Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Restoran
Sebuah gedung yang tidak terlalu tinggi namun mewah dan megah,dengan lantai satu yang full dinding kaca kini sudah berganti nama dengan nama ALESSIA FASHION.
Tiga tahun lalu Alessia Leandra adalah seorang desainer yang mempunyai nama besar di kalangan fashion,Ia mendapat tawaran menjadi desainer di butik-butik dan brand ternama di dunia,hingga Ia bekerja di sebuah butik yang sangat terkenal yang rancangan butik itu adalah langganan para aktris-aktris dunia hingga dari kalangan pemimpin-pemimpin negara,dan keluarga kerajaan dari berbagai negara.
Alessia bekerja di sana selama 2 tahun sebelum akhirnya Ia menikah dan melupakan cita-cita dan pekerjaan yang selalu menjadi impian nya.
Saat ini Ia akhirnya bisa tersenyum lebar melihat gedung yang bertuliskan namanya di papan iklan yang menempel pada bagian atas gedung.
"Selamat ya, akhirnya kau bisa melanjutkan cita-cita mu yang sempat tertunda"
Wanita dengan kaca mata hitam dan penampilan tomboi itu menjabat tangan Alessia dengan tersenyum,dan mengucapkan selamat untuk nya.
Tentu saja Alessia menerima jabatan tangan wanita yang sejak dulu menjadi musuh nya,namun banyak membantu nya di saat-saat terendah nya.", Lusia ini berkat mu,terimakasih banyak karna tanpa mu mungkin aku tidak akan mempunyai ide untuk memulai brand ku sendiri sebelum semuanya terlambat"
"Sebenarnya aku membantu mu tidak gratis kan,ide ku kau beli mahal jadi tidak perlu sungkan begitu",jawab Lusia dengan gaya bicaranya nya yang selalu membuat Alessia kesal dan tersulut emosi sejak mereka kenal di SMA.
Saat ini bukan lagi merasa kesal,tapi merasa terhibur melihat gaya berbicara Lusia beberapa hari ini mereka bersama."Sebenarnya aku tidak hanya ingin berterimakasih untuk itu.Aku ingin berterimakasih pada mu karna sudah mau mendengarkan cerita ku selama dua hari,apalagi berbicara dengan mu sangat menyenangkan dan menghibur.Selain itu kau memberikan banyak sekali masukan layaknya seperti seorang kakak kandung"
Lusia hanya tersenyum tipis mendengar nya dengan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak begitu gatal.
"Meski aku tidak tau apa tujuan mu tiba-tiba mendekatkan diri dengan ku, tapi apapun itu ku harap jangan khianati aku ya,aku tidak punya siapa-siapa lagi untuk teman bercerita"
Lusia terlihat kembali menghela nafas."Kau memang tidak pernah berubah ya, selalu mempunyai pikiran buruk tentang ku.Hei aku bukan orang seperti itu ya".Ketusnya dengan wajah kesal.
"Maaf,kalau begitu aku traktir makan siang"
"Memang sudah seharusnya"
Alessia tak pernah menyangka,di saat titik terendah nya akan ada musuh buyut nya yang ada untuk nya dan membantu nya banyak hal,menjadi teman bercerita nya dan memberikan banyak nasehat untuk nya.
"Lalu bagaimana rencana mu selanjutnya?",tanya Lusia setelah mereka sampai di restoran dan duduk berseberangan dengan Alessia.
Alessia menggeleng,"Entahlah,aku belum memikirkan nya.Tapi yang pasti aku akan menyerah setelah aku lelah"
"Maksud mu Bercerai?"
"Ya,mungkin"
Di saat keduanya sedang berbincang-bincang ringan tiba-tiba seorang wanita menghampiri mereka,yang tak lain wanita itu adalah Yasmine.
"Yasmine kau?,kenapa ada di sini?"
"Memangnya kenapa?,ini restoran siapa saja boleh masuk ke tempat ini.Dan kalian apa yang kalian lakukan berdua?, Alessia bukan kah sejak dulu dia adalah musuh kita?",tanya wanita dengan pakaian kantor mini itu melipat tangan di depan dada dan melihat Alessia seolah dia adalah pengkhianatan.
Lusia bangkit dan berhadapan dengan Yasmine yang datang dengan tidak bersahabat."Kami di sini bukan urusan mu,dan siapapun bisa berubah.Kami berteman sekarang pun bukan urusan mu!"
"Jelas urusan ku,karna aku khawatir kalau wanita ini mengkhianati ku di belakang dan menjelek-jelekkan ku,siapa yang tau sifat manusia?!"
Alessia sedikit kaget dengan ucapan Yasmine,apakah dia tidak lagi menyembunyikan sikapnya atau memang itu adalah sifat aslinya.
Lusia melihat Alessia sekilas yang hanya diam, Ia tau Alessia pasti merasa dilema bagaimana pun Yasmine dulu adalah sahabat baiknya."Alessia bukan orang seperti itu,dia tidak pernah mengatakan hal buruk tentang mu di masa lalu", tegasnya.
