Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Kucing putih
Swoooossssh.
Api besar milik Xavier menyambar ke arah harimau itu dengan sangat besar dan mirip seperti bola-bola milik banaspati tapi ternyata Dewa iblis ini bukan lah banaspati, harimau itu tanpa ketakutan ketika melihat api milik Dewa iblis dan mereka berusaha untuk menghindari secepat mungkin agar jangan sampai terkena sambaran tersebut.
Tadi Xavier tempat ragu akan mengalahkan para harimau itu karena dia bukan binatang yang memiliki cakar sehingga kemungkinan besar akan kalah begitu saja, namun dia langsung ingat bahwa memiliki api yang begitu kuat sehingga bisa membantai seluruh harimau itu dengan api yang ada di tubuh dia saat ini sehingga tidak perlu merasa insecure.
Tampak jelas bahwa para harimau itu juga ketakutan dengan api milik Dewa iblis karena api milik Dewa iblis ini begitu panas membara, hampir sama dengan milik Purnama hanya saja mereka berbeda warna karena milik Dewa iblis adalah jenis api biru dan milik Purnama yang merah membara serta agak kehijauan karena dia sudah memiliki pedang.
Dengan kekuatan api sebesar itu maka bukan hal yang sulit untuk mengalahkan para harimau walau harimau itu memiliki jumlah yang cukup besar dan sekarang baru Dewa iblis menyadari bahwa pelaku utama tidak ada di area pertempuran ini, dia hanya mengirim parah harimau ini agar member Purnama sedikit kelabakan untuk di tes.
Besar dugaan Dewa iblis bahwa saat ini pelaku utama sedang memperhatikan mereka semua setelah para member bertempur dengan para harimau itu, jadi terlihat jelas bahwa mereka akan membantai dengan sangat serius agar para member sedikit berkurang sehingga para pelaku utama bisa kembali membongkar kuburan.
Dengan adanya para member yang berjaga di sekitar area kuburan itu maka bisa saja para pelaku menjadi sedikit kesulitan untuk membongkar kuburan lagi, sedangkan para member juga tidak mengetahui dia membutuhkan berapa banyak mayat untuk di tumbalkan dalam permasalahan tersebut sehingga mereka hanya diam memperhatikan saja dan berusaha keras untuk membuat kalah para pelaku.
"Yasmin kamu baik baik saja?" Xavier berteriak karena cemas juga.
"Ya aku baik, tapi aku belum berhasil mengalahkan para harimau ini walau hanya satu saja!" Yasmin menjawab walau saat ini dia tidak bisa melihat keberadaan sang kekasih.
"Bertahan saja, aku yang akan membantu mereka semua jadi kau cukup bertahan!" teriak Xavier kembali.
"Mereka tidak mempan dengan kekuatan es, padahal tadi aku mengira mereka mampu untuk aku musnahkan." Yasmin juga cukup bingung.
"Buat pertahanan diri yang cukup kuat agar nanti aku segera menemukan dirimu, aku akan menghadapi para harimau ini jadi tolong kau tetap tenang." Xavier memberikan masukan untuk sang kekasih.
"Ah sialan, malu sekali aku yang tidak bisa membantai mereka." kesal Yasmin karena sejak tadi dia memang belum berhasil mengalahkan.
Geeerrrrmmm.
"Ayo maju, aku akan membantai kau sampai tulang!" Yasmin melihat keberadaan harimau dengan sorot mata berwarna hijau itu.
Wuuussssh.
Wuuttttt.
Kraaaaaak.
"Hah!" Yasmin terkejut bukan main karena pedang es milik dia hancur berantakan di hantam oleh harimau tersebut.
Tampak nya harimau ini memang tidak bisa di kalahkan dengan kekuatan es sehingga sejak tadi pedang es milik Yasmin terus saja hancur berantakan seperti itu, Yasmin sudah beberapa kali membuat pedang dari es itu namun tetap saja tidak bisa membuat para harimau jera atau bahkan terluka.
"Bajingan!" Yasmin marah dan juga geram karena terus kalah.
"Mundur lah, aku yang akan menghajar dia!" teriak sebuah suara.
"Kendal?!" Yasmin mengenali suara tersebut walau dia belum melihat keberadaan kucing putih itu.
