*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
...
...
Suasana di klinik kecantikan ini mendadak hening tak seperti biasanya, begitu lah yang adeline rasakan.
Niat nya yang ingin memanjakan diri dan meringan kan beban pikiran di otak semakin panas. Bagai mana tidak dia mendadak menjadi juri ajang kecantikan menilai lekuk tubuh perempuan yang beberapa bulan lalu ia jadi kan rival.
"Ekhmmm.." adeline yang penasaran mencoba untuk membuka percakapan
"Btw, kita bertemu sudah lebih dari 3 kali,. Itu artinya kita harus berkenalan kan? Jadi boleh kah gw memanggil lu zheyaa?"
"Boleh.." jawab zheya singkat,
"Lu juga boleh panggil gue adel kok.. oh ya zhe lu sering kesini ya..? Kok gue baru liat lu di sini?."
Tanya Adeline yang mulai melakukan aksi nya agar rasa penasaran nya bisa ter obati,
Bagaimana tidak bukannya dulu si zheya ini cuma sekretaris nya Leon, lalu kenapa dia bisa di klinik kecantikan sebesar ini?
Mungkin setelah Dia menikah baru masuk ke member VVIP klinik ini.
Tapi bagaimana mungkin kulit nya bisa semulus itu hanya dengan beberapa kali treatment?atau sebelum nya ada tempat yang lebih bagus?
"Kenapa emang?" Pertanyaan Adeline membuat zheya melirik ke arahnya, sedangkan dia masi di mode menikmati pedicure
Terlihat sombong bukan? Tapi sebenarnya zheya tidak lah sombong dan angkuh
pada kenyataannya zheya yang sudah terbiasa membatasi diri nya untuk berinteraksi dengan orang lain. Itu adalah cara agar terhindar dari berbagai macam sifat manusia,
"Penasaran saja kok,. lagian sebelum ini perawatan nya di mana?" Tanya adeline lagi
"Ga di mana mana kok perawatan biasa saja,.."
Jawab zheya seadaanya karena memang kenyataan nya begitu.
"Ini orang kenapa yaa?? Tumben tumbenan nanya, sok asyikk banget deh, apa dia lupa pernah labrak gue. Otak nya lagi ga erorr kan? Taktik apa nih cewek pura pura baik? Ahh bodoh amat lah kaga peduli juga gue" zheya heran kenapa perempuan songong ini sok kenal padahal kan mereka rival
"Ohh, jadi begitu ya..!
Okay.. pasti liyan yang daftar lu jadi member disini kan?
Soalnya dulu yang daftarin gue ke sini tuh liyan,
Yang rekomendasiin juga dia" ucap adeline memanasi seolah dia mengingat masa lalu
"Oh ya..?" Tanya zheya seolah olah penasaran
"Bahkan nemenin gue ber jam jam" senyum adeline mengembang mengingat kejadian masalalu yang entah benar atau tidak yang jelas dia sedang mencoba membuat zheya cemburu.
"Oh begitu.. bagus lah bearti gue beruntung dong punya suami kayak liyan.. btw terimah kasih ya udah buang dia buat gue.." senyum zheya tak kalah mengembang seolah olah merasa paling beruntung
"Cihh apaan sih… ga jelas banget deh, bukan nya cemburu malah merasa paling beruntung. Aslii mana songong bnget lagi ekspresinya" adeline benci ekspresi zheya yang seperti itu
"Sama sama"jawab nya singkat lalu merogoh tas nya mencari benda kotak yang kemudian dia otak atik mencari room chat nya dengan menejernya.
Adeline :
Dara please deh cepetan ke sini gue ga mood banget anj
Dara :
Ke napa lagi lu Del?
Adeline :
Gue ketemu istri nya liyan disini,
Please cepetan ke sini.
Dara :
Bentar lagi ya Del, gue belum selesai nih
Emang kenapa sama tuh orang kok bisa mood lu jadi jelek
Adeline :
Dia nyebelin banget tau… gue ajak ngomong baik baik dia jawab nya cuek,
Dara :
Songong banget tuh orang
Btw lu kenapa ngajak dia ngobrol, ga biasa nya lu yang interaksi ke orang duluan.
Ehh lu ingat ga sih Del, lu pernah labrak dia, ngatain dia yg ga bener.
Jangan jangan dia dendam sama elu
Adeline :
Gue lupa dar
Tadi tuh gue penasaran banget sama kulit dia yang mulus putih alami kek ada kenyal kenyal nya, makanya gue penasaran dia perawatan dimana
Aduh mau di taruh dimana muka guee
Dara :
Ya udah Del sabar dulu ya.. bentar lagi gue nyusul.
Adeline menutup room chat nya, seraya berpikir "Aduh mati gueee, kemana kepala ini gue sembunyiin,. Sumpah malu banget gue ke ubun ubun"
Kepalanya sangat pusing sekarang, seketika pikiran tentang masalah hidup nya berganti dengan rasa malu yang Ter amat dalam sedalam samudra.
Jika saja ada laut di depannya mungkin saja dia melompat ke dasar dan tak akan muncul lagi.
***
Zheya POV
Pagi hari yang bersemangat ini mendadak menjadi hari yang buruk bagiku, senyumku yang tadi mengembang saat bekerja mendadak menjadi hilang. Tadi nya kami bersemangat bekerja sambil bercengkrama dengan canda tawa mendadak menjadi diam, suasana yang mencair menjadi hangat tiba tiba menjadi dingin.
Aku dan Renata sedang asik di dapur membantu koki kami yang tengah sibuk membuat pesana pelanggan, kebetulan hari ini restoran ku lebih rame dari biasanya, Alhamdulillah banyak pengunjung yang berdatangan.
"Cieee, yang lagi kasmaran nih.." Renata dari tadi masih saja menggoda koki kami yang baru saja jadian
"Langsung di lamar Lo zhee, iri gue.." ucap Renata yang membuat se isi dapur tertawa
"Makanya lu cari pacar deh ta.. ehh langsung aja cari jodoh biar kayak Rian dan Diana,. Ohh Romantis nya" aku pun menggoda mereka
"Cari dimana..? Lu pikir uang bisa di cari, ini jodoh zhee, masalah hati.. hu hu hu" Renata pura pura memasang wajah sedih yang membuat kami kembali tertawa
Door..
Tiba tiba kami di kagetkan dengan suara teriakan para pengunjung pengunjung yang bersautan.
"Apa yang terjadi?" Tanya ku pada
"Entah lah gue juga ga tau zhee.. ayoo kita liat" renata menarik tangan ku.
Aku pun mengikuti langkah Renata, rasa kaget dari suara tembakan lalu di sambut dengan suara pengunjung membuat dada ku berdebar.
"Ada apa ini.." tanya ku pada salah satu pengunjung yang ikut mengerubungi meja no 9, entah apa yang terjadi kenapa mereka berkumpul disini
Aku sangat shok ketika melihat dara yang menggenang di sana begitu pun Renata tangan nya terasa dingin dan bibir nya yang memucat
"Cepat.. siapa pun tolong bawah cepat kerumah sakit.." teriak ku.
"Iya.." sautan para pengunjung terdengar, ada juga yang Ter dengar berbisik bisik
Untung saja kang Asep datang, dia satpam restoran ini. Ternyata kang Asep sudah melapor ke polisi peristiwa ini
Akhirnya korban tembakan itu di larikan di rumah sakit terdekat. Mudah mudahan saja dia selamat dan kasus cepat selesai
Tak lama kemudian polisi datang memeriksa lokasi dan cctv, mencari petunjuk dan apa tujuan pelaku melakukan hal ini, padahal ini masih pagi loh berani berani nya penjahat itu.
Karena kejadian ini restoran terpakai di tutup sementara.