NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Lin Yao menggelar semua barang belanjaan ketanah dengan dialasi kain bekas baju yang tidak terpakai lagi.

Gadis itu seperti tak mengenal lelah, sedari pagi buta bekerja masih tetap gesit menata barang-barang.

Lin Shun dan Song turut membantu. Mereka memindahkan jeroan babi kehalaman belakang. Tulang dan perut babi juga mereka bawa serta.

"Kakak, rendam jeroannya dulu kedalam baskom."

"Oke...!"

Shun menimba air guna mengisi baskom, lalu menumpahkan jeroan kedalamnya.

Lin Yao datang, Lin Shun mengambil alih pekerjaan dalam menata barang.

Yao menambahkan abu jerami pada rendaman jeroan, lalu menggosok semua bagian usus dan babat dengan sesekali diremas-remas.

Setelahnya ia bilas sebanyak empat kali, lalu dibilasan kelima Yao menambahkan tepung untuk pembersihan lebih lanjut.

Lin Shun telah selesai mengatur barang-barang lainnya, ia pun menghampiri sang adik perempuan.

Wajah Shun mendadak pucat, melihat tepung putih digunakan untuk mencuci jeroan babi.

"Yao'er, apakah jeroan ini benar-benar bisa menghasilkan sesuatu yang lezat..?"

Sambil menggosok jeroan babi, Lin Yao menjawab dengan penuh percaya diri "Kakak tunggu saja hasilnya oke..!"

Lin Song berjongkok disamping, mengamati dengan penasaran. Mata bocah itu melebar, sesekali menusuk usus babi yang licin didalam baskom.

"Kakak kedua, kelihatannya aneh sekali, baunya juga mengerikan."

"Apa kau berniat akan memakannya nanti..?" tanya Lin Yao menggoda.

Lin Song teringat akan makanan lezat yang dimasak kakak keduanya akhir-akhir ini.

Bocah itu mengedipkan mata gemas lalu menjawab "Ya..!"

Lin Yao terkekeh mendengar itu.

Yao melapisi usus dan perut babi secara merata dengan tepung, menguleninya berulang kali.

Tepung menjadi lengket saat bertemu air, membawa lendir dan kotoran dari dalam jeroan. Air dibaskom pun menjadi keruh.

Lin Yao membuang air kotor, mengambil beberapa baskom air bersih, lalu membilas jeroan hingga airnya benar-benar jernih.

Selanjutnya, langkah terpenting—menyiapkan kuah untuk merebus.

Lin Yao memotong jeroan yang telah dicuci menjadi potongan-potongan berukuran sama, lalu menatanya didalam baskom tanah liat besar.

Gadis itu meraih bungkusan aneka rempah seperti adas bintang, kayu manis, daun salam, cengkeh, dan lada Sichuan dari kantong rempah yang baru saja dibelinya.

Lin Yao mengambil segenggam kecil masing-masing bahan per bumbuan itu lalu menambahkan kedalam kuali.

Api anglo sudah menyala terang. Lin Yao menuangkan air secukupnya ke dalam panci, menunggunya hingga mendidih.

Aroma rempah-rempah yang kaya perlahan naik bersama uap, memenuhi seluruh dapur.

Setelah air mendidih, Yao menambahkan garam dan gula secukupnya, diaduk merata dengan sumpit hingga kaldu berwarna cokelat tua.

Setelahnya baru menumpahkan jeroan babi yang sudah disiapkan.

Begitu dituang dari baskom, jeroan itu langsung terendam dalam kaldu yang mendidih.

Lin Yao menutup panci, hanya menyisakan sedikit celah untuk ventilasi.

Api menjilat bagian pantat panci secara perlahan. Itu terlihat sangat bagus untuk ditonton.

Sesekali Yao mengaduk isi panci untuk memastikan setiap potongan jeroan meresap aroma kuah rebusan.

Lin Shun membantu menambahkan kayu bakar, sembari memperhatikan kaldu yang mendidih didalam panci.

Saat Shun menghirup aroma yang kaya akan rempah, keraguan diawalnya perlahan menghilang, tergantikan dengan antusiasme untuk segera mencicipinya.

Lin Song tidak bisa duduk diam lagi, mengikuti Lin Yao seperti ekor kecil.

Terkadang bocah itu menjijit guna mengintip kedalam panci, atau sekedar untuk mengendus baunya saja.