"Aku sudah lama tidak bertempur jadi aku akan melawan para harimau sialan itu." Kendal terlihat bahagia sekali karena dia akan bertempur dengan para harimau.
Walau kenal adalah kucing putih dan sebagian mengatakan bahwa dia adalah kucing yang agak bloon namun tetap saja Dia memiliki kekuatan yang cukup paten bila hanya melawan kekuatan seperti itu, sebisa mungkin dia akan terus berusaha untuk mengalahkan para harimau yang saat ini sedang meresahkan di desa mereka semua.
Crasssssh.
Crasssssh.
"Mampus kau, kedudukan mu jelas ada di bawah aku!" Kendal menyeringai puasa karena dia sudah berhasil mencabik tubuh harimau itu.
"Sebentar saja dia sudah berhasil mengalahkan harimau itu?" Yasmin terperangah tidak percaya.
Ya Kendal dengan sangat mudah berhasil mengalahkan harimau itu dan hanya membutuhkan waktu sebentar saja sehingga Yasmin yang sejak tadi sudah berusaha untuk mengalahkan harimau jadi agak terhina sedikit, bukan karena iri tapi dia juga kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh kucing putih ini sehingga dia terlihat begitu keren di mata Yasmin.
"Ayo maju semua, akan aku habiskan kalian!" Kendal berteriak dengan suara yang begitu angkuh.
"Siapa yang ada di sana?" Xavier memang agak kurang mengenal Kendal.
"Kucing putih!" Kendal menjawab karena dia juga harus memberitahu Xavier.
"Terima kasih karena sudah mau membantu kami, bila kau ada di dekat Yasmin tolong lindungi dia terlebih dahulu." pinta Xavier.
Kendal tidak menjawab karena dia lebih fokus mengurus para harimau yang sejak tadi terus saja berkeliaran untuk mencari mangsa, Yasmin sendiri bukan anak kecil yang harus bisa dilindungi terus tanpa melakukan pergerakan lain karena Yasmin juga bisa melindungi diri walau sejak tadi dia tidak berhasil membunuh para harimau.
"Xavier ini membuat aku malu saja seolah aku adalah anak kecil yang harus di lindungi." Dewi salju merutuk kesal karena di perlakukan seperti itu.
"Jangan kesal kepada dia karena kau harus bersyukur setelah ada yang memperhatikan dirimu seperti itu." ucap Kendal sambil bertempur.
"Oh iya, kucing putih ini kan jomblo ya." Yasmin baru ingat.
Wuuuutttt.
Crassssh.
"Aaaasghhh!" Kendal terpekik lirih karena tangan dia terkena sambaran cakar harimau.
"Kendal! kau baik baik saja?" Yasmin kaget juga ini.
"Bekukan luka ku!" Kendal agak kaget dan memang luka ini harus segera beku.
"Apa ada yang terluka?!" Xavier berteriak keras.
"Jangan jawab dia karena harimau akan tau, beku kan sekarang saja." Kendal memang kadang juga bisa licik.
Wuuusssh.
Wuusssssh.
Kreeeeeek.
"Kalau beku seperti ini bagaimana pula nanti kau akan menghadapi mereka?" Yasmin agak cemas juga melihat Kendal yang sudah terkena cakar.
"Gampang, aku masih bisa bergerak walau sudah beku seperti ini." Kendal tersenyum sangat manis.
Ada rasa cemas juga di dalam hati Yasmin karena dia takut bila nanti kucing putih itu akan celaka setelah mendapat cakar maut harimau, namun terlihat dari wajah dia yang tetap baik-baik saja seolah itu bukan masalah besar maka Yasmin sedikit merasa lega dan dia berusaha untuk melindungi Kendal yang akan bertempur melawan harimau.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
ayoooo ... Davin dan Andi tolongin pak lurah biar gak JD korban nya 😔
buat apa cb belain si Ahmad yg dg gila bgtu 😤😤
harus nya anak gadis nya Ahmad di ajak jg ke dalam goa itu buat lihat kejahatannya ayah nya 🤣
dasar Degil si Nino 🤦
bukan Nino kan🤔
Apa mungkin dia hanya pura"? 🤔🤔🤔🤔