Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Hari
Beberapa kesempatan David lebih suka jalan sendiri tanpa sekertaris ataupun Jack(assisten personal David), keduanya David butuhkan di waktu tertentu.
Seperti saat ini, David berada di suatu Bar dengan ruangan VVIP dengan dua tamu yang menjadi pesaing bisnis. Tanpa pengawalan bahkan tanpa assisten karena bagi David hal semacam ini perlu di lakukan untuk proses perkembangan bisnis meski mereka begitu saling kompetitif dan ambisius dengan lawan, satu sama lain.
seorang weiters dengan rok mini menuangkan anggur dalam gelas berbeda dengan sebelumnya waiters itu justru hanya menuangkan milik David.
"Kamu mungkin bisa menolak tawaran ku Tuan David namun suatu hari anda akan mengerti betapa merugikan tidak join dengan projek kami" ujar pria berusia 50an, rambut putih, perut buncit. "Di usia muda seperti mu akan sulit mencapai keberhasilan jika bukan karena warisan." lanjut pria itu. Yang kemudian disusul kekehan sinis dari pria yang ada di ujung sana, mereka hanya bertiga namun rasanya suasana sangat panas.
Komunikasi semakin tidak kondusif, "bagaimana pun kita bisa bersaing dengan cara sehat" ujar David dalam topik mereka "pasar dan konsumen lebih bisa menilai" lanjutnya, David meraih satu gelas wine yang sebelumnya terisi diminum hampir sepenuhnya, namun tidak berlangsung lama ada sesuatu yang aneh pada reaksi tubuh dia, mulai merasa sedikit kabur dalam pandangannya barengi kepala yang cukup pening, kembali meraih gelas dan mencium aroma anggur itu lalu "waiters" tangan David melambai ke atas sampai dia melihat wanita yang sebelumnya menuangkan wine digelas dia "Hei kau sini" Ujar David memanggil wanita yang sama, begitu posisi sudah dekat "Wine apa yang kamu berikan" tanya David sedikit naik suara "bukan salah dia, itu ramuan yang aku berikan untuk hadiah istrimu" ujar pria tua itu " tapi melalui dirimuuu tuan David" Lanjutnya dengan suara yang hampir pelan, keduanya terkekeh. David makin tidak yakin, beranjak dan mengambil jasnya sedikit mengibaskan "sialan" lalu berlalu pergi.
selama berkendara sama sekali tidak ada yang berubah obatnya semakin bereaksi, tubuhnya semakin merasa panas, ototnya menegang dan beberapa wilayah menjadi semakin sensitif. David mengambil botol air mineral yang tersedia meminum berharap bisa menetralkan kenyataanya tidak.
Ferrari itu memasuki wilayah Villa bernafas sejenak tidak membuat denyut jantung menurun sedikit. hal itu justru semakin menguat, dengan nafas tak terkendali dia turun dan berlari, Mencoba menggapai gagang pintu kamar untuk masuk tapi sedikit kesulitan, hal itu justru menimbulkan bunyi keras.
Sedangkan, di tempat lain Gianna yang tengah terlelap dengan lampu yang sudah dia matikan terganggu oleh suara bising dari luar, sedikit menegang namun rasa penasaran dia lebih besar, meraih handel dan membuka pintu kayu itu namun "hakkkkhhhh" Sebuh tangan kekar menggapai kepala Gianna dalam hitungan detik Gianna dapat merasakan sentuhan Bibir yang juga berada di ujung bibir dia kesadaran Gianna menjadi seribu persen sekarang David disana.
sedangkan tangan kiri David menutup pintu dengan bibir yang masih bertaut, Gianna ingin mendorong tubuh David dengan keras namun kalah cepat tangan David yang lain lebih dulu menggapai pinggang Anna.
Mendorong Anna perlahan hingga menggapai bibir ranjang, dan Gianna kini merasakan kembali ranjang empuk yang sebelumnya dia tiduri, David mendorong tubuh Gianna ke ranjang dengan dia dibagian atas "Daviddd Akhh--" Gianna ingin memberontak, dia takut , khawatir dan lebih kearah syok.
Gianna takut setengah mati, semakin dia melawan semakin terasa terkunci tangan Gianna kalah cepat dengan gerakan David bahkan tenaganya tidak sebanding, Ciuman David mulai beralih turun, Gianna dapat merasakan sedikit rasa hisapan yang ada di sekitar leher dengan piyama kimono yang sudah tidak beraturan, kini makin Gianna merasakan sedikit kecupan diarea bukit nya sungguh dia ingin menangis rasanya dengan air mata yang sudah terbendung di kelopak mata Gianna sedikit merintih dengan kesedihan nya "David pleaseee--" ujarnya benar-benar memohon, David menyadari itu "Gianna tolong aku kali iniiii---" suara David yang juga kecil.
devvuholic