Liu Kang, seorang pemuda yang di dalam tubuhnya terdapat roh iblis yang ditanam oleh Ayahnya harus menghadapi dan mempertahankan nyawanya dari aliansi Sekte aliran putih dan netral yang ingin mengambil nyawanya.
Di tengah itu semua, ternyata ada kelompok lain yang membahayakan nyawanya, lebih tepatnya Benua tempat ia tinggali.
Apakah yang harus dilakukan Liu Kang? Apakah dia akan berhasil menghadapinya, atau dia akan terbunuh? Akankah dia berhasil membereskan semua yang membahayakan nyawanya? Silahkan ikuti kisahnya...
****
Novel ini adalah novel asli karya Author.
Bila ada nama, tempat dan kesamaan tokoh dengan Novel lain itu hanyalah kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Den, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengkhianat
Di Kekaisaran Laut Selatan terletak sebuah tempat yang di kelilingi dua aliran sungai. Tempat itu setara dengan sebuah kota besar.
Di tengah-tengahnya terletak sebuah Kuil yang indah dan megah serta para manusia yang berkepala botak seperti biksu. Ya, mereka adalah anggota Kuil Jiwa Abadi, salah satu pondasi terkuat aliran putih dan netral.
Di salah satu ruangan yang besar dan terpasang patung biksu megah terlihat seorang pemuda yang sedang memberi hormat kepada seorang pria paruh baya.
"Mahaguru, murid menghadap!" Ucap Pemuda itu. Jika Liu Kang berada disana maka dia akan mengenalinya. Pemuda itu adalah Wu Sha, murid paling berbakat Kuil Jiwa Abadi yang pernah mencoba membunuh Liu Kang saat di dalam goa.
"Sha'er, walaupun usiamu masih muda tetapi jiwa dan pikiranmu di atas semua anggota Kuil Jiwa Abadi. Jikapun ada yang akan menggantikan posisiku, maka kau lah orangnya.
Aku sudah cukup tua, jadi sudah sepantasnya kau mulai belajar untuk memimpin Kuil ini." Ucap Pria paruh baya yang tidak lain adalah Wu Kai, Mahaguru Kuil Jiwa Abadi.
Walaupun dirinya masih terlihat seperti pria paruh baya, tetapi umurnya sebenarnya sudah mencapai tujuh ratus tahun lebih.
Hal itu terlihat dari janggut, kumis serta alis matanya yang sudah memutih. Tetapi tetap saja kepalanya botak seperti biksu lainnya.
"Murid kurang mengerti maksud Mahaguru. Mohon beri murid petunjuk." Balas Wu Sha.
"Sha'er, di usiaku yang sudah tua ini aku ingin berlatih tertutup untuk beberapa waktu. Dan saat aku melakukannya, kau yang harus menggantikan diriku menjadi pemimpin Kuil Jiwa Abadi ini."
Mahaguru Wu Kai mengatakan bahwa mereka para biksu yang harus menjadi pemimpin Kuil bukanlah mereka yang memiliki praktik yang tinggi. Tetapi sesuai ajaran mereka, yang pantas untuk menjadi pemimpin adalah orang yang memiliki budi luhur, penuh kasih, dan lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada dirinya.
Wu Sha adalah yang paling cocok dengan hal tersebut.
"Mahaguru, bukankah murid masih terlalu muda. Masih banyak Tetua dan para senior yang lebih berpengalaman daripada aku!" Wu Sha merasa berat dengan tanggung jawab yang diberikan oleh Mahaguru Wu Kai.
Walaupun dia tahu bahwa suatu hari nanti dia lah yang akan menggantikan posisi Mahaguru Wu Kai, tetapi saat ini menurutnya terlalu cepat.
Mahaguru Wu Kai bisa melihat keraguan di wajah Wu Sha, "Sha'er, kau tenang saja. Mahaguru sudah membicarakannya dengan para Tetua dan seniormu. Mereka juga sepakat dengan keputusan Mahaguru!" Ucap Mahaguru Wu Kai sambil menatap Wu Sha dengan penuh harap dan senyuman lebar.
Wu Sha tidak ingin membantah lebih jauh, "Jika itu yang menurut Mahaguru, para Tetua dan para Senior baik, maka murid akan menjalankannya dengan seluruh kemampuan murid!"
Setelah berkata demikian, Wu Sha mengangkat sedikit kepalanya dan melihat Mahaguru Wu Kai sudah menutup matanya. Hal itu menunjukkan bahwa tidak ada lagi yang harus dibicarakan.
Wu Sha memberi hormat tiga kali dan berjalan mundur sampai keluar ruangan.
Setelah keluar dari ruangan barulah Wu Sha membalikkan badannya dan menghela nafas panjang.
"Semoga saja aku bisa memenuhi perintah Mahaguru!" Gumam Wu Sha pelan. Dia masih sedikit sulit menerima titah itu.
"Sudahlah, akan ku hadapi semua marabahaya yang akan mendatangi Kuil Jiwa Abadi selama Mahaguru berlatih tertutup." Wu Sha meninggalkan depan ruangan Mahaguru Wu Kai.
