NovelToon NovelToon
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Lima tahun Hana Ayunindya mengabdi sebagai istri sempurna bagi Arlan Mahendra. Namun, cinta saja ternyata tidak cukup untuk mengisi rahim yang masih sunyi. Di bawah tekanan keluarga dan ego yang terluka, Arlan menjatuhkan vonis paling kejam. Ia akan menikah lagi.

​Maura hadir bukan hanya untuk memberikan keturunan yang didambakan Arlan, tapi juga untuk perlahan menggeser posisi Hana di rumah yang ia bangun dengan air mata. Hana mencoba ikhlas, mencoba menelan pahitnya dipoligami, hingga ia menyadari bahwa keikhlasan tanpa batas hanya akan membuatnya hancur tak bersisa.

​Di tengah puing-puing hatinya, Hana memutuskan untuk bangkit dan menemukan kembali jati dirinya yang hilang. Saat itulah, Adrian Gavriel hadir dan menunjukkan bahwa Hana layak dicintai tanpa syarat.

​Ketika Hana mulai berpaling, mampukah Arlan merelakannya? Ataukah penyesalan datang saat pintu hati Hana sudah tertutup rapat?

Kita simak kisah selanjutnya yuk di Karya => Bukan Istri Cadangan.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Suasana di rumah utama Mahendra tak ubahnya sebuah penjara bawah tanah yang pengap. Bau alkohol yang tajam bercampur dengan aroma parfum Maura yang menyengat menciptakan atmosfer yang memuakkan.

Arlan tergeletak di ranjang, tertidur dalam keadaan kacau akibat depresi berat yang menghantamnya.

Di sampingnya, Maura berdiri dengan senyum licik yang tak lagi ia sembunyikan. Tangannya masih menggenggam ponsel Arlan. Ia baru saja selesai menghapus beberapa riwayat panggilan penting agar Arlan semakin terisolasi dari dunia luar.

Bagi Maura, jika harta Arlan habis, setidaknya pria itu harus tetap berada dalam cengkeramannya sebagai pelayan egonya.

"Tidurlah yang nyenyak, Mas," bisik Maura sambil mengusap pipi Arlan dengan kuku panjangnya yang tajam. "Biarkan Hana menikmati kemenangannya sebentar lagi. Karena setelah ini, aku akan memastikan dia tidak akan punya nyawa untuk menikmati hartamu."

Maura melangkah menuju cermin besar di kamar itu. Ia melepas ganjalan kecil di balik daster sutranya, perutnya tampak lebih berisi. Ia menatap pantulan dirinya dengan puas. Kebohongan ini adalah mahakarya terbesarnya.

Keesokan paginya, Arlan terbangun dengan suara teriakan Maura dari arah dapur. Kepalanya masih terasa seperti dihantam palu godam, namun ia terpaksa menyeret langkahnya turun.

Di meja makan, Maura sudah menyiapkan sarapan yang jauh dari kata selera Arlan. Hanya ada roti tawar kering dan kopi hitam instan.

Tidak ada lagi asisten rumah tangga yang biasanya menyiapkan hidangan mewah, mereka semua sudah berhenti karena Arlan tak lagi mampu membayar gaji mereka tepat waktu.

"Kenapa hanya ini?" tanya Arlan dengan suara serak, menatap meja makan dengan pandangan kosong.

Maura duduk dengan wajah yang ditekuk, sengaja menunjukkan raut sedih yang dilebih-lebihkan. Ia mengelus perutnya dengan gerakan dramatis.

"Mau bagaimana lagi, Mas? Uang belanja yang kamu kasih minggu lalu sudah habis. Tabunganku juga sudah kupakai untuk beli vitamin bayi kita. Kamu kan tahu, anak ini butuh asupan terbaik."

Arlan memijat pelipisnya. "Aku akan cari jalan keluar, Maura. Berhenti mengeluh."

"Cari jalan keluar bagaimana?" Maura tiba-tiba berdiri, suaranya melengking. "Semua orang membicarakanmu, Mas! Mereka bilang kamu bangkrut karena istrimu sendiri! Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu tidak datangi apartemen Hana dan paksa dia mengembalikan semuanya? Dia itu istrimu, Mas! Kamu punya hak atas tubuhnya, atas hartanya!"

"Dia sudah mengganti sandinya, Maura! Aku tidak bisa masuk!" Arlan menggebrak meja, membuat cangkir kopi Maura terguncang.

"Kalau begitu cegat dia di kantor!" Maura mendekat, suaranya berubah menjadi bisikan berbisa. "Jangan biarkan dia bahagia dengan Adrian. Ingat, Mas, selama dia masih bernapas, dia akan terus menghancurkan kita. Kamu harus tegas. Kalau perlu, beri dia pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan sampai dia memohon ampun padamu."

