NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Harem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Last hug & last Kiss 2

"Gue... Suka sama lo, Nay."ucap Gavin, lalu langsung memajukan wajah dan menyatukan bibirnya dengan bibir ranum Kanaya.

Kanaya terpaku sejenak, namun gadis itu tak memberikan penolakan, dan mungkin karena merasa Kanaya tak menolak, Gavin semakin berani.

Berawal dari kecupan, Gavin terus bergerak menjadi melumat bibir manis Kanaya, bahkan Gavin menggigit bibir gadis itu, membuat Kanaya akhirnya membuka bibirnta, dan itu tak di sia-siakan Gavin untuk memperdalam ciumannya.

Ciuman Gavin dan Kanaya terus berlanjut, bahkan Kanaya kini mulai membalas ciuman Gavin, mata mereka sama-sama terpejam dengan lidah yang saling membelit, sampai Kanaya  merasakan pasokan oksigen yang dihirupnya mulai menipis, dan Kanaya menepuk pelan bahu Gavin hingga tautan bibit mereka akhirnya terlepas.

Napas kanaya dan Gavin sama-sama terengah, Gavin masih menyatukan keningnya dengan kening Kanaya, dan menatap dalam gadis cantik itu.

"Maaf Nay, gue selalu kaya gini sama lo."Bisik Gavin terlihat merasa bersalah.

Kanaya yang mendengar ucapan Gavin terdiam, sepertinya tak hanya Gavin, Kanaya pun merasa bersalah, karna bukan hanya Gavin, sepertinya Kanaya pun memiliki merasakan perasaan yang sama.

Dan beberapa saat kemudian, Kanaya tiba-tiba memeluk Gavin erat, dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang pria itu, suara isakan terdengar setelahnya.

"Nay, gue minta maaf, please jangan nangis, maafin gue."ucap Gavin sambil mengelus lembut punggung Kanaya.

Sayangnya, Kanaya semakin terisak di pelukan Gavin, dan memeluk Gavin semakin erat.

"Nay, please... jangan nangis karna gue, gue gak mau jadi alasan tangisan cewek yang gue sayang Nay, please berhenti ya gue mohon."ucap Gavin lagi lebih lembut, dengan tangan yang terus mengelus lembut punggung Kanaya.

Beberapa saat berlalu, Kanaya dan Gavin berada di posisi seperti itu, hingga Kanaya akhirnya mengurai pelukannya, dan menatap  lekat pada Gavin. Begitupun Gavin yang menatap lekat mata indah gadis itu.

"Gav, gue..."ucapan kanaya terjeda karna ia merasa seperti mencium bau sesuatu.

"Gav, gue... GOSOONG...!"Lanjut Kanaya di akhiri teriakan, begitu ia menyadari perkedel yang di gorengnya kini tampak menghitam, Kanaya pun langsung mengangkat perkedel yang di masaknya yang kini sudah gosong.

"Aaah... Gavin, perkedel gue gosong kan jadinya."umpat Kanaya pada Gavin  yang masih mematung berusaha mencerna apa yang  terjadi beberapa saat lalu, antara dirinya dengan Kanaya.

Akhirnya 7 buah perkedel yang Kanaya buat berakhir di tempat sampah, karena insiden yang terjadi akibat ciuman tak terduga yang di lakukan oleh sepasang manusia  tanpa status itu.

Untungnya Kanaya membuat 15 perkedel tadi, sehingga ia masih bisa memasak sisanya untuk ia makan nanti, walaupun Kanaya cukup sayang dengan perkedel lainnya yang berakhir di tempat sampah.

Dan kini, Kanaya juga Gavin sudah duduk berhadapan di meja makan, mereka memutuskan untuk langsung makan setelah masakan keduanya matang.

"Sop iga lo enak."Puji Kanaya sambil mengacungkan, dua jempolnya pada Gavin  yang membuat Gavin tersenyum.

"Perkedel lo juga enak."balas Gavin yang membuat Kanaya kali ini tertawa.

"Kapan kapan kita bisa masak bareng lagi Nay, terus coba menu lain kayaknya seru."ucap Gavin yang di angguki Kanaya.

"Boleh aja, asal jangan ada insiden gosong lagi aja."jawab Kanaya  sambil terkekeh.

"Kan masakan lo yang gosong Nay, bukan gue."ucap Gavin yang membuat Kanaya cemberut.

"Kalo lo gak cium gue juga gak bakal kayak gitu."jawab Kanaya, yang membuat Gavin yang sedang menyendokan makanan ke mulutnya langsung berhenti.

"Sorry  Nay, lagi-lagi... Gue melakukan hal yang gak pantes gue lakuin sama lo."ucap Gavin penuh penyesalan.

Kanaya yang mendengar ucapan Gavin hanya terdiam dan menghela napas, sejujurnya kanaya merasa bukan hanya Gavin yang bersalah pada kejadian yang sudah beberapa kali terjadi ini.

"Gue juga salah kok Gav, gue gak berusaha nolak lo, lebih tepatnya gue juga gak bisa, dan gue gak tau alasannya kenapa."Lirih Kanaya dengan kepala menunduk.

"Nay, gue tau ini salah, tapi gue cuma pengen lo tau, perasaan gue sama lo itu bener, gue suka sama lo."

"Gue tau, lo pacar dari sahabat gue sekarang, dan gue gak berharap apapun dari perasaan gue, gue cuma pengen jujur dengan perasaan gue, Nay."

"Gue bukan pria yang baik, dan gue rasa emang seharusnya lo sama Raihan, karna dia jauh lebih baik dari gue, karna itu gak ada sedikit pun niat di hati gue untuk berusaha misahin lo dari dia."

"Gue minta maaf Nay, gue minta maaf karna udah lancang mencintai lo."Tutur Gavin ,yang membuat Kanaya hanya terpaku.

Setelah pembicaraan itu, di meja makan itu hanya ada keheningan, Kanaya maupun Gavin makan dalam diam, tak ada lagi yang mampu mereka bicara kan, sampai akhirnya mereka sama-sama menghabiskan makanannya.

Setelah itu Gavin memutuskan untuk pulang, dan Gavin pun berpamitan pada Kanaya .Kanaya pun mengantarkan Gavin sampai ke depan rumah.

"Nay..."Panggil Gavin, ketika mereka sampai di depan rumah Kanaya,tepat di sebelah mobil Gavin yang terparkir disana.

"Ya.."jawab Kanaya, sambil melihat ke arah Gavin yang kini menatapnya.

"Boleh gue peluk lo, anggap aja ini permintaan terakhir gue sama lo."ujar Gavin yang membuat Kanaya terdiam.

"Setelah hari ini, gue rasa gue harus menjaga jarak dari lo, gue takut melakukan sesuatu yang semakin salah dan membuat hubungan lo dan  Raihan bermasalah."

"Dan lagi, gue juga akan berusaha menghentikan perasaan gue sama lo, supaya gak semakin dalam."Lanjut Gavin, membuat Kanaya yang mendengar tertegun.

"Gav, gue..."ucapan Kanaya terpotong karna Gavin tiba-tiba memeluknya, membawa kepala gadis itu ke dalam dadanya, kemudian ia kecup berkali-kali.

"Lo harus bahagia Nay, gue pengen jadi saksi kebahagiaan lo, walaupun gak sama gue, gue akan bahagia liat lo bahagia. Gue sayang sama lo, Nay."ucap Gavin yang membuat Kanaya menetes kan air mata dalam pelukannya.

Setelah beberapa saat, Gavin kemudian  mengurai pelukannya, dan mencium kening Kanaya, membuat Kanaya memejamkan matanya.

"Gue pergi ya, Nay."Bisik Gavin, setelah itu Gavin segera memasuki mobilnya, dan meninggalkan Kanaya yang masih mematung dengan air mata yang terus menetes.

Sementara Gavin yang kini berada di dalam mobil, tanpa Kanaya ketahui juga tengah meneteskan air mata.

Ini pertama kalinya untuk seorang Gavin Wijaya, dimana hatinya berdesir kepada seorang gadis, dimana dirinya begitu ingin memiliki seseorang dengan tulus, dan rasa yang pertama kali ia rasakan ini, ternyata membawanya pada rasa sakit yang luar biasa hingga ia meneteskan airmata.

Gavin telah jatuh cinta, namun Gavin juga harus patah hati di saat  yang sama.

-Bersambung

1
Supri Yanto
lanjut kk💪👍
Aisyah Swan: Siappp, di tunggu ya😍😍
total 1 replies
D
Lanjuut👍
Supri Yanto
lanjut kk
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Aisyah Swan: Makasih, semangat bacanya😍
total 1 replies
Supri Yanto
lanjut👍
Aisyah Swan: Siapp😍
total 1 replies
D
Lanjut
D
😍
D
Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!