Setelah merasakan Wu Sha sudah pergi, Mahaguru Wu Kai membuka matanya, "Sha'er, kau harus segera memahami bahwa banyak yang tidak beres terjadi di Benua Matahari Barat ini. Ku harap kau bisa menyelesaikannya dan ikut menjaga Benua ini agar tidak di kuasai bangsa lain!"
Setelah bergumam sebentar, Mahaguru Wu Kai kembali menutup matanya.
*****
Setelah menemui dan menerima perintah Mahaguru Wu Kai, Wu Sha langsung mengajak para Tetua Kuil Jiwa Abadi untuk rapat di ruangan rapat mereka.
Wu Sha langsung membahas dan memberi tahukan pesan dari Mahaguru Wu Kai.
Para tetua yang mendengarnya tidak terkejut, karena mereka sudah mengetahuinya lebih dulu.
Akhirnya Wu Sha memimpin Kuil Jiwa Abadi dan mengatur pergerakan mereka.
*****
Sementara itu masih di Kekaisaran Laut Selatan, tepatnya di Sekte Pedang Surgawi. Sekte paling kuat dan paling besar di Benua Matahari Barat. Terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan mendekati depan pintu gerbang Sekte itu.
"Akhirnya sampai juga!" Seru pemuda itu dalam hatinya. Tanpa berlama-lama, dia melangkahkan kakinya mendekati penjaga gerbang Sekte Pedang Surgawi.
"Senior perkenalkan aku Ye Xiu, murid dari Sekte kecil Sekte Tujuh Pedang yang berada di Kekaisaran Gunung Timur. Aku datang kesini untuk menghadap Patriak Zhang Ye karena ingin menyampaikan sesuatu yang penting."
Pemuda itu tidak lain adalah Ye Xiu, murid paling berbakat di Sekte Tujuh Pedang.
Dua orang murid Sekte Pedang Surgawi belum bereaksi, mereka memandangi Ye Xiu dari atas sampai bawah.
"Jelaskan lebih rinci lagi agar kami bisa menyampaikannya dengan baik!" Ucap salah satu dari murid itu. Keduanya lebih tua beberapa tahun daripada Ye Xiu, tetapi praktiknya masih berada pada praktik Penempaan Qi tingkat delapan awal.
Sementara Ye Xiu saat ini berada pada praktik Penempaan Qi tingkat dua belas menengah.
Sebab itu kedua orang itu tidak terlalu berani menyinggung Ye Xiu karena mereka tidak bisa menebak praktik Ye Xiu. Walaupun demikian, mereka tidak takut, karena bagaimanapun juga mereka saat ini sedang berada di Sekte Pedang Surgawi.
Sekuat apapun Ye Xiu tidak akan berani mengacau di tempat itu walaupun dia mempunyai nyawa lebih dari satu.
Di sisi lain, Ye Xiu sedikit tersenyum pahit, walaupun dirinya adalah murid berbakat di Sekte Tujuh Pedang tetapi sepertinya dua pemuda itu tidak mengenalinya. Walaupun keduanya tidak menunjukkan secara langsung, tetapi Ye Xiu bisa merasakan tatapan dua orang itu seakan merendahkannya.
Ye Xiu tidak menjelaskan lebih jauh, tetapi dia mengatakan informasi yang di bawanya berhubungan dengan Liu Kang, buronan aliansi Sekte aliran putih dan netral.
Mendengar hal itu, kedua murid Sekte Pedang Surgawi itu tampak terkejut dan raut wajah mereka serius dan mengerut.
"Darimana kau tahu bahwa orang yang kau maksud adalah Liu Kang?" Dua pemuda itu terlihat tidak percaya.
"Bisa jadi kau adalah anak iblis itu, dan kau datang kemari untuk mencelakai Patriak!" Sambung salah satu dari pemuda itu.
Ye Xiu menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum kecut, menurutnya bagaimana murid Sekte terbesar di Benua Matahari Barat akan se bodoh ini. Jika Ye Xiu adalah Liu Kang, apakah mungkin dia akan datang ke Sekte Pedang Surgawi sendirian?
Ye Xiu hanya mengumpat dalam hatinya tidak berani menyampaikannya. Bagaimanapun dua pemuda itu adalah murid Sekte Pedang Surgawi.
Saat Ye Xiu ingin menjelaskan lebih jauh, salah satu dari pemuda itu berkata, "Sudahlah junior Ge, walaupun dia Liu Kang si anak iblis itu dia tidak akan mungkin bisa melukai Patriak. Sebaiknya kita laporkan hal ini."
Pemuda yang dipanggil Junior Ge itu akhirnya menurut dan mengikuti pemuda lainnya sementara Ye Xiu di suruh untuk menunggu disana sampai mereka kembali.
Ye Xiu mengangguk, "Liu Kang, aku akan melenyapkan mu dan membawa Rong'er bersamaku!" Ye Xiu bergumam dalam hatinya dan mengepalkan tangannya dengan keras.
walet musim kawin