NovelToon NovelToon
Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dulu aku berjanji di depan Tuhan untuk menjaganya, namun dunia seolah memaksaku untuk ingkar."
Tian hanyalah seorang pria sederhana yang dianggap 'tidak berguna' oleh keluarga besar istrinya, Mega. Pernikahan mereka yang didasari cinta suci harus berhadapan dengan tembok tinggi bernama kemiskinan dan penghinaan. Saat Mega divonis mengidap penyakit langka yang membutuhkan biaya miliaran, Tian tidak menyerah.
Ia menjadi kuli di siang hari, petarung jalanan di malam hari, hingga terseret ke dalam pusaran dunia gelap demi satu tujuan: Melihat Mega tersenyum kembali. Namun, saat harta mulai tergenggam, ujian sesungguhnya datang. Apakah kesetiaan Tian akan tetap utuh saat godaan wanita lain dan rahasia masa lalu Mega mulai terkuak?
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta, tapi tentang pembuktian bahwa bagi seorang suami, istri adalah surga yang layak diperjuangkan meski harus melewati neraka dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Benteng Terakhir di Lantai Empat

Suara deru helikopter yang membawa Tian menembus badai menuju Jakarta tahun 2026 terasa seperti detak jantung yang berpacu dengan maut. Di dalam kabin yang berguncang hebat, Tian mencengkeram erat interkomnya. Di telinganya, hanya ada suara napas berat dan gesekan logam yang mengerikan dari Rumah Sakit Harapan.

"Paman! Jawab aku!" teriak Tian, suaranya parau menembus kebisingan mesin.

Di Jakarta, lorong Lantai Empat yang biasanya tenang kini telah berubah menjadi koridor neraka. Paman Hasan berdiri tegak di depan pintu ICU, satu tangannya memegang senapan laras pendek dan tangan lainnya mencengkeram pilar pintu untuk menopang kakinya yang cedera. Di belakangnya, di balik pintu kaca, Mega sedang terbaring dengan mata terbuka lemah, namun ia melihat punggung kokoh paman suaminya yang bersiap menjadi tameng nyawanya.

"Macan... dengarkan aku," suara Hasan terdengar tenang di tengah suara rentetan tembakan di ujung lorong. "Kau hampir sampai. Fokus pada pendaratanmu. Biarkan pamanmu ini melakukan tugas terakhirnya dengan terhormat."

"Jangan bicara begitu, Paman! Bertahanlah!"

Tiba-tiba, pintu darurat di ujung koridor jebol. Lima orang pasukan elite Aristha dengan seragam taktis hitam merangsek masuk. Hasan melepaskan tembakan beruntun, menjatuhkan dua orang pertama, namun bahunya terkena peluru nyasar. Ia mengerang, namun tidak bergeser satu inci pun dari depan pintu Mega.

Di dalam helikopter, Tian menyaksikan melalui tablet Jenderal Yudha bagaimana kamera CCTV rumah sakit menangkap momen Hasan yang tertembak. Amarah yang membara di dada Tian meledak menjadi dingin yang mematikan. Ia menatap Aristha yang duduk terborgol di sudut helikopter.

"Jika satu peluru lagi mengenai pamanku, atau jika satu orang menyentuh pintu itu, aku akan membuangmu ke mesin baling-baling ini sekarang juga," ancam Tian. Matanya tidak lagi menunjukkan emosi manusia; hanya ada kegelapan murni.

Aristha membuang muka, menyadari bahwa pria di depannya benar-benar telah melampaui batas kewarasan. "Mereka tidak akan berhenti, Tian. Mereka dibayar untuk menyelesaikan tugas."

"Maka aku akan membayar mereka dengan kematian," desis Tian. Ia menoleh ke arah pilot. "Terjunkan aku di atap sekarang! Jangan tunggu mendarat!"

Helikopter itu miring tajam saat mendekati helipad RS Harapan. Belum sempat roda helikopter menyentuh lantai atap, Tian sudah melompat keluar dengan tali peluncur. Ia menghantam beton atap, berguling, dan langsung berlari menuju pintu akses tangga darurat.

Di lantai empat, Hasan mulai kehabisan amunisi. Ia tersandar di pintu, darah mengalir dari luka di perutnya. Mega di dalam ruangan itu menangis tanpa suara, tangannya yang lemah menggapai-gapai ke arah kaca.

"Mas Tian... Mas..." ratih Mega, suaranya tertelan masker oksigen.

