NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Menjadi NPC / Fantasi Wanita / Time Travel
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 : Dia Penyihir Itu

...Happy Reading^^...

...💮...

Mataku tetap terpaku pada gadis kecil yang tampaknya baru mandi itu, rambutnya masih basah dengan adik yang digunakan untuk mengeringkan rambutnya.

Tapi wajah itu membuat sangat terkejut.

Mataku yang penuh keterkejutan bertatapan dengan mata bingungnya.

Dan aku mendapatkan kembali potong memori kehidupan Azalea Lorienfield.

Tanpa sadar aku mundur dan nyaris menabrak Bibi Edel yang duduk di depan kasur.

"Eh sayang kamu kenapa?" tapi aku tidak menjawab pertanyaan Bibi Edel karena masih terpaku pada gadis yang berdiri di depanku.

Dia benar-benar mirip orang itu! Penyihir itu! Penyihir yang menjadi musuh kubu Azalea saat perebutan takhta terjadi.

Tanpa sadar aku berjalan keluar ruangan, pergi tanpa pamit pada Bibi Edel yang terus memanggil namaku.

"Sayangku! Kamu kenapa?"

"Azalea!"

"Keponakanku!"

Aku berjalan keluar Ruangan tergesa-gesa tanpa sedikit pun berhenti. Bahkan pengawal yang ditugaskan untuk menjagaku pun memanggil namaku. Tapi aku tidak memperdulikannya dengan terus berjalan.

Di sebuah Padang rumput yang luas. Berdirilah seorang pemuda tampan berambut kuning cerah layaknya matahari dan mata sebiru langit. Tidak jauh darinya ada seorang pria paruh baya berambut hitam dan bermata hitam tengah terduduk di rerumputan. Satu tangannya menempel ke tanah menyangga tubuhnya agar tetap duduk, sementara satunya lagi menempel ke dadanya dengan nafas terengah.

"Menyerahlah!" seru pemuda berambut pirang tersebut.

Pria paruh baya itu terkekeh sinis dan sepertinya tengah menahan sakit di dadanya. "Tidak akan!"

Aku hanya bisa melihat dari kejauhan.

"Baiklah, itu keputusanmu!" tangan pemuda itu bersinar merah lalu muncul api, api itu diarahkan kepada pria paruh baya tersebut.

Aku sedikit menutup mata, walau sudah jauh dari pertarungan bukan berarti aku sanggup melihat sinar sebanyak itu bahkan rasa panasnya bisa kurasakan dari jauh.

Akan tetapi, aku tidak merasakan apa-apa. Padahal jika orang biasa maupun penyihir terkena sihir api dari Pangeran Mahkota, mereka langsung meledak di tempat. Namun aku tidak mendengar ledakan apapun yang biasanya terdengar jika Pangeran Mahkota melemparkan sihir apinya itu pada orang lain.

Tapi saat mataku terbuka, aku melihat pria paruh baya itu masih hidup walau menjadi target sihir api milik Pangeran Mahkota.

Hal itu karena seorang gadis yang kukenal melindunginya dengan sihir perisai.

Ya, gadis itu adalah penyihir dengan kekuatan perisai.

Gadis yang kukenal, tapi dia berkhianat untuk melindungi pria paruh baya itu.

Pangeran Mahkota menghentikan kekuatan apinya dan mundur mendekat padaku, untuk melindungi diriku. Begitu pun gadis itu juga menghentikan kekuatan perisainya.

"Kelly!" panggilku padanya. "Kenapa lagi-lagi kamu melindungi dirinya! Kamu berkhianat!" air mata menetes dari kedua pipiku karena salah satu temanku berkhianat.

Tapi gadis itu justru tertawa keras, lalu terkekeh sinis sambil menatapku.

"Berkhianat? Siapa yang berkhianat Nona Azalea?" aku menatapnya bingung. Pangeran Mahkota berbalik menghadap diriku sambil menyeka air mataku dengan lembut, lalu dia menatap sinis pada pria paruh baya dan penyihir di depannya.

"Saya tidak pernah merasa berkhianat. Sejak awal saya memang milik Tuan Carlos, Nona Azalea. Saya yang justru masuk sebagai teman anda untuk menjadi mata-mata Tuan Carlos," pengakuan itu menghancurkan hatiku, bagaimana dia bisa setega ini?

"Apa?" aku terpaku, Pangeran Mahkota menatapku sendu sambil memelukku dengan lembut.

"Ya, saya ditugaskan Tuan Carlos untuk menjadi mata-mata dan berpura-pura menjadi teman anda. Itu semua saya lakukan demi keberhasilan misi Tuan Carlos merebut takhta!"

"Kenapa? Kenapa kamu tega melakukan ini padaku!" aku tidak terima diperlakukan seperti ini, aku harus menuntut jawaban. Tapi Pangeran Mahkota menahanku agar tidak mendekati mereka.

"Kenapa anda bilang? Ini wujud balas dendam saya kepada anda dan keluarga anda!"