Arlan terdiam. Kata-kata Maura mulai meracuni logikanya yang memang sudah tumpul akibat alkohol. Bayangan Hana yang sedang tertawa di pelukan Adrian membuat dadanya terasa terbakar.

Berbeda jauh dengan neraka di rumah Mahendra, di penthouse eksklusif milik Adrian, suasana pagi itu terasa seperti di surga.

Sinar matahari pagi masuk dengan lembut melalui jendela setinggi langit-langit, menyinari sosok Hana yang masih terlelap dalam balutan selimut bulu yang lembut.

Adrian sudah terjaga lebih dulu. Ia duduk di pinggir ranjang, hanya mengenakan celana kain panjang, menatap wanita di sampingnya dengan binar mata yang penuh pemujaan.

Ia mengulurkan tangan, merapikan helai rambut Hana yang menutupi wajah cantiknya.

Hana mengerang pelan, kelopak matanya terbuka perlahan. Begitu melihat wajah Adrian yang tersenyum padanya, sebuah senyum tulus merekah di bibir Hana. Ia merasa aman. Ia merasa dicintai.

"Pagi, Sayang," bisik Adrian, suaranya rendah dan serak khas orang baru bangun tidur.

Hana menarik tangan Adrian dan mencium telapak tangannya. "Pagi... jam berapa sekarang?"

"Cukup pagi untuk kita menikmati waktu berdua sebelum dunia kembali menagih tugas kita," Adrian merunduk, memberikan kecupan lembut di dahi, hidung, dan berakhir di bibir Hana.

Ciuman itu awalnya lembut, namun segera berubah menjadi penuh kerinduan. Hana melingkarkan lengannya di leher Adrian, menarik pria itu lebih dekat.

Segala beban tentang Arlan dan perusahaan seolah menguap begitu saja. Di tempat ini, ia bukan manajer strategis, bukan istri yang tersakiti, ia hanyalah wanita milik Adrian.

"Aku tidak ingin pergi ke mana pun hari ini," gumam Hana di sela ciuman mereka.

"Kalau begitu, tetaplah di sini. Di bawah pengawasanku," Adrian membalas dengan tatapan intens.

Tangannya mulai menjelajahi lekuk tubuh Hana di balik selimut, memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Hana merasa seperti ratu yang paling dihargai.

"Aku akan menyiapkan sarapan terbaik untukmu. Dan setelah itu, aku akan memastikan kau mendapatkan semua hakmu yang selama ini dicuri oleh pria brengsek itu."

Hana tersenyum, merasakan kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. "Kau terlalu memanjakanku, Adrian."

"Itu adalah tugas utamaku sekarang, Hana. Membayar semua air mata yang pernah kau teteskan dengan kebahagiaan yang tak terbatas."

Adrian kembali membungkam bibir Hana, kali ini dengan gairah yang lebih membara. Di kamar yang tenang itu, mereka seolah membangun dunia mereka sendiri, sebuah dunia di mana hanya ada kesetiaan dan cinta yang membakar, jauh dari kebisingan dendam yang sedang disiapkan oleh Arlan dan Maura di luar sana.

~~

Setelah sarapan romantis di balkon yang menghadap langsung ke jantung Jakarta, Adrian memanggil tim intelijen pribadinya ke ruang kerja penthouse.

Hana duduk di sampingnya, mengenakan kemeja putih Adrian yang terlihat sangat pas di tubuhnya, memberikan kesan seksi sekaligus berwibawa.

"Bagaimana perkembangannya?" tanya Adrian pada seorang pria berjas hitam di depannya.

"Semua sudah sesuai rencana, Pak. Sertifikat rumah utama Mahendra Group sebenarnya sudah masuk dalam jaminan utang pihak ketiga yang telah kita akuisisi. Besok pagi, tim juru sita sudah bisa bergerak untuk melakukan pengosongan rumah," lapor pria itu.

Hana menatap layar laptop yang menunjukkan foto rumah yang selama lima tahun ini menjadi tempat tinggalnya. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit.

"Jadi, besok mereka tidak akan punya tempat tinggal lagi?" tanya Hana datar.

"Tepat sekali," sahut Adrian sambil menggenggam tangan Hana. "Arlan akan menyadari bahwa bermain-main denganmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Dan untuk Maura... aku sudah menyiapkan kejutan khusus di klinik tempat dia biasa melakukan pemeriksaan kehamilannya."

Hana mengangguk. Tidak ada rasa kasihan sedikit pun. Baginya, ini adalah keadilan yang tertunda. Ia melirik Adrian, pria yang berdiri seperti karang kokoh melindunginya.

"Setelah semua ini selesai, aku ingin kita pergi jauh, Adrian. Menjauh dari semua drama ini," ucap Hana pelan.

