NovelToon NovelToon
Selamat Datang, Halal!

Selamat Datang, Halal!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:97.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mawarmay

Bercerita tentang sebuah perpisahan yang disebabkan oleh sebuah ketakutan yang menyelimuti. Hingga dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda dan jalan yang sama.

Jodoh tidak tertukar, begitulah banyak orang berkata. Dan memang benar adanya, meskipun mencoba berkelit dengan segudang alasan namun asa tetap terikat pada keduanya sehingga mampu menghela mereka menuju satu ikatan pernikahan.

wanita adalah tulang rusuk lelaki. maka tak ada istilah tulang rusuk yang tertukar selama ini.


Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bengkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita"

(HR al-Bukhari dan Muslim).

®Mawarmay®

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paradoks

"Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)"

[Al-Ahzab/33 : 4]

---

Amira menatap Dinan kemudian dia duduk. Dia meniti wajah Dinan kemudian dia kembali berbaring dan menyelimuti tubuhnya.

"Aku lelah Mas." Amira mulai memejamkan matanya.

"Ya sudah. Tidurlah." Dinan beranjak dari duduknya kemudian dia berjalan keluar dari kamar untuk makan malam. Setelah kepergian Dinan, Amira kembali membuka matanya dan menatap kosong pintu yang sudah kembali tertutup.

"Gak peka." Amira kembali tidur dan benar-benar memejamkan matanya namun sebelum itu dia masih menyempatkan diri untuk berdoa.

Pagi ini Amira masih santai dengan mengenakan pakaian di dalam kamar. Dia duduk di dekat jendela dan membaca buku, dia sesekali menghela napas saat dia merasa tak nyaman di dadanya.

Dia jadi teringat pembicaraan paginya dengan Dinan, tadi sebelum Dinan berangkat mereka berdua membahas tentang pertemuan Dinan dan Fatih. Dan alasan yang membuat Fatih melakukan semua itu adalah karena rasa tertarik kepada dirinya. Lelaki itu mengaku bahwa dia tidak bisa tidak melihat dirinya, bukankah itu mengerikan?

Amira nampak gelisah, dia takut terjadi banyak hal yang tidak diinginkan. Pagi ini seperti biasa dia sendiri di rumah karena mertua dan iparnya lagi-lagi mendatangi Maura karena Maura mengalami pendarahan semalam. Dan yang lebih membuat dia was-was adalah, hari ini Dinan yang mengantar mereka. Dinan akan bertemu dengan Maura yang saat ini dalam kondisi lemah.

Amira berdiri dari duduknya kemudian dia berjalan menuju lemari, dia mengeluarkan tas kerja dan mengambil buku di dalamnya. Dia kembali ke atas tempat tidur dan membuka buku yang dia ambil. Buku itu adalah novel religi Islam yang dia pinjam kemarin di perpustakaan sekolah. Amira harus mengalihkan pikiran supaya tidak berpikir negatif. Dia menoleh ke arah jam kemudian dia terhanyut dalam isi barisan kata yang terukir di atas kertas.

Amira membaca dalam diam, dia sesekali mengerutkan keningnya dan juga melotot tak percaya. Entahlah, yang jelas banyak ekspresi yang diperlihatkannya saat dia membaca cerita itu. Tak lama dia menutup novel itu dengan cukup keras.

"Yaa Allah tenangkan hati hamba." Amira mengatakan itu kemudian dia menaruh buku di atas nakas. Dan ternyata, novel yang dibaca oleh Amira adalah sebuah kumpulan cerpen yang di dalamnya ada beberapa judul yang berbeda. Ada salah satu judul yang mungkin cukup mengusik hati 'Ketika Suamiku Ingin Berbagi'. Mungkin karena ini Amira menutup buku yang dia baca.

Amira berdiri dan melangkah menuju kamar mandi, saat ini yang dia butuhkan adalah sholat. Karena mungkin dengan melakukannya dia akan tenang.

---

Amira tidak fokus dengan apa yang dia kerjakan, kejadian ganjal sehari ini terjadi begitu saja, seolah berkompromi untuk membuat Amira berpikir negatif tentang Dinan. Amira menaruh toples garam di meja.

Hari ini memang anak-anak mengadakan praktek sehingga kegiatan berlipat ganda, tapi itu semua tidak membuat pikiran Amira terfokus justru malah semakin mengerucut ke sebuah pemikiran yang sebenarnya harus dia hindari.

"Ada apa Bu?" tanya Rina yang menatap heran ke arah Amira.

"Tidak ada, hanya sedikit merasa aneh saja." Amira menjawab dengan jujur, dia memang merasa aneh dengan tubuhnya.

"Kok pucat?" tanya Rina menyadari wajah putih Amira seolah tak ada aliran darah, selain itu dia juga melihat beberapa butir keringat yang mencuat.

"Gak tahu, rasanya dingin gak nyaman." Amira mengambil minum di despenser kemudian di duduk dan meminumnya.

"Mau saya belikan teh panas?" Rina hendak berdiri. Tetapi diurungkan karena gelengan kepala Amira.

