NovelToon NovelToon
ANTAGONIS? NO PROBLEM!

ANTAGONIS? NO PROBLEM!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat / Murid Genius / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bad Boy
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: fasya_bby

[Colab with kak Mozarella_cha]
[Cerita dalam proses merevisi]
.
.
Cerita ini mengandung adegan yang membuat kalian geleng-geleng kepala dengan antagonis satu ini.
.
.

Rheasya Livynza Quittern, mahasiswi cantik jurusan bisnis yang namanya dikenal karena segala tingkah absurdnya.

Kelakuannya, membuat semua orang pusing tujuh keliling bahkan harus menyetok banyak kesabaran untuk menghadapinya.

Namun bagaimana jadinya kalau Rhea malah mengalami transmigrasi, usai menghirup bau kentut dosen killer.

Jiwanya merasuki tubuh yang memiliki peran sebagai antagonis sebuah novel yang sekilas membaca cerita sinopsisnya saja.

Kali ini antagonisnya sangat berbeda dengan deskripsi tokoh jahat di novel umumnya.

QUEEN BULLYING ❎
Seragam ketat dan make up menor ❎
Dibenci protagonis pria ❎

QUEEN LAVEGOS ☑️
Keluarga harmonis ☑️
Protagonis pria posesif ☑️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fasya_bby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - A?NP!

Sesaat, suasana taman nampak hening dan hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersahutan di semak-semak dekat pohon sakura.

"Kalau gitu, gu-aku mau tunangan sama kamu dan tolong jangan kecewakan gu-aku." ucap Rhea yang masih belum terbiasa kata 'aku-kamu'.

Dengan sangat amat terpaksa Rhea meng-iyakan ajakan pertunangan dan tidak bisa berharap lebih tentang pembatalannya.

Zevan itu licik, manipulatif, egois, pemaksa, keras kepala dan tidak ingin jauh-jauh dengan dirinya.

Siapa tahu saja mereka ditakdirkan untuk berjodoh, meskipun ini hanya dunia novel belaka.

Jodoh, kematian, umur dan rezeki sudah diatur oleh Tuhan maha pencipta alam semesta.

Zevan membentuk kurva lengkungnya yang sangat manis dan sayang untuk dilewatkan.

'Oh My God!! Manis banget njir!! Senyumnya itu loh, sampai ngalahin manisnya gula, terus bikin jantung gue jadi dag-dig-dug ser.' batin Rhea sambil tangan kanannya memegangi dadanya.

Takut jika jantungnya lepas dari tempatnya. Kan, bisa bahaya nanti.

"Tentu.. aku sama sekali tidak pernah ada niatan mengecewakanmu. Kita lihat ke depannya, baby."

"Tapi, jika kamu berani untuk kabur atau selingkuh dariku, aku akan mengurungmu di kamar, merantai kaki dan tanganmu. Jika kamu terus memberontak untuk melepaskan diri dariku, aku akan memotong kedua kakimu agar kamu tidak bisa lari menjauh."

Glek! Rhea menelan ludahnya kasar. Lihatlah kilatan obsesi yang terpancar dalam bola mata ungu itu.

Zevan sama sekali tidak pernah main-main dengan ancamannya melalui peringatan itu.

Rhea hanya bisa mengangguk kaku dan mencoba tersenyum meskipun merinding sekujur tubuh.

'Ayolah Rhea, lo lupa apa gimana sih! Zevan jangan lo lawan, bisa-bisa nanti dia mutilasi tubuh lo terus dikasih ke George.' batinnya bergidik ngeri.

George adalah nama khusus yang ditujukan kepada hewan peliharaan Zevan hadiah dari kakeknya.

Hewannya berupa singa putih, yang terdapat sedikit corak cokelat dan selalu makan daging korban yang dibunuh Zevan.

Kebanyakan korbannya seperti orang yang suka korupsi, jalang, penculik anak, pecandu narkoba, preman, orang yang suka prostitusi dan lain-lain.

Jika memakan daging sapi yang premium sudah sering merasakan, jadi cepat bosan.

Sesekali makan daging manusia yang banyak dosa semasa hidup, rasanya tidak terlalu buruk juga.

Sebenarnya keluarga Delarz memiliki dua hewan peliharaan, yaitu George dan Algraz.

Algraz adalah nama khusus yang ditujukan kepada hewan peliharaan berupa serigala putih Allaric.

...

"Ayo masuk ke dalam, orang tua kita pasti sudah lama menunggu." ajak Rhea yang sudah berdiri.

Tanpa permisi, secara tiba-tiba tangan kekar berurat Zevan merengkuh pinggang Rhea dan dia mengelus lembut dengan gerakan sensual.

