Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Perbincangan
"Mas gimana keadaan yang di kuburan sana?" Ardi yang lewat kebetulan bertemu dengan Ahmad.
"Masih seperti biasa karena pelaku belum juga ketemu jadi kami masih berjaga di kuburan sana." Ahmad menjawab ucapan pemuda tampan ini.
"Apa Mbak Purnama belum juga bergerak untuk mencari tahu siapa pelaku itu?" Ardi bertanya pelan.
"Sekarang sudah bergerak tapi ya sedikit rumit karena bukan hanya satu desa yang kehilangan mayat, desa dia juga kehilangan mayat." jelas Ahmad karena dia memang telah mengetahui dari Davin tadi siang.
"Yah berarti dia harus bekerja keras itu karena sudah dua desa yang kena curi mayat ya." Ardi berkata dengan nada yang begitu kaget.
"Bukan cuma dua saja tapi dia mati juga mendapat kemalangan seperti itu, sudah tiga desa yang menjadi korban dan kemungkinan besar Purnama tentu saja menjadi rumit sekali." Ahmad juga ikut prihatin karena Purnama pasti akan merasa bingung.
"Ya Allah kenapa banyak sekali desa yang kehilangan mayat seperti ini." keluh Ardi karena dia juga bingung tidak bisa untuk membantu.
"Nanti malam sepertinya aku tidak bisa menemani mereka di kuburan karena ada pengajian itu." ujar Ahmad karena memang mendapat pengajian terlebih dahulu.
"Kan pulang pengajian sekitar jam delapan, apa tidak bisa setelah itu menyusul karena kasihan juga melihat Bang Yose." ujar Ardi.
Ahmad terdiam sesaat karena dia juga harus mempertimbangkan karena yang mendapat musibah ini adalah teman sendiri sehingga dia tidak mungkin hanya abai begitu saja meninggalkan sang teman dalam kesengsaraan, Yose memang bukan teman seperti Davin atau Andi tapi yang jelas mereka juga memiliki ikatan yang cukup dekat selama ini.
Jadi kasihan bila mau langsung di tinggal begitu saja hanya karena Ahmad lebih mementingkan soal pengajian yang ada di desa mereka, mungkin memang lebih baik setelah pengajian itu Ahmad akan segera datang lagi di kuburan untuk menemani semua yang ada di sana karena bila ramai juga akan terasa lebih enak.
Padahal kalau di pikir dan ini bukan masalah teman maka tidak mungkin mau juga Ahmad menemani tidur di kuburan seperti itu, selain menahan rasa takut tapi ada juga rasa tidak nyaman karena tidur di kuburan pasti akan terasa tidak nyaman akibat tempat yang hanya seadanya saja tanpa peralatan yang begitu lengkap.
Namun karena sudah lama bersama dan kasihan atas kesedihan yang sedang di alami oleh Yose, maka Ahmad tidak bisa untuk meninggalkan pria itu begitu saja dan dia berusaha keras agar selalu menemani agar sedikit terhibur pikiran Yose, juga tahu bagaimana rasa kehilangan sosok istri sehingga dia tetap berada di sebelah Yose untuk mendukung.
Ini malah Ardi mengatakan demikian sehingga dia semakin tidak yakin untuk pergi ke pengajian itu karena menurut dia lebih baik menemani teman, kalau dia pergi di pengajian namun tetap saja akan diusahakan untuk segera pulang agar dia bisa segera bersama dengan yang lain di kuburan Sintia.
"Kok malah bengong gitu sih sampean." Ardi menyenggol pundak Ahmad.
"Aku lagi berpikir bagaimana nanti untuk mengurus masalah itu, jadi mungkin saja setelah pengajian aku akan ke kuburan lagi." angguk Ahmad.
"Ya lah, nanti malam aku juga akan menemani karena hari ini aku masuk siang." ujar Ardi.
"Tak kirain kamu tadi libur kok kayak gini baru mau berangkat." Ahmad menatap Ardi yang memang dia sudah bekerja.
"Memang hari ini sebenarnya libur tapi salah satu teman ingin minta di gantikan sebentar jadi nanti selepas maghrib maka aku akan segera pulang." jelas Ardi panjang lebar kepada Ahmad di sini.
Ahmad mengangguk paham karena dia memang mengetahui apa yang telah terjadi dan dia juga akan berusaha agar nanti bisa menemani Yose, memang pria itu tidak meminta seluruh teman untuk menemani dia namun sebagai seorang teman maka ini adalah sebuah solidaritas yang sangat perlu di lakukan ketika salah satu teman sedang menderita.
"Eh tapi kalau menurut mu ini apa sih yang sedang berusaha mengganggu desa kita?" Ardi bertanya kepada Ahmad.
"Lah aku apa ya tahu, selama ini aku tidak pernah tahu soal hal gaib jadi mana mungkin aku bisa mengetahui." sahut Ahmad.
"Kan belum tentu ini bersangkutan dengan hal gaib, bisa saja memang manusia yang mencuri karena kebutuhan sesuatu." ujar Ardi.
"Ah kalau manusia jelas tidak mungkin karena mereka mau menggunakan mayat untuk apa?" bantah Ahmad.
"Kamu sih Mas tidak pernah melihat film atau membaca buku jadi mana mungkin mengetahui kalau mayat ini bisa di jadikan seperti ilmu hitam." seru Ardi.
"Kok kau bisa tahu soal itu, apa jangan-jangan kau sedang menuntut ilmu hitam itu." gurau Ahmad.
"Gila ya, menyesal aku bicara sama kamu lah." rutuk Ardi.
"Kan kamu bisa tahu seperti ini jadi wajar saja aku bertanya demikian." Ahmad tertawa kencang melihat ekspresi Ardi yang langsung berubah karena kesal.
Ardi sendiri berdehem sesaat karena dia juga sedang bingung mencari tahu tentang pencurian mayat yang ada di desa mereka atau bahkan di desa lain, sungguh dia sama sekali tidak bisa menebak dengan benar karena menurut dia pencurian mayat itu memang marak terjadi untuk di jadikan sarana ilmu hitam bagi para manusia.
Ardi mengetahui itu semua karena dia pernah membaca buku tentang manusia yang ingin menuntut ilmu hitam sehingga dia harus mencari banyak mayat agar ilmu itu bisa sempurna, jadi ketika ada kasus pencurian mayat seperti ini rasa curiga pemuda tersebut semakin tinggi dan dia merasa mungkin saja orang itu sedang menuntut ilmu hitam.
Mungkin kesan nya memang terlihat konyol dan tidak masuk akal karena itu semua hanya mitos belaka dan sampai sekarang tidak ada yang membuktikan secara langsung, hanya orang tertentu saja yang paham dan kemungkinan besar adalah orang yang seperti Purnama karena dia telah memahami semua seluk-beluk tentang dunia gaib.
"Kau terlalu banyak menonton film jadi pikiran mu terkontaminasi dengan film itu." ujar Ahmad sambil tertawa.
"Film bagaimana yang kau bicarakan, memang mbak Purnama itu hanya hadir di dalam film saja?" Ardi memutar omongan kepada Ahmad.
"Eh iya juga ya, kalau orang yang tidak tahu dengan Purnama maka mereka pasti tidak akan percaya." Ahmad mengangguk paham.
Memang benar kalau orang yang tidak melihat secara langsung maka tidak mungkin akan percaya bahwa Purnama itu bisa melakukan segala macam cara dan bahkan dia bisa mengerti pikiran orang lain, jadi hanya beberapa orang saja yang tetap percaya dan mereka menganggap Purnama memang mampu melakukan itu semua.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.