Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.
Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.
Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.
Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.
Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?
•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"
"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Satu hari bersama
Matahari terbit dari ufuk timur, memancarkan sinarnya yang menembus masuk ke dalam kamar Keanu dan Anindia. Keduanya sudah bersiap-siap untuk pergi hari ini, meskipun Anindia sendiri tidak tahu kemana suaminya itu akan membawanya.
Anindia sedang memoles wajahnya dengan makeup tipis-tipis, tidak terlalu mencolok tapi menambah kesan cantik pada dirinya. Ia mengenakan dress selutut berwarna merah muda, salah satu pakaian favoritnya ketika akan berjalan-jalan keluar seperti hari ini.
Sementara Keanu, ia masih sibuk dengan jam di tangannya. Ia yang baru saja selesai mandi langsung memakai kembali benda itu di tangannya. Rambutnya masih basah dan acak-acakan karena belum di sisir, namun sudah terlihat sangat tampan dengan kemeja lengan pendek yang seluruh kancingnya terbuka begitu saja. Di dalam kemeja itu, ia mengenakan sebuah kaus hitam yang menjadi gaya andalannya ketika ingin jalan-jalan seperti ini.
Keanu melirik sejenak ke arah Anindia yang masih terfokus pada cermin di depannya. Ia tersenyum sendiri ketika melihat paras cantik Anindia dari samping. Ia tidak bisa menyangkal bahwa aura cantik dari Anindia begitu menarik perhatiannya.
Anindia sendiri masih belum menyadari tatapan dari suaminya itu, ia masih fokus pada alat makeup di tangannya. Terakhir, Anindia memoleskan liptint di bibirnya, hanya sedikit karena ia tidak suka berdandan terlalu berlebihan.
"Keanu, aku udah siap," ujar Anindia sembari beranjak dari duduknya dan langsung menoleh ke arah Keanu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Keanu yang ternyata memperhatikannya sejak tadi.
"Cantik," hanya kata itu yang diucapkan oleh Keanu, sebelum akhirnya ia berjalan menghampiri istrinya itu.
Anindia langsung tersipu malu, bahkan rona merah di wajahnya pun terlihat jelas saat ini. Keanu yang merasa gemas langsung mencium pipi Anindia sejenak, lalu mengambil sisir untuk merapikan rambutnya sendiri.
"Udah nih, ayo!" Seru Keanu kepada Anindia sembari memberikan lengannya.
Anindia langsung mengambil tangan Keanu dan menggandengnya. Keduanya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga Bramantyo.
"Morning Ma, Pa," ujar Keanu dengan nada yang lebih ceria ketika menghampiri kedua orang tuanya.
Ayah dan ibunya langsung menoleh, mereka terkejut sejenak melihat Anindia dan Keanu yang sudah rapi pagi-pagi begini. Senyuman pun terukir di wajah keduanya, mereka merasa senang melihat Anindia dan Keanu yang terlihat semakin akrab saja akhir-akhir ini.
"Udah pada rapi, mau kemana nih anak-anak Mama?" Ujar ibu Keanu setelah meletakkan secangkir teh nya di atas meja.
"Mau keluar sebentar, Ma. Keanu ajak Nindi jalan-jalan, tapi Nindi juga gak tau Keanu mau ajak Nindi kemana," ujar Anindia menimpali.
"Papa senang melihat kalian yang mulai akrab seperti ini. Kalau pergi hati-hati ya?" Ujar ayah Keanu sembari menyeruput kopinya, setelahnya ia pun menoleh ke arah Keanu. "Keanu, jaga istrimu baik-baik."
"Pasti Pa, Keanu bakal jagain Anindia," ujar Keanu dengan anggukan singkat.
"Iya udah, ayo sarapan dulu," ujar ibu Keanu kemudian.
Anindia dan Keanu pun langsung duduk dan menikmati sarapan mereka. Anindia pun tidak merasa canggung lagi dengan keluarga Bramantyo, ia justru sedang merasa seperti sedang berada di rumahnya sendiri.
Momen sarapan itu terasa semakin hangat dengan perbincangan santai dari mereka. Suara dentingan sendok yang beradu dengan piring juga sesekali menghiasi suasana di sekitar mereka.
...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...
Setelah berpamitan dengan ayah dan ibunya, mobil Keanu pun berlalu pergi meninggalkan rumah itu di belakang. Musik akustik diputar sebagai latar belakang, membuat suasana terasa lebih rileks.
"Lo cantik banget hari ini Nindi, bidadari aja kalah dengan kecantikan lo," ujar Keanu yang masih fokus mengemudi.
"Kamu juga ganteng kok, ganteng banget malah," ujar Anindia jujur, namun wajahnya langsung merona ketika mengatakan hal itu.
"Arghh!! Baper gue dibilang ganteng," ujar Keanu yang merasa salah tingkah dengan pujian dari istrinya itu.