Rhea terkejut akan perlakuan dadakan itu, tubuhnya menempel dengan tubuh Zevan. Bahkan aroma dari parfum mint bercampur citrus yang memabukkan.

Dia merasakan tubuhnya menegang ketika Zevan mencium pucuk kepalanya berulangkali.

'Huhu.. kepala gue udah nggak suci lagi. Semoga aja nggak nyosor ke bibir gue.' batinnya meratapi nasib.

Sialan! Bolehkah Rhea menghajar psikopat sinting ini karena melewati batas sebelum resmi bertunangan?

Rhea pemegang sabuk hitam taekwondo dan juga mempelajari beladiri lainnya seperti karate, kungfu, judo dan boxing.

Tetapi niat itu kembali Rhea urungkan, mengingat resiko yang akan dihadapinya terlalu berbahaya.

Psikopat sinting ini seolah ingin menunjukkan pada dirinya bahwa dia lebih dominan dan berkuasa yang berhasil membuat dirinya tidak bisa berkutik.

Jika mencari masalah dengan Zevan, yang ada sih nanti dia tinggal nama doang.

Seharusnya yang lebih berkuasa bukan keluarga Delarz melainkan keluarga Harleyn agar dia bisa menundukkan Zevan yang bertindak semaunya.

Namun, itu semua hanya angan-angannya saja dan tidak akan pernah bisa terwujud karena mustahil.

Mereka berjalan berdampingan melewati koridor yang di sepanjang dinding bagian kiri dan kanan, dipajang banyak figura keluarganya ukuran besar untuk menuju ruang tamu.

Ditambah banyaknya barang antik seperti guci, vas bunga, gramofon, piringan hitam, lukisan, miniature zaman kuno dan lain-lain yang harganya fantastis.

Belum lagi koleksi perangko langka, buku-buku tua, benda peninggalan sejarah, mata uang zaman kuno dari berbagai negara, berlian dan permata langka.

Diana dan Rosita yang melihat kedua anak mereka jalan berdampingan mesra seperti itu, bertos ria di balik punggung mereka.

Sedangkan Allaric melemparkan senyum mengejek ke Zevan, berbeda dengan Devan menatap tajam ke tangan kanan Zevan yang ada di pinggang putrinya.

Seolah senyum itu memberikan arti 'Nyalimu besar sekali menunjukkan kemesraanmu dengan Rhea di depan ayahnya yang posesif dan protektif ke Rhea sejak masih bayi.'

Zevan ini memang harus diberi pelajaran agar tidak sembarangan menyentuh tubuh perawan putrinya.

Ingin rasanya Devan memberikan bogeman mentah ke wajah itu yang tampak menyebalkan di matanya.

Allaric? Jangan ditanya lagi.

Tentu saja dia merasa bangga kepada putranya yang mengklaim secara terang-terangan gadisnya.

Keturunan Delarz tidak pernah gagal dalam segala aspek dari bibitnya yang unggul, otak jenius, sikap manipulatif, wajah tampannya datar seperti triplek.

Jangan lupakan jika mereka juga tidak akan pernah salah dalam memilih calon istrinya untuk pasangan hidup untuk membangun keluarga yang harmonis.

...

"Jadi? Bagaimana keputusan kalian? Masih ingin melanjutkan acara pertunangan ini?" tanya Diana setelah mereka berdua duduk berdekatan di sofa yang berseberangan dengan orang tuanya Zevan.

"Setuju." jawab Zevan singkat dan langsung to the point. Tipikal orang yang tidak suka berbasa-basi.

Dapat Rhea lihat dengan jelas jika senyum ibunya merekah dan ibunya Zevan yang tersenyum lebar.

Dia juga bisa merasakan semua pandangan tengah mengarah kepadanya seakan ingin menantikan apa jawabannya tentang acara pertunangan malam ini.

'Kok gue jadi gugup gini ya? Lidah gue kelu banget buat ngomong setuju. Di pikiran gue pengen nolak, tapi hati gue pengen nerima. Gue harus gimana??' batinnya resah, merasa dilema di keputusan akhir yang akan diambilnya.

Keputusan yang pastinya merubah kehidupannya dan hasil akhir di dalam alur cerita novelnya yang menyangkut semua takdir para pemeran.

Sambil menahan kegugupannya dengan meremas kuat kedua tangannya, Rhea mulai mengumpulkan keberanian untuk bicara.

"Rhea.." ucapnya seakan menggantung dan semua orang memfokuskan telinga masing-masing untuk mendengarkan kelanjutannya.

"Huft... Rhea setuju untuk bertunangan sama Zevan, ma, pa, mom, dad."

Suasananya hening dan sedetik kemudian menjadi heboh karena teriakan keras Diana dan Rosita.

