NovelToon NovelToon
Bidadari Yang Ternoda

Bidadari Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Selingkuh / Romansa / Ibu Mertua Kejam / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Chicklit
Popularitas:86.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Impian Malika menikah dengan Airlangga kandas ketika mendapati dirinya tidur bersama Pradipta, laki-laki asing yang tidak dikenalnya sama sekali. Gara-gara kejadian itu Malika hamil dan akhirnya menikah dengan Pradipta.

Sebagai seorang muslimah yang taat, Malika selalu patuh kepada suaminya.

Namun, apakah dia akan tetap menjadi istri yang taat dan patuh ketika mendapati Pradipta masih menjalin asmara dengan Selina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Iya, Bu. Tapi, jangan biarkan Malika memberi tahu keluarganya. Jika sampai mereka tahu hal itu terjadi akan membuat kacau rencana kita."

Bu Mayang dan Selina kali ini membuat rencana lebih rapi dan terencana dengan matang. Beberapa rencana sudah mereka persiapkan jika satu rencana gagal, maka akan rencana lainnya lagi.

"Bu Malika di mana?" Pradipta kembali bertanya.

Selina mendengus dengan mata berputar kesal karena sekarang laki-laki itu secara terang-terangan memperlihatkan kepeduliannya kepada Malika. Padahal dulu, Pradipta berjanji akan membuat hidup Malika menderita sebagaimana dia dan keluarganya hidup menderita setelah jatuh bangkrut.

Bu Mayang melirik kepada Selina. Dia tidak boleh salah langkah karena bisa kacau rencana mereka nanti.

"Permisi, Bu. Menantu ibu sudah siuman. Dia maksa ingin mencari bayinya," ucap salah seorang perawat yang tiba-tiba masuk.

Selina dan Bu Mayang melotot. Karena hal ini diluar prediksi mereka. Mereka lupa memberi tahu perawat kalau hal ini juga harus dirahasiakan dari Pradipta.

"Siuman? Siapa yang baru saja siuman? Malika, kah?" Apa dia sudah melahirkan?" tanya Pradipta bertubi-tubi sambil berusaha bangun dari atas ranjang.

Perawat wanita yang terlihat masih muda itu merasa bingung ketika mendapati Selina dan Bu Mayang melotot kepadanya seakan ingin memakannya hidup-hidup.

Muka Pradipta memerah menunjukkan kalau dia sangat marah. Dia pun berkata, "Suster di mana ruangan istriku dirawat?"

Perawat itu melirik kepada Bu Mayang dan Selina. Dia terlihat gugup karena baru sadar sudah berbuat salah.

"Suster, cepat antarkan aku ke sana!" Pradipta turun dari ranjangnya.

"Tunggu, Dipta!" Bu Mayang mencoba menahan tubuh anaknya.

"Tidak, Bu," balas Pradipta sambil melepaskan pegangan tangan ibunya. "Malika sudah melahirkan. Bagaimana bisa? Bukannya sekarang usia kandungan Malika baru tujuh bulan? Apa yang terjadi kepadanya?"

Mulut Bu Mayang terbuka, tetapi tidak bisa berbicara. Dia bingung harus bicara apa. Terlebih lagi mereka belum bisa membawa bayi itu dari ruang NICU, pastinya Malika atau Pradipta akan mencari anaknya.

Pradipta melangkah meski tubuhnya masih terasa lemah. Dia ingin menemui Malika dan melihat keadaannya. Laki-laki itu yakin kalau sudah terjadi sesuatu kepada sang istri.

"Dipta, kondisi kamu masih lemah," ucap Selina menahan kedua lengan Pradipta.

Dengan kasar Pradipta menepis tangan Selina. Dia masih marah akan perbuatan wanita itu kemarin. Rencana jahatnya juga tidak bisa dia tolerir.

"Jangan ganggu aku!" ucap Pradipta dengan nada tegas dan tatapan mata yang tajam.

Selina kesal sekali karena sekarang Pradipta berubah. Dahulu, laki-laki itu begitu bucin kepadanya. Selalu memahami keadaan dia dan menuruti semua keinginannya.

"Suster, ayo!" titah Pradipta dengan nada tegas.

Perawat itu masih dalam keadaan kebingungan. Apa dia harus menuruti Pradipta atau Bu Mayang.

"Jika terjadi sesuatu kepada Malika dan anak kita, aku tidak akan memaafkan kalian!" ucap Pradipta dengan keras sampai membuat perawat itu ketakutan.

"Bu Malika ada di ruang rawat gadung Flamboyan tiga," ujar perawat itu mengikuti langkah Pradipta.

Bu Mayang dan Selina pun mengikuti mereka dengan perasaan cemas karena takut Pradipta semakin marah. Kemarin mereka sudah menyuap dokter dan perawat yang menangani Malika agar tidak memberikan tahu apa yang terjadi kepada wanita itu dan bayinya.

Ketika mereka lewat koridor menuju gedung Flamboyan, dari kejauhan terlihat ada kegaduhan di dekat ruang bayi. Tentu saja orang itu adalah Malika yang ingin bertemu dengan putrinya.

"Bayi ibu tidak ada di sini," ucap perawat itu bersikukuh mempertahankan pintu ruangan itu agar tidak dimasuki oleh Malika.

"Kembalikan putriku!" jerit Malika sambil mencoba menyingkirkan perawat yang menghalangi handle pintu. Berteriak seperti tadi membuat  d merasakan sakit yang teramat sangat pada perutnya. Seharusnya dia menenangkan hati dan pikiran pasca lahiran agar tidak mengalami baby blues sindrom.

"Malika!" Pradipta berjalan dengan cepat. Dia merasa sakit dan pusing di kepalanya, tetapi tetap memaksakan diri.

Melihat suami, mertua, dan kekasih suaminya, membuat emosi Malika semakin memuncak. Dia berpikir kalau mereka datang ke sana akan mengambil bayinya.

"Kalian?" Raut muka Malika menunjukkan rasa marah. "Jangan berani-beraninya mengambil anakku!"

"Tenang, Malika. Tidak akan ada yang mengambil anak kita," ucap Pradipta.

"Anak kita?" Malika tersenyum mengejek. "Bayi itu adalah anakku! Jangan pikir kalian akan mudah mengambilnya dariku." Malika menunjuk ke arah Pradipta, Selina, dan Bu Mayang secara bergantian.

"Tentu saja bayi itu milik aku dan kamu. Kita akan membesarkannya bersama," ucap Pradipta dengan nada lembut.

"Hei, bayi kamu sudah tidak ada. Dia sudah mati!" ucap Selina yang kemarahan dan cemburunya sudah mencapai ubun-ubun.

"Kamu pikir aku percaya dengan ucapan kamu barusan," balas Malika dengan nada nyolot.

Bu Mayang diam-diam masuk ke ruang NICU. Dia melihat cucunya masih berada di dalam inkubator. Dia kemudian melepaskan kartu identitas bayi itu dan menggantinya dengan yang palsu. Dia sudah jaga-jaga jika rencananya gagal.

Pradipta yang melihat ibunya masuk ke sana pun ikut menyusul. Malika juga ikut bersama dengannya.

"Yang mana bayi kita?" tanya Pradipta.

"Kalian semua keluar!" Atau aku panggil pihak keamanan untuk menyeret kalian keluar." Perawat yang berjaga pun marah kepada mereka semua.

Mata Malika mencari bayi miliknya. Namun, tidak ada bayi yang atas nama dirinya.

"Di mana bayiku?" tanya Malika histeris.

1
Yulia Dhanty
menarik
ken darsihk
Matang tak kasih tahu yak , yang meracuni cucu mu itu adalah SELINA calon mantu yng kamu sayang sayang 😡😡😡
Uthie
nexxxttt
Sugiharti Rusli
ga tahu aja kamu Mayang uda dikadalin sama Selina
Nar Sih
moga bntr lgi ketang tuh selina nya biar tau rasa
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Rabiatul Addawiyah
cie Malika di tunggu Airlangga jika resmi menjanda 😄
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Musniwati Elikibasmahulette
lebih baik ,kembali ke suami mu ,
karna dia satu satunya pria yg menyentuhmu
lagian suami mu tidak bersalah
ken darsihk
Akhir nya setelah marathon baca nya , sampai juga di bab ini
💪💪 update thorrr 😍😍
ken darsihk
Khan Airlangga the best
ken darsihk
Lha gagal paham Quensha sdh jadi istri nya Adzam ??
ken darsihk
Khan duo racun itu biang masalah nya , benar papa Andromeda musnah kan saja mereka Selina bu Mayang 😡😡😡
ken darsihk
Salut Airlangga 👍👍
ken darsihk
Aq kasih dukungan thorr tak kasih vote yak sama 🌹🌹
ken darsihk
Di pemakaman nggak kelihatan si mak Lampir Mayang yak , secara cucu nya baru di makam kan
ken darsihk
Aq sdh di sana thor
Di novel nya mama Reni
ken darsihk
Ya Alloh Misha surga menanti mu nak
Ayok Malika bangkit cari orang yng menyebabkan Misha nggak ada , jangan2 Selina dan ibu mertua mu pelaku nya , atau Syifa sdh beraksi 😠😠😠
ken darsihk
Inalilahi wainnailaihi rojiun
Duh koq bisa mereka keracunan
ken darsihk
Wah Malika kamu kenapa , moso hamidun kan blm pernah di jamah lg sama Pradipta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!