"tolong....."
"tolong kami..."
"lepaskan rantai inii..."
"toloongg!!!!"
Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.
Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?
yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12. Pelindung dan sayap
kekayaan juragan Sapto semakin bertambah dan ia sudah mengumpulkan hampir dua ratus hektar tanah, membuka toko bangunan dengan harga relatif murah, dan toko sembako.
Setiap bulan, ia akan membagikan bahan pangan kepada seluruh warga desa hingga ia menjadi orang yang paling disegani di desa itu.
tibalah kepulangan putranya yang berkuliah di kota, Wijaya Kusuma. lelaki tampan dan cerdas yang menjadi kebanggan juragan sapto dan Saryati.
Juragan Sapto ingin mengenalkan putranya dengan iblis sembahannya. Namun, ia urungkan jika ini bukanlah waktunya.
Hari demi hari ia jalani dengan sangat santai akan nikmat yang ia dapatkan, tapi itu semua adalah kenikmatan sesaat. karena belakangan ini, juragan Sapto sering jatuh sakit. Hingga ia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya.
Juragan Sapto mengatakan kepada istrinya jika ia selama ini memiliki pesugihan dari gunung Kawi.
"kamu gila mas!! Bagaimana bisa kamu melakukan ini semua!!" Saryati marah karena suaminya sudah menyimpang terlalu jauh
"ini semua aku lakukan juga demi kamu Saryati! Demi anak kita!" bentak Juragan Sapto
"kurang apalagi kita selama ini mas? Kenapa kamu masih nekat melakukan semua ini?! Kamu mengorbankan gadis-gadis tak bersalah hanya karna ambisi sepele mu itu!" ucap Saryati
"diam kamu Saryati! Kau tau apa tentang keinginan ku? Kau harus tunduk padaku! Jika kamu melawan atau rahasia ini bocor, maka aku tidak segan menumbalkam calon mantu kesayangan mu!" ancam juragan Sapto yang membuat Saryati terdiam
Saryati hanya bisa menangis meratapi nasibnya dan putranya yang memilki kepala keluarga bersekutu dengan iblis.
Semua masih terus berlanjut hingga Wijaya menikah dengan Liana dan dikaruniai seorang putra. Zayyan Bukhori
Saat Zayyan menginjak usia 7 tahun, Liana kembali hamil dan ternyata perempuan.
seluruh keluarga gembira karena akan ada calon anggota baru dirumah ini. Namun, kebahagiaan itu sirna karena sang iblis menginginkan keturunan asli dari Juragan sapto.
Awalnya juragan Sapto menolak dan berakhir ia hampir meregang nyawa karena membantah sang junjungannya. juragan sapto tak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya kepada seluruh keluarganya. Wijaya yang mendengar sangat murka hingga memukuli sang ayah yang sudah sekarat.
setelah sebulan lamanya juragan Sapto sakit, tubuhnya dirasuki iblis sembahannya dan mengutuk keluarga itu
"jika kalian tidak memberikan anak itu saat usianya dua puluh lima tahun maka akan aku hancurkan kalian semua beserta seluruh penduduk kampung disini! Hahaha" setelah mengatakan itu juragan Sapto meninggal dengan mata mendelik dan seluruh tubuhnya gosong.
pemandangan itu disaksikan oleh keluarga Pak Hamdan dan pak rusdi yang kebetulan sedang datang menjenguk juragan yang sakit.
Setelah pemakaman selesai, Wijaya mendatangkan ayah temannya yang dikota, seorang kiyai pondok pesantren untuk menyegel iblis itu.