"Akhirnya kita jadi besan. Penantian kita selama ini terwujud, Rosita!" ucap Diana menyeka air matanya karena saking terharu dan perasaanya bahagia.

"Ini beneran nyata kan?! I-ini aku nggak lagi mimpi kan Diana?! Akhirnya, putraku nggak dianggap gay lagi, ternyata masih doyan cewek. Sroottt.." Rosita menimpali sambil mengelap ingusnya.

Para bapak-bapak menggelengkan kepala melibat bagaimana antusias dan hebohnya mereka.

"Tapi, Rhea nggak dipaksa kan sama Zevan? Atau diancam mungkin? Kamu bisa bilang sama papa." tanya Devan menatap khawatir putrinya.

'Sebenarnya gue mau bilang 'iya pa, aku ini diancam' tetapi gue nggak mau lihat papa sama mama dalam bahaya.' batin Rhea yang tidak dapat berterus terang kepada ayahnya.

Apalagi dia melihat tatapan penasaran dari Diana, Rosita dan Allaric. Bahkan tatapan tajam Zevan di sampingnya seolah memperingatinya.

Tatapan setajam elang itu seolah memberikan arti 'kalau berani mengatakan yang sebenarnya, nyawa orang tuamu dalam genggamanku dan kupastikan tidak akan bisa hidup tenang.'

Satu sisi ingin berkata sejujur mungkin, tapi di sisi lain takut keluarganya hancur dalam sekejap mata karena kekejaman Zevan.

Kalau yang menghadapi Zevan adalah keluarganya kehidupan dulu, yang menang pasti dirinya.

Meskipun keluarganya kaya raya peringkat kedua, tetap saja peringkat pertama keluarga Delarz dan setara dengan keluarganya kehidupan dulu selalu tidak terkalahkan bertahun-tahun.

Rajanya CEO segala bisnis, dan mafia dunia bawah. Itulah julukan Allaric yang persis dengan Daddy-nya, mungkin kekuatan mereka akan setara.

Keluarga yang mendominasi seluruh benua dengan membangun banyak perusahaan cabang.

"Rhea sama sekali nggak dipaksa ataupun diancam Zevan, papa. Percaya sama Rhea." ucapnya dengan ekspresi wajah serius.

Bahkan nada bicaranya dibuat seserius mungkin agar tidak dicurigai Devan bahwa dirinya sedang berbohong. Pasti akan lebih panjang urusannya.

Namun tidak dengan penglihatan tajam Allaric yang merasa janggal dari ekspresi wajah dan nada bicara serius Rhea, seolah merasa tertekan dan terpaksa.

Seakan Rhea sedang menutupi sesuatu dan tidak bisa mengatakan yang sejujurnya.

Awas saja jika anak bau kencurnya malah membuat Rhea ketakutan dan trauma.

Padahal seharusnya Allaric mengaca supaya tahu bahwa dirinya sewaktu muda, juga melakukan hal serupa seperti Zevan untuk mengikat Rosita yang sampai sekarang berhasil menjadi istrinya.

Ibarat, buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Zevan seolah memberi gambaran seberapa licik dan manipulatif dirinya persis ayahnya dulu, yang merasa jatuh cinta dan obsesi secara bersamaan ke Rosita.

-TBC-

1
BabyGirl^
semakin penasaran aku sama jalan cerita ke depannya gimana
BabyGirl^
Ikutan ah, huuuuuuuu....
BabyGirl^
Emang cuma ini pilihan yang tersisa biar Rhea peka sama perasaannya
BabyGirl^
Serius dah, aku pengen punya cowok sempurna kek gini buat jadi suamiku
BabyGirl^
Kalau checkout di keranjang Oren bisa nggak sih? huhu..
BabyGirl^
Banyak banget catatan kenakalannya Rhea wkwk
Lullaby_tae
Next kak author, makin seru baca dan nggak sadar udah di bab 16.

Ceritanya beberapa udah direvisi jadi sedikit beda sama yang di wp. Tetap update setiap hari ya kak😂🥰
Lullaby_tae
Hai kak author, aku pembaca lama novel kakak di wp. Aku mau maraton baca ulang soalnya di NT katanya mau dilanjutin sampe tamat.

Aku kira bakal digantung ceritanya tapi dugaan aku salah, semoga ceritanya happy ending kak author. Semangat terus ya, jaga kesehatan💜
BlueMoon_
Hai semuanya, yang pegang akun ini masih aku tapi dibantu nulis sama adikku. Jadi, sementara waktu aku nulis novel dari wp ke sini.

Bagi para pembaca lama di wp yang punya NT bisa mampir baca ulang. Pembaca baru boleh baca juga, siapa tau bikin ketagihan.

Last, jangan lupa follow akun aku, kasih like, vote dan subcribe biar semangat update cerita terus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!