"Jangan ikut campur,aku berbicara dengan sahabat ku bukan kau yang selamanya akan menjadi musuh ku!",Yasmine menekan ucapannya dan menunjuk-nunjuk wajah Lusia, kemudian Ia beralih menghadap Alessia yang hanya diam.
"Alessia apa maksud mu dengan semua ini?,kenapa kau berteman dengan Lusia dan memusuhi ku?, kemarin saat aku mengunjungi mu kau menghindari ku dan tidak mau berbicara dengan ku, tidak tau nya ternyata kau berteman dengan manusia munafik dan jahat seperti Lusia?!",tunjuk Yasmine pada wajah Lusia.
Sejak SMA Yasmine adalah orang yang selalu mempunyai masalah dengan Lusia, kemudian Alessia yang akan selalu memasang badan untuk Yasmine dan membela nya bahkan akan menghampiri Lusia yang saat itu mempunyai geng pemberontak di sekolah tanpa takut.Sehingga mereka sering cekcok dan menjadi musuh karna Lusia dan geng nya tidak pernah berhenti mencari masalah dengan mereka,dan Alessia akan mengirim mereka ke ruang kesiswaan sehingga Lusia semakin membenci nya dan tidak pernah berhenti bahkan mengikuti mereka sampai ke universitas yang sama dan semakin terus bertengkar.
"Alessia apa maksud dengan hanya diam saja?,aku sudah mengorbankan banyak hal untuk mu,dan ini balasan mu untuk persahabatan kita dengan mengkhianati ku?",desak Yasmine sampai menarik kasar tangan Alessia memaksanya berdiri.
Alessia mengambil nafas panjang,"Aku tidak pernah mengkhianati mu,aku juga tidak menghindari mu tapi kau lah yang mengindari ku dengan menghilang tanpa mengatakan apapun pada ku,boleh jelaskan kemana kau pergi tanpa memberi kabar untuk ku?",tanyanya dengan tenang.
"Aku pergi untuk kebaikan mu",jawab Yasmine tanpa sungkan dan seolah tidak menutupi nya lagi.
"Demi kebaikan ku?", Alessia sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat dengan jelas wajah Yasmine yang memang sudah berubah 100 persen,dulu Yasmine sahabatnya adalah gadis polos yang tidak suka dengan make up menor dan penampilannya saat ini seperti seorang wanita penggoda setiap saat.
"Kau tidak akan tau seberapa besar penderitaan ku hanya agar kau bahagia,aku bahkan mengorbankan kebahagiaan ku untuk mu andai kau tau itu"
Deg...
Hati Alessia serasa di remas,Ia sadar kalau sahabat nya itu mungkin lebih sakit darinya.
Wajah Alessia yang saat ini berubah merasa bersalah membuat Lusia yang melihatnya pasang badan."Tutup mulut mu Yasmine,jangan kira aku tidak tau apa yang kau lakukan selama ini!", bisik nya mendekati Yasmine dan berbicara tepat di telinganya.
Saat itu wajah Yasmine seketika berubah,Ia menatap tajam pada Lusia."Apa maksud mu?,aku tidak melakukan apa-apa di luar sana!"
Lusia tersenyum mengejek, kemudian menarik tangan Alessia menjauhi Yasmine,namun karna posisi Yasmine yang dekat dengan mereka tanpa sengaja mereka sedikit menyenggolnya hingga entah bagaimana caranya Yasmine tiba-tiba terjatuh hingga kepalanya membentur meja kaca restoran itu.
Kejadian itu menarik perhatian orang-orang di sana hingga pria yang baru saja lewat dan melihat kejadian itu.Ia langsung berlari menghampiri Yasmine dan menggendong nya.
Kepala Yasmine mengeluarkan cukup banyak darah karna terbentur tepat di bagian sudut meja.
Alessia yang sejak tadi sudah berada di samping tubuh Yasmine dengan memeluknya karna rasa bersalah,dan terus meminta Lusia agar mereka membawa Yasmine ke rumah sakit,tiba-tiba terdorong cukup kuat saat seseorang tiba-tiba datang untuk menggendong tubuh Yasmine yang sudah setengah sadar.
"Akh!", rintih nya merasa sakit karna dorong itu mendorong nya pada pecahan kaca di sampingnya hingga pecahan kaca itu menancap pada telapak tangannya.
Melihat itu Lusia langsung membantu nya."Tangan mu, terluka kita ke rumah sakit sekarang"
Alessia diam beberapa saat ketika melihat punggung pria yang semakin menjauh, menggendong tubuh Yasmine."Pria itu...,"
Lusia mendegus kasar dan kesal,"Dia suami mu,TUAN OLIVER"
***
Ini untuk up semalam ya, nanti aku update lagi, terimakasih🤗💖
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain