NovelToon NovelToon
Benih Kakak Iparku

Benih Kakak Iparku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Balas Dendam / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: miss ning

Setelah setahun menikah Jira baru tahu alasan sesungguhnya kenapa Bayu suaminya tidak pernah menyentuh dirinya.

Perjalanan bisnis membuat Jira mengetahui perselingkuhan suaminya. Pengkhianatan yang Bayu lakukan membuat Jira ingin membalas dengan hal yang sama.

Dia pun bermain dengan Angkasa, kakak iparnya. Siapa sangka yang awalnya hanya bermain lama kelamaan menimbulkan cinta diantara mereka. Hingga hubungan terlarang itu menghasilkan benih yang tumbuh di rahim Jira.

Bagaimanakah nasib pernikahan Jira dan Bayu? Dan bagaimana kelanjutan hubungan Angkasa dengan Jira?

Ikuti terus kisah mereka ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Jira masuk ke perusahaan dengan membawa sisa rujak yang dia makan sebagian. Dia merasa lebih segar setelah makan buah asam itu.

Sesampai di ruangan Jira tiba-tiba rindu dengan Mira. Sepupu yang dulu bekerja disini juga. Mira resign setelah menikah. Dia mengikuti suaminya yang bekerja di cabang Surabaya.

Tidak menunggu lama sambungan video call yang baru saja Jira lakukan langsung disambut oleh Mira.

"Miraaaa." teriak Jira saat video call memperlihatkan wajah Mira.

"Berisik Jira." yang ditegur hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.

"Tumben vid call. Kangen?"

"Hehehe iya. Dirimu apa kabar Mira? Setelah kepergian mu aku kesepian."

"Alah lebay banget sih Jira. Kan udah ada bos kesayangan."

"Mira jangan keras-keras takut ada yang denger." Jira menoleh ke kanan dan kiri takut ada orang yang mendengar percakapan mereka.

"Itu apa Jira?" Mira melihat sebuah kotak transparan yang Jira letakkan di atas meja.

"Oh ini rujak. Tadi beli di jalan."

"Rujak". Mira tampak berpikir sejenak.

"Jira...."

"Kenapa?"

"Kau sedang tidak hamil kan?" Jira menghentikan kunyahan mangga di dalem mulut setelah itu dia diam.

Rasanya tidak mungkin dia hamil. Soalnya tamu bulanannya datang pagi tadi.

"Aku rasa tidak. Soalnya tadi pagi aku datang bulan."

"Kau yakin? Itu datang bulan biasa." Jira memicingkan mata. Apa maksud dari ucapan Mira. Memang datang bulan kali ini terasa beda. Yang muncul hanya flek-flek berwarna merah kecoklatan. Biasanya kalau datang bulan darah kotor keluar dengan encer dan banyak. Bukan hanya sekedar flek saja.

"Entahlah. Sejujurnya aku hanya flek-flek tadi pagi."

"Flek bisa jadi tanda awal kehamilan Jira."

Deg

Jantung Jira berpacu lebih cepat. Benarkah yang diucapkan Mira. Apa benar dirinya hamil? Oh tidak bagaimana mungkin dia hamil. Tidak-tidak. Jira menggeleng berusaha menolak kata-kata Mira.

"Coba testpack aja dulu. Ini hanya dugaanku saja Mira karena pagi-pagi begini kau sudah makan mangga muda. Rasanya air liurku terus menetes membayangkan asemnya buah itu."

***

Setelah pembicaraan dirinya dengan Selly kemarin Bayu berpikir untuk kembali mengelola perusahaan. Dia tidak terima direndahkan oleh Selly. Wanita itu berkata dirinya tidak memiliki nilai lebih dibandingkan dengan Angkasa.

"Kau tahu Bayu, Angkasa lebih tampan darimu. Dia keren terlebih saat memakai setelan jas kebanggaannya. Sedangkan dirimu hanya bisa meminta uang pada ibumu. Kau seperti anak kecil di usiamu sekarang. Dimana harga dirimu sebagai laki-laki?"

