NovelToon NovelToon
Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author:

Anjeli Pranita, putri cantik pak Burhan yang biasa di sapa Anjeli. Gadis cantik dengan julukan kembang desa rela putus sekolah semenjak insiden yang membuat Keseharian ayahnya hanya bisa duduk di kursi roda yang usang pemberian tetangganya. Anjeli adalah gadis yang pintar di bidang akademik, murah senyum dan ceria. Namun, kepergian ibunya bersama laki-laki lain dengan alasan sudah capek hidup miskin dan ditambah kondisi ayahnya, menghilangkan senyum dan keceriaan di wajahnya akibat luka yang ditoreh ibunya untuk mereka. Anjeli si gadis sederhana harus menjadi kuat dan tahan banting di umurnya yang masih 16 tahun. Suatu hari, Anjeli yang menjadi tulang punggung untuk keluarga sedang mengais rezeki sebagai kuli panggul di pasar menggantikan pekerjaan bapaknya sebelum kecelakaan. Pagi itu tanpa sengaja Anjeli bertemu seorang nenek yang sedang kelaparan, ia yang memang memiliki hati yang baik memberikan bekal untuk makannya kepada sang nenek itu. Dari pertolongan itu Anjeli diberikan sebuah cincin usang oleh sang nenek sebagai bentuk kebaikan Anjeli. Cincin apakah yang diberikan oleh sang nenek itu kepada Anjeli????? Apakah ada keajaiban untuk Anjeli dan keluarganya??? Yukkkkk….,ikuti cerita Anjeli….

7

Setelah Pak Hendra pergi dengan mobilnya yang sarat akan aroma tomat segar, keheningan kembali menyelimuti rumah kecil Anjeli. Uang lima ratus ribu rupiah terselip di balik kemben kain Anjeli, terasa berat namun memberikan rasa aman yang sudah lama tidak ia rasakan. Namun, saat ia menatap sepuluh batang pohon tomat yang baru saja dipanen, hatinya mencelos.

Tanah di bawah pohon-pohon itu tampak menyedihkan. Jika tanah di sekitarnya berwarna cokelat kemerahan, tanah bekas panen paksa itu kini berwarna abu-abu keputihan, pecah-pecah seperti kerupuk yang dijemur terlalu lama. Daun-daun tomatnya pun mendadak layu dan menguning hanya dalam hitungan jam setelah buahnya diambil.

"Tanah ini benar-benar habis tenaganya," bisik Anjeli sedih. Ia berlutut, menyentuh tanah yang terasa panas di ujung jarinya.

Ia teringat pesan di Ruang Ajaib. Segala sesuatu yang dipercepat secara paksa pasti menuntut bayaran. Dan bayarannya adalah kesuburan bumi itu sendiri. Anjeli sadar, ia tidak bisa terus-menerus menggunakan Ekstrak Pertumbuhan Cepat. Jika ia serakah, tanah warisan ayahnya ini akan berubah menjadi padang pasir yang mati.

"Kak, Aris mau ikut ke pasar ya!” seru Aris sambil berlari keluar, sudah rapi dengan kaosnya yang paling bagus meskipun ada tambalan di bahu.

Anjeli menoleh dan tersenyum. "Iya dek. Ayo kita beli buku gambar dan pensil warna yang kamu mau. Tapi setelah itu, temani Kakak cari sesuatu ya?"

Mereka berpamitan pada Pak Burhan. Sebelum pergi, Anjeli memberikan segelas air putih yang sudah dicampur dua tetes Air Rohani kepada ayahnya. "Ayah istirahat ya, kalau kaki Ayah terasa gatal lagi, jangan digaruk keras-keras. Itu tandanya sarafnya mulai bangun."

Di pasar, pemandangan Anjeli dan Aris menarik perhatian. Biasanya Anjeli datang dengan wajah kusam dan pakaian kotor sebagai kuli, tapi hari ini ia berjalan tegak menggandeng adiknya.

Setelah membelikan Aris buku gambar tebal dan satu set pensil warna berisi 24 warna yang membuat mata adiknya berbinar seperti melihat harta karun Anjeli tidak pulang. Ia membawa Aris ke pojok pasar, tempat para peternak ayam dan sapi berkumpul.

Ia tidak mencari bibit atau alat canggih. Ia justru mencari kotoran ternak dan sekam padi yang sudah membusuk.

"Njel, mau buat apa beli tumpukan bau begitu?" tanya Pak Kumis, salah satu pemilik kandang ayam.

"Mau buat pupuk kompos, Pak. Tanah di belakang rumah keras sekali, harus dikasih banyak makanan supaya empuk," jawab Anjeli sambil tersenyum ramah. Ia membayar beberapa karung kotoran ayam dan sekam dengan harga murah.