Jawaban itu membuat semakin marah. "Apa salah kami padamu!"

Aku diliputi kemarahan dan Pangeran Mahkota menahan diriku. Tapi justru Kelly terkekeh melihatku.

"Aku senang melihat hidupmu hancur, nona Azalea. Uppss! Lebih tepatnya aku senang melihat keluarga penguasa Wilayah Lorienfield hancur!" aku melotot mendengar hinaannya itu.

"Begitu mendengar Count Muda Lorienfield meninggal, begitu pun Nyonya Daisy Lorienfield dan Wilayah kalian hancur karena sihir hitam. Aku tidak merasa kasihan, tapi justru bahagia sekali! Itu adalah balasan yang pantas kalian dapatkan karena mengabaikan penderitaan orang lain!"

"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti! Dan kamu menghina kematian kakak dan mamaku!" air mataku menetes, jika bisa aku ingin sekali menangis karena tahu bahwa ada orang yang bahagia di atas penderitaan keluargaku, bahkan bahagia di atas kematian kedua orang keluarga yang aku cintai. Tapi aku tidak bisa merasa lemah di depan penyihir itu, aku tidak ingin memberikan dia kebahagiaan karena melihat diriku lemah dan hancur!

"Dulu, sepasang gadis kecil menetap di wilayah Lorienfield karena mereka dijual oleh orangtua mereka. Kedua anak kecil itu berharap orang-orang di wilayah itu bisa membantu mereka. Namun sayangnya, itu hanyalah angan-angan biasa. Mereka diusir, ditendang, dipukul dan dihina karena telah berani mendekat. Tidak hanya pada Bangsawan, mereka bahkan tidak diterima oleh rakyat biasa!"

Mendengarkan ceritanya membuat sesuatu dalam diriku merasa bersalah. Kedua gadis kecil?

"Suatu hari, aku terbaring sakit demam dan tidak sadarkan diri. Kakakku mencari pertolongan tapi tidak ada yang bisa membantu. Untuk menyembuhkanku dia bekerja pekerjaan yang kasar, karena hanya pekerjaan itulah yang menerima dirinya. Dari hasil kerja keras itu aku sembuh secara perlahan, tapi sayangnya kakak kembarku yang justru meregang nyawa akibat kelelahan bekerja. Aku hancur detik itu juga, bahkan aku menyalahkan setiap orang di wilayah Lorienfield beserta orangtua kami yang menyebabkan aku kehilangan Kakakku! Sampai akhirnya aku bertemu dengan Tuan Carlos," dia membantu pria paruh baya itu berdiri dan memeluk lengannya disertai tatapan sayang. Begitu pun pria itu yang tersenyum padanya sambil mengecup sayang rambutnya.

"Tuan Carlos lah yang menyelamatkan diriku, hidupku. Dia yang mengajariku banyak hal bahkan membantumu mempelajari sihirku dan cara mengendalikannya. Jadi wajar saja bukan aku melakukan apapun demi dirinya, sekalipun harus mengkhianati anda?" Kelly menatapku dengan wajah menantang.

Aku mengedipkan mataku untuk memfokuskan penglihatanku ke depan. Aku tidak sadar kalau diriku berlari dan nafasku terengah-engah, jadi aku berhenti.

"Ini gila," gumamku pelan.

Sebuah langkah kaki berhenti di dekatku, aku menoleh ternyata itu prajurit yang diperintah Mama untuk menjagaku.

"Astaga, Nona Azalea! Kenapa anda berlari?" tanyanya sambil menghela nafas berkali-kali.

"Maaf, aku hanya reflek berlari untuk menemui kak Asher. Acaranya kan sebentar lagi," aku memberikan alasan palsu. Untung saja aku berlari tempat menuju acara pelepasan berlangsung.

"Tidak usah sampai berlari, Nona Azalea. Kita bisa berjalan pelan-pelan," nasehat prajurit itu dan aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai jawaban.

"Azalea! Kamu sudah sampai?" aku menoleh pada kak Asher yang berdiri tidak jauh dari kami.

"Kakak!" aku pun segera berlari menuju Asher.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 7 Febuari 2026....

1
Emmastlen95
🤭🙏🙏🙏 story yang terbaiklah 😍💪💪💪 buat saya
Azalea Rhododendron: Terima kasih atas dukungannya Emmastlen95😍 terus menantikan kelanjutan cerita Azalea Lorienfield ya^^
total 1 replies
Emmastlen95
Saya suka story ini 💕💞💓💗♥️🤗😁🙆 jangan lupa upnya 👍
Azalea Rhododendron: Terima kasih atas dukungannya Emmastlen95😍 terus menantikan kelanjutan cerita Azalea Lorienfield ya^^
total 1 replies
田中直美
sedihhh
Azalea Rhododendron: memang sudah jalan takdirnya🥺
total 1 replies
Yuni Anto
terus 💪💪💪 semangat ya Thor 🥳🥳🥳🥳
Azalea Rhododendron: makasih semangatnya😁👍
total 1 replies
Kevandra
🙏
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!