Anindia hanya menanggapinya dengan kekehan kecil, ia merasa lucu ketika melihat Keanu yang salting seperti itu. Keanu melirik sekilas ke arah Anindia, dengan seutas senyum yang sangat jelas terukir di wajahnya.
Saat itu, tiba-tiba saja tangan kiri Keanu menarik tangan kanan Anindia, lalu mengecupnya singkat. Hal itu jelas saja membuat Anindia merasa tidak karuan namun juga merasa sangat dihargai oleh suaminya itu.
Keanu pun melepaskan tangannya, lalu kembali pada setir di hadapannya. Ia merasa bahwa Anindia adalah dunianya sekarang, tidak ada lagi dunia liar yang membuatnya berandalan seperti dulu.
Beberapa menit melaju di jalanan, Keanu membelokkan mobilnya ke arah Monas. Anindia hanya tersenyum menanggapinya, ia berpikir bahwa Keanu hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan dirinya. Kemanapun Keanu akan membawanya, Anindia pun sudah merasa siap untuk hari ini.
"Kita kesini dulu gapapa, kan?" Ujar Keanu ketika menghentikan mobilnya.
"Kemanapun asal sama kamu, aku siap," ujar Anindia dengan senyum manisnya.
Keanu merasa senang mendengar jawaban dari Anindia, dan ia merasa bersyukur bisa mengenal Anindia lebih baik. Mereka pun keluar dari dalam mobil, lalu berjalan bersama untuk membeli tiket. Setelahnya, mereka pun langsung naik ke puncak Monas, menikmati keindahan kota Jakarta di Minggu pagi itu.
Setelah beberapa saat menghabiskan waktu di Monas, mereka pun kembali ke mobil dan ingin mengunjungi tempat-tempat lainnya. Keanu mengajak Anindia berkeliling kota Jakarta dengan mengunjungi beberapa tempat, seperti museum nasional, kebun binatang ragunan, dan taman mini. Mereka mengunjungi tempat-tempat itu hanya sebentar saja, tapi sudah cukup membuat Anindia merasa sangat senang.
Anindia benar-benar merasa rileks untuk hari ini, Keanu benar-benar membuatnya merasa santai hari ini. Bahkan, Anindia merasa bahwa dunia hanya milik mereka saja, seakan tidak ada orang lain di sekitarnya.
"Makasih ya Keanu, hari ini aku benar-benar rileks," ujar Anindia sembari menoleh ke arah Keanu yang masih fokus menyetir.
"Sama-sama, ini baru kota Jakarta lho. Liburan semester nanti Insya Allah gue ajak lo ke luar kota," ujar Keanu dengan seutas senyum.
"Makasih banyak Keanu, tapi jalan-jalan keliling gini aja udah seneng banget kok," ujar Anindia dengan senyum cerianya.
"Apapun yang bikin lo seneng, gue bakal lakuin demi lo," ujar Keanu kemudian.
Anindia hanya tersenyum menanggapinya, ia merasa bahwa Keanu benar-benar berubah demi dirinya. Tidak ada lagi Keanu yang menyebalkan seperti dulu, tapi lebih ke seorang Keanu yang berubah menjadi manis dan romantis seperti saat ini.
Keanu pun membelokkan mobilnya ke arah sebuah resto, ia mulai merasa lapar dan berniat untuk mengisi perut terlebih dahulu. Ia melirik jam tangannya, ternyata menunjukkan pukul dua siang, wajar saja jika perutnya terasa keroncongan di jam seperti ini.
"Kita makan dulu, nanti kita lanjutkan lagi jalan-jalan ya," ujar Keanu dengan nada lembutnya.
"Boleh," ujar Anindia dengan anggukan singkat.
Mereka pun keluar dari dalam mobil. Keanu langsung menggenggam tangan Anindia dengan sangat protektif, seakan ia takut kehilangan istrinya itu di keramaian.
Setibanya di dalam resto, Keanu dan Anindia duduk di salah satu meja, lalu memesan makanan yang mereka inginkan. Banyak orang yang mengira bahwa mereka sedang berpacaran, wajar saja karena usia mereka yang masih muda. Bahkan tak jarang beberapa orang berbisik-bisik tentang keduanya.
"Liat deh, masih pacaran aja kayak gitu. Jangan-jangan udah nginep di hotel, haha," ujar salah seorang wanita sekitar umur 25-an kepada temannya sembari berjalan menjauh.
Anindia hanya bisa menghela nafas panjang ketika mendengar perkataan orang itu. Sementara Keanu hanya bersikap santai, tidak ingin memikirkan hal itu lebih lanjut.
"Kok ada ya orang mikirnya gitu, Keanu?" Bisik Anindia setelah wanita itu sudah menjauh.
"Biarin aja lah, gak usah ditanggepin. Lagian kita memang pacaran kok, versi halalnya," ujar Keanu dengan seutas senyum.
