mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ban 24 niat yang gagal
Bryan berdiri tegak di hadapan Xyra, tatapan matanya sedikit melunak pada wanita yang nampak rapuh di hadapannya itu.
Kepala Xyra tertunduk dalam seolah ia ingin menyembunyikan wajahnya dari semua orang.
" aku tidak pernah berpikir tentangmu seperti itu...
kau... bukan sampah di mataku..." ucap Bryan lagi.
Selama ini....
Ia tak pernah memikirkan atau menjaga perasaan orang lain saat bicara.
Dan rasa ini...sangat asing baginya...
Rasa bersalah.
Ya...diam diam Bryan merasa bersalah.
Sungguh ia merasa bersalah....
Satu hal yang sebelumnya tak pernah ia rasakan kepada siapapun selama ini.
Dan sungguh karena itu, Bryan benar benar merasa menjadi seperti orang lain di hadapan Xyra.
Beberapa waktu yang lalu, Ia tiba tiba berubah menjadi orang yang haus validasi,
Dan sekarang...
tiba tiba ia menjadi orang yang takut di salah pahami.
Xyra mendongak menatap Bryan,
Dan tatapan mata Xyra sukses membuat jantung Bryan kian berdetak kencang.
Kadua mata wanita itu nampak sembab dan memerah,
dan mata sembab Xyra itu sukses kian membuatnya tercekat.
" terimakasih jika tuan muda tidak menganggap saya seperti itu....
Bolehkah saya meminta sesuatu ?! " jawab Xyra dengan wajah sembabnya.
Bryan diam tak menjawab, tapi netranya tak berkedip menatap wajah layu di hadapannya itu seolah menunggu Xyra mengatakan permintaanya kepadanya.
" Tolong jangan perlakukan saya seperti ini lagi tuan muda....
tolong jangan ganggu saya lagi dan tolong hormati status saya sedikit saja.
Saya tidak mau orang lain terutama nyonya Laura salah paham kepada saya.
Bagaimanapun,
Saya seorang istri dan saya sangat mencintai suami saya... "
ucapan terakhir Xyra sebelum ia benar benar berlalu meninggalkan Bryan yang lagi lagi mematung.
Bryan merasa...
Ucapan Xyra seperti batu besar yang menghantam tubuhnya.
Apa ini...
Ia di tolak.....?! Sekali lagi ia di tolak.....?!
Di tolak....?!!
perasaannya di tolak oleh perawat sang nenek.
Kedua tangan Bryan mengepal kuat di kedua sisi tubuhnya.
Ia tak pernah berada di posisi ini, dan ini...
rasanya sangat menyakitkan.
" apa aku ini....
Kenapa aku harus merasakan ini ?! Kenapa hatiku bisa sesakit ini....
aku bisa mendapatkan ribuan wanita lain yang jauh lebih segalanya dari wanita itu jika aku mau...." cicit Bryan pada dirinya sendiri.
Tapi.....
Bukan...bukan wanita lain yang ia inginkan, dirinya menginginkan Xyxi.
Bryan menoleh ke belakang, tapi ia tak lagi melihat Xyra.
Bryan berlari cepat ke arah kemungkinan Xyra berada.
Matanya mengedar ke seluruh tempat, tapi nihil...
tetap ia tak menemukan wanita itu.
" sial....kemana dia....." umpat Bryan sambil meninju udara.
Ia merasa sangat jengkel, niatnya ingin berkencan dengan Xyra seperti yang di lakukan Xyra dengan suaminya saat itu.
Tapi semua gagal....
🍀
Pukul tujuh malam, hujan turun dengan derasnya.
Xyra yang nampak turun dari boncengan sebuah sepeda motor nampak basah kuyup.
Dengan langkah gontai ia melangkah masuk melewati pintu pagar rumah.
Tubuhnya terasa remuk dan sakit semua, kepalanya terasa pusing.
Ia hampir kehujanan di sepanjang perjalanan menuju pulang tadi.
Xyra melangkah menuju pintu belakang.
Sampai di balik pintu yang menghubungkan ruang belakang dan ruang makan,
ia mendengar suara ramai dan gelak tawa orang orang.
Sepertinya seisi rumah sedang makan malam.
Mereka terdengar sedang bersenda gurau di sela sela makan mereka.
Mereka terdengar bahagia. Samar samar...Xyra juga mendengar suara dan gelak tawa sang suami.
