NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Miliarder Timur Tengah / CEO / Tamat
Popularitas:440k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Alena Prameswari percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya.

Tapi setelah tiga tahun menikah dengan Arga Mahendra, ia sadar bahwa kesetiaan tak akan berarti bila hanya satu pihak yang berjuang.

Saat pengkhianatan terbongkar, Alena memilih pergi. Ia menerima proyek desain di Dubai... tempat baru, awal baru.

Tanpa disangka pertemuan profesional dengan seorang pangeran muda, Fadil Al-Rashid, membuka lembaran hidup yang tak pernah ia bayangkan.

Fadil bukan hanya pria miliarder yang memujanya dengan segala kemewahan,
tetapi juga sosok yang menghargai luka-luka kecil yang dulu diabaikan.

Namun cinta baru tak selalu mudah.
Ada jarak budaya, gengsi, dan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Tapi kali ini, Alena tak lari. Ia berdiri untuk dirinya sendiri... dan untuk cinta yang lebih sehat.

Akankah akhirnya Alena bisa bahagia?

Kisah ini adalah journey untuk wanita yang tersakiti...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 23.

Istana Al-Qamar bergetar sore itu.

Setelah tujuh tahun tak pernah lagi datang ke istana, Lady Eleanor kembali. Bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk menggetarkan istana.

Kabar kedatangannya membuat Pangeran Hasan, adik dari mendiang suaminya, terhenyak di kursi kerjanya. Pria berusia lima puluh lima tahun itu segera memberi perintah singkat.

“Bawa Lady Eleanor ke ruang pribadiku, sekarang juga!”

Saat langkah-langkah pengawal menjauh, Pangeran Hasan menatap kosong ke arah jendela. Bayangan masa lalu menghantam kepalanya. Pemakaman Pangeran Al Rashid—Ayah kandung Fadil, dan tatapan dingin seorang janda bangsawan yang menolak air mata.

Pintu berderit terbuka, wanita itu masuk.

Lady Eleanor terlihat elegan, tegas, dan berwibawa. Sorot matanya tajam, tidak ada keraguan sedikit pun. Lady Eleanor bukan datang untuk berbasa-basi.

“Assalamualaikum, Pangeran Hasan. Kaifa ḥāluka?” Nada suaranya tenang, tapi setiap kata mengandung tekanan.

Pangeran Hasan menelan ludah. “Ana bikhīr... syukron. Silakan duduk, Lady Eleanor.”

Wanita keturunan bangsawan inggris itu pun duduk perlahan, ia menyilangkan kaki dan menatap langsung pria itu.

“Sudah lama aku tidak datang ke istana,” ucapnya datar.

“Ya... sejak kematian kakakku tujuh tahun lalu,” jawab Pangeran Hasan hati-hati.

Lady Eleanor menghela napas, lalu menatap Pangeran Hasan tajam. “Ya, sejak kematian suamiku yang tidak adil. Sejak hari itu aku bersumpah... tidak akan pernah menginjakkan kakiku lagi di istana ini. Tapi kali ini aku melanggar sumpahku, demi putraku... demi hidupnya.”

Suara itu menggema, membawa ketegangan yang tak bisa dipatahkan.

Pangeran Hasan terdiam, berusaha tetap tenang. Tapi tatapan Lady Eleanor menembus pertahanannya.

“Aku dengar, Istana memanggil putraku... kalian menginterogasinya.”

Pangeran Hasan menarik napas panjang. “Itu... karena Fadil mempermalukan nama baik istana. Dia menjalin hubungan dengan wanita asing. Dan wanita itu, pernah menikah.”

Lady Eleanor menghembuskan napas keras, matanya menatap tajam ke arah Pangeran Hasan.

“Pangeran Hasan, aku tahu kau orang yang paling setia menjaga istana. Kau hidup dengan aturan dan warisan para raja terdahulu, menjaga agar norma-norma kerajaan tetap berdiri kokoh. Kau duduk di Dewan Eksekutif, mengatur jalannya sistem mon4rki konstitusi0n4l yang kalian banggakan. Tapi... putraku sudah lama melepaskan semuanya. Gelar, kedudukan, dan tanggung jawabnya sebagai bangsawan. Jadi kenapa kalian masih mengikatnya dengan rantai yang sama? Kenapa kalian tak bisa memberinya kebebasan yang seharusnya sudah menjadi haknya?!”

Pangeran Hasan terdiam.