Mendengar kata-kata Selly membuat Bayu kesal. Lelaki itu langsung memakai pakaiannya dan meninggalkan Selly begitu saja di rumahnya. Beruntung saat melakukan hubungan intim papa Ferry tidak ada di rumah. Jadi mereka bebas tanpa harus takut kepergok oleh orang lain.

"Angkasa lagi, Angkasa lagi. Argghh...." teriak Bayu sambil meremas rambut hitam tebal di kepalanya.

***

Angkasa datang sedikit terlambat. Dia membantu mama Sandra terlebih dahulu. Mengantarkan kue pesanan ke pelanggan mamanya.

Langkah Angkasa terhenti tepat di depan Jira. Wanita itu diam tidak bereaksi apapun. Tubuh Jira ada disana tetapi pikirannya melayang memikirkan ucapan Mira tadi.

Bagaimana kalau benar dia hamil. Apa yang harus dia lakukan?

"Jira." panggil Angkasa.

Wanita itu masih diam. Angkasa heran dia mendekat. Kemudian memegang dahi Jira siapa tahu dia demam. Gerakan Angkasa membuat wanita itu terkejut.

"Bos."

"Jangan panggil bos."

"Tapi ini di kantor kak." bisik Jira membuat Angkasa membuang nafas.

"Ke ruanganku sebentar." Jira bangkit melangkah untuk mengekori Angkasa masuk ke dalam ruangan lelaki itu.

Grep

Angkasa langsung menarik tubuh Jira. Tidak lupa mengunci pintu. Dia tidak ingin apa yang dilakukan dilihat orang lain dan menjadi rumor yang tidak baik ke depannya.

"Kak."

"Sebentar Jira. Lima menit, please." Angkasa memeluk Jira. Meletakkan kepalanya di ceruk leher wanita itu. Menghirup dalam-dalam wangi tubuh Jira yang menenangkan.

Nyaman. Itulah yang dirasakan Jira. Dia pun menikmati pelukan itu. Terlebih saat ini Angkasa mulai memberikan kecupan-kecupan di lehernya. Membuat tubuh Jira meremang.

"Kak."

Angkasa menulikan diri. Dia tidak bisa lepas. Jira selalu membuat Angkasa seperti orang lain. Dia tidak pernah seperti ini dengan siapa pun.

Bau parfum Angkasa tiba-tiba membuat Jira terasa mual. Aromanya terasa begitu menyengat menusuk hidung. Hingga isi dalam perut berdesakan meminta untuk dimurahkan segera.

"Maaf kak." Jira mendorong tubuh Angkasa dengan sekuat tenaga. Dia berlari menuju kamar mandi yang letaknya di dalam ruangan Angkasa.

Hoek Hoek

Mendengar Jira sedang tidak baik-baik Angkasa pun menyusul Jira ke dalam kamar mandi. Dia membantu Jira memijat leher belakang wanita itu dengan lembut.

Bukannya reda Jira semakin tidak karuan. Kepalanya terasa pusing saat kembali mencium kembali bau parfum Angkasa.

"Kak keluarlah." pinta Jira.

"Tidak akan." tolak Angkasa.

"Kumohon."

"Tidak Jira aku akan tetap disini."

"Tapi kakak membuatku lebih mual dan pusing." kesal Jira.

"Apa?"

"Kakak bau. Keluarlah." Angkasa langsung mencium ketiak kanan dan kiri. Memastikan apakah dia benar-benar bau atau tidak. Masalahnya dia tadi mandi masa iya bau. Aromanya wangi seperti biasa. Tidak ada yang berbeda.

"Aku mandi Jira."

"Tapi kakak bau. Keluarlah." Jira mendorong tubuh Angkasa. Rasanya tidak tahan dengan bau parfum milik lelaki itu.

"Aneh."

***

"Kau mau kemana?" tanya Selly saat melihat Bastian dan Stevan akan pergi.

Mereka diam. Tidak ada yang menjawab. Memang tidak ada niat memberitahu. Mereka tidak ingin Selly ikut.

"Kalian mau ke perusahaan Angkasa kan. Kalau begitu aku akan ikut."

"Malas sekali ada dia." Stevan pun membenarkan ucapan Bastian.

"Mau gimana lagi."

Mereka bertiga akhirnya sampai di perusahaan milik Angkasa. Selly tersenyum. Rasanya tidak sabar bertemu dengan Angkasa.

