NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:270.3k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Ganti Bajumu !

"Masuk!" titah Aldo setelah membukakan pintu mobilnya.

Mau tak mau Kirana terpaksa masuk mengikuti Aldo. Kirana tak ingin membuat keributan di tempat umum yang bisa mengganggu posisi Mia di tempat karaoke maupun pihak lain.

Aldo pun segera masuk lalu menekan pedal gas dalam-dalam meninggalkan tempat hiburan malam tersebut. Suasana di dalam sedan mewah seketika senyap karena tidak ada satu pun di antara mereka berdua yang bersuara atau membuka pembicaraan.

Kirana membuang pandangannya ke arah jendela sampingnya. Sedangkan Aldo yang masih diliputi kemarahan pada Kirana, menggenggam kencang kemudi mobilnya. Namun sesekali ia melirik ke arah Kirana yang duduk di sampingnya.

Tak berselang lama, mobil Aldo berhenti di sebuah apartemen ternama. Kirana sempat tertegun melihat gedung apartemen kategori cukup mewah tersebut.

Dalam hatinya, Kirana sempat bertanya-tanya apakah Aldo punya unit di apartemen mewah tersebut atau punya temannya ?

Faktanya, Aldo punya unit di apartemen tersebut. Beberapa bulan yang lalu ketika dirinya hendak survey lokasi cafe bersama rekan-rekannya di Surabaya, Aldo melihat beberapa brosur apartemen serta rumah yang dijual.

Aldo akhirnya membeli unit apartemen tersebut karena jaraknya tak begitu jauh dari lokasi cafenya nanti. Namun Aldo membeli unit tersebut tanpa sepengetahuan Hana. Aldo pikir Hana akan setuju mengenai tempat tinggal yang ia pilih di Surabaya nanti.

Akan tetapi dua bulan menjelang kepindahannya ke Surabaya, Hana mengutarakan keinginannya untuk tinggal di sebuah rumah bukan apartemen.

Hana juga ingin rumah mereka nanti tak jauh dari lokasi sekolah Kenzo. Akhirnya Aldo membeli sebuah rumah di Surabaya sebagai tempat tinggal mereka sesuai keinginan Hana.

Rencananya setelah acara pembukaan cafe, apartemen tersebut hendak dijual oleh Aldo. Namun belum sampai acara pembukaan cafenya, Aldo bertemu Kirana. Kini, Aldo justru hendak mengurungkan niatnya untuk menjual unit tersebut.

Klik...

Aldo membantu Kirana membuka sabuk pengaman. Lalu, tangan Aldo dengan cepat menyambar jaketnya yang ada di bangku belakangnya.

"Pakai ini!" titah Aldo dengan tegas.

Aldo tak ingin orang lain melihat kemole_kan tubuh Kirana yang saat ini berpakaian cukup ketat dan se_xy.

Kirana pun menurutinya tanpa banyak kata atau bantahan.

Setelah itu, mereka berdua pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung apartemen tersebut.

"Kita mampir dulu beli baju!" ajak Aldo seraya menggandeng lengan Kirana tetap erat dan berjalan menuju sebuah outlet pakaian yang ada di area lobi.

Kebetulan di lobi apartemen terdapat toko pakaian untuk wanita dan pria yang buka selama 24 jam. Begitu pun mini market, cafe dan restauran di sana.

"Baju ganti dan tasku ada di loker karyawan!" gerutu Kirana dengan suara tertahan agar tidak terdengar orang lain.

"Kamu tak perlu khawatir soal barangmu di sana. Nanti Rama yang akan bereskan!" tegas Aldo berusaha meyakinkan Kirana.

Kirana mencebik.

Dengan cepat Aldo mengambil beberapa potong baju untuk Kirana, bahkan lengkap dengan dala_man nya juga.

"Aku harap ukuran nya tidak berubah. Sudah benar kan yang aku ambil?" tanya Aldo lirih dan Kirana mendengar dengan jelas. Namun Kirana begitu malas untuk meresponnya. Ia sengaja memilih untuk mendiamkan Aldo.

Tak ada respon apapun dari Kirana, Aldo menghela nafas beratnya. Namun, ia tak mau ambil pusing.

Aldo tentu masih mengingat dengan jelas ukuran baju hingga dalam_man Kirana. Bahkan letak dan jumlah ta_hi lalat di tubuh Kirana, Aldo masih sangat hafal.

Setelah membayar seluruh belanjaan bajunya, Aldo segera naik menuju unit miliknya menggunakan lift.

Tring...

Aldo dan Kirana keluar dari lift dan kini mereka ada di lantai delapan. Setibanya di depan unitnya, Aldo memasukkan sebuah kode sebagai kuncinya.

Ceklek...

Derit pintu dibuka. Tanpa melepaskan genggaman tangannya pada lengan Kirana, Aldo menutup pintu utama lalu membawa masuk istri keduanya itu ke dalam kamar.