“Aku diam selama tujuh tahun ini! Aku menutup mulutku, ketika kematian suamiku kalian sebut kecelakaan. Padahal aku tahu... itu pembunuhaan! Banyak bukti, tapi kalian bungkam aku. Kalian ancam posisi anakku agar aku tunduk. Dan, aku pun tunduk! Tapi sekarang? Kalian ingin menyentuh hidup putraku? Tidak akan kubiarkan!” Nada suara Lady Eleanor meninggi, penuh bara yang lama tertahan.

Lady Eleanor berdiri, tubuhnya tegap dan berwibawa. “Kali ini, siapa pun yang berani mengusik putraku dan kekasihnya, akan berhadapan langsung denganku. Dan aku bersumpah... aku akan membuka semua bukti kematian suamiku dan menunjukkannya pada dunia!”

Tatapan Pangeran Hasan mengeras. “Lady Eleanor, kau tidak tahu apa yang kau hadapi.”

“Aku tahu persis, Pangeran Hasan. Aku akan melawan istana! Tapi kali ini kalian salah lawan, aku adalah seorang ibu yang akan melindungi anaknya dengan taruhan nyawa sekalipun! Dan kali ini, istana yang akan gemetar... bukan aku!”

Lalu wanita pemberani itu berbalik pergi, langkahnya menggema keras di lantai marmer. Pengawalnya mengikut di belakang, membentuk barisan yang tampak seperti pasukan kecil kemarahan.

Begitu pintu tertutup, Pangeran Hasan menjatuhkan tubuhnya ke kursi. Napasnya berat. Ia tahu, badai yang sudah lama tertahan akhirnya datang. Dan kali ini, yang mengguncangkan Istana adalah Lady Eleanor... wanita yang tak pernah takut kehilangan apa pun.

***

Sementara di perusahaan, beberapa hari setelah Alena pulang ke Indonesia.

Di lantai tertinggi Al-Majid Holdings, suasana kantor tampak tenang.

Fadil berdiri membelakangi jendela besar, jas hitamnya rapi tanpa cela, tatapannya menembus pantulan kota di bawah sana. Di tangannya, selembar laporan digital terbuka. Laporan audit proyek Abu Dhabi yang seharusnya tak bermasalah… namun kali ini, penuh anomali.

"Siapa yang mengakses sistem keuangan seminggu terakhir?" tanyanya datar, tanpa menoleh.

Assisten Fadil yang berdiri di sisi kanan ruangan, menatap layar tablet di tangannya. “Ada tiga nama, Tuan. Tapi hanya satu yang menggunakan izin khusus milik divisi Miss Alena, dia Miss Nadine.”

Ketukan pena Fadil berhenti di udara, ia menutup mata sebentar. “Alena tidak akan pernah melakukan kesalahan sebesar itu.”

Sang asisten mengangguk. “Saya tahu, Tuan. Tapi Miss Nadine tampaknya berusaha membuat seolah-olah kesalahan itu berasal dari Miss Alena. Kami menemukan file palsu yang disimpan di bawah nama login-nya. Untungnya, sistem cadangan kita masih menyimpan data asli.”

Fadil memutar kursi, duduk perlahan. Tatapan matanya dingin, tapi penuh kendali. “Berarti… ini bukan sabotase amatir, ini direncanakan.”

“Dan saya menduga, ada pihak luar yang membantu Miss Nadine. Beberapa transaksi bayangan berasal dari rekening di luar. Tidak terdeteksi secara langsung, tapi jejak IP-nya mengarah ke satu akun anonim.”

Fadil mengetuk ujung jarinya ke meja, ia tau siapa orang dibaliknya.

Layla, apa lagi yang kau rencanakan?

.

.

.

Di istana, Pangeran Hasan sudah membuat keputusan. Ia tak punya waktu untuk terbelah antara tugas dan rasa, ia harus bertindak.

Jari-jarinya menekan kode, memerintahkan pengawal inti. “Kumpulkan seluruh Dewan Eksekutif, sekarang!“

Istana, adalah mesin tua yang penuh kebiasaan. Dalam hitungan jam, ruangan rapat dipenuhi wajah-wajah tegas. Menteri Dalam Negeri, Kepala Protokol, Kepala Keamanan, dan beberapa anggota dewasa yang selama ini menimbang nasib monarki lebih dari nyawa anak bangsawan. Mereka menatap Pangeran Hasan, beberapa dengan simpati, beberapa lagi dengan kekhawatiran yang tersamar.

“Apa ini tentang Lady Eleanor? Aku sudah dengar, dia datang beberapa hari lalu dan mengancam mu!” Ucap Kepala Protokol, nada suaranya dingin.