"Tidak, saya sudah minum air nanti pusingnya bakal hilang." Amira kembali mengambil toples garam dan keliling, dia tak ingin merepotkan siapapun.

"Bu, ini terus bagaimana?" tanya salah satu siswa.

"Sudah baca resep?" tanya Amira sambil melihat bahan yang dimasukkan oleh muridnya.

"Udah Bu, hanya saja tadi lupa masukin kemiri."

"Dimasukan akhir gak papa," kata Amira sambil beranjak. "Kemirinnya jangan lupa disangrai dulu." Amira kembali melanjutkan. Dia ingin menilai kecakapan anak-anaknya.

Amira terdiam saat ingat bahwa dia belum memastikan tentang sepupu Rina yang hendak menggantikan posisinya. Amira setelah berjalan keliling dia kembali duduk di samping Rina.

"Sepupu Bu Rina bagaimana?" tanya Amira langsung.

"Dia setuju Bu. Hanya menunggu panggilan dari komite. Tadi sudah memasukan lamaran." Amira tersenyum kemudian mengangguk.

"Bu Mira yakin?" Amira tersenyum menatap wajah Rina.

"Yakin Bu. Kalau gak yakin masak udah di komite aja surat pengunduran diri saya." Rina tersenyum masam.

"Padahal saya cocok dengan Bu Amira." Amira hanya melempar senyum tipis. Kemudian keduanya larut dengan percakapan yang tak ada berujung. Mulai membahas tentang menu yang akan disiapkan untuk ulangan semester juga beberapa materi yang akan diberikan.

Rina tiba-tiba menyekutukan sesuatu yang membuat Amira menghentikan pekerjaannya.

"Kemarin saya lihat pak Dinan dengan seorang perempuan hamil." Amira menoleh ke arah Rina.

"Maaf jadi mengajak membicarakan orang, tapi saya cukup penasaran dengan pak Dinan." Amira tidak berkomentar, dia masih mencerna ucapan Rina. Kemarin Dinan memang pulang terlambat dan hal itu belum dikonfirmasi sama sekali oleh Dinan, apa yang membuatnya pulang terlambat.

"Kapan Bu?" tanya Amira akhirnya mengeluarkan suara, hal itu cukup membuat Rina sedikit terkejut, pasalnya Amira bukan sosok orang yang asyik diajak membicarakan orang lain.

"Kemari pukul empat lebih, waktu saya membelikan suami saya kanebo di minimarket dekat rumah." Amira mencerba ucapan Rina. Bukankah itu berarti masih masa kerja Dinan?

"Ketemu pak Dinan di dekat rumah Ibu?" tanya Amira.

"Iya, beliau tidak melihat. Soalnya beliau sedang ngobrol dengan ibu hamil di teras minimarket. Kemudian saat saya keluar niat hati mau menyapa ternyata keduanya sedang berbincang serius jadi saya urungkan." Amira menurunkan tangannya dia tidak ingin Rina menyadari bahwa apa yang Rina ucapkan mempengaruhi emosinya.

"Mungkin istrinya." Amira berkomentar lirih, dia sendiri tidak yakin dengan ucapannya karena dia tahu benar bahwa istri Dinan tidak sedang hamil dan pada jam itu istri Dinan ada di rumah bukan pergi dengan suaminya.

"Bisa jadi, soalnya pak Dinan nampak perhatian." Jawaban dari Rina membuat tangan Amira semakin kuat menggenggam ujung bajunya. Amira mencoba menghentikan rasa panas di matanya dengan mengedipkan matanya beberapa kali.

"Bu Mira tidak apa-apa?" tanya Rina sedikit terkejut dengan tingkah Amira.

"Kayaknya saya benar-benar tidak enak badan, saya merasa wajah dan mata saya panas." Amira mengelap bulir air mata yang meluruh.

"Mau saya pesankan Grab? Sebaiknya Bu Mira istirahat di rumah." Amira menatap Rina kemudian dia merasa wajah Rina semakin buram lalu dia Merakan kepalanya terasa ringan dan terdengar suara dengungan yang kuat sebelum semuanya berubah menjadi hitam dan Amira tidak mendengar apapun.

---

Hitam menjadi warna yang menghiasi pemandangan mata Amira, dia merasa tak ada sedikitpun cahaya yang membantunya untuk melihat keadaan sekitar. Dia ingat tadi saat berbincang dengan Rina dia diserang rasa yang tak nyaman sebelum merasakan kegelapan yang melingkupi.

Amira mencoba menggerakkan tangannya kemudian dia mulai mengangkat kelopak matanya, dia sadar semua terasa gelap karena bertanya tertutup dengan kelopak mata.

"Alhamdulillah, apa yang kamu rasakan?" tanya Rindu saat melihat mata Amira terbuka.

"Pusing." Amira menjawab dengan usaha yang kuat karena dia menahan rasa sakit yang mendera kepalanya.

"Aku bantu duduk, ayo minum dulu." Rindu membantu Amira untuk duduk dan menyuap Amira dengan gelas berisi air putih.