Diam diam hati Xyra terasa tercubit.
" mas....
aku berada dalam kesulitan, aku kedinginan di sepanjang jalan.
Tapi...kau malah sedang tertawa bahagia di rumah " cicit Xyra pelan dan nyaris tak terdengar.
Bulir air mata tanpa sadar turun begitu saja membasahi pipinya.
Xyra mengusap dengan kasar air mata yang terasa hangat menyapa pipinya itu.
" permisi...selamat malam..." setelah beberapa menit berdiri di balik pintu,
Xyra akhirnya memutuskan masuk dan menyapa semua orang yang ada di meja makan.
Seperti dugaannya,
Semua orang segera terdiam dan semua mata segera terarah kepadanya.
Suara gurauan dan gelak tawa yang tadi ia dengar seketika menghilang begitu saja.
" sayang....kamu kehujanan ?! " Yari terkejut menatap sang istri yang nampak basah kuyup.
" iya mas....maaf mengganggu...
saya permisi dulu..." jawab Xyra dan kembali melanjutkan langkahnya menuju tangga hendak ke kamar.
" dari mana saja kamu malam begini baru pulang ?!
selingkuh kamu ?! " suara bu Santy terdengar lantang dan membuat Xyra menghentikan langkahnya.
Degh....
Mendengar ucapan sang ibu mertua, jantung Xyra seperti melompat keluar.
" kenapa diam ?! Benarkan kataku...ayo jawab...." sentak bu Santy lagi.
Xyra menoleh ke arah sang suami yang masih duduk di tempatnya dan menatapnya.
Entah kenapa ia berharap sesuatu dari sosok suaminya itu.
Tapi....
Yari nampak diam meski netranya menata ke arahnya.
" kamu bisu ya......kenapa diam saja ?! atau benar yang aku katakan ?!
kau pulang malam karena kau sedang sibuk pacaran di luar...." sentak bu Santy lagi.
" tidak bu..." jawab Xyra kemudian dengan menghela nafas.
" permisi...." lanjut Xyra lagi, kemudian ia melanjutkan langkah kakinya tanpa menoleh lagi kebelakang.
Ia tak perduli lagi meski mertuanya masih terdengar terus mengomel.
Saat ini hati dan seluruh tubuhnya terasa sakit semua.
Ia hanya ingin segera membersihkan diri dan istirahat.
Melihat Xyra yang terus saja pergi dan seperti mengabaikannya,
Bu Santy kian geram.
" dasar anak tidak tahu diri....lihat tingkahnya itu...
Sudah datang kemari tidak membawa apa apa, tidak bisa memberiku cucu...
gayanya sudah seperti nona saja.....
dasar tidak tahu malu.... " omel bu Santy.
" sudah untung aku masih mau nampung dia di rumah ini...
memangnya keluarga mana yang mau menerima perempuan tanpa asal usul yang jelas seperti dia sebagai menantu... " bu Sanfy masih terus meracau karena marah di abaikan Xyra.
Di sana,
Xyra yang masih bisa mendengar ucapan bu Santy kian merasakan sesak di dalam dadanya. Bulir bulir air mata kian mengalir deras tanpa permisi membasahi pipinya.
" bu...
sudah, Xyra hanya sedang lelah...." Yari menghentikan ocehan dan cacian sang mama kepada istrinya.
" kamj jangan terus membela istrimu yang tak tahu diri itu Yari....
dia itu tidak pantas kau bela seperti ini...." protea bu Santy.
" kau tahu....aku hampir mati karena melahirkanmu,
Dan aku bisa langsung mati jika kau terus saja membela wanita itu di hadapanku " sentakan terakhir bu Santy kepada Yari yang segera menundukkan kepalanya.
Tak lama bu Santy bangkit dan berlalu meninggalkan meja makan.
Meninggalkan makanannya yang belum habis.
" bu..habiskan dulu makananmu " ucap pak Wira
" aku sudah tidak berselera makan....." jawab bu Santy sambil pergi meninggalkan ruangan itu.
" lihat....anak itu memang perusak kedamaian di rumah ini.
setiap ada dia...
rusak sudah kedamaian dan ketengan di rumah ini...
tadi kita masih baik baik saja dan bahagia ketika dia tidak ada...
tapi ketika dia datang....." timpal bu Gayatri nenek Yari.
" sudah sudah...
jangan di bahas lagi, lanjutkan makan kalian...." potong kakek Yari.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.