NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 34: MEREDAM API

Mei Zhiyi merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Setengah jam setelah dia meminum anggur di kediaman putri, tubuhnya mulai merasa panas. Seolah-olah ada api yang dinyalakan dalam tubuhnya, membakarnya sedikit demi sedikit dan lama-lama kian membara.

Anggur itu tidak mungkin benar-benar telah dicampuri sesuatu, kan? Ibu Suri terlalu berani sampai mau mengorbankan Liu Zhao demi membuat Liu Yan jatuh dalam pesona keindahan!

“Sekarang sudah tahu rasa? Siapa yang menyuruhmu minum anggur itu untukku?”

Liu Yan menatapnya dengan lelah. Sudah jelas ada masalah dengan anggur itu, tapi tetap saja mengambil risiko diminum sendirian.

Ke mana perginya otaknya yang biasanya pintar memikirkan banyak hal di luar nalar itu?

“Jika terjadi sesuatu padamu, aku akan disalahkan karena lalai melayani dan menjaga.”

“Jadi, kau tidak menyesal meski diri sendiri jadi seperti ini?”

“Aku tidak menyesal.”

"Kau itu bodoh atau bagaimana?"

Liu Yan menghela napas. Selain pintar memikirkan sesuatu yang mengejutkan, Mei Zhiyi ternyata juga keras kepala. Sungguh tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan gadis ini.

“Bertahanlah. Setelah tiba di istana, aku akan memanggil tabib untuk memeriksamu.”

Mei Zhiyi mengangguk. Sial sekali hari ini. Dia pikir bisa menghilangkan kebosanan dengan berbincang dengan Feng Yuzhen.

Tapi dia malah harus berakhir dengan tubuh kepanasan akibat minum anggur. Selain itu, kepalanya juga mulai pusing dan dia merasa mulai mabuk.

Sial sekali. Seharusnya aku memikirkan strategi lain untuk mencegahnya minum anggur tadi. Alergiku sekarang kambuh.

“Mei Zhiyi, apa kau alergi alkohol?”

“Dari mana Yang Mulia tahu?”

“Wajahmu memerah. Jika kau tidak bisa minum, maka jangan minum.”

Lukanya itu belum sembuh dan sekarang dia malah minum sesuatu. Apakah dia mengira dia punya tubuh baja yang bisa tahan banting?

“Kau meminum sesuatu yang kotor. Jangan tidur, tetaplah sadar.”

“Aku akan mencobanya.”

Kereta melaju semakin cepat dan setengah jam kemudian sudah tiba di Gerbang Utara. Mei Zhiyi buru-buru berlari keluar untuk menghirup udara segar.

Dia bahkan mengabaikan etiket dan mendahului Liu Yan yang berjalan cepat di belakangnya. Kepalanya sudah benar-benar pusing dan penglihatannya semakin tidak jelas.

Untungnya ada sebuah tong besar penadah air di dekat koridor istana. Isinya begitu penuh. Mei Zhiyi langsung mencelupkan kepalanya ke dalam tong besar itu dan merendamnya selama beberapa detik. Suhu dingin menyegarkan kembali otaknya, walau efeknya masih jelas terasa.

“Xiaotong, buka etalase toko! Aku mau obat pereda mabuk!”

“Membuka etalase toko. Silakan tuan pilih barang yang ingin dibeli.”

Dari semua jenis obat, Mei Zhiyi memilih permen pereda mabuk seharga dua poin. Setelah meminumnya, Mei Zhiyi langsung mencelupkan lagi kepalanya ke dalam tong air.

Gerakannya berulang sampai Liu Yan berhasil menyusulnya. Pakaiannya sudah basah kuyup, tapi panas di tubuhnya belum berkurang juga.

Mei Zhiyi mengangkat roknya. Jika merendam tubuhnya dalam tong berisi air dingin ini, gejalanya mungkin bisa reda.

“Jangan biarkan dia masuk ke dalam tong!” seru Liu Yan.

Dua pengawal istana lalu mencegah Mei Zhiyi dengan menjauhkannya dari tong besar. Rona merah di wajahnya masih terlihat, tapi kesadarannya perlahan pulih. Permen pereda mabuk sudah mulai bekerja menekan efek memabukkan dari anggur yang ia minum.

“Mei Zhiyi, apa otakmu sudah rusak? Bagaimana bisa kau masuk ke dalam tong air dengan terang-terangan?”

“Aku sedang meredam api dalam tubuhku. Kenapa Yang Mulia menghalangi?”