Rindu dengan telaten menata bantal untuk alas bersandar Amira.

"Tadi aku sedang absen, terus mendengar keributan di ruang boga jadi aku ke ruang boga dan menemukan kamu tak sadarkan diri. Kamu benar-benar gak papa?" tanya Rindu kembali meyakinkan.

"Saya baik-baik saja, hanya sedikit pusing dan rasanya buram."

"Perlu aku antar ke dokter? Soalnya menurut cerita orang yang ada di kejadian perkara kepala kamu terbentur." Amira mengangkat tangannya untuk menyentuh sisi kepalanya bagian kanan yang terasa nyeri.

"Sedikit bengkak." Amira mencoba tersenyum dan mengangguk.

"Terima kasih."

"Tidak perlu berterima kasih karena ini guna teman." Amira kembali mengangguk dan tersenyum tipis.

"Boleh masuk?" tanya Doni.

"Ya," jawab Rindu.

"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Doni.

"Saya sudah membaik." Amira menjawab dengan lirih.

"Aku sudah menghubungi dia, tapi," kata Doni ragu.

"Dia di rumah sakit?" tembak Amira yang sudah tidak sabar menunggu kelanjutan ucapan Doni.

"Iya, ponselnya dibawa adiknya." Amira mengangguk.

"Pak Doni belum bilang apapun 'kan?" Amira menatap curiga ke arah Doni.

"Belum. Aku hanya menanyakan posisi saja." Amira mengangguk kemudian dia berkata dengan nada yang cukup tegas.

"Jangan beritahu apapun kepadanya atau kepada siapapun. Aku percaya dengan Pak Doni." Rindu yang sejak tadi tidak paham dengan pembicaraan hanya diam saja. Dia jelas melihat wajah Doni yang nampak bingung.

----

1
Jepri Sal
oh ya ampun maaf ya thor tadi aku sempat mikir kalaw othor di depanku mau ku benyek tak kucek kucek di baskom habis itu ku jemur dan dikeringkan
dari sekian banyak novel yang ku baca ceritamu yg paling dalam mengadu perasaanku
👑 dari ku untukmu
🏕 di alam terbuka biar othor punya inspirasi lebih banyak lagi,dan bisa membuat pembaca jungkir balik lagi
👌👋👋👋
# geramku
Khanza Altaf
the best
Emak Cunah
bagus ceritanya...karakter ga nekoh"..tp malah jd bagus. ..campur" rasanya de"g ser
Esya Muharmi
kasihan amira , terlalu banyak yang di pikirkan
Esya Muharmi
ending nya aku gx suka sedih
Esya Muharmi
syuka karya2 mu thor, singkat padat n jelas. terkadang bikin syok, sport jantung
Esya Muharmi
legaa thor, ternyata tak seperti dugaan
Esya Muharmi
nyesek, asli nyesek ini
Esya Muharmi
mantap cerita nya thor
Siti Masitoh Kenon
alur ceritanya kok gini ya,aneh ga ngerti trus nama"tokoh nya jg males bacanya
Andriyah Nurhidayati
huh kenapa novel islam sering said ending sih
Andriyah Nurhidayati
Ifa resek coba kowe sing dipiligami rasane piye, cah ra jelas
Andriyah Nurhidayati
kok gak mangilnya mas Dinan aja lebih mesra
Andriyah Nurhidayati
agak bingung bacanya,
we
cerita bagus banyak nasehat ..
Sukeni
ngak ngerti,msh bingung dgn alur ceritax
**✿❀shofyara🐰🐰❀✿**: Semngat up nya thor
IZIN PROMO THOR
,baca chat story aku yuk,
judulnya KEBENCIANKU MENJADI CINTA
Sama novelnya aku
JudulnyA QUIET GIRL IDOL OF MY HEART
,baru mulai ni biar aku semnagat,
Tiap hari aku update terus
dan jangan lupa vote,likecoment+ and rate bintang 5 👍
Jangan lupa mampir juga
Ditunggu kedatangannya....
total 1 replies
Mommy 2
aku jejak
Siti Balkis
saya ko masih bingung ya ceritanyg belum ngrti gitu ....maaf ya thor .boleh nyimak
**✿❀shofyara🐰🐰❀✿**: Semngat up nya thor
IZIN PROMO THOR
,baca chat story aku yuk,
judulnya KEBENCIANKU MENJADI CINTA
Sama novelnya aku
JudulnyA QUIET GIRL IDOL OF MY HEART
,baru mulai ni biar aku semnagat,
Tiap hari aku update terus
dan jangan lupa vote,likecoment+ and rate bintang 5 👍
Jangan lupa mampir juga
Ditunggu kedatangannya....
total 2 replies
Siti Balkis
masih nyimak
Chayra Lailatul R
ngak faham sama alur ceritanya
Naoki Miki: izin promote thor🙏
Haii mampir yuk kekrya q 'Rasa yang tak lagi sama'🤗
tkn prfil q aja yaa jan lupa tinggalkan jejaakk😍
vielen danke😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!