Iblis itu berhasil disegel walaupun hanya sementara karena yang mampu memusnahkannya adalah Gadis yang ia pilih sejak dalam kandungan. Yaitu Nadira
"jaga anakmu Wijaya, kalau bisa bawa keluargamu pergi dari desa ini sampai tiba waktunya nanti putrimu sendiri yang memusnahkan iblis itu" pesan kiyai
"baik kiyai, saya akan Mambawa anak dan isteri saya pergi dari sini, tapi bagaimana anak saya memusnahkan iblis itu kiyai?" tanya Wijaya
"kelak ia akan bersama sang pelindung dan sayap kanan kirinya, pelindung pria yang memiliki hari kelahiran Selasa legi. dan sayap kanan seorang pria yang memiliki hubungan rumit di keluarganya dan sayap kiri seorang gadis yang akan menjadi sahabatnya nanti" jelas kiyai itu
"lalu senjata apa yang akan mereka gunakan untuk mengalahkan iblis itu kiyai?" tanya Wijaya lagi
"mereka harus pergi ke lembah kidul untuk mendapatkan keris pusaka yang menancap disela batu. Keris itu hanya akan terlihat oleh orang yang dipilih keris itu sendiri. pastikan putra putrimu dibekali ilmu agama dan spiritual yang tebal Wijaya"
Setelah menjelaskan semuanya kiyai pamit dan akan menunggu kedatangan empat orang yang ia sebut untuk mengalahkan sang iblis.
Ia akan menunggu mereka untuk mempelajari ilmu yang akan membimbing mereka dan menguatkan iman serta keyakinan mereka. serta ilmu Kanuragan yang akan ia wariskan agar mereka bisa melanjutkan kejalan yang benar dan bisa bermanfaat juga untuk membantu orang lain
Flashback off
Mereka yang ada diruangan itu tertegun mendengar cerita dari ayah Wijaya. Sungguh tak bisa dipercaya jika juragan Sapto nekat menyembah iblis hanya untuk dipandang hormat oleh warga desa dan kaya raya. Sangat sepele hingga harus mengorbankan keturunannya sendiri.
"jadi, siapa saja pelindung serta sayap yang dimaksud kiyai itu yah?" tanya Zayyan
"pelindungnya Aksara karena ia lahir di hari Selasa legi, sayap kiri Elsa dan sayap kanan belum diketahui siapa" ucap ayah Wijaya
"wiiihh aku sayapnya Nadira? Bakal petualangan ini" seru Elsa kegirangan
"heh ini bahaya loh Sa! Bisa-bisanya kamu kesenengan gitu" sungut Nadira
"yaaa kan kamu tokok utamanya hehe" Elsa hanya nyengir
"aku akan berusaha jadi pelindung Nadira om! Apapun akan aku lakukan demi menyelamatkan Nadira" ucap Aksara tegas
"memangnya kenapa kamu mau jadi pelindung Nadira? bukankah kalian kecil dulu sering berantem?" tanya Zayyan
"eh itu..karena saya sudah jatuh cinta padanya sejak masih kecil" ucap Aksara malu-malu
"heh sembarangan kamu ya! putriku masih kecil kamu udah cinta-cintaan aja" gerutu ayah Wijaya yang membuat orang disana tertawa
"ini sudah sangat larut, lebih baik kita tidur" ucap pak Rusdi
Sedangkan pak Hamdan pulang kerumahnya. tidak mungkin dia ikut menginap dirumh Bu Mutia
.
"assalamu'alaikum Bu buka pintunya" ucap pak Hamdan yang sudah didepan rumah
"wa'alaikumsalam yah, kok baru pulang?" ucap anak laki-laki pak Hamdan
"iya, tadi ada urusan sedikit le. Kamu kenapa kok belum tidur?" tanya pak Hamdan
"Rehan nungguin ayah pulang, kasian ibuk kalo disuruh jaga pintu" ucap anak pak Hamdan
"oh gitu, maaf ya ayah pulangnya kemalaman" ucap pak Hamdan
"nggakpapa kok yah, ya udah rehan tidur ya" rehan pergi menuju kamarnya
"kamu sungguh perhatian dengan keluarga walaupun cuek ketika diluar, namun kamu sungguh tulus le. Meskipun kamu bukan anak kandungku"