Adrian menarik Hana ke dalam pelukannya, mencium puncak kepalanya dengan penuh perasaan. "Ke mana pun kau ingin pergi, Hana, aku akan membawamu. Tapi sebelum itu, biarkan kita tonton babak terakhir dari runtuhnya kesombongan Arlan Mahendra."

~~

Matahari belum tinggi saat beberapa mobil petugas juru sita berhenti di depan rumah Mahendra. Arlan yang sedang dalam kondisi kacau mencoba melawan, namun ia tak berdaya saat melihat dokumen resmi penyitaan.

Maura berteriak histeris, mencoba menggunakan kehamilannya sebagai tameng agar tidak diusir.

Akankah Arlan sanggup menerima kenyataan bahwa ia kehilangan segalanya demi seorang Maura?

...----------------...

**Next Episode** ....

1
sunaryati jarum
Semakin menarik dan bikin penasaran.Awal badai asal buka untuk Hana dan Adrian tapi untuk penipu Maura,dan mantan mertuanya Ny Mira
sunaryati jarum
/Ok/Thoor itu emak tunggu sejak kemarin. untuk semoga segera tumbuh Adrian Yunior untuk membungkam mulut Ny Mira.
Miss Ra: 🤗💪

siaaaapppp
total 1 replies
Thewie
wahhhh pasti seru Thor episode berikutnya.. semangat othor sayang💪
Miss Ra: 🤗💪

siaaapppp
total 1 replies
sunaryati jarum
Ayo mana upnya
Miss Ra: Insyaallah kalo gak siang malem ya kak...

author lagi lumayan sibuk dikerjaan menyambut idul fitri..
🙏
total 1 replies
Thewie
selamat ya Hana dan Adrian.. semoga langsung Dateng si kecilnya. buat kembar ya thor.. kembar 4 ok Thor
Miss Ra: /Facepalm//Joyful//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mama
iblish Maura setelah ini tamat lah riwayat mu,tunggu sampe semua kebusukan mu terbongkar..buat hana setelah perceraian ini pergi jauh lupakan masalah mu dgn suami berengsek seperti arlan🤣
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Dyas31
lama g up thor
Miss Ra: iyaa beb...

lagi sakit aku beb..
hari ini juga ijin gak masuk kerja, karna emang lagi bener² drop..

dimaafin yaahh
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Miss Ra: 🤗/Heart//Kiss/
total 1 replies
Eva Karmita
semoga saja anak yg di gadang" jadi penerus keluarga Arlan terlahir cacat biar mereka semua kapok 🤣🤣🤣
Miss Ra: /Facepalm//Joyful//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Eva Karmita
bangkit Hana jangan jadi wanita bodoh tunjukkan kamu bisa berdiri di kaki mu sendiri
Eva Karmita
semangat Hana jangan jadi wanita lemah tunjukkan taring mu dihadapan Maura
Eva Karmita
Arlan ternyata cintamu tidak tulus kamu memandang rendah wanita yang bertahun-tahun menemanimu..ingat Arlan karma tidak dibawa mati tapi di tujukan di dunia.. suatu hari nanti kamu akan menyesal telah menyia-nyiakan wanita sebaik Hana
Eva Karmita
🙏❤️
Miss Ra: 🤗/Kiss//Heart/
total 1 replies
Eva Karmita
mampir otor 🙏
Miss Ra: 🤗🙏

/Heart/
total 1 replies
Lee Mbaa Young
La ngapain nangis, yo terimalah apapun yg di mau suamimu tercinta itu, kau gk jd pisah kan pdhl dah di Bantu andrian.
ya terimasaja jd keset laki lu sm maura trus jd pengasuh sekalian.

ingat jng minta cerai lagi ngisin ngisini wedok an labil.
Miss Ra: 🤭
sabar kak...
total 1 replies
mama
hanaaaa murahan bgt km..gk jijik disentuh sm suami mokondo mu🤭.sok2 an nolak ujung2 ny menikmati sentuhan arlan,kyk jalang aj yg gk pernah dibelai🤣.. km bisa dptkan istri yg lbih baik dri hanaa andrian.biarin aj tu hana kembali sm arlan biar mkn ati trs sm maduny🤣
Lee Mbaa Young
Novel gk jelas.
Lee Mbaa Young
Gavriel km bisa dpt yg lbih Dr Hana. Hana itu murahan pol. iuhh jng ma Hana. biar saja hana dng arlan, dia gk butuh suami setia dia cm butuh rudal Arlan. walau di hina, di tinggal nikah siri ttp mau ma Arlan kuncinya ya Di jejeli burung Arlan tiap hari sdh mnerima dia. 🤣🤣🤣.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!