤭
sleepyhead
kamar mandi selalu menjadi saksi bisu 🤣
Hindra Cechen
up lg dong thor🙏
Hindra Cechen
up thor
Eka ELissa
auryn..,..mna ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!