“Benar-benar bodoh. Bawa dia ke Istana Zhaoyang!”

Akhirnya Mei Zhiyi digotong ke Istana Zhaoyang oleh dua pengawal istana. Dia dibaringkan di tempat tidurnya di aula samping.

Tabib Wen segera dipanggil untuk mengobati, namun kepala tabib itu malah menggeleng tidak berdaya. Keringatnya bercucuran karena tahu akan dimarahi lagi.

“Yang Mulia, obat yang masuk ke tubuh Nona Mei punya dosis yang besar. Tidak bisa diredakan dengan cara biasa.”

“Pergi! Dasar tidak berguna!”

Di tempat tidurnya, Mei Zhiyi mencoba menahan diri untuk tidak merobek pakaiannya sendiri. Tubuhnya seperti terbakar.

Dia ingin membuka etalase toko untuk membeli obat pereda hasrat, namun masih ada Liu Yan di sini. Tidak mungkin membiarkannya melihat dia bisa memunculkan benda secara tiba-tiba tanpa sumber yang jelas.

“Kau mau bagaimana menetralkannya? Olehku atau dirimu sendiri?”

“Ah? Apakah kau bercanda?”

Liu Yan juga tidak sadar dengan ucapannya barusan. Dia menawarkan dirinya sendiri untuk menjadi penawar Mei Zhiyi.

Mei Zhiyi malah berpikir Liu Yan ini pasti sedang tidak waras. Tubuh suci yang mati-matian dijaga selama dua puluh tiga tahun itu mana mungkin diserahkan pada seorang pelayan?

“Lalu kau mau bagaimana? Jika tidak ditangani segera, kau mungkin bisa mati.”

“Yang Mulia, pukul aku sekarang!”

“Kau gila.”

“Pukul aku sekarang!”

"Jangan menyalahkanku nanti."

"Yang Mulia, pukul saja!"

Liu Yan benar-benar memukul Mei Zhiyi sampai pingsan. Barulah setelah kesadaran Mei Zhiyi hilang, suhu tubuhnya berangsur-angsur normal lagi.

Liu Yan menatapnya penuh dengan rasa tidak berdaya. Baru kali ini ada orang yang melindunginya sampai tidak peduli pada dirinya sendiri.

Dia tidak tahu harus memuji Mei Zhiyi atas pembelaannya atau harus memarahinya bodoh karena berpikiran pendek. Bahkan meski tadi Liu Yan menolak bersulang dengan Liu Zhao, Liu Zhao tidak akan berkomentar apa-apa.

"Kau benar-benar...."

Liu Yan mengambil saputangan dan mengelap kening Mei Zhiyi yang basah. Wanita ini dengan gila mencelupkan kepalanya sendiri ke dalam tong air demi menjaga pikirannya tetap jernih. Bahkan saat ditawari menetralkan racun pun, dia juga menolak dan memilih cara lain yang cukup ekstrem.

"Saat dia tidak ribut, rasanya wajahnya cukup enak dipandang. Mei Zhiyi, kau sebenarnya siapa dan kenapa kau datang kemari?"

Pikiran wanita ini begitu beragam. Bahkan tak segan mengomel sendiri. Walau agak ribut, Liu Yan malah merasa hari-harinya jadi tidak membosankan.

Liu Yan lalu menyuruh Bibi Cui agar mengganti pakaian Mei Zhiyi dengan pakaian kering. Setelahnya, dia keluar untuk melanjutkan pekerjaan di ruang baca.

Mei Zhiyi baru sadar saat malam hari. Lilin di dalam kamarnya sudah menyala. Mungkin, Bibi Cui sengaja menyalakannya tadi agar ketika sadar, dia tidak perlu merasa gelap.

"Oh... Leherku sakit sekali. Liu Yan benar-benar memukulku dengan keras," ucapnya sembari memijat pundaknya.

Matanya bisa melihat dengan jelas. Pikirannya juga sudah kembali waras. Hawa panas yang tadi siang sempat menyiksa sudah mereda.

"Xiaotong, perbarui data!"

"Memeriksa data. Pembaruan kemajuan misi: Daya hidup 48%. Tingkat kebencian Kaisar Daqi: 75%."

Astaga, kenapa tingkat kebencian Liu Yan masih saja tinggi?

"Benar-benar sulit."

Tak lama kemudian Bibi Cui masuk untuk mengecek kondisi Mei Zhiyi. Melihatnya sudah sadar, Bibi Cui pun menghela napas lega.

"Nona, kau akhirnya bangun. Kau sudah tidak sadarkan diri selama empat jam."