Anjeli sengaja melakukan ini. Ia ingin semua orang melihat bahwa ia sedang memperbaiki tanahnya secara alami. Jika nanti tanahnya subur kembali, orang-orang akan berpikir itu karena berkarung-karung kotoran ayam yang ia panggul sendiri ke rumah, bukan karena keajaiban cincin.

Malam harinya, setelah Aris tertidur pulas dengan buku gambar baru di pelukannya, Anjeli masuk ke Ruang Ajaib. Ia merasa sangat lelah secara fisik, namun saat kakinya menyentuh tanah hitam yang sejuk di dalam ruang itu, rasa lelahnya tersedot hilang.

Padi Emas yang ia tanam tempo hari kini sudah mulai mengeluarkan malai. Batangnya kokoh dan mengeluarkan cahaya keemasan yang redup namun indah. Anjeli mendekati sumur kristal.

"Aku butuh cara untuk memulihkan tanah di luar tanpa merusaknya lagi," gumamnya.

Ia mengambil Air Rohani murni dan membawanya ke dalam gubuk. Ia mulai mempelajari kembali catatan-catatan yang ada. Di sana, ia menemukan sebuah petunjuk baru tentang Kompos Rohani. Caranya adalah dengan merendam bahan organik dunia nyata ke dalam Air Rohani selama satu malam di dalam ruang ajaib.

Anjeli kemudian mengeluarkan energi mentalnya untuk menarik satu karung kecil kotoran ayam yang tadi ia beli ke dalam Ruang Ajaib. Ini adalah pertama kalinya ia mencoba memasukkan benda besar dari luar ke dalam. Kepalanya terasa berdenyut kencang, keringat dingin mengucur di dahinya.

"Ayo, sedikit lagi. Wuhsssss…Akhirnya” Karung itu berhasil masuk. Anjeli jatuh terduduk, napasnya tersengal. Ternyata memasukkan benda ke dalam ruang ajaib jauh lebih berat daripada mengeluarkan benda.

Ia merendam karung itu di dalam sebuah bak kayu yang ia isi dengan Air Rohani. "Besok pagi, ini akan menjadi pupuk yang paling luar biasa untuk memulihkan tanahku yang mati."

Kembali ke dunia nyata, Anjeli keluar dari kamarnya dan melihat ayahnya masih terjaga, duduk di kursi roda dekat jendela sambil menatap bulan.

"Ayah, kok belum tidur, Yah?" tanya Anjeli sambil menyelimuti kaki ayahnya dengan kain sarung.

"Ayah memikirkanmu, Nak. Ayah bangga melihatmu. Kamu tidak malu memanggul karung kotoran ayam demi kebun kita. Kamu mengingatkan Bapak pada kakekmu dulu. Dia selalu bilang, Tanah itu seperti manusia, kalau kamu beri dia kasih sayang dan makanan yang baik, dia akan menjagamu seumur hidup.”

Anjeli bersandar di bahu ayahnya. "Anjeli cuma ingin kita bahagia, Yah. Anjeli tidak keberatan bau kotoran ayam, asal Aris bisa sekolah dan Ayah bisa jalan lagi."

Pak Burhan mengelus rambut putrinya. "Oh Iyaa Njel..,Tadi sore Ayah bisa merasakan dinginnya ubin, Nak. Hanya sebentar, tapi itu nyata. Terima kasih ya, Nak, sudah jadi penguat untuk keluarga ini."

Anjeli memejamkan mata, merasakan kehangatan kasih sayang ayahnya. Di jarinya, cincin itu berdenyut lembut, seolah ikut merasakan kedamaian di dalam rumah sederhana itu. Ia tahu, meskipun tanahnya baru sepetak dan hutangnya masih menumpuk, langkah-langkah kecil yang ia ambil bersama keluarganya adalah fondasi yang paling kuat untuk masa depan mereka.

1
Wanita Aries
bagus thor gk bosen bacanya
Wanita Aries
emak dzolim ninggalkan hutang ke anjeli
Wanita Aries
kasian anjeli masa jd kuli panggul
@Mita🥰
wkwkwk pak Handoko gigit jari🤣🤣🤣
Wanita Aries
mampir thorr
@Mita🥰
wah kasihan ya rumah Anjeli baru di bangun
Andira Rahmawati
lanjutttt makin seruuu💪💪💪
Lala Kusumah
semangat Anjeli, kamu pasti bisa 💪💪💪
Lala Kusumah
good job Anjeli 💪💪💪👍👍👍😍😍
@Mita🥰
semangat Anjeli
@Mita🥰
semoga sukses selalu thor
@Mita🥰
lanjut thor
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
mantaaap 👍👍👍
@Mita🥰
ini ruang ajaib nya bukan di cincin itu ya thor kok lewat pintu
@Mita🥰
bagus ceritanya
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
sukses selalu untuk Anjeli ya 🙏🙏🙏
Aretha Shanum
lanjut, suka ceritanya
Putri Hasan
suka ceritanya /Smile/
semangat updatenya 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!