Mendengar perkataan Keanu, Anindia pun langsung tersenyum. Kata-kata yang keluar dari mulut suaminya sedikit menenangkan hatinya. Saat itu, pesanan mereka pun tiba. Mereka langsung menikmati makanan itu diiringi dengan perbincangan santai, sesekali Keanu menyuapi Anindia dengan makanan yang di pesannya.
Setelah mengisi perutnya, keduanya kembali melaju di jalanan menuju ke tempat terakhir yang ingin Keanu datangi hari ini bersama Anindia. Anindia merasa penasaran, tapi Keanu sama sekali tidak memberitahunya meskipun Anindia sudah menanyakannya berulang kali.
Anindia pun akhirnya hanya bisa terdiam, membiarkan kemana suaminya itu membawanya. Anindia melirik jam tangannya, ternyata sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Ia baru menyadari bahwa ternyata mereka sangat lama menghabiskan waktu di resto tadi.
Beberapa menit kemudian, Keanu pun membelokkan mobilnya ke arah pantai ancol. Anindia bisa melihat jelas langit yang mulai jingga di atas sana. Ia menoleh ke arah Keanu dengan senyuman, merasa tidak menyangka bahwa Keanu akan membawanya ke tempat yang begitu indahnya.
"Nah, tempat terakhir yang kita datangi hari ini. Gimana, suka?" Ujar Keanu setelah menghentikan mobilnya di area pembelian tiket.
"Suka banget, makasih Keanu," ujar Anindia menatap Keanu dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
"Sama-sama, ayo kita masuk." Ujar Keanu setelah mendapatkan tiket dan melajukan mobilnya menuju ke arah tempat parkir.
Mereka pun turun, Keanu langsung mengulurkan tangannya yang langsung disambut dengan tangan Anindia. Tangan mereka kembali tergenggam, keduanya berjalan menuju ke arah pantai.
Hamparan pasir putih yang luas terbentang jelas di hadapan mereka. Angin laut yang sejuk membuat Anindia merasa semakin rileks hari ini. Suara deburan ombak terdengar menyapu di setiap bibir pantai, menambah suasana menjadi lebih santai.
Keduanya berjalan beriringan melewati air laut yang membasahi kaki mereka. Bahkan, Keanu dengan protektif nya merangkul pinggang Anindia agar tidak bersentuhan dengan orang-orang yang berlalu lalang. Anindia yang terkejut hanya bisa menatap Keanu tanpa kata yang hanya dibalas dengan senyuman tampan dari suaminya itu.
Setelah berjalan-jalan di pinggiran pantai, mereka berdua duduk di atas pasir yang menghadap langsung ke arah lautan yang luas. Langit di atas sana kini berubah menjadi gradasi warna yang sangat memanjakan mata. Pemandangan sunset sore itu benar-benar membuat nyaman kedua insan itu.
"Nindi," panggil Keanu di sela-sela keheningan.
"Iya?" Ujar Anindia yang kini menoleh ke arah suaminya itu, penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Keanu.
"Sunset itu memang indah, tapi cintaku ke kamu lebih indah. Kamu membuatku merasa lebih berarti, kamu yang membuatku merasakan arti dunia yang sebenarnya. Dan karena kamu, kini aku mengerti apa itu cinta," ujar Keanu yang terdengar sangat lembut dan manis di telinga Anindia.
Anindia sangat terkejut dengan penuturan Keanu yang mulai menggunakan kata 'aku dan kamu'. Ia merasa bahwa Keanu benar-benar tulus ketika mengatakan hal itu, jelas saja membuat hati Anindia langsung tertegun.
Tanpa aba-aba, Anindia langsung menyandarkan kepalanya di bahu Keanu, membiarkan rasa nyaman ini berlabuh bersama orang yang tepat. Sementara Keanu hanya tersenyum menanggapinya, ia pun langsung membelai lembut rambut istrinya itu.
"Terima kasih, Keanu... Kamu benar-benar membuatku merasa dicintai," ujar Anindia yang sedikit mendongak ke arah suaminya itu.
"Seharusnya aku yang berterima kasih, kamu yang membuatku menjadi seperti ini. Terima kasih sayang, karena sudah hadir di dalam hidupku," ujar Keanu dengan seutas senyum.
Anindia hanya menanggapinya dengan senyum dan anggukan singkat. Tak ada perbincangan apapun lagi di antara keduanya. Mereka hanya membiarkan momen hangat itu, tanpa menghiraukan tatapan aneh dari orang-orang yang juga berkunjung di pantai.
Mereka berdua menikmati indahnya sunset yang menghiasi langit Jakarta. Di pantai itu, cinta mereka mulai berlabuh. Tapi, akankah momen itu akan selalu menghiasi keduanya ketika rahasia akan terbongkar nantinya?
^^^Bersambung...^^^