Unit apartemen milik Aldo punya tiga kamar tidur. Dua kamar memiliki kamar mandi di dalamnya. Satu kamar yang lain berukuran lebih kecil dengan kamar mandi luar, biasanya dikhususkan untuk pembantu. Terdapat ruang tamu lengkap dengan sofanya juga sebuah dapur dan bar mini serta meja makan.

"Ganti bajumu!" titah Aldo seraya menyerahkan paper bag yang berisikan pakaian Kirana yang tadi mereka beli di lobi apartemen.

"Sebenarnya apa maumu membawaku kemari?" tanya Kirana seraya menepis paper bag yang diberikan Aldo.

Beruntung pertahanan tangan Aldo begitu kuat sehingga paper bag tersebut masih berada di tangannya dan tak jatuh ke lantai.

"Ganti bajumu dulu, baru kita bicara."

Aldo berusaha menurunkan nada suara dan kadar emosinya. Ia melihat wajah Kirana yang seakan ketakutan padanya.

"Cepat katakan! Aku ingin urusan kita cepat selesai dan pulang!" desak Kirana.

Sungguh, saat ini Kirana begitu merindukan Anin di rumah sakit. Ia ingin memeluk putrinya itu.

"Aku benci sama bajumu saat ini, Ki!" bentak Aldo yang mendadak ikut terpancing kembali emosinya. "Apa kamu enggak ngaca?" desisnya.

Niat awal Aldo ingin berbicara secara baik-baik dengan Kirana. Bahkan Aldo ingin sekali memeluk tubuh itu penuh kehangatan. Sungguh ia rindu dan mendamba.

Namun, semua itu sirna kala bendera pembangkangan justru yang ditunjukkan oleh Kirana saat mereka bertemu setelah lima tahun lebih berpisah. Pikiran negatif pun berseliweran di benak Aldo saat ini.

"Memangnya kenapa dengan bajuku?" Kirana sengaja memprovokasi karena emosinya pada Aldo sedang berada di garis terdepan. Membuntukan pikiran dan logika cintanya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Tutik Karlos
pasti soal perceraian....Aldo harus menceraikan Kirana ...
karna Bastian jatuh cinta PD kirana
oyen
syarat nya mungkin kudu cere sama kirana
Zuhril Witanto
apa syaratnya harus bercerai
Zuhril Witanto
sibuk tidur 😂😂
Sunaryati
Lanjuut emak tunggu
Sunaryati
Bastian suka sama ibunya saja, karena Kirana ada Anin terpaksa belajar suka dengan Anin, tapi sepertinya Aldo tidak akan melepas Kirana, apalagi Anin. Namun biarkan jika bersama Bastian agar Aldo sadar jika Kirana tidak mau jadi madu, tahu rasanya cemburu, jadi juga bisa merasakan diduakan itu tidak enak. Dan Kirana sadar tindakannya salah, walau istri pertama tidak bisa menjalankan perannya sebagai istri secara utuh, terutama tentang kebutuhan batin.
Anonymous: aldo ini tipe yang harus di gebukin dulu baru sadar
total 1 replies
Indriani Kartini
jangan terhasut Kirana, kmu juga jangan egois dan keras kepala, pentingkan kesembuhan anin
Indriani Kartini
jangan egois Kirana,
Teh Euis Tea
bastian jgn bilang syarat ketemu anin aldo suruh cerai sm kirana awas aj tak jewer kupingmu
Helnita Febriana
aldo bukan orang begok bastian, bisa jadi lu sendiri yang akan diancam ma aldo, apalagi aldo dah tau kebenaran tentang anin
Ari Atik
bastian/Curse//Curse//Curse/
Ayesha Almira
tp aldo dh tau keberadaan anin..
Iccha Risa
Bastian ini mah buat keuntungan diri sendiri, licik pantes Anin ga sukaa... Kirana peka doong nie org suka kamu... halangan buat bersama selalu ada
Jumi Nar
toloooong othor solehot syaratnya jngan tanda tangan surat cerai please🙏🙏🙏
Nena Anwar
bocil aja tau ya mana yg tulus dan mana yg modus, keren Anin udah antisipasi duluan
Nena Anwar
ikatan bathin sungguh kuat si kembar pun tantrum barengan dengan alasan yg sama yaitu Papa Aldo
Putri Dhamayanti
syaratnya harus mau bercerai dg Kirana, gt?? cih... bnr² minta dilempar ke laut nih si kuceL...

Anin pinter, jangan mau dideketin sm kucel ndak tampan 🤣 ... gak suka anak² om itu
Linda Yohana
Bagus novelnya
Tuti Tyastuti
𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘴𝘵𝘪𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘬𝘸𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘣𝘢𝘴
Sugiharti Rusli
paling si Bastian akan mengajukan persyaratan Aldo bisa bertemu putrinya asal menandatangani berkas perceraian milik Kirana tuh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!