Pangeran Hasan menatap tajam. “Dia memang menuntut keadilan, dia bilang akan membuka bukti tentang kematian Pangeran Al Rashid. Dan dia menuntut agar kita semua tidak boleh mengusik putranya... Pangeran Fadil.“

“Tapi Fadil menodai nama istana, ada regulasi yang harus kita patuhi.”

Pangeran Hasan mengepalkan tangan. “Regulasi juga dapat dimanipulasi. Kita sedang bermain pada dua level... hukum publik dan kebenaran yang dikubur. Jika bukti-bukti kematian Pangeran Al Rashid bocor ke luar, dampaknya akan fatal. Bukan hanya pada reputasi, tapi pada stabilitas negeri. Kita perlu mengendus fakta... sebelum api itu menyebar.”

Perdebatan memanas, suara-suara saling tumpang tindih. Pangeran Hasan menahan diri, lalu memberi perintah yang tegas. “Buka arsip penyelidikan lama, tim keamanan investigasi bekerja sama dengan kantor forensik independen. Temukan apa yang pernah coba disembunyikan, kita selidiki lagi.”

Salah satu anggota Dewan tampak terkejut. Tubuhnya menegang, matanya melebar. Dialah orangnya, pembunuh Ayah Kandung Pangeran Fadil.

Sosok itu bukan sembarang bangsawan. Ia adalah seorang Pangeran, Ayah Kandung dari Pangeran Khalid — pria yang kini tengah diselidiki oleh Fadil atas kematian tragis Humaira, yang terhubung dengan Layla.

Kini segalanya mulai terhubung.

Benarkah dua kematian itu, Ayah Fadil dan Humaira — tunangan yang tak sempat diselamatkan, berasal dari tangan dan intrik keluarga kerajaan sendiri?

Kebenaran itu akan mulai terkuak, perlahan tapi pasti. Dan ketika semuanya terungkap, darah biru akan kembali diwarnai oleh merahnya darah.

1
Wayan Sucani
Dari awal masuk... kukira hanya kisah seorang wanita tersakiti.. tp... ttg bagaimana kisah sebuah kerajaan besar... Keren...
Wayan Sucani
Banyak sekali rubah betina berkeliaran
Defie Setiawati
luar biasa ceritanya novelnya kak, saya suka👍👍
Defie Setiawati
saya suka ceritanya, lanjut👍
Pasar Dugul
didunia nyata banyak jg yg begini,, tapi enggak kelihatan,, jadi kadang korban tdk menyadarinya,, tapi klo di dunia halu kita bisa mengumpat,, menghujat penjahatnya,, krn kita tahu kebusukannya... semoga Alena sll selamat
Ahmad ridho alhabsyi
lumayan.,menarik.
Sur Yati
cerita nya bagus dan tidak bertele-tele sat set
Sur Yati
romantis nya elegan tapi mampu membuat q senyum seakan AQ ada di dalam cerita itu menyaksikan mereka
Salim ah
Laila terus mbok di matiin wae🙄
Salim ah
dasar palakor gak tau diri ya kaliyan tau🙄
Si Topik
ahhh kurang siksaan nya itu.. mesti nya seluruh kulitnya disayat2, kemudian kasih jeruk limau atau garam ... biar dia merasakan rasa sakit itu seperti apa, walau secuil ☺️
Si Topik
lagian jadi betina serakah amat.. mana cara nya kotor lagi :-v

ketahui lah, setiap perbuatan bakalan ada balasan yg setimpal
Si Topik
kurang bang, tambahin atuh selain dimasa depan Alena calon kekasih, juga calon istri dan ibu dari anak2 elu ntar wkwkwk 🤣
Si Topik
gimana mau buat Alena tersenyum.. lah ente ae tiap diajak ngobrol, disambut Alena kosplay Ijat 😑

lawak amat ini biawak 🤣
Si Topik
yg nama nya bekas luka, walau keliatan sembuh atau kering.. tetap juga kalau ditekan meninggalkan rasa sakit 🙂
Si Topik
menebus?? lu kate hati Alena layak nya barang yg ditebus di tempat gadai 🤣
kocak amat ini anak biawak wkwkwk
Si Topik
rill banget ini.. maka nya ungkapan "penyesalan selalu belakangan" itu selain dipakai jokes, terkandung makna dalam yg nyelekit 🥲
Si Topik
ada yg panas, tapi bukan panas gurun pasir ditengah terik matahari 🤭🤣
Si Topik
Alena dan Fadil intens menghabiskan waktu berdua, sementara seonggok biawak dari indo planga-plongo menanti kepastian tuk bertemu Alena 🤭

kesian amat digantung tanpa kepastian wkwk
Si Topik
bagi Fadil.. Alena itu sangat bermakna, pantas dihargai dan dimiliki 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!