Saat pemimpin pasukan Aristha mendekati Hasan dan mengarahkan moncong senjata ke kepala pria tua itu, pintu tangga darurat di belakang mereka hancur berkeping-keping.

Tian muncul seperti iblis dari kegelapan. Tanpa senjata api, ia menggunakan dua belati hitam yang sudah mengkilap oleh darah. Gerakannya begitu cepat sehingga mata manusia sulit mengikutinya. Dalam satu putaran, ia menggorok leher prajurit terdekat dan menusukkan belati lainnya ke jantung prajurit kedua.

"Berani-beraninya kalian menyentuh keluargaku!" raung Tian.

Ia menyerbu sisa pasukan itu dengan keganasan yang tak terbayangkan. Setiap pukulan dan tusukannya adalah balasan atas setiap detik penderitaan Mega. Saat prajurit terakhir tumbang dengan tulang leher yang patah, Tian segera berlutut di samping Paman Hasan yang mulai memucat.

"Paman! Bertahanlah!" Tian menekan luka di perut Hasan dengan tangannya yang gemetar.

Hasan tersenyum tipis, matanya menatap sayu ke arah Mega di dalam ruangan. "Dia... dia aman, Macan. Pergilah ke sana..."

Tian menatap Mega melalui kaca. Istrinya menempelkan telapak tangannya ke kaca, dan Tian membalasnya dari luar. Di antara mereka hanya ada sekat kaca tipis, namun penuh dengan noda darah dan air mata perjuangan.

Tiba-tiba, seluruh layar monitor di rumah sakit itu mati. Suara tawa Aristha terdengar dari pengeras suara gedung ternyata pria itu memiliki kontrol cadangan yang disembunyikan bahkan dari Yudha. "Kau pikir kau menang karena membunuh anak buahku? Aku baru saja mengaktifkan protokol 'Detonasi Simpatik'. Seluruh tabung oksigen di lantai ini akan meledak dalam 60 detik. Pilih satu, Tian: Selamatkan istrimu yang lemah, atau pamanmu yang sekarat. Kau tidak bisa membawa keduanya keluar tepat waktu." Tian menatap Hasan, lalu menatap Mega. Bau gas mulai tercium di koridor. Waktu mulai menghitung mundur dari angka 60.

1
grandi
pasti ada harapan
grandi
Tian selalu kuat ya💪
grandi
sesaknya minta ampun dah/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Di novel 2027 udah dateng ya thor🤣 Happy new year Thor/Facepalm/
christian Defit Karamoy: sebenarnya tahunnya emang saya buat begitu agar lebih menyenangkan 😄
trimakasih selalu suport ya 🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Biar makin semangatt ni Aku bagi /Rose/
christian Defit Karamoy: trimakasih kakakku🙏😍
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semoga tian ga kenapa-napa
christian Defit Karamoy: ikuti terus ya qila🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Banyak banget rintangan nya Tian, semoga tetap kuat ya💪
christian Defit Karamoy: iya kak😭
total 1 replies
studibivalvia
penulisan rapi jadi enak banget bacanya 😎 yuk terus lanjutkan kak semangat
christian Defit Karamoy: siap kak trimakasih🙏
total 1 replies
Arceusssxara
💪
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Gas terus thor. Sampai tujuan
christian Defit Karamoy: siap trimakasih kak🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ceritanya bagus, semangat terus up nya thor
christian Defit Karamoy
iya bang/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Si manusia satu itu, sangat kejam sekali huh😤
Kenjiro Dominic
span thor
christian Defit Karamoy: siap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ibumu bohong mega jangan dipercai, kesel banget aku sama nenek tua ini rasanya pengen ku pukul pakai kayu mulutnya 1000×
christian Defit Karamoy: /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
christian Defit Karamoy
amin🙏
Kasychan`●⑅⃝😽
lanjut thor
christian Defit Karamoy: siyap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
yang sabar ya Tian ini ujian
christian Defit Karamoy: /Sob/
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semangat terus Tian, ayo jangan nyerah dulu💪☺
christian Defit Karamoy: siap qila🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
beginilah orang klau sudah cinta dengan seseorang, ia akan melakukan apapun bahkan nyawapun dia pertaruhkan demi orang yang dia cintai, beruntung banget ya mega, btw semangat terus thor up nya, semoga karyanya bisa ramai ya☺
christian Defit Karamoy: amin amin qila🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!