*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35. NML
Happy Reading ✨
Sagara sesekali melirik apa yang sedang istrinya tonton , sesekali juga rasanya badannya merinding melihat apa yang sedang istrinya tonton itu.
Nana terlihat amat fokus menonton pada laptopnya yang dipangkunya , sesekali terlihat dahinya mengerut sesekali juga terlihat bibirnya seperti menghafal sesuatu. tangannya juga sesekali mengulang video pada bagian-bagian tertentu.
Sagara bukan tidak ingin ikut menonton apa yang ditonton istrinya, tapi Sagara merasa amat ngeri melihat yang ditonton istrinya itu. tidak jauh memang dari seputar pekerjaannya tapi bagi orang awam seperti Sagara itu mengerikan.
tiba-tiba laptop mana tertutup dan hal itu membuat nanah terkejut bukan main dan setelahnya melihat ke samping di mana suaminya juga melihat ke arahnya.
bukan apa Sagara menutup laptop Nana itu hanya saja matanya yang memang tidak ingin melihat ke arah laptop itu tiba-tiba saja bergeser dan melihat ke arah apa yang istrinya tonton.
"kenapa ditutup sih Kan aku belum selesai nonton ya Mas???" tanya Nana bingung pada suaminya itu.
"kamu kalau mau nonton yang kayak gitu-gitu nanti aja kalau nggak ada aku di rumah, sekarang ada aku di rumah aku ngerasa kayak ngeri aja gitu ngelihat apa yang kamu tonton. apalagi tadi sampai isi perutnya itu kelihatan ya ampun"kata Sagara sambil mengusap peluh di dahinya.
"Mas takut melihat yang kayak gitu???" tanya Nana Yang sepertinya tidak perlu Sagara jawab.
"sayang pekerjaan aku sama kamu itu beda, kalau kamu melihat hal kayak gitu mungkin udah biasa. tapi aku orang yang sama sekali nggak pernah lihat itu dan kali ini lihat untuk pertama kalinya jelaslah takut" kata Sagara yang membuat Nana mengganggu paham lalu mematikan laptopnya dan memindahkannya di meja nakas di samping kepalanya.
"oke aku minta maaf ya,,, Aku biasanya ngisi waktu Senang aku ya kayak gitu" Kata Nana yang memang masih ingin banyak belajar lagi soal menangani kasus ,soal bagaimana meneliti mayat yang meninggal karena sebab dan akibat apa.
"kamu juga sejak kapan lagi di kamar aku pikir kamu masih di ruang kerja apa Mas???" tanya nama yang memang setelah jam makan malam tadi mereka berdua memilih untuk melakukan kesibukan masing-masing.
ya walau libur bekerja Sagara dan Nana tetap melakukan aktivitas yang memang tidak bisa dilakukan berdua.
"mungkin sekitar 5 sampai 8 menit yang lalu aku di sini duduk" kata Sagara yang setelahnya mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan menaruhnya di meja nakas.
"jam berapa sekarang???" tanya Nana yang langsung mengalihkan pandangannya pada jam dinding yang tepat berada di atas TV di kamarnya.
"masih jam segini mau ngapain mau langsung tidur aja???" tanya Nana yang melihat jam dinding menunjukkan jam 09.00 malam.
"Bagaimana kalau kita nonton dulu, aku masih belum ngantuk soalnya" kata Sagara yang kali ini berdiri dan mengambil remote TV lalu setelahnya kembali duduk lagi di kasur di samping istrinya.
"mau nonton film apa? aku lagi nggak ada rekomendasi film yang mau ditonton sih" Kata Nana yang merasa dia amat sangat ketinggalan tentang film-film rekomendasi yang harus ditonton.
"gimana kalau horor???" kata Sagara memberikan saran yang membuat alis Nana menu king naik.
"horor????" tanya Nana memastikan. " tiap hari juga di rumah sakit aku ketemu orang-orang horor. yang suka ngurusin hidup orang lain yang suka gosipin orang lain, lebih horor mana sih film hantu atau omongan orang tentang kita yang nggak benar????" kata Mama yang terdengar seperti sedang curhat.
"kamu curhat ceritanya???" tanya saudara yang membuat Nana menggeleng.
"aku nggak curhat tapi lebih tepatnya aku ngasih tahu aja. udah cepat cari filmnya mau nonton film horor yang kayak gimana??? aku rasa mayat-mayat di ruang otopsi sama di ruang jenazah lebih horor daripada film horor yang mau kita tonton" Kata Nana yang setelahnya menarik selimut sebatas perut lalu fokus Melihat TV di mana Sagara sedang mencari film horor apa yang akan mereka tonton.
"nah yang ini. kita nonton horor yang ini" kata Sagara yang sudah menemukan film horor mana yang ingin mereka tonton.
film sudah dimulai Nana dan Sagara terlihat fokus melihat film horor yang ada di layar besar di depan mereka.
selama film ditayangkan tidak ada ekspresi yang bagaimana bagaimana dari keduanya, terlihat tenang tidak ada berteriak tidak ada pergerakan yang berlebihan.
"kok giginya taring semua sih, hitam juga lagi kurasa hantunya kasihkan gigi deh kayaknya" Kata Nana yang kali ini terdengar mengomentari gigi sang hantu.
"mulai mulai mau ngapain????" Kata Nana saat sang Han tu di flashback kehidupan sebelumnya.
"ih kok ciuman???? nah kan aku udah bisa tebak dari awal pasti dia meninggal itu karena bikin salah makanya jadi hantu" Kata Nana yang kali ini mulai terdengar berisik di akhir-akhir film.
"sssssttttt" kata Sagara yang langsung menutup mulut Nana dengan satu jarinya.
"Aku mau dengerin ceritanya sampai habis bukan mau dengerin kamu ngomong terus udah diam kamu bukan sutradaranya yang tahu semua jalan alur cerita" kata Sagara yang jadi dongkol sendiri.
"kamu nggak tau aja aku asisten sutradaranya" Kata Nana yang tidak ingin kalah dan menyingkirkan jari suaminya dari hadapannya.
"nah nah nah mau ngapain nih mau ngapain????" Kata Nana yang mulai terdengar heboh lagi.
"ih mereka kayak gituan kan aku jadi mau" Kata Nana yang menutup wajahnya dengan selimut saat melihat adik yang plus 21 di layar TV.
"ih kamu mah sengaja pasti nyari film yang kayak gini yang ada begituannya kamu mau ya????" tanya Nana dengan pedenya yang membuatmu Sagara sampai menganga.
"ya udah kalau kayak gitu ayo langsung, kayaknya aku nggak perlu deh ngasih umpan lama-lama. kayaknya kamu sekali kasih umpan aja langsung ke pancing" kata Sagara yang langsung mematikan tv-nya dan kali ini melihat ke arah mana yang juga melihat ke arahnya.
"kamu bikin aku ikan dikasih umpan???" kata mana yang masih dengan senyum malu-malunya.
"yakini mau Malam pertama Malam ini???" tanya Nana pada suaminya.
karena ini sama-sama baru untuk mereka jadi masih sama-sama tidak tahu harus memulai malam pertama seperti apa.
"sejujurnya aku bingung ingin mengajak kamu malam pertama Seperti apa dan harus bicara seperti apa???" kata Sagara yang membuat Nana memukul lengan suaminya itu.
"ya kalau kamu mau tinggal bilang aja lah nggak usah kayak gitu adik siap kok Bang,,,," Kata Nana yang kali ini terlihat membuka kancing baju atasnya.
memang ya perempuan satu ini tidak ada malu-malunya dia yang malah menantang dengan membuka kancing bajunya terlebih dahulu seolah-olah menyerahkan dirinya pada Sagara.
sedangkan Sagara yang melihat tingkah istrinya itu hanya bisa tersenyum, Bagaimana tidak seharusnya perempuan di malam pertama itu yang Sagara tahu harusnya malu-malu apalagi ini kan pertama untuk mereka pastinya ada kesan malu-malunya tapi istrinya sekali lagi berbeda dari wanita lain pada umumnya .
*************