Dalam pernikahan yang terlihat indah dan romantis, Aisha Khalisa, seorang dokter muda yang cerdas dan cantik, merasa hidupnya hancur ketika mengetahui suaminya, Fajri Nadhir, seorang dosen tampan dan sukses, memiliki istri rahasia.
Di tengah kebohongan dan perselingkuhan, Aisha harus menghadapi kenyataan pahit dan memecahkan teka-teki yang menyelimuti kehidupan pernikahannya. Dengan kekuatan dan keberanian, Aisha berjuang untuk mengungkapkan kebenaran dan mempertahankan cintanya.
Namun, apakah Aisha dapat memaafkan Fajri dan menyelamatkan pernikahannya, ataukah dia harus memilih jalan yang berbeda? "Istri Kedua Suamiku" adalah kisah tentang cinta, kepercayaan, dan kekuatan seorang wanita dalam menghadapi kesulitan dan kekecewaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Nuraenii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"aduh cek gak yah? nanti malah gagal lagi " Aisha bergumam, ia sudah memegang sebuah alat pendeteksi kehamilan ditangan nya.
Namun Aisha tak ingin merasakan kecewa lagi, ia memutuskan untuk membatalkan niat nya yang akan memeriksa kehamilan nya itu.
Aisha menyimpan kembali tespack itu lalu bergegas mengambil air Wudhu setelah ia mendengar Adzan Shubuh berkumandang.
"selamat pagi sayang,aku ajak bicara semalam malah tidur dasar yah" sapa Aisha kepada Fajri yang baru saja membuka matanya.
"pagi juga istriku, maaf yah mas keboboan loh itu, emang mau cerita apa ?" tanya Fajri seraya meminta maaf karena tertidur lebih dulu semalam.
"sudah nanti saja , ayo Wudhu mas kita salat Shubuh berjamaah" Aisha meminta Fajri untuk segera bersuci.
Namun Aisha kelupaan untuk bercerita tentang Johan yang bekerja bersama Aisha di Rumah sakit, hingga keduanya pergi bekerja Aisha masih belum memberitahu Fajri.
.....
"Resa gak keluar kan?" tanya Fajri kepada Security saat ia memutuskan untuk memeriksa kondisi Resa terlebih dahulu sebelum berangkat ke Kampus.
"tidak pak,kami berjaga semalaman ,istri pak Fajri tak ada keluar dari gerbang ini" jawab Security yang bernama pak Anto.
"baik terimakasih pak Anto " Fajri hendak melanjutkan perjalanan nya menuju Rumah Resa , namun pak Anto bertanya satu hal.
"Pak Fajri hebat bisa kebeli mobil padahal kerja sebagai Security, atau pak Fajri sudah ganti pekerjaan ? " tanya pak Anto yang sedari awal penasaran dengan mobil Fajri.
Pak Anto pun sudah tak pernah melihat Fajri memakai baju Security akhir - akhir ini , jadi dirinya bertanya secara langsung agar rasa penasaran nya terjawab.
"ah itu, kebetulan saya melanjutkan Kuliah saya sembari bekerja ,dan Alhamdulillah setelah lulus saya bisa melanjutkan mengajar dan menjadi Dosen , jadi saya sudah tak bekerja sebagai Security lagi" jawab Fajri .
Ia tak mau bertele - tele dan langsung mengakui pekerjaan nya kepada pak Anto, pak Anto langsung menjadi segan kepada Fajri yang ternyata seorang Dosen.
Pekerjaan nya yang seorang Dosen menjadikan pak Anto kini tak bisa menganggap Fajri sepele lagi seperti awal nya karena pekerjaan mereka sudah berbeda.
Pak Anto mempersilahkan Fajri untuk masuk ke dalam perumahan itu, sesampai nya di Rumah Resa ,Fajri menggedor pintu gerbang yang dikunci.
"Assalamu'alaikum, Resa !" Teriak Fajri dari luar gerbang, Resa yang sedang menyiapkan sarapan untuk Adinda sebenar nya mendengar teriakan Fajri.
Hanya saja Resa tak ingin menemui Fajri, mendengar suara nya saja sebenar nya Resa sudah tak ingin.
"papa !" ucap Adinda yang menyadari kedatangan Fajri, Anak itu berlari menuju pintu untuk membuka nya.
"itu bukan papa mu nak ! " ucap Resa tegas ,membuat Adinda berhenti lalu bertanya siapakah yang datang.
"itu bukan papa mu, itu orang gila , kalau kamu keluar nanti kamu di bawa loh sama orang gila itu" jawab Resa berhasil menakuti Adinda yang langsung kembali ke meja makan.