"Empat jam? Bukankah aku telah melewatkan waktu makan malam Kaisar?"

"Kaisar berpesan agar hari ini nona tidak perlu melayani di Istana Zhaoyang. Istirahat saja dan nona bisa bekerja lagi besok pagi."

"Tidak bisa. Aku harus pergi."

Mei Zhiyi mengabaikan pesan Liu Yan pada Bibi Cui dan pergi ke Istana Zhaoyang. Tingkat kebencian masih tinggi. Risikonya juga tinggi. Mei Zhiyi tidak tenang membiarkannya sendiri setelah kejadian siang tadi.

"Kasim Li, kenapa kau di luar?" tanya Mei Zhiyi saat dia melihat Li Dezai berdiri di luar pintu. Wajahnya terlihat sangat khawatir.

"Setelah meninjau dokumen sore tadi, Kaisar mengurung diri di dalam dan melarang kami masuk. Nona, cepatlah bujuk Kaisar. Dia belum makan sejak tadi," jawab Li Dezai. Nada suaranya begitu dipenuhi dengan kekhawatiran.

Mungkin saat ini satu-satunya orang yang dapat membujuk Kaisar adalah Mei Zhiyi. Selama ada dia, segala emosi yang sering meledak dalam diri Kaisar bisa terkendali. Keberadaannya bukan lagi seperti pelayan, tapi seperti sebuah 'obat' yang cukup manjur untuk mengobati Kaisar.

Mei Zhiyi masuk ke dalam. Di sana tidak terlalu terang. Ia tak dapat menemukan Liu Yan di meja kerjanya. Tapi, dia mendengar ada suara seperti sedang ada aktivitas di bagian dalam kamar.

Di sana rupanya Liu Yan berada. Duduk di lantai istana tanpa alas. Punggungnya menyender ke tepian ranjang.

Bos besar merajuk lagi. Sudah aku duga dia menyembunyikan perasaannya. Liu Yan, kau benar-benar pandai membuat orang khawatir.

Kepala Liu Yan mendongak. Ada Mei Zhiyi berdiri di hadapannya.

"Yang Mulia, kau melewatkan makan malammu."

"Biar saja. Aku tidak akan mati hanya dengan melewatkan makan malam."

Tapi kau juga belum makan siang. Kalau kau sakit, aku yang repot harus merawatmu. Yah, meskipun itu memang kewajibanku.

"Kau berani sekali. Li Dezai saja bahkan tidak berani masuk."

"Aku memang berani, karena aku bukan Li Dezai, juga bukan siapapun."

Dia duduk di samping Liu Yan, ikut menyenderkan punggung di pinggiran ranjang. Lantainya memang dingin, tapi hati seseorang mungkin lebih dingin lagi.

"Tubuhmu sudah lebih baik?"

"Sudah lebih baik. Efek obatnya sudah mulai memudar. Yang Mulia, apakah menurutmu Putri Ruoxi juga terlibat?"

"Kenapa kau berpikir seperti itu?"

"Aku juga tidak tahu, hanya firasat saja."

"Aku tidak tahu Putri Ruoxi terlibat atau tidak. Satu hal yang jelas, Ibu Suri memang ingin membuatku kehilangan kendali hari ini."

Selain membunuh orang, Liu Yan bisa saja dijebak untuk menodai gadis keluarga baik-baik yang hadir di perjamuan itu. Jika namanya tercoreng, keyakinan para pejabat bisa digoyahkan dan Liu Yan bisa dicela sebagai Kaisar kasar yang suka memaksa anak gadis orang.

"Keterlaluan sekali. Mana ada ibu kandung yang seperti itu."

"Ada. Dia buktinya."

"Kau tidak marah?"

"Marah? Aku sudah lupa caranya marah pada orang itu."

Apakah karena sudah terlalu banyak rasa sakit yang diberikan orang itu padamu hingga kau bahkan lupa caranya marah? Liu Yan, seberapa besar luka yang telah ditorehkan orang itu padamu? Bagaimana bisa ada seorang ibu yang menjual anaknya sendiri di depan orang banyak?

Liu Yan hanya tersenyum kecut. Tak dapat dipungkiri, pikirannya masih saja terganggu setiap kali melihat Ibu Suri dan Liu Cheng.

Anak mana yang tak sakit hati saat ibunya pilih kasih?

"Mei Zhiyi, temani aku duduk malam ini."

"Baiklah. Aku akan menemanimu, Yang Mulia."

Mereka diam. Hanya duduk, menikmati keheningan yang menyesakkan.

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!