Di dalam ruangan dua manusia beda jenis tadi ternyata sedang melakukan aktivitas panas di dalam kamar mandi. Angkasa yang kesal karena disuruh mandi oleh Jira menarik wanita itu untuk ikut mandi. Dan membantu nya untuk menggosok tubuhnya agar bau parfum yang dia pakai tadi hilang.

Siapa sangka usapan lembut tangan Jira di tubuhnya malah membangkitkan sesuatu dalam dirinya. Hingga akhirnya Jira pasrah saat Angkasa mulai menjelajahi setiap inci tubuhnya.

"Kak stop."

"Kenapa?"

"Aku sedang datang bulan kak." Seketika tubuh Angkasa lemas. Lalu bagaimana dengan juniornya yang sudah berdiri tegak.

"Lalu bagaimana ini Jira?" Angkasa merasa pusing dengan kepala bagian bawahnya.

"Aku akan bantu." Akhirnya Angkasa mencapai klimaks dengan cara lain.

Setelah membersihkan diri mereka berdua keluar dengan rambut basah. Sebelum kembali Jira terlebih dahulu mengeringkan rambutnya.

Pintu diketuk. Angkasa yang sudah rapi pun dengan Jira membuka pintu. Mereka bertiga masuk. Angkasa kembali ke mode awal. Stay cool.

Tatapan Selly dan Jira bertemu. Seolah keduanya sedang memancarkan masing-masing kekuatan untuk bertarung. Dan kali ini Jira tidak akan mengalah ataupun kalah.

1
Sulis Tiyeas
cinta kali.
Sulis Tiyeas
Dewi weeeee.... bnyk typo
antha mom
👍👍👍👍👍
Lisna Wati
seru cerita nya👍
T'urni90: kisah
total 1 replies
Sri Andesta
lebih murahan dari selly
selly dah jelas wanita nga benar, ngko jira punya (walau diatas kertas) jaga akhlakmu
antha mom
thor mas kawinnya emas 20 kg
Uty Sumarni
Betul bnget itu
Lina Herlina
lha udah tau punya musuh...istri gak pernah di dampingi bodyguard
Sri Andesta
lebih murahan jira , walau tidak disentuh suami bukan berarti murahan ke orang lai, dendam nga gitu juga x
Sri Andesta
sesakit & sebenci sama suami jgn lampiasan emosimu ke org lain apalgi mengobral diri, tlg thor jgn buat jira perempuan murahan nga respec jdinya
Lina Herlina
udah pernah njebak pake minuman gagal...kok ya pake cara itu lagi
Lina Herlina
Selly terlalu PD...di liat secara real aja udah keliatan kalo angkasa gak tertarik sama dia. kok PD amat bilang kalo angkasa masih cinta ma dia
Lina Herlina
dia yg suka ngrebut...malah bilang Jira yg merebut. aneh
Rubi Yanti
tadi ad Polisi dikemana kan Polisi ny thorr klau mau cerita ny mcm ni g perlu di masukan Polisi dalam bab ini klau jadi mcm ni cerita ny udh seruh cerita ny jadi g seruh
Yulia
othooor aku tunggu up selanjutnya udah GX sabar🤭💪💪💪
Naomi Ne Angga
lanjut thoor
T'urni90: kisah Selby ada judul sendiri ya kak,klik aja Judulnya Cinta bukan sedarah 🙏Jangan lupa mampir ya🥰
total 1 replies
Siti Suryaminah
ceritera bagus. ttp tdk masuk akal tinggal seatap berdua bisa menahan hawa nafsu.
lisna 01
lah sama selly aja di biarin,ko sama premannya lenganya di patahin harusnya selly juga dong,masa nagkap wanita ga bisa,dasar angkasa bikin gemes
Haryati Atik Atik
kan td ada polisi kemana masa pergi bawa preman saja
Cheptyie Vhalhella
alurnya muter2 dan engk msuk akal....msa penjhat udh berulah berulng kli msih bisa lolos engk mati2....hedeh,,,kbnykan adegan ranjangnya sih,klau di dunia nyata udh robek kli di gmpur mlu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!