NovelToon NovelToon
Mendaki Saat Menstruasi

Mendaki Saat Menstruasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Hantu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: TuanZx

Masih di atas gunung, Aya membuang bekas pembalutnya sembarangan ke semak-semak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TuanZx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21; Ari?

Satu persatu dari mereka ngelewatin Aya, dan anehnya mereka lewat kayak yang gak ngeliat dia sama sekali.

Tapi dalam kabut itu, Aya ngeliat masih ada beberapa orang lagi.

Dan mereka itu, samar-samar kayak lagi mikul sesuatu.

Di perhatiin terus sama Aya, dan gak lama kemudian mereka pun keluar dari dalem kabut, dan ternyata...

Kalian tau apa yang orang-orang itu pikul?

Ya, keranda mayat.

Dan dari situlah ternyata sumber bau busuk tadi.

Keranda itu gak ada penutupnya, jadi aya bisa liat jasad yang ada dalam keranda itu.

Ketika keranda itu lewat, persis di depan Aya. Barulah di situ dia bisa ngeliat dengan jelas, siapa yang ada di dalam keranda itu.

Dan kalian mau tau siapa?

Ari...

Kemudian rombongan itu terus jalan sampai akhirnya di telan kabut.

Aya pun langsung ambruk ke tanah.

Di situ dia ngerasa kalau perjuangannya naik ke gunung itu jadi sia-sia.

Secara, itu bener Ari udah mati?

Bang Maka berdiri di depannya Aya, sambil tetep ngerokok.

Aya siap-siap aja kalo dia ngeluarin kata-kata pedes lagi.

Tapi yang terjadi malah sebaliknya.

Bang Maka ngomong dengan agak lembut.

Dia bilang, "Setan... akan terus mengganggu dengan beragam cara. Kalo cuman pake penampakan gak mempan, mereka akan merubah strategi. Menipu, memfitnah, menjatuhkan iman, dan menghancurkan mental. Tujuan lu udah deket. Mereka gak nyangka, kalo lu ternyata, lumayan juga. Gak mempan dengan cuma sekedar penampakan."

"Jadi, keranda Ari tadi?" kata Aya.

"Terus lu percaya?“ Aya diem, "Jangan pernah percaya sama tipu daya setan!"

Aya mulai paham di situ, kalo tadi cuman penampakan yang di buat-buat sama setan-setan penghuni gunung Ciramai. Buat ngejatohin mentalnya dia.

Setelah itu, Bang Maka pun ngajak Aya buat jalan lagi.

Kali ini, nada ngomongnya ketus lagi.

Tapi, gak tau kenapa, Aya seneng ngedengernya.

Masuk ke tanjakan Bapak Tiri.

Ini tanjakan benar-benar ekstrem. Sempet beberapa kali Aya ini kepeleset dari pijakan.

Tapi untungnya, dia sempet pegangan sama akar.

Dan pada akhirnya, dia bisa juga ngelewatin tanjakan Bapak Tiri itu.

Aya pun langsung rebahan di tanah, istirahat sambil mikir. "Ah! Kenapa gua bisa ngelakuin hal bodoh itu kemaren! Dan kenapa Ari yang mesti kena imbasnya?"

Aya ngeliat, Bang Maka lagi duduk di atas sebuah batu sambil masih ngerokok.

Aya pun ngomong ke dia, "Bang?“

"Apaan?"

"Maafin gua bang, semua, karena gua."

"Akhirnya."

"Gua khilaf kemarin Bang. Sama sekali bukan kesengajaan."

"Bukan. Perbuatan lu kemarin itu, cuma akibat. Penyebab utamanya udah bersama lu bertahun-tahun,"

"Apa Bang?"

"Kesombongan lu!"

Aya cuma diem ngedenger itu, dia mengakui kalo dia ini udah sombong selama ini.

Setelah itu, Aya ini ngeliat Bang Maka kayak bergumam. Dia bilang, "Manusia, kalian semua terlalu sombong! Sebenarnya apa yang kalian cari?"

Gak tau Bang Maka itu lagi ngomong sama siapa. Tapi pandangannya itu mengarah ke bawah tanjakan.

Aya pun ikut ngeliat ke bawah tanjakan itu, dan gak tau gimana atau dari mana, di situ keliatan ada beberapa orang yang bajunya compang-camping lagi berlutut.

Ekspresi ketakutan dan putus asa keliatan dari mereka. Lalu, dari balik kabut, mendadak muncul seseorang yang berpakaian tentara.

Keliatannya sih, kayak tentara Jepang. Dia bawa pedang di tangan kanan.

Dan, gak pake aba-aba...

Syraaat!

Syraaat!

Syaaat!

Kepala orang-orang itu langsung di tebas satu persatu.

Dan tubuh-tubuh yang udah gak ada kepalanya itu tumbang. Terus ilang.

Gak tau apa maksud dari pertunjukan itu.

Sampai akhirnya Bang Maka narik tangannya Aya, yang artinya udah waktunya lanjutin perjalanan.

Kemudian Aya jalan sambil diem, gak berani ngomong apa-apa. Apalagi nanya tentang pertunjukan tadi.

Mereka jalan terus, sampai tiba-tiba...

Hembusan angin mendadak hilang.

Begitu juga sama suara-suara serangga malam.

Tiba-tiba...

Suasana jadi mencekam.

Aya tau perasaan itu, ada sesuatu yang lagi mendekat.

Dia langsung nengok ke segala arah dengan panik, pengen do'a. Tapi, gak ada satupun do'a yang dia inget.

Bang Maka yang ada di depan. Tiba-tiba balik badan dan ngasih aba-aba buat, jangan bergerak.

Bang Maka yang biasanya tenang, santai, sekarang mukanya nampakin sedikit ketakutan.

Dan samar-samar kedengeran...

Suara gending gamelan.

Suara itu makin lama, makin ngedeket, ngedeket.

Kemudian Aya nanya ke Bang Maka, "Bang, Seruni?“

Bang Maka geleng kepala.

Terus dia bilang, "Nyi Linggih."

1
Melissa McCarthy
jam 02.05 gini bacanya jadi tambah horor thor
Melissa McCarthy
apa itu bg?
Melissa McCarthy
kerasa sampe sini merindingnya thor
Melissa McCarthy
merinding/Awkward/
Melissa McCarthy
waduh/Toasted/
Melissa McCarthy
lanjut bang
Ina Emut
tkutt
TuanZx: jangan takut, hehe. semoga terhibur. jika tak keberatan. boleh tinggalkan bintang lima ya... terimakasih
total 1 replies
Melissa McCarthy
betul tuh kak, kata bang Maka
Melissa McCarthy
bagus bgt tanpa tedeng aling-aling
tse
percaya banget...
masa cuma dari tali pocong bisa kaya...
kalo mau kaya ya usaha, kerja, dagang jangan yang aneh2 dech
tse
ga kebayang kalo aku yang ngalamin...pingsan langsung
TuanZx: hehe, semoga terhibur. jika tak keberatan boleh tinggalkan bintang lima ya. terimakasih
total 1 replies
tse
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Melissa McCarthy: 🤣😄💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
TuanZx
Selamat membaca, semoga menghibur. Jika tidak keberatan, boleh lah kasi bintang 5
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!