NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Dosen Killer

Istri Rahasia Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:28.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Niat hati mengejar nilai A, Nadine Halwatunissa nekat mendatangi kediaman dosennya. Sama sekali tidak dia duga jika malam itu akan menjadi awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.

Cita-cita yang telah dia tata dan janjikan pada orang tuanya terancam patah. Alih-alih mendapatkan nilai A, Nadin harus menjadi menjadi istri rahasia dosen killer yang telah merenggut kesuciannya secara paksa, Zain Abraham.

......

"Hamil atau tidak hamil, kamu tetap tanggung jawabku, Nadin." - Zain Abraham

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 - Thanks

Baru juga melihat keindahan rambutnya, Zain sudah gagal fokus. Mungkin karena sejak dahulu dia melihat Nadin tertutup, bahkan anak rambutnya saja begitu terjaga. Jadi wajar saja, ketika melihat penampilannya sedikit berbeda, Zain merasakan sesuatu yang tak bisa dia utarakan dengan kata-kata.

Salah fokusnya Zain tidak hanya terjadi kala mereka makan bersama, melainkan selepas Isya juga, bahkan semakin menggila. Terlebih lagi, kini mengikat rambutnya hingga leher putih nan mulus itu tertangkap jelas oleh mata Zain yang memantaunya dari tempat tidur.

Sial, Zain panas dingin bahkan sedikit gusar melihat pemandangan di depannya. Padahal, Nadin tidak sedikitpun berusaha menggodannya, pakaian yang dia gunakan juga cukup sopan. Piyama lengan panjang yang bahkan tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Namun, entah kenapa otak Zain merekam tubuh seksi sang istri. Lantas, jika begitu saja dia sudah panas dingin, bagaimana selebihnya? Bisa dipastikan dalam keadaan sadar sekalipun Zain tidak akan mampu menahan diri.

"Apa yang kau pikirkan, Zain!! Dia masih kecil ... ingat itu."

Sadar jika otaknya mulai tak beres, Zain menutup laptop di pangkuannya. Sejak tadi niatnya juga kerja agar terlihat sibuk, tapi tidak ada satupun yang dia lakukan dan hanya fokus pada sang istri.

Tak hanya itu, dia juga berlalu ke kamar mandi kemudian menghidupkan kran air hingga menciptakan suara berisik yang mengganggu ketenangan Nadin.

"Dia sedang apa? Bukannya air masih ada?" Sejenak Nadin menghentikan kegiatannya, dia benar-benar bingung apa maksud pria itu yang tiba-tiba mengurung diri ke kamar mandi.

Lama dia menunggu, bahkan pangsit goreng yang dia siapkan untuk menemaninya belajar tadi sudah habis, menyisakan serpihan kulitnya saja. Dan, selama itu pula kran air tidak berhenti berbunyi, bisa dipastikan airnya melimpah hingga Nadin nekat untuk menghampirinya.

"Mas? Bisa matiin airnya nggak? Nanti bu Sarmila marah."

Satu-satunya kerisauan Nadin sampai nekat mengetuk pintu kamar mandi adalah hal itu, khawatir ibu kostnya marah. Tak terpikirkan oleh Nadin sang suami tengah celaka atau semacamnya, yang jelas, Nadin khawatir tagihan airnya bengkak akibat ulah Zain, itu saja.

"Ck, dia ngapain sih? Pakai dikunci lagi." Nadin berdecak, dia mencoba mendorong pintu tersebut tanpa sedikit pun sadar jika dia tengah berada dalam bahaya. "Mas!! Airnya jangan dibuang-buang, mubazir!!"

Sekali Nadin coba, hasilnya tetap nihil. Kesal lantaran Zain tak merespon dia kembali mengetuk dengan cara sedikit kasar, persis ketukan pintu penagih hutang.

"Mas!! Buka!!"

Seolah tak belajar dari yang terjadi kemarin, Nadin sama sekali tak curiga. Toh Zain juga tidak mabuk, dia juga tidak memperlihatkan tanda-tanda aneh sebelumnya. Tanpa terduga, begitu pintu itu terbuka Zain menarik pergelangan tangannya.

Gerakannya begitu cepat, dalam sekejab mata Nadin sudah berada persis di hadapan Zain dengan jarak yang begitu dekat, hampir menempel. "Ma-mau apa?" Dalam keadaan bergetar, Nadin meloloskan pertanyaan tersebut seraya menatap tajam manik sayu Zain.

Caranya menatap sudah berbeda, Nadin sadar akan hal itu. Terlebih lagi, kali ini Zain menghimpit tubuhnya hingga membentur tembok, aroma parfum Zain menguar, sedikit mengingatkan Nadin dengan malam kemarin hingga dia seketika menangis seraya menggelengkan kepala.

"Jangan sakiti aku, kumohon," lirih Nadin yang saat itu juga menyadarkan Zain jika dirinya salah cara.

Tidak ada niat mengulang sebenarnya, tapi istrinya yang bawel barusan membuat Zain seakan gila. Tinggal satu atap bersama seorang wanita muda seperti Nadin jelas saja menguji iman, terlebih wanita itu adalah istrinya sendiri.

Zain sudah berusaha menahan dirinya, sejak tadi. Kali ini, andai dia mengalah lagi mungkin akan sakit kepala hingga lusa. Karena itu, dia mencoba mencari jalan tengah demi membuatnya lega, tapi tidak menyakiti sang istri.

Dia tidak melepaskan Nadin, tapi tidak pula menyakitinya. Zain sangat butuh, dia tidak sekuat itu menahannya lebih lama, dan dengan kehadiran Nadin di sini mungkin akan lebih cepat tuntasnya.

Nadin tidak tahu tuntas yang bagaimana, dia mengangguk pasrah dan tidak peduli Zain hendak bagaimana. Selagi tidak menyakitinya terserah, Nadin khawatir jika melawan akhirnya justru lebih parah dari kemarin.

Mencoba untuk tutup mata dan telinga, Nadin berusaha untuk pura-pura buta. Anggap saja tengah bermimpi buruk, suara Zain juga dia anggap angin lalu. Dia terus menutup matanya, dan yakin hal konyol ini tidak akan lama.

Benar saja, baru beberapa menit Nadin meyakinkan diri, pria itu melepaskan genggaman tangannya seraya menjauh perlahan dari Nadin. Walau sudah begitu, Nadin masih terus menutup mata, hingga setelah Zain berkata benar-benar selesai, barulah Nadin membuka matanya perlahan.

Apa yang tadi Zain lakukan? Nadin juga tidak yakin sebenarnya. Namun, dari napas yang tampak begitu berat, Nadin bisa menyimpulkan jika barusan sang suami baru saja menyenangkan diri sendiri.

Sesuai janji, Zain benar-benar tidak menyakiti. Mata keduanya sempat bertemu, Zain menggigit bibir dan meminta Nadin keluar lebih dulu. Namun, sebelum Nadin benar-benar keluar, pria memanggil namanya hingga Nadin menghentikan langkah.

"Thanks." Begitu jelas dia berucap, dan Nadin yang tak ingin bicara banyak hanya menganggukkan kepala. "Dan maaf," tambah Zain lagi yang membuat Nadin bingung karena memang pria itu tidak salah malam ini.

"Maaf untuk?"

"Bikin celana kamu kotor," jawabnya pelan seraya menatap celana Nadin, tak heran wanita itu juga mengikuti arah pandang Zain hingga memekik sekuat tenaga. "Aaaaaaaaaaays? Kenapa ditaro di sini?!" Dia mengibas-ngibaskan tangan seraya memejamkan mata, geli dan sedikit jijik jadi satu kala sadar cairan putih kental itu menodai celananya.

Bukannya tersinggung, Zain justru merasa tingkah istrinya menggemaskan. "Kan bisa ganti, Nad, aku tidak sengaja."

"Bohong!! Pasti sengaja, 'kan? Nyebelin banget!! Nggak dimana-dimana sama saja." Dia berani mengumpat, tepat di hadapan sang suami dan hal itu membuat Zain mengullum senyum.

Langkahnya ketika berlalu pergi terlihat tak biasa. Nadin marah sudah pasti, tapi dengan dia yang begitu Zain justru merasa lebih baik, andai boleh meminta dia ingin istrinya mengamuk bahkan sampai berani menjambak rambutnya. "Salahmu kenapa menggoda begitu."

.

.

- To Be Continued -

1
Herlina Anggana
zaaaaaaaaaaiiiin astaghfirullah
Herlina Anggana
berantemnya tu lho kaya bayi
Herlina Anggana
pdhal GK pernah di apa2in Zain kok bsa hmil
Herlina Anggana
itu Zayn LG di kmar mandi nongolin kepala doang ambil ngbrol bhas cinta2n gitu Astaga gak ada cara yg lebih romantis apa zain
Herlina Anggana
komedi romantis nih
Herlina Anggana
🤣🤣🤣🤣🤣 ya Allah capek bgt keram perut gini terus 😄😄🤣🤣🤣🤣 Thor kamu juara pokoknya
Herlina Anggana
mendadak umi🤣
Herlina Anggana
anaku yang manis 😄😄😄 kebayang gemesnya 🤭
Herlina Anggana
kan emang bner2 tu dosen killer jadi kaya balita kan gara2 bucin.. gak sabaran banget
Herlina Anggana
cool family klo lagi ngumpul emang banyol banget ya hari2nya
Herlina Anggana
lemari plastik keranjang cucian kontras bgt sama istana hunian suamimu 😄
Herlina Anggana
tuh kan sayang lagi kan aduh salto juga nih aku
Herlina Anggana
sayang?what sayang?😍😍😍
Herlina Anggana
aku sih dongkol bgt jadi Nadin susah payah,GK d ksih kelonggaran buat nylesaiin soal... asli pelit bgt
Herlina Anggana
susah bgt merubah kebiasaan makan anak kost,yg irit bgt, kebiasaan nahan lapar gitu . adek ku dulu sampe di suapin padahal dah bujang
Herlina Anggana
inget komen orang yg pas habis akad di pegang ubun2nya begitu udah kelar acara istrinya nanya,"yang tadi kamu doa apa pas pegang kepala aku?"
lakinya jawab"lah emangnya suruh doa?"🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Reni Fitria Mai
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Reni Fitria Mai
lucu membacanya ketawa sendiri 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh kalau mau keluar kota naik pesawat bukannya pake pasport, jd atomatis Jihan sama Ronald bawa doongng buat pelengkap surat² keberangkatan jd kenapa ga mikir ke sana... kalau cuma muter keliling doang di situ ga mungkin lagi pake surat².🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuuhhh pada kenapa siihh.. pak Zain masih hidup masih saja pada mikir aneh, udah lewat seminggu loohh masa masih pada takut.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!