"mulai sekarang, kalau ada yang datang jangan dulu di buka pintu nya yah? Nanti orang gila itu masuk" ucap Resa memberi arahan kepada Adinda.
"baiklah sayang, aku akan datang lagi nanti ,jangan harap aku akan menyerah ! " teriak Fajri lagi, dirasa waktu nya mengajar sudah dekat Fajri segera pergi dari Rumah itu menuju Kampus.
.....
"Dokter Aisha kenapa seperti sedang ada beban?" tanya Johan kala ia melihat Aisha yang lebih banyak diam dan kadang melamun.
"eh tak apa Dokter Johan ,saya hanya sedang memikirkan Resa " jawab Aisha dengan jujur.
"apa Resa sakit?" Johan menjadi tertarik, ia menghampiri Aisha di meja kerjanya dan duduk berhadapan dengan Aisha.
"Dokter Johan apa mengenal Fajri suami dari Resa ?" tanya Aisha.
"sudahlah panggil saya Johan saja , biar lebih akrab" ujar Johan yang sedikit kurang nyaman dengan embel - embel Dokter di antara nama nya ,ia juga akan memanggil Aisha dengan namanya saja mulai sekarang.
"baik Johan " Aisha tak merasa keberatan dengan itu,karena keduanya juga memang sudah akrab.
"saya mengenal nya Aisha , orang itu memang bertanggung jawab dengan Resa dan juga anak saya Adinda , tapi saya kurang suka dengan kesombongan nya padahal dia hanya seorang Security" jawab Johan yang terlihat kesal.
"iya kah? Maka kamu pasti lebih kesal jika mengetahui bahwa si Fajri itu punya istri yang lain ,dan Resa sudah tahu semuanya" jawab Aisha ,ia memutuskan untuk memberitahu Johan tentang masalah ini.
"Apa !" Johan bangkit dari duduk nya, entah mengapa Johan merasakan sakit hati saat mendengar Resa di selingkuhi oleh Fajri.
"Kurang ajar Si Fajri itu ! Saya akan mengambil Adinda sekarang juga !" Johan bergegas mengambil kunci mobil nya.
"Johan tunggu ! Jika kamu mengambil Adinda ,lantas Resa? Apa Kamu tega membiarkan dia sendiri ? walau aku belum punya anak ,tapi aku paham ,dalam kondisi Resa yang sekarang ia pasti membutuhkan Adinda untuk menemani nya" ucap Aisha.
Johan berhenti melangkah ,ia menghela nafas dan mencoba menenangkan diri.
"tenang lah Johan, Resa sudah tak ingin bertemu Fajri lagi, ia selalu mengunci pintu Rumah dan juga pintu gerbang , aku akan berkunjung secara rutin untuk memeriksa kondisi mereka" Aisha menenangkan Johan.
"Aisha terimakasih, kamu memang sahabat yang baik untuk Resa" Johan tersenyum dan memuji Aisha.
"kami memang lebih dekat sekarang, kami selalu saling bercerita tentang apapun, bahkan nama suami kami sama, nama suami ku juga Fajri " jawab Aisha.
"wah kebetulan sekali yah" Johan sedikit merasa aneh dengan kebetulan itu ,entah mengapa perasaan nya menjadi sedikit aneh saja.
"Saya tak menyangka Fajri akan mengkhianati Resa" ujar Aisha seraya menunduk sedih,seolah merasakan rasa sakit yang sedang dialami Resa.
"Saat jam istirahat nanti, saya akan menjenguk Resa dan Adinda , kamu mau ikut ?" tanya Johan mengajak Aisha untuk ikut dengan nya menemui Resa.
"boleh saja ,tapi saya harus izin kepada mas Fajri ,suami saya" jawab Aisha.
"Kamu memang istri yang berbakti Aisha" Johan memuji Aisha lagi, ia sangat kagum dengan sosok Aisha yang selalu mengutamakan suami nya.
Aisha mengirim pesan kepada Fajri yang mengatakan bahwa Aisha meminta izin untuk pergi ke Rumah Resa di jam istirahat nanti.
"Johan , apa aku boleh tahu penyebab kalian berpisah?" tanya Aisha kepada Johan, Johan sedikit berpikir sebelum menjawab pertanyaan dari Aisha itu.
"maaf Johan aku hanya penasaran jika tak mau menjawab tak apa , aku hanya pernah mendengar bahwa Resa juga pernah di selingkuhi oleh suami pertama nya ,apa itu benar Johan?" tanya Aisha lagi.
Johan menghela nafas nya, ia tak pernah membahas masalah ini dengan siapapun karena masa lalu nya bersama Resa itu cukup rumit.
"aku tidak selingkuh Aisha , Resa hanya salah paham" jawab Johan.