NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Hujan Universe dan Janji Kencan Buta

|Dunia Maya - Room PandaLive: SindyKecil|

Di layar ponsel Sindy, efek animasi galaksi dari gift [UNIVERSE] masih menyisakan debu bintang digital. Namun, yang lebih berdebu adalah harga diri Sindy yang baru saja runtuh.

Tapi, Sindy adalah gadis yang realistis. Nasi sudah menjadi bubur, lebih baik buburnya ditambah ayam suwir dan cakwe biar enak. Dia sudah terlanjur memanggil "Papi", jadi dia harus totalitas.

Sindy mendekatkan wajahnya ke kamera, matanya berbinar dengan kilau materialistis yang jujur.

"Makasih banyak ya, Papi Rakaaa... Sayang banget sama Papi! Muah!" ucapnya dengan suara manja yang bisa bikin diabetes.

Kolom komentar langsung meledak dengan kecepatan cahaya.

BocilEpep: "FIX! ANJAY KELAS! Uang emang nggak bohong!"

KaumRebahan: "Inilah momen runtuhnya idealisme seorang mahasiswi."

IntelKampus: "Ditunggu video unboxing Papinya kak!"

NetizenGabut: "Jiwa miskin gue meronta-ronta liat 3 juta melayang cuma buat dipanggil Papi."

Sementara itu, di kamar mewah Villa The Sultan Residence, Raka tidak terlalu peduli dengan reaksi chat. Perhatiannya tersedot pada panel sistem yang tiba-tiba menyala terang di retinanya.

[TING!] [Misi "Ikatan Batin" Selesai!] [Target berhasil ditaklukkan secara verbal dan finansial.]

[Hadiah Misi Tersedia: Tiket Gacha x10 (Premium)] [Apakah Anda ingin melakukan penarikan sekarang?]

"Gas!" seru Raka semangat. Dia bangkit dari posisi tidurnya, duduk bersila di atas kasur seharga mobil itu.

"Tunjukkan keajaibanmu, Sistem!"

Sebuah roda rolet raksasa berwarna emas dan platinum muncul di udara, berputar dengan kecepatan yang memusingkan mata. Suara fanfare kemenangan terdengar megah.

[GACHA DIMULAI!]

Jarum penunjuk berdetak cepat, melewati warna biru (biasa), ungu (langka), dan berhenti berkali-kali di warna Emas (Legendary).

[TING! TING! TING!]

Rentetan notifikasi hadiah muncul beruntun:

[Selamat! Uang Tunai: Rp 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah)!]

[Selamat! Item: Kartu Belanja "Louis Vuitton Plaza Indonesia" (Saldo: Rp 5 Miliar)!]

[Selamat! Uang Tunai: Rp 200.000.000!]

[Selamat! Item: "The Black Card" - Grand Indonesia VVIP Access!] (Parkir Valet Gratis Seumur Hidup, Akses Lounge, Diskon Prioritas)

[Selamat! Uang Tunai: Rp 300.000.000!]

[Selamat! Skill Tempur: "Mixed Martial Arts (MMA) Mastery - Tingkat Dasar"!] (Refleks tubuh dan teknik bertarung tangan kosong ditanamkan ke memori otot)

[Selamat! Item Virtual: 20.000.000 Koin PandaLive!] (Setara Rp 2 Miliar saldo gifting)

[Selamat! Item Virtual: Paket Dukungan Streamer x5 (Bom Like & Share)!]

[Selamat! Item Virtual: Avatar Frame "God Emperor" (Eksklusif)!]

[Selamat! UPGRADE SKILL UTAMA: "Waktu Adalah Uang"!]* *(Pendapatan pasif meningkat: Rp 250/detik -> Rp 500/detik)

Raka ternganga membaca daftar itu. Matanya membelalak lebar.

"Gila..."

Dia menghitung cepat. Uang tunai total: 1 Miliar Rupiah. Saldo belanja LV: 5 Miliar Rupiah. Koin Live: 2 Miliar Rupiah.

Dan yang paling mengerikan: Upgrade Pasif. Rp 500 per detik. Itu artinya:

Rp 30.000 per menit.

Rp 1.800.000 per jam.

Rp 43.200.000 per HARI.

"Empat puluh tiga juta sehari cuma modal napas..." Raka menggelengkan kepala, tertawa tak percaya. "Gaji direktur bank aja kalah sama gue yang cuma rebahan."

Tiba-tiba, sebuah sensasi panas menjalar ke seluruh otot tubuhnya. Ini efek dari hadiah ke-6: MMA Mastery.

Kretek... Krek...

Tulang-tulangnya serasa dipadatkan. Raka merasakan aliran informasi yang aneh membanjiri otaknya. Teknik kuncian, teknik pukulan hook, cara mematahkan sendi lawan, cara menghindari pisau... semua itu tiba-tiba ada di kepalanya, seolah dia sudah berlatih di gym UFC selama 5 tahun.

Raka mencoba melayangkan satu pukulan jab ke udara.

Wush!

Cepat. Tajam. Bertenaga. Angin dari pukulannya bahkan terdengar mendesing.

"Anjir, gue jadi jago berantem?" Raka menatap kepalan tangannya. "Lumayan. Punya harta banyak emang butuh self-defense biar nggak diculik."

Ponselnya bergetar bertubi-tubi. Notifikasi SMS Banking masuk seperti air bah.

[BCA: Transfer masuk Rp 500.000.000] [BCA: Transfer masuk Rp 200.000.000] [BCA: Transfer masuk Rp 300.000.000]

Saldo rekeningnya kini membengkak mendekati angka 1,2 Miliar Rupiah. Dan itu baru uang cash di bank, belum aset lain.

"Oke," Raka mengambil ponselnya kembali, melihat layar PandaLive yang masih menyala. "Saatnya ngasih pelajaran terakhir buat anak durhaka ini."

Di layar, Sindy masih sibuk berterima kasih pada penonton yang memberinya mawar-mawar murah.

"Makasih ya Kak Budi mawarnya... Makasih Kak Jono..."

Raka menyeringai. Dia melihat saldo koinnya yang kini tumpah ruah (20 Juta Koin!).

"Sindy, Sindy... Kamu baru liat satu galaksi udah seneng? Gimana kalau saya kasih Big Bang?"

Raka menekan tombol Gift. Dia memilih [UNIVERSE] lagi. Dan dia menekan tombol Combo.

[SEND x1] [SEND x2] [SEND x3] ... [SEND x10]

|Dunia Maya - Room PandaLive: SindyKecil|

BOOM!

Layar HP Sindy meledak. Bukan meledak harafiah, tapi efek animasinya tumpang tindih saking banyaknya.

Satu galaksi muncul. Belum selesai animasinya, galaksi lain menabrak. Bintang-bintang bertabrakan. Layar menjadi putih terang oleh cahaya gift seharga 30 Juta Rupiah yang dikirim dalam waktu 5 detik.

[Sultan "RAKA" sent UNIVERSE x10!] [Combo x10!]

Seluruh server PandaLive lag. Komentar macet. Sindy membeku total. Matanya bukan lagi bulat, tapi nyaris copot. Mulutnya menganga lebar, lupa caranya menutup.

Sepuluh Universe. Tiga Puluh Juta Rupiah. Diberikan begitu saja seperti buang sampah.

"P-Pa... Papi..." Sindy tergagap, air matanya menetes (kali ini air mata bahagia murni). Kakinya lemas. Kalau dia sedang berdiri, dia pasti sudah jatuh terduduk.

"Papi Raka?! Ini... ini beneran?! Tiga puluh juta?!"

Sebelum Sindy sempat histeris lebih lanjut, sebuah chat emas muncul membelah layar, menghentikan semua keributan.

[Sultan] Raka: "Udah ya. Capek nge-klik. Jempol saya pegel. Tidur sana, besok kuliah."

Kalimat itu... begitu sederhana. Begitu angkuh. Begitu savage.

Raka tidak minta nomor WA lagi. Tidak minta video call. Tidak minta Sindy joget. Dia cuma bilang "Capek" setelah membakar uang setara harga motor Ninja, lalu pergi begitu saja.

[System: Sultan "RAKA" has left the room.]

Hening.

Lalu kolom komentar meledak lebih parah dari sebelumnya.

BocilEpep: "GILA! THE REAL SULTAN!"

Penonton1: "Anjirrr! 'Capek nge-klik' katanya! Sombong banget Bangsat! Gue suka!"

Netizen: "Definisi 'Uang gue kebanyakan, bingung buangnya gimana'."

StreamerLain: "Kak Sindy, bagi dikit dong remahannya!"

Sindy masih menatap layar kosong itu. Jantungnya berdegup kencang. Dia baru saja bertemu dengan paus terbesar dalam sejarah karir streaming-nya, dan paus itu baru saja menamparnya dengan tumpukan uang lalu pergi tanpa menoleh.

"Papi Raka..." bisik Sindy sambil memeluk HP-nya di dada. "Sumpah, Papi keren banget..."

Malam itu, follower Sindy naik dari 3.000 menjadi 50.000 dalam satu jam. Dia menjadi legenda baru di PandaLive.

Sindy tidak bisa tidur. Pukul 02.00 pagi, dia berbaring di kasur kostnya yang sempit, menatap plafon yang berjamur. Pikirannya penuh dengan sosok "Papi Raka".

Dia memberanikan diri membuka WhatsApp.

Sindy Aurelia (Voice Note): "Papi Raka... Papi udah bobo belum? Papi marah ya Sindy tadi telat nyapanya? Maafin Sindy ya... Papi jangan lupa mimpi indah... Muah."

Suaranya dibuat selembut dan semanja mungkin, teknik ASMR yang dia pelajari dari YouTube.

Hening. Centang dua abu-abu. Tidak dibaca.

Sindy menggigit bibir. Kok nggak dibales? Apa Papi lagi sama cewek lain? Rasa insecure mulai melanda. Padahal dia cuma "anak angkat" dadakan, tapi rasanya posesif sekali.

[Keesokan Harinya - Pukul 09.00 WIB]

Cahaya matahari pagi menembus tirai otomatis kamar utama Villa The Sultan Residence.

Raka menggeliat bangun di atas kasur King Koil-nya. Tidurnya nyenyak sekali. Hal pertama yang dia lakukan: Cek HP.

Ada puluhan notifikasi WA dari Sindy. Voice note, stiker kucing nangis, foto selfie "Morning Face" (yang jelas-jelas sudah pake lip tint tipis), dan ucapan selamat pagi yang panjang lebar.

Sindy Aurelia: "Papi Raka, Morning! ☀️ Jangan lupa sarapan ya. Sindy mau berangkat kuliah dulu. Nanti siang jadi jemput kan? Sindy tunggu di lobi kampus ya Pi! ❤️"

Raka terkekeh. "Bucin duit emang beda."

Dia mengetik balasan singkat, padat, dan otoriter.

Raka: "Pagi. Jadi. Share loc."

Tiga kata. Tapi bagi Sindy di seberang sana, rasanya seperti dapat surat cinta dari pangeran. Status online Sindy langsung menyala, mengetik balasan dengan kecepatan kilat.

Baru saja Raka hendak meletakkan HP-nya, sebuah panggilan masuk.

Nama di layar: Gilang (Sohib Kere).

Raka tersenyum. Ini dia teman masa kecilnya. Gilang, si mulut besar yang setia kawan. Mereka tumbuh bareng di kampung, tapi Gilang nasibnya sedikit lebih "beruntung" secara akademis karena masuk Universitas Indonesia (UI), sedangkan Raka di kampus swasta biasa.

Raka menggeser tombol hijau.

"Woy! Apa kabar, Lord Gilang?" sapa Raka.

"Woy, Ka! Masih idup lo?" suara cempreng Gilang terdengar dari seberang, diiringi suara bising knalpot motor. "Gue kira udah mati kelaparan di kostan."

"Sialan lo. Ada apaan nelpon pagi-pagi? Mau minjem duit?" canda Raka (padahal kalau Gilang mau minjem, Raka bisa kasih sekebun duit sekarang).

"Enak aja! Gue mau nagih janji, Bego!" seru Gilang.

"Janji apaan?"

"Lah, pikun! Minggu lalu kan kita taruhan pas main PS. Yang kalah harus traktir makan, terus yang menang bakal ngenalin cewek. Lo lupa gue menang telak 3-0?"

Raka mengingat-ingat. Oh iya. Waktu itu dia masih Raka yang miskin dan noob.

"Gue udah atur jadwal nih, Ka," lanjut Gilang semangat. "Hari ini gue mau ketemuan sama gebetan gue anak LSPR (London School of Public Relations). Tau sendiri kan LSPR gudangnya cewek cakep di Jakarta?"

"Terus?"

"Nah, gebetan gue ini bawa temennya. Jomblo juga. Katanya sih spek bidadari, Ka! Sumpah gue udah liat fotonya di IG, bening parah! Gue langsung inget lo. Kasian kan lo jomblo karatan abis diputusin Tiara."

Raka tersenyum tipis. Bidadari ya? Belum tau aja dia kalau gue punya radar pendeteksi bidadari sekarang.

"Yakin bening? Awas zonk. Jangan-jangan filter jahat doang. Pas ketemu aslinya kayak ondel-ondel," ledek Raka.

"Yeuh\, suudzon mulu lo! Ini *real* men! Anak LSPR tuh modis-modis\, wangi-wangi. Nggak kayak cewek teknik di kampus gue yang baunya oli samping\," Gilang tertawa. "Pokoknya lo dateng aja dulu. Temenin gue. Gue gugup nih kalau sendirian."

"Oke deh. Di mana?"

"Di Grand Indonesia (GI). Jam 1 siang. Di depan Social House. Jangan telat lo! Pake baju yang bagusan dikit, jangan pake kaos partai!"

Raka tertawa. "Siap, Bos. Gue bakal dateng dengan gaya yang nggak bikin lo malu."

"Oke sip. Awas lo kalau nggak dateng, gue doain titit lo bisulan."

Klik. Sambungan terputus.

Raka menatap ponselnya sambil tersenyum geli. Grand Indonesia jam 1 siang? Itu pas banget sama jadwal makan siang dia dengan Sindy.

"Tunggu..." Raka berpikir. "Sindy kan kuliah di Binus... Gilang mau ketemuan di GI sama anak LSPR..."

Raka menyeringai. "Gimana kalau gue gabungin aja? Sekalian test drive mental Sindy dan liat reaksi Gilang kalau tau temen gembelnya sekarang bawa McLaren."

Raka beranjak dari kasur. Dia berjalan ke Walk-in Closet raksasanya. Di sana belum banyak baju, tapi dia masih punya satu setelan smart casual yang dia beli kemarin (hasil paksaan Clarissa saat mampir di butik).

"Gilang... Gilang... Siap-siap jantungan ya, Bro."

Hari ini, Raka akan memainkan peran ganda: Sebagai "Papi" bagi Sindy, dan sebagai "Sultan Misterius" di depan teman masa kecilnya.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!