Setelah sekitar setengah jam, Lin Yao mengambil sepotong usus babi, lalu menusuknya dengan sumpit.

Dinding usus sedikit penyok dan dengan cepat kembali kebentuk semula, menandakan hampir matang.

Yao melarang kakaknya untuk tidak menambahkan kayu bakar lagi, menjaga api agar tetap kecil stabil. Hal itu dimaksudkan agar jeroan babi benar-benar meresap lebih merata kedalam kaldu dan bumbu.

Tiga puluh menit kemudian, masakan sudah matang sempurna.

Lin Yao menyendok jeroan babi rebus kedalam tiga mangkuk, mengisinya hingga penuh lalu menaburkan sedikit daun ketumbar cincang diatasnya.

Uap yang membawa aroma segar dan harum tercium hingga keluar rumah, memenuhi udara, menggoda hidung para penduduk yang melewati jalan didekat gubuk mereka.

"Kakak, Song'er, ayo makan..!"

Shun dan Song mengambil mangkuk yang sudah terisi penuh sup, lalu duduk didepan tungku dengan jongkokan yang terbuat dari potongan kayu gelondongan.

Usus babi rebus berwarna merah kehitaman mengkilap, menggulung dimangkuk dengan kilau yang menggoda.

Hanya dengan melihatnya saja sudah mampu membuat kita berulang kali menelan ludah rakus.

Lin Shun mencapit usus babi dengan sumpitnya, lalu melahapnya. Teksturnya lembut dan kenyal, serta bumbu yang meresap sempurna. Membuat Shun tak bisa berhenti mengunyah.

Yang lebih wah lagi, bau dasar jeroan benar-benar hilang. Tidak ada sedikit pun jejak bau tak sedap yang tertinggal.

Bagian paru, hati, jantung dan babat juga memiliki rasa yang tak kalah enak.

Mata berbinar Shun dipenuhi dengan kejutan dan ketidakpercayaan. Kecepatan mengunyahnya yang sebelumnya lambat meningkat tanpa disadari. Disetiap gigitan, ia menemukan kelezatan berbeda yang tak terlupakan.

"Yao'er..!"

Lin Shun menelan makanan dimulutnya, suaranya penuh semangat dan kegembiraan.

"Jeroan babi rebus ini benar-benar lezat. Aku belum pernah makan sesuatu yang seenak ini seumur hidupku."

Shun mengambil sepotong besar paru, lalu menikmatinya dengan penuh penghayatan.

Pada saat itu, Lin Yao melihat secercah kepolosan kekanak-kanakan yang langka pada diri Lin Shun.

Ketiganya makan dengan lahap. Suara cercapan mengudara berisik diatas permukaan sumpit.

Wajah Lin Song bahkan sampai tak terlihat, karena tenggelam kedalam mangkuk yang isinya sudah tandas tak tersisa, bersih mengkilat.

Lin Song memandang Yao. Menunjukkan mangkuknya yang telah kosong.

Melihat ekspresi menggemaskan sang adik, Lin Yao tak kuasa untuk tertawa.

Yao mengisi kembali mangkuk sang adik.

Song mengincar sepotong paru. Mengabaikan rasa panas, bocah itu langsung memasukkannya kedalam mulut.

"Kakak kedua, ini enak sekali..!"

Yao tersenyum, lalu kembali melanjutkan makannya.

Ketiga saudara itu menghabiskan masing-masing dua mangkuk sup jeroan dan secentong nasi.

Masih tersisa banyak sup jeroan didalam panci besar itu.

Setelah makan malam, Lin Yao dengan hati-hati mengumpulkan sisa jeroan babi rebus kedalam guci tanah liat yang sudah disterilkan lalu menutupnya rapat-rapat.

Yao menoleh kearah Lin Shun, yang sedang mengikat barang-barang ke sebuah tongkat pengangkut.

"Kakak, aku berencana menjual masakan rebusan ini dikios besok."

"Baik, aku akan melakukannya seperti yang kau katakan."

Cahaya bulan menyinari halaman kecil dan tiga gubuk beratap jerami milik keluarga itu. Menciptakan rona sendu yang perlahan menyesakkan dada.

1
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
Ari Peny
kucai itu apa c
R3: kuey tiaw goreng letak tauge n kucai atau char kuey tiaw basah letak udang atau kerang+ telur. from Malaysia with 💞 suka karya kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!