Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Di tarik lagi
"Yuli nya kemana?!" Niko berteriak karena sudah tidak menemukan keberadaan wanita itu.
"Yuli?!" Tina yang masih ingin marah jadi kaget tentu nya.
"Tenang lah, ini permainan iblis yang sesungguh nya." Dewa tetap anteng karena dia telah membaca situasi.
"Ya Allah kenapa bisa sampai seperti ini?!" Niko sendiri sama sekali tidak menduga bahwa keadaan akan semakin rumit.
"Kemana Yuli jadi nya? Mas mana Yuli nya!" Tina panik bukan main.
"Tenang lah, jangan ada lagi yang keluar dari dalam ruangan ini karena nanti bisa akan menimbulkan masalah!" pesan Sadewa kepada yang lain.
"Sini, Nak!" Tina langsung meraih tubuh kecil Yudith karena dia juga takut.
Baru saja Tina meraih tubuh kecil itu tapi sekarang malah suasana yang ada di dalam ruangan rumah sakit ini mendadak saja berubah menjadi sebuah hutan, tentu saja semua orang yang ada di sana tidak menyangka kecuali Sadewa karena dia telah mengetahui bahwa iblis yang ada di dalam ruangan ini ingin mempermainkan mereka.
Pasti tadi ketika dia baru saja datang maka iblis itu telah mengetahui dan sekarang akan mulai memainkan trik sehingga semua yang ada di sana menjadi panik bukan main, Niko menyadari bahwa ini adalah hutan yang sama seperti ketika dia baru tersesat kemarin saat akan membawa Yuli ke rumah sakit ini.
Sadewa tetap tenang karena dia tidak boleh menunjukkan rasa kaget atau bahkan cemas karena itu hanya akan membuat iblis lain merasa senang dengan kecemasan pikiran dia, kalau tidak mustahil karena sekarang dia harus melindungi mereka yang ikut masuk ke dalam hutan ini dan tentu saja resiko yang akan di hadapi cukup besar.
Ini dia juga masih belum mengetahui seberapa kuat iblis yang telah menyakiti Yuli sehingga masih membutuhkan beberapa masukan, buku yang sempat dia baca juga belum selesai sehingga Sadewa hanya paham sebagian saja, dalam hati dia terus berdoa agar mampu mengalahkan iblis yang akan menjadi lawan dia nanti.
Tapi kadang yang membuat kesal adalah ketika dia sudah berjuang mati-matian untuk mengalahkan iblis itu namun ternyata saat akan kalah justru sang iblis melarikan diri dari hadapan dia, sebab selama ini memang selalu begitu ketika dia berhadapan dengan iblis secara langsung yang telah menyakiti manusia.
Kemaren juga sempat akan di tanya oleh Sadewa namun ternyata dia memilih untuk kabur dari hadapan anak buah ratu ular ini, entah nanti bagaimana Karena Sadewa tidak tahu cara mengunci iblis yang ada di dalam tubuh manusia sehingga kemungkinan besar iblis itu akan bisa terus kabur meninggalkan tubuh Yuli yang sudah di sakiti.
"Ikat tubuh kalian dengan ini, mau tidak mau aku harus membawa kalian untuk berkeliling hutan ini mencari Yuli." Sadewa memberikan benang berwarna merah.
"Cepat ikat, Sayang." Niko meraih benang dan mengikat tubuh Yuli.
"Kita ada di mana, Tante?" Yudith terlihat ketakutan.
"Sayang, kamu kasihan sekali masih kecil harus berjuang seperti ini." Tina menangis sambil mencium pipi Yudith.
"Aku takut kalau gelap seperti ini, Mama kemana Tante?" Yudith memang ketakutan sekarang.
"Jangan takut ya, kita hanya bermain petak umpet saja dan ini akan sangat seru." Sadewa mengelus kepala bocah ini.
"Jadi Mama yang sembunyi dan kita yang mencari, Om?" tanya Yudith kembali.
Sadewa mengangguk sambil tersenyum karena dia harus terlihat gembira dan bahagia agar bocah kecil ini tidak ikut menangis juga, Tina di beri kode oleh Niko agar dia tidak terus menangis dan memeluk Yudith seperti itu karena nanti hanya akan membuat bocah kecil itu bertambah ketakutan dengan keadaan saat ini.
Untung saja Sadewa mampu membuat bocah kecil itu sedikit merasa tenang setelah mengatakan bahwa mereka hanya perlu bermain petak umpet saja, bila dia tidak mengatakan hal itu maka dapat di pastikan saat ini Yudith akan tetap menangis karena dia ketakutan setelah melihat hutan yang begitu gelap dan juga angker tersebut.
"Hihihiiiii....
"Bersiap." Sadewa memberi tanda kepada Niko.
"K..kok seperti kuntilanak, Mas!" Tina yang ketakutan sekarang.
"Sudah tidak apa apa, ada aku di sini." Niko menggandeng tangan sang istri.
"Tunjukan wajah mu sekarang, jangan hanya bisa menyiksa tubuh tidak bersalah itu!" bentak Sadewa.
"Hahaaaaa berani sekali ular tidak berguna seperti dirimu memberi aku perintah." ejek Yuli dengan suara bocah.
"Kau akan menyesal bila tidak keluar sekarang karena aku memiliki sesuatu yang sangat kau sukai." Sadewa berusaha memancing iblis itu.
Wuuutttt.
Wuutttt.
Tap.
Tap.
"Ya Allah Yuli." Tina menjerit ketika melihat Yuli yang begitu lincah loncat ke sana-kemari di atas pohon.
"Mamaaaaaa, awas jatuh!" pekik Yudith.
Sadewa masih berusaha untuk melihat keberadaan dari Yuli itu karena dia terus saja bergerak ke sana kemari, namun bila terus begini maka tidak akan menyelesaikan masalah sehingga Sadewa memutuskan untuk mengeluarkan kekuatan yang ada di dalam diri dia walau risiko yang harus di hadapi adalah ketakutan dari orang yang sedang dia bawa.
Namun bila hanya diam saja itu akan memperpanjang masalah yang ada di dalam hutan sehingga mereka tidak mungkin bisa keluar dari dalam hutan ini dengan waktu yang begitu singkat, hingga akhirnya Sadewa pun memutuskan untuk berubah menjadi siluman ular kembali dengan ekor yang begitu panjang.
"A..apa ini?!" Tina gugup ketakutan ketika sudah melihat ekor yang di miliki oleh Sadewa.
"Om itu berubah menjadi siluman ular!" Yudith berteriak sambil menunjuk.
"Ya Allah apa ini semua memang nyata?" Niko juga panik dan bingung.
Bruuuuuuk.
"Tina, Ya Allah!" Niko cepat menolong istri dia yang pingsan karena ketakutan.
Benar dugaan Sadewa tadi bahwa Tina tidak mungkin sanggup melihat dia yang sudah berubah menjadi siluman ular seperti ini, terbukti sekarang bahwa wanita itu segera pingsan di tempat akibat tidak sanggup menahan gejolak hati setelah melihat ekor yang sangat besar dan meliuk-liuk seperti di dalam film.
Niko masih bisa menguasai diri karena dia tetap terlihat sadar walau jujur saja dia juga ikut merasakan takut yang amat besar, namun Niko tidak mungkin ikut pingsan juga karena dia harus menjaga Yudith yang masih terus menangis di dalam pelukan Tina, terlebih lagi Yudith sudah melihat bagaimana Tina pingsan seperti ini.
"Sayang bangun lah, ayo bangun." Niko terus menepuk pipi sang istri.
Wuuussssh.
"Om itu terbang kesana!" Yudith berteriak ketika Sadewa sudah terbang.
"Apa ini sebenarnya, Ya Allah! dalam keadaan seperti ini malah Nando tidak ikut juga." keluh Niko sambil merangkul sang istri.
Nando memang tidak ikut dalam rombongan mereka karena dia masih ada di luar ruangan milik Yuli saat itu, yang pasti sekarang dia juga sedang sibuk mencari keberadaan mereka semua yang mendadak saja menghilang dari pandangan mata setelah terlibat adu argumen dengan mereka semua dan tadi sebenarnya Tina juga masih ingin marah kepada adik dia itu.
Selamat pagi menjelang siang, jangan lupa like dan komen nya